News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 22 Juli 2021

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 12,58 poin atau menguat 0,21% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 269 saham di tutup naik, 204 saham di tutup turun dan 171 saham ditutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 6 sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor IDXIndust di susul oleh sektor IDXCyclic yang di tutup masing – masing menguat 1,33% dan 1,17%. Sebagaimana sudah diantisipasi pelaku pasar, Presiden Joko Widodo memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang sedianya berakhir pada 20 Juli, menjadi 25 Juli 2021. Perpanjangan dilakukan di tengah masih tingginya penyebaran kasus Covid-19 yakni mencapai 38.325 kasus konfirmasi baru, sehingga total kasus keterjangkitan virus tersebut mencapai 2,95 juta di Tanah Air. Namun, jika tren kasus terus mengalami penurunan, pembukaan bertahap kemungkinan bisa dilakukan pada 26 Juli.  Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 206 miliar dengan saham – saham  yang paling banyak di beli yakni  BMRI, ASII, BBRI, MIKA, TLKM.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya. Indeks Dow ditutup menguat 0,83%, Indeks Nasdaq menguat 0,92% dan Indeks S&P menguat 0,82%. Menguatnya indeks tersebut dipicu oleh optimisme pemulihan ekonomi AS yang mendorong minat investor terhadap aset berisiko. Saham-saham dengan kapitalisasi pasar kecil yang sensitif secara ekonomi, saham sektor semikonduktor dan saham sektor keuangan mengungguli pasar secara luas. Sedangkan saham sektor energi meminpin kenaikan di indeks S&P dengan menguat sebesar 3,5% yang didorong oleh lonjakan harga minyak mentah. Munculnya optimisme pemulihan ekonomi AS salah satunya didorong oleh musim laporan keuangan emiten Q2-2021 yang mana dari 73 emiten yang telah merilis kinerjanya, sebanyak 88% mengalahkan perkiraan. Di sisi lain, imbal hasil US Treasury acuan berbalik dari posisi terendah lima bulan setelah lelang obligasi tenor 20 tahun mengalami kegagalan. Kenaikan yield Surat Utang Negara AS tersebut menguntungkan saham perbankan yang sensitif terhadap suku bunga. Sementara itu, paket infrastruktur bipartisan senilai US$ 1,2 triliun masih dalam proses. Senat AS dari Partai Demokrat bergerak menuju pemungutan suara prosedural yang direncanakan meskipun ada seruan penundaan dari Partai Republik.
 
Dari kawasan regional pagi ini, bursa Jepang tidak melakukan aktivitas perdagangan dikarenakan libur nasional hari Laut. Sementara bursa di kawasan regional lainnya mayoritas bergerak positif mengikuti pergerakan indeks di bursa Wall Street tadi malam, dengan dibayangi oleh peningkatan kasus infeksi Covid-19 di kawasan Asia dan Australia.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi melanjutkan penguatannya. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 6016/6002 – 6048/6067.

Cermati :
ASII, TLKM, BBCA, UNTR, MEDC
 

BERITA EMITEN

PPRE : Perseroan mengawali kuartal III- 2021 dengan keberhasilan ditunjuk menjadi kontraktor hauling dalam proyek jasa pengangkutan tambang nikel Weda Bay, dengan estimasi nilai pekerjaan lebih dari US$ 21 juta. Dengan demikian, total kontrak baru perseroan menjadi Rp 3,1 triliun year to date, atau sudah 84% dari target tahun ini Rp 3,7 triliun.

MEDC : Perseroan akan melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan siap menerbitkan sebanyak 12,5 miliar saham atau sekitar 33,2% dari modal disetor setelah aksi korporasi tersebut.

BSDE : Perseroan membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp 4,5 triliun pada kuartal II-2021. Jumlah tersebut meningkat 56% dibanding realisasi marketing sales periode sama tahun 2020 yang sebesar Rp 2,9 triliun.

BBNI : Perseroan berencana membeli kembali (buyback) saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi buyback ini direncanakan sebanyak-banyaknya Rp 1,7 triliun yang akan dilakukan secara bertahap untuk periode 3 bulan terhitung sejak tanggal 22 Juli hingga 21 Oktober 2021.

ELSA : Perseroan memutuskan membagi dividen sebanyak 30% dari laba bersih tahun buku 2020 atau setara Rp 74 miliar.  Jumlah tersebut setara dengan Rp 10,239 per saham.

Morning Meeting

Morning Note 22 Juli 202122 Jul 2021 08:55

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 12,58 poin atau menguat 0,21% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 269 saham di tutup naik, 204 saham di tutup turun [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Juli 202119 Jul 2021 09:00

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup naik 25,76 poin atau menguat 0,43% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 250 saham di tutup naik, 235 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Juli 202113 Jul 2021 08:56

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 38,72 poin atau menguat 0,64% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 237 saham di tutup naik, 274 saham di tutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF