News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 15 Oktober 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 43.83 poin atau menguat 0,85% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 213 saham di tutup naik, 217 saham di tutup turun dan 161 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 7 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Pertambangan di susul oleh sektor Infrastruktur yang menguat masing – masing 3,72% dan 1,69%. International Monetary Fund (IMF) telah merilis proyeksi ekonomi terbaru. Dalam laporan berjudul A Long and Difficult Ascent tersebut, IMF merevisi ramalan pertumbuhan ekonomi global dan sejumlah negara. IMF kini memperkirakan ekonomi dunia pada 2020 mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) 4,4%. Membaik dibandingkan proyeksi yang dirilis pada April lalu yaitu -4,9%. Pada Juni lalu, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia terkontraksi 0,3% pada tahun ini. Dalam laporan Oktober, proyeksinya memburuk menjadi kontraksi 1,5%. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 61 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di beli yakni BBNI, BMRI, BBCA, MDKA, BBRI.
 
Indeks di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan pelemahannya. Indeks Dow melemah -0,58%, Indeks Nasdaq melemah -0,80% dan Indeks S&P melemah -0,66%. Sentimen pembahasan paket stimulus yang berlarut-larut dan tidak menemui kesepakatan, masih menjadi faktor utama penekan pergerakan indeks. Hal tersebut dipertegas oleh komentar suram yang datang dari Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin yang mengatakan bahwa kesepakatan stimulus kemungkinan tidak akan tercapai sebelum pemilihan Presiden AS 3 November 2020 mendatang. Mnuchin mengatakan dalam sebuah konferensi bahwa mendapatkan kesepakatan stimulus sebelum pemilihan Presiden AS dan kemudian melaksanakannya, adalah hal yang akan sulit. Pernyataannya tersebut muncul setelah serangkaian pertemuan panjang dengan Ketua DPR AS Nancy Pelosi yang gagal mencapai kesepakatan dikarenakan ada perbedaan pandangan terhadap masalah-masalah tertentu. Mnuchin juga mengharapkan dukungan bipartisan untuk gagasan terbaru pemimpin mayoritas Senat AS, Mitch McConnell terkait pemungutan suara pada pekan depan mengenai RUU untuk membantu bisnis kecil, yang mana dalam hal tersebut anggota Senat AS dari Partai Demokrat tidak berminat untuk mengambil tindakan sedikit demi sedikit. Di sisi lain, investor juga memantau laporan keuangan dari perbankan dimana saham Wells Fargo turun 6,0% setelah melaporkan penurunan laba 56% dan memperingatkan bahwa pendapatan bunga bersih bisa lebih tertekan pada 2021.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,33% mengikuti pelemahan indeks di bursa Wall Street tadi malam seiring dengan memudarnya harapan tercapainya kesepakatan paket stimulus sebelum pemilihan Presiden AS pada 3 November 2020 mendatang.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi rawan akan tekanan aksi profit taking. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5141/5107 – 5194/5213.

Cermati:
ASII, EXCL, INDF, ITMG, PGAS, PTBA
 

    
BERITA EMITEN

DEWA : Perseroan mencatatkan volume pengupasan lapisan tanah atau overburden removal sebesar 86,03 juta bcm hingga September 2020. Realisasi itu naik sebesar 4,02 persen dibandingkan dengan pencapaian OB pada periode yang sama tahun lalu. Kontribusi terbesar volume OB Perseroan berasal dari proyek batubara Bengalon atau Bengalon Coal Project/BCP yaitu sebesar 60,36 juta bcm untuk periode Januari hingga September 2020 atau sebesar 70,17 persen dari total produksi OB perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
SMRA : Perseroan membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp2,01 triliun hingga akhir kuartal III-2020. Proyek Summarecon Serpong masih menjadi kontributor utama penjualan perseroan hingga September 2020. Proyek Summarecon Serpong menyumbang sekitar 50 persen marketing sales perseroan. Dengan pencapaian yang sudah diraih hingga sembilan bulan 2020, perseroan tinggal mengejar sisa target Rp490 miliar hingga akhir tahun.
Rekomendasi : Netral
 
APLN : Perseroan mencetak pendapatan prapenjualan atau marketing sales sebanyak Rp2,4 triliun pada periode Januari—September 2020. Jumlah itu setara 88,89 persen - 80 persen dari target tahunan Rp2,7 triliun - Rp3 triliun. Pencapaian ini terutama didukung oleh penjualan lahan industri di Karawang, Jawa Barat, seluas 175 hektar pada September 2020.
Rekomendasi : Netral
 
CTRA : Perseroan menurunkan alokasi belanja modal atau  capital expenditure untuk 2020 sekitar 30%-40%. Sebelumnya perseroan menganggarkan capex sebesar Rp 1,5 triliun. Dengan begitu, perkiraan besaran capex yang terserap hingga akhir tahun ini berkisar antara Rp 900 miliar-Rp 1,05 triliun. Jumlah ini lebih rendah dari realisasi capex tahun 2019 yang sebesar Rp 1,3 triliun.  Pengurangan alokasi capex ini dilakukan untuk menjaga likuiditas perusahaan di tengah pandemi Covid-19.
Rekomendasi : Netral
 
KRAS : Perseroan menyiapkan penerbitan obligasi wajib konversi (OWK) hingga Rp 3 triliun guna memperkuat posisi keuangan. Hal ini juga bagian dari pencairan suntikan dana dari Kementerian Keuangan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang telah disepakati pada 6 Oktober 2020. OWK akan dikonversi menjadi saham baru melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih (non-HMETD) atau private placement. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan bertindak sebagai investor yang menyerap OWK.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 Oktober 202021 Oct 2020 09:06

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -26,49 poin atau melemah -0,52% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 318 saham di tutup turun, 112 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Oktober 202019 Oct 2020 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun 1,74 poin atau melemah -0,03% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 228 saham di tutup turun, [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Oktober 202015 Oct 2020 08:55

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 43.83 poin atau menguat 0,85% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 213 saham di tutup naik, 217 saham di tutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF