News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 12 Maret 2021

IHSG di perdangan rabu lalu di tutup naik 65,03 poin atau menguat 1,05% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 236 saham di tutup naik, 243 saham di tutup turun dan 139 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Infrastruktur di susul oleh sektor Keuangan yang di tutup masing – masing menguat 2,39% dan 1,32%.  IHSG berhasil di tutup menguat setelah sebelumnya di tutup terkoreksi selama 4 hari perdagangan berturut - turut. Sentimen positif dating dari dalam negeri yakni melandainya kasus aktif Covid-19 di Indonesia. Kasus aktif merupakan jumlah penderita yang masih terpapar covid-19 baik itu dirawat di RS atau isolasi mandiri. Pada Selasa lalu kasus aktif di Indonesia turun 1.317 menjadi 144.311. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler mencapai Rp 79 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di beli yakni BBCA, BBTN, MDKA, BMRI, KLBF.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. Indeks Dow ditutup menguat 0,58%, Indeks Nasdaq menguat 2,52 dan Indeks S&P menguat 1,04%. Penguatan indeks tersebut juga ditandai denggan indeks Dow dan Indeks S&P yang mencatatkan rekor penutupan tertingginya seiring dengan meredanya kekhawatiran tentang kenaikan inflasi setelah rilis data menunjukkan inflasi di Februari 2021 lebih rendah dari yang diperkirakan. Sementara penurunan klaim pengangguran mingguan yang lebih besar dari perkiraan dan penandatanganan RUU stimulus besar-besaran memperkuat ekspektasi pemulihan ekonomi yang kuat. Presiden AS Joe Biden telah menandatangani RUU Stimulus senilai US$ 1,9 triliun menjadi Undang-Undang pada hari Kamis yang lalu sekaligus memperingati satu tahun pandemi Covid-19 dan lockdown di AS, dengan melakukan tindakan yang dirancang untuk memberikan bantuan kepada orang AS dan meningkatkan ekonomi AS. Di sisi lain, meski saham sektor teknologi memimpin kenaikan indeks, masih terlihat ada rotasi saham dari growth stock ke value stock. Sedangkan dari pasar obligasi, imbal hasil US Treasury turun menjadi 1,50% dan nilai US Dollar semakin melemah terhadap mata uang lainnya. Sementara dari sisi data ekonomi, klaim tunjangan pengangguran pekan lalu tercatat turun dari 754.000 ke 712.000 dimana program vaksinasi memungkinkan lebih banyak segmen ekonomi dibuka kembali.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,26% yang didorong oleh sikap investor yang menyambut paket bantuan stimulus AS sebesar US$ 1,9 triliun dan program pembelian obligasi oleh European Central Bank.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 6235/6205 – 6285/6306.

Cermati :
INTP, ICBP, BMRI, BRIS, SCMA
 


BERITA EMITEN

BLTZ : Perseroan memperoleh fasilitas kredit senilai Rp 280 miliar dari PT Bank Shinhan Indonesia. Fasilitas tersebut diraih perseroan pada 8 Maret 2021. Fasilitas pinjaman tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha utama perseroan dalam hal modal kerja perseroan.

SRAJ : Perseroan mengumumkan aksi korporasi dengan skema penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), atau rights issue. Adapun jumlah dana yang akan diterima perseroan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas (PUT) III ini sebanyak-banyaknya sebesar Rp 1,32 triliun.

PPRE : Perseroan menyatakan hingga Februari 2021 perseroan berhasil mengantongi kontrak baru senilai Rp 274 miliar. Kontrak-kontrak baru tersebut mencakup civil work dan jasa pertambangan terintegrasi.  Sebagian besar nilai kontrak ini berasal dari dari lini bisnis jasa pertambangan terintegrasi yang dimiliki perseroan. Yakni proyek perluasan jalan hauling pada salah satu tambang nikel terbesar di Indonesia. Dengan nilai kontrak lebih dari Rp125 miliar.

WSKT : Perseroan mengantongi setidaknya Rp2,32 triliun dari divestasi saham PT Waskita Toll Road di dua ruas jalan tol pada awal bulan ini. Adapun, saham yang telah didivestasikan itu berasal dari perusahaan pemegang konsesi ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan tol Semarang-Batang. Divestasi 30 persen saham perseroan di ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dilakukan kepada Road King Expressway melalui anak usahanya Kings Ring Limited (KRL) senilai Rp824 miliar.

DEAL : Perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 3 kali lipat pada 2021. Guna menyokong target tersebut, perseroan siapkan belanja modal Rp100 miliar. Perseroan akan fokus mengembangkan empat lini bisnis pada 2021. Empat fokus tersebut, terdiri atas cold chain, distribusi vaksin, pusat logistik berikat, dan halal logistik.

Morning Meeting

Morning Note 12 Maret 202112 Mar 2021 08:57

IHSG di perdangan rabu lalu di tutup naik 65,03 poin atau menguat 1,05% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 236 saham di tutup naik, 243 saham di tutup turun [ ... ]

Read more...
Morning Note 3 Maret 202103 Mar 2021 09:01

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 20,69 poin atau menguat 0,33% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 225 saham di tutup naik, 253 saham di tutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 1 Maret 202101 Mar 2021 10:08

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -47,85 poin atau melemah -0,76% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 345 saham di tutup turun, [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF