News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 7 September 2020

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -40,96 poin atau melemah -0,78% setelah bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 311 saham di tutup turun, 122 saham di tutup naik dan 156 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Industri Dasar di susul oleh Aneka Industri yang di tutup masing – masing -1,84% dan -1,67%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang mayoritas di tutup di zona merah. Melemahnya bursa asia mengikuti bursa wall street terbanting pada penutupan perdagangan sebelumnya menyusul aksi ambil untung besar - besaran dengan mengacuhkan data tenaga kerja yang menunjukkan berkurangnya tingkat pengangguran baru. Departemen Tenaga Kerja merilis update jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran untuk pertama kali, alias terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sebanyak 881.000 pada pekan terakhir Agustus. Ini lebih baik dari ekspektasi pasar. Ekonom dalam polling Dow Jones mengekspektasikan angka klaim baru bakal mencapai 950.000 pekan lalu, atau berkurang dibandingkan dengan posisi sepekan sebelumnya yang melebihi angka 1 juta orang. Investor asing masih mencatatkan aksi jual di pasar reguler sebesar Rop miliar dengan saham – saham yang paling banyak di jual yakni BBNI, BBCA, ASII, BBRI, BMRI.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan pelemahannya setelah melalui sesi perdagangan dengan volatilitas tinggi. Indeks Dow ditutup melemah -0,56%, Indeks Nasdaq melemah -1,27% dan Indeks S&P melemah -0,81%. Melemahnya indeks tersebut salah satunya didorong oleh aksi lepas saham oleh investor terhadap saham-saham teknologi besar. Aksi jual tersebut didasarkan pada kekhawatiran investor terhadap over valuation dari saham sektor teknologi dan pemulihan ekonomi yang tidak merata. Rilis data utama ketenagakerjaan AS pun tidak mampu menahan tekanan jual. Secara intra day, Indeks Dow sempat melemah hingga -2,22%, Indeks Nasdaq sempat melemah hingga -5,08% dan Indeks S&P sempat melemah hingga -3,05%. Di sisi lain, pelaku pasar dikabarkan tengah memperhitungkan valuasi yangg tepat untuk saham teknologi. Saham teknologi mencuat dikarenakan pandemi Corona menyebabkan pengggunaan produk dan jasa berbasis teknologi meningkat pesat, dan apablia perekonomian telah pulih, kondisi tersebut diyakini bakal berbanding terbalik. Data utama ketenagakerjaan AS tersebut yakni Unemployment Rate tercatat turun dari 10,2% ke 8,4% (lebih baik dari perkiraan yang sebesar 9,8%) ;  Non Farm Payrolls tercatat sebesar turun dari 1,73 juta menjadi 1,37 juta (di bawah ekspektasi yang sebesar 1,4 juta dan Average Hourly Earnings MoM yang tercatat naik 0,4% (estimasi mengalami stagnansi). Dan tekanan jual yang sedang melanda bursa Wall Street diperkirakan bisa menjadi gambaran awal dari dua bulan yang sulit menjelang Pemilihan Presiden AS pada 3 November 2020 mendatang.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,26% seiring dengan sentimen melemahnya indeks di bursa Wall Street. Namun indeks Nikkei berpeluang bergerak positif seiring dengan melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih berpotensi mengalami tekanan seiring dengan maraknya aksi jual yang melanda bursa Wall Street yang diikuti oleh bursa di kawasan regional. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5192/5144 – 5284/5329.

Cermati : ASII, GGRM, ITMG, JSMR, PTBA
 


 
BERITA EMITEN

AISA : Perseroan memastikan pelaksanaan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement dapat terlaksana paling lambat Desember 2020. Perseroan akan melakukan private placement dengan menerbitkan 6 miliar saham seri B dengan harga pelaksanaan Rp210, yang merupakan 55,62 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Total perolehan dana dari aksi korporasi ini sebesar Rp1,26 triliun.
Rekomendasi : Netral

MDKA : Perseroan akan menerbitkan obligasi Rp 300 miliar untuk mendanai modal kerja anak usaha, PT Batutua Kharisma Permai. Modal kerja tersebut meliputi pembayaran kepada pemasok, karyawan, konsultan, dan pembayaran beban keuangan, dalam rangka mendukung kegiatan usaha.
Rekomendasi : Netral

 JSKY : Perseroan berencana untuk menerbitkan saham baru sebanyak 1.699.448.100 lembar dengan nilai nominal Rp 50 per lembar saham. Dengan penawaran itu perseroan menargetkan akan mendapatkan tambahan modal sekitar Rp 84,97 miliar melalui mekanisme penawaran umum terbatas. Seluruh dana yang terhimpun akan digunakan untuk penambahan modal kerja perseroan setelah dikurangi biaya-biaya emisi.
Rekomendasi : Netral

ROTI : Perseroan terus mengejar target penyelesaian pembangunan pabrik barunya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Pekanbaru, Riau. Untuk proyek tersebut, perseroan telah menyerap anggaran belanja modal sebesar Rp 182 miliar hingga semester I-2020. Perseroan menyiapkan capex sebesar Rp 400 miliar untuk tahun kerja tahun ini. Dengan demikian sepanjang semester I-2020, perseroan telah menggunakan 45% dari total capex yang dianggarkan.
Rekomendasi : Netral

SBAT : Perseroan akan mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 200 miliar dari investor asing dalam waktu dekat. Dana itu akan digunakan untuk membeli mesin baru, yakni mop yarn machine untuk memenuhi kebutuhan produk kain pel dan open end machine untuk memenuhi kebutuhan produk sarung tangan serta perluasan pabrik yang berada di Bandung.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 Oktober 202021 Oct 2020 09:06

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -26,49 poin atau melemah -0,52% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 318 saham di tutup turun, 112 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Oktober 202019 Oct 2020 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun 1,74 poin atau melemah -0,03% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 228 saham di tutup turun, [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Oktober 202015 Oct 2020 08:55

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 43.83 poin atau menguat 0,85% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 213 saham di tutup naik, 217 saham di tutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF