News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 1 Maret 2021

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -47,85 poin atau melemah -0,76% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 345 saham di tutup turun, 139 saham di tutup naik dan 159 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Aneka Industri di susul oleh sektor Property yang di tutup masing – masing -2,46% dan -1,38%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang kompak di tutup di zona merah. Melemahnya bursa asia mengecewakannya kinerja bursa Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Penyebab utama harga saham-saham di AS berguguran masih sama yaitu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil nominal untuk US Treasury tersebut kini sudah tembus 1,5% sekaligus menjadi level tertinggi dalam satu tahun. Kenaikan yield tersebut membuat harga saham berjatuhan karena dua hal. Yield yang lebih tinggi ini merefleksikan ekspektasi inflasi yang tinggi sebagai akibat dari pulihnya permintaan dan ekonomi. Dengan yield yang tinggi maka biaya pinjaman (borrowing cost) menjadi lebih mahal terutama untuk saham-saham di sektor teknologi yang aktif melakukan ekspansi lewat pembiayaan utang. Kedua, kenaikan yield kini sudah melampaui dividend yield dari indeks S&P 500. Saham merupakan aset yang lebih berisiko tetapi kini imbal hasilnya lebih rendah dari obligasi sehingga menjadi kurang menarik. Investor asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler sebesar Rp 51 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di jual yakni ASII, ACES, BMRI, BBNI, UNTR.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup bervariasi setelah melalui sesi perdagangan yang penuh gejolak.  Indeks Dow dan Indeks S&P ditutup terkoreksi masing-masing -1,50% dan -0,47%. Sementara indeks Nasdaq ditutup menguat 0,56%.Melemahnya saham sektor energi dan perbankan, mendorong koreksi signikan indeks Dow. Sementara indeks Nasdaq ditutup menguat didorong oleh reboundnya saham sektor teknologi setelah terjadinya penurunan obligasi global yang mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun di bawah 1,5%. Sedangkan di pasar mata uang dan komoditas, nilai tukar US Dollar melonjak untuk hari kedua yang memicu kemerosotan harga komoditas seperti minyak, emas hingga tembaga. Obligasi global bergerak stabil setelah bank sentral dari kawasan Asia hingga Eropa bergerak untuk menenangkan kepanikan yang sempat mendorong imbal hasil US Treasury ke level tertingginya setahun terakhir sehingga turut juga mendorong aksi jual di pasar saham. Investor juga semakin khawatir bahwa percepatan inflasi dapat memicu mundurnya kebijakan moneter yang akomodatif yang telah memicu peningkatan aset berisiko di tengah pandemi Covid-19. Di sisi lain, Ketua The Fed AS, Jerome Powell mengatakan imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi mencerminkan optimisme pada prospek pertumbuhan ekonomi dan para pejabat The Fed juga telah menekankan bahwa bank sentral tidak memiliki rencana untuk memperketat kebijakannya dikarenakan masih melemahnya pasar tenaga kerja.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,57%  yang dipicu oleh aksi bargain hunting paska koreksi signifikan indeks Nikkei akhir pekan kemarin dan turunnya imbal hasil US Treasury.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG  diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih rawan terkoreksi. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 6183/6125 – 6301/6361.

Cermati :
EXCL, PTPP, ANTM, INCO, BRPT
 


BERITA EMITEN

SGRO : Perseroan berencana menerbitkan surat utang senilai Rp 569,5 miliar. Surat utang ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I dengan target dana Rp 1 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I dengan nilai sama Rp 1 triliun. Perseroan juga mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 400-600 miliar. Sebanyak 60%-70% capex akan disalurkan untuk kegiatan aset perkebunan, pemeliharaan, replanting, serta penanaman baru. Sementara 40% bakal diserap untuk aset tetap meliputi bangunan, pabrik, mesin, dan infrastruktur pendukung.

BELL : Pada kuartal IV-2020 penjualan Jaket Sehat perseroan bertumbuh sebesar 23% dari kuartal III-2020. Jaket Sehat ini merupakan inovasi perseroan untuk memenuhi kebutuhan pakaian pelindung tambahan dalam beraktivitas di masa new normal ini yang terbuat dari kain khusus.


ARTO : Perseroan akan melakukan rights issue dengan menerbitkan 3 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 2.350 per saham. Dana yang akan diperoleh dari hasil rights issue tersebut mencapai Rp 7,05 triliun jika dieksekusi seluruhnya, dan akan menjadikan perseroan menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dengan modal inti sekitar Rp 8 triliun.

ASII : Perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 11-12 triliun tahun ini. Anggaran ekspansi tersebut naik 44,5% dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 8,3 triliun. Paling banyak capex untuk Grup United Tractors untuk kebutuhan alat berat.

BSDE : Perseroan menargetkan prapenjualan atau marketing sales sebanyak Rp6 triliun sepanjang tahun ini. Perseroan akan mengusung strategi organik dengan menjual produk properti di proyek eksisting untuk mencapai target prapenjuaan. Penjualan properti akan didukung oleh beragam insentif seperti relaksasi kredit.

Morning Meeting

Morning Note 12 Maret 202112 Mar 2021 08:57

IHSG di perdangan rabu lalu di tutup naik 65,03 poin atau menguat 1,05% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 236 saham di tutup naik, 243 saham di tutup turun [ ... ]

Read more...
Morning Note 3 Maret 202103 Mar 2021 09:01

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 20,69 poin atau menguat 0,33% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 225 saham di tutup naik, 253 saham di tutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 1 Maret 202101 Mar 2021 10:08

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -47,85 poin atau melemah -0,76% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 345 saham di tutup turun, [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF