News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 3 Maret 2021

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 20,69 poin atau menguat 0,33% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 225 saham di tutup naik, 253 saham di tutup turun dan 162 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 5 sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Aneka Industri di susul oleh sektor Konsumer yang di tutup masing – masing menguat 2,22% dan 2,02%.  Dari dalam negeri, kabar positif muncul dengan datangnya dosis baru vaksin Sinovac. Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menyampaikan vaksin buatan perusahaan farmasi asal China, Sinovac Biotech Ltd akan datang. Dari pasar global, Turunnya yield Treasury membawa bursa saham AS (Wall Street) menguat pada perdagangan Senin lalu. Yield yang tinggi akan memikat investor mengalihkan dananya dari bursa saham ke pasar obligasi. Ketua The Fed, Jerome Powell, pada rapat kebijakan moneter 16 - 17 Maret waktu setempat diperkirakan akan mengaktifkan kembali Operation Twist yang pernah dilakukan 10 tahun yang lalu, saat terjadi krisis utang di Eropa. Operation Twist dilakukan dengan menjual obligasi AS tenor pendek dan membeli tenor panjang, sehingga yield obligasi tenor pendek akan naik dan tenor panjang menurun. Hal tersebut dapat membuat kurva yield melandai. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 27 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di beli yakni BBRI, BBCA, BMRI, TLKM, SMGR.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan pelemahannya. Indeks Dow ditutup melemah -0,46%, Indeks Nasdaq melemah -1,69% dan Indeks S&P melemah -0,81%. Melemahnya indeks tersebut menyusul aksi jual yang kembali mendera saham-saham sektor teknologi. Saham Apple dan Tesla masing-masing melemah -2,09% dan -4,45%, dan memimpin pelemahan indeks. Saham sektor teknologi kembali mengalami tekanan menyusul adanya rotasi saham oleh investor dimana investor keluar dari saham sektor teknologi dan beralih ke saham lain yang diperkirakan memiliki kinerja yang mulai pulih seiring meningkatnya aktivitas ekonomi paska pandemi. Saham-saham sektor bahan baku dan kebutuhan konsumen serta sektor material mencatatkan kenaikan. Sedangkan dari sisi pasar obligasi, imbal hasil obligasi US Treasury tenor 10 tahun berada dalam keadaan stabil setelah mencapai level tertingginya pada pekan kemarin. Sementara itu, Senat AS akan mulai membahas RUU bantuan Covid-19 Presiden Joe Biden pada pekan ini dimana Partai Demokrat berniat untuk mengesahkan UU tersebut melalui manuver yang dikenal sebagai rekonsiliasi.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,25% didorong oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar. Namun indeks Nikkei dan bursa di kawasan regional rawan terkoreksi seiring dengan melemahnya indeks di bursa Wall Street tadi malam dan adanya kekhawatiran terhadap peringatan yang dikeluarkan oleh pemerintah Tiongkok akan adanya bahaya “bubble” di pasar saham.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan potensi terkoreksi. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 6330/6300 – 6388/6418.

Cermati :
ASII, AALI, INTP, ICBP, PGAS
 


BERITA EMITEN

PYFA : Perseroan menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 50% sepanjang tahun 2021, dibandingkan perolehan tahun 2020. Pertumbuhan tersebut akan ditopang dengan sejumlah strategi, mulai dari perluasan bisnis dan pengembangan produk. Perluasan bisnis ini akan didukung dengan menambah divisi consumer health bersamaan dengan perluasan area penjualan regional.

PSSI : Perseroan menargetkan  pendapatan sekitar US$ 75-80 juta pada tahun 2021 atau meningkat 10%-15%. Pencapaian itu akan dikejar dengan strategi optimalisasi dan ekspansi aset, diversifikasi bisnis, serta meningkatkan penetrasi ke pasar internasional.

GGRM : Perseroan berencana menambah modal anak usahanya, PT Surya Dhoho Investama sebesar Rp 1 triliun. Penambahan modal ini bertujuan untuk mendukung pembangunan bandara di Kediri, Jawa Timur. Dengan adanya penyertaan modal ini, modal yang disetor dan ditempatkan Surya Dhoho Investama, akan meningkat dari Rp 4 triliun menjadi Rp 8 triliun.

ELSA : Sepanjang tahun 2020, perseroan membukukan pendapatan usaha konsolidasi sebesar Rp7,7 triliun. Pendapatan usaha konsolidasi ini dikontribusikan melalui segmen jasa hulu migas 53%, jasa distribusi & logistik energi sebesar 43%, dan jasa penunjang 4%. Dari sisi laba bruto konsolidasi, perseroan mencatatkan sebesar Rp736 miliar, laba operasi Rp431 miliar dan laba bersih Rp249 miliar dengan kontribusi laba bersih didominasi oleh segmen jasa distribusi & logistik energi.

MASA : Perseroan berencana melakukan penghapusan saham tercatat secara sukarela atau voluntary delisting dari Bursa Efek Indonesia dan go private. Adapun, rencana perseroan melakukan voluntary delisting itu menyusul aksi akuisisi saham perseroan oleh pabrikan ban asal Prancis, Michelin pada 6 Maret 2019.

Morning Meeting

Morning Note 12 Maret 202112 Mar 2021 08:57

IHSG di perdangan rabu lalu di tutup naik 65,03 poin atau menguat 1,05% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 236 saham di tutup naik, 243 saham di tutup turun [ ... ]

Read more...
Morning Note 3 Maret 202103 Mar 2021 09:01

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 20,69 poin atau menguat 0,33% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 225 saham di tutup naik, 253 saham di tutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 1 Maret 202101 Mar 2021 10:08

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -47,85 poin atau melemah -0,76% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 345 saham di tutup turun, [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF