News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 25 Januari 2021

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -106,76 poin atau melemah -1,67% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 396 saham di tutup turun, 107 saham di tutup naik dan 128 saham ditutup stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Pertambangan di susul oleh sektor Infrastruktur yang di tutup masing – masing -4,09% dan -2,82%. Secara intraday IHSG sempat dibuka menguat tipis sebesar 0,09% ke level 6.419,57. Namun IHSG berbalik melemah menyusul investor yang memanfaatkan momentum perpanjangan PPKM untuk melakukan aksi ambil untung. PPKM yang berlaku sejak 11 Januari hingga 25 Januari di kota besar Jawa-Bali tak membuahkan hasil, dengan terus meningkatnya jumlah kasus Covi-19. Oleh karenanya,  pemerintah pusat memperpanjang kebijakan tersebut hingga 8 Februari mendatang. Dari luar negeri, kabar buruk datang dari Amerika Serikat (AS) di mana tim Presiden Joe Biden menegaskan bahwa sikap pemerintah AS terhadap Tiongkok tak akan berubah. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa perang dagang masih akan terus berkobar dan merusak prospek pemulihan ekonomi dunia. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 137 miliar dengan saham – saham  yang paling banyak di beli yakni BBCA, BMRI, BBRI, INTP, BULL.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup bervariasi. Indeks Dow dan Indeks S&P ditutup melemah masing-masing -0,57% dan 0,30%. Sementara indeks Nasdaq ditutup menguat 0,09%. Melemahnya indeks tersebut dipengaruhi oleh aksi profit taking serta kecemasan investor terhadap virus Corona dan paket stimulus Presiden Joe Biden. Investor cemas bahwa virus Corona akan menghambat pertumbuhan ekonomi menjadi lebih lama dari yang diharapkan. Hal tersebut juga didasarkan pada laporan yang menyebutkan bahwa jenis virus baru mungkin lebih mematikan. Tren peningkatan infeksi virus Corona juga ditandai dengan lockdown di Jerman dan Inggris hingga Hong Kong. Bahkan PM Inggris Boris Johnson mengatakan lockdown ketiga Inggris bisa berlangsung hingga musim panas. Dan Bank Sentral Eropa pun memperingatkan bahwa kawasan Euro menuju resesi double-dip. Sementara itu terkait paket stimulus AS, Presiden Joe Biden mendorong pengeluaran stimulus tambahan senilai US$ 1,9 triliun dan meluncurkan strategi untuk memerangi virus sambil memperingatkan bahwa pandemi akan memburuk sebelum membaik. Dan paket stimulus tersebut mendapatkan perlawanan dari anggota Senat AS Partai Republik.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,24% dengan sikap investor yang mengalihkan fokusnya ke musim laporan keuangan emiten di bursa Jepang.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG ditutup diperkirakan masih akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih berpotensi rawan akan tekanan. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 6251/6194 – 6396/6485.

Cermati :
ADRO, BBNI, INDF, JSMR, TLKM
 


BERITA EMITEN

ADHI : Perseroan membukukan peningkatan kontrak baru sebanyak 34% menjadi Rp 19,7 triliun sepanjang 2020, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 14,7 triliun. Raihan tersebut menjadikan total kontrak yang dikerjakan (order book) perseroan sampai Desember 2020 mencapai Rp 49,2 triliun. Lini bisnis konstruksi dan energi menjadi penyumbang utama kontrak baru mencapai 93%. Sementara sisanya berasal dari lini bisnis properti 6% dan bisnis lainnya.

PPRO : Perseroan meraih pinjaman senilai Rp 1,6 triliun dari induk usaha, PT PP Tbk (PTPP). Sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19, bank melakukan pengetatan pemberian pinjaman. Oleh karena itu, Perseroan memerlukan pinjaman dari induk usaha untuk memenuhi kewajiban keuangan jatuh tempo berupa utang bank, MTN jatuh tempo dan utang berbunga lainnya.

IPCM : Perseroan pada tahun ini membidik peningkatan pendapatan sebanyak 20%, sejalan dengan pertumbuhan perekonomian yang diproyeksikan positif. Secara rinci, sektor pelabuhan umum dan non pelabuhan masing-masing diharapkan menyumbang 5% dan 15%. Untuk mengejar target tersebut perseroan memiliki beberapa strategi, yang pertama yakni fokus melakukan penguatan Core Bisnis perseroan di towage dan pilotage serta pemutakhiran teknologi informasi kesiapan armada.


FREN : Perseroan berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan melepas sebanyak tujuh miliar saham. Perseroan juga akan menerbitkan waran sebesar 91,99 miliar unit. Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut setelah dikurangi biaya emisi rencananya akan digunakan untuk pembiayaan pinjaman, modal kerja perseroan dan akan digunakan untuk entitas anak perseroan.


KRAS : Perseroan berhasil memangkas biaya operasional sebesar 41% menjadi US$ 200,8 juta pada 2020, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 337,4 juta. Penurunan biaya tersebut tercapai setelah perseroan menjalankan program transformasi dan restrukturisasi. Efisiensi biaya bersamaan dengan peningkatan volume penjualan produk berpotensi membuat perseroan meraup untuk laba bersih senilai US$ 40-50 juta pada 2020.

Morning Meeting

Morning Note 1 Maret 202101 Mar 2021 10:08

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -47,85 poin atau melemah -0,76% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 345 saham di tutup turun, [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Februari 202115 Feb 2021 08:50

IHSG di perdangan akhir pekan kemarin di tutup naik 20,69 poin atau menguat 0,33% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan Sebanyak 244 saham di tutup naik, 215 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 25 Januari 202125 Jan 2021 08:53

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -106,76 poin atau melemah -1,67% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 396 saham di tutup turun, [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF