News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 13 Juli 2020

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun 21,54 poin atau melemah -0,43% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 262 saham di tutup turun, 142 saham di tutup naik dan 150 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Property di susul oleh sektor Aneka Industri yang melemah masing – masing -1,19% dan -1,14% . Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang mayoritas di tutup melemah. Bursa asia ditutup melemah mengikuti pergerakan bursa Amerika Serikat yang dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap lonjakan angka kasus positif virus corona yang dapat berdampak negatif terhadap pemulihan ekonomi global. Hal ini membuat antusiasme investor terhadap prospek pembukaan ekonomi langsung tersapu oleh lonjakan kasus positif virus corona yang terjadi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar bahwa pemulihan ekonomi akan berjalan lebih lambat. Meskipun kebijakan fiskal dan moneter dapat menekan sentimen negatif ini, pasar tenaga kerja yang masih labil dinilai memperbesar sentimen negatif yang ada. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler mencapai Rp 46 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di beli yakni BBCA, UNVR, BBRI, CPIN, MDKA.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin, ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 1,44%, Indeks Nasdaq menguat 0,66% dan Indeks S&P menguat 1,05%. Menguatnya indeks tersebut didukung oleh sentimen positif dari obat antivirus Gilead Sciences Inc, yang dipercaya dapat mengobati Covid-19 serta sokongan saham sektor keuangan yang melonjak tajam. Saham sektor keuangan melonjak 3,5% dan memimpin kenaikan sektor dalam komponen indeks S&P. Saham Bank of America Corp meningkat 5,5%, Citigroup Inc melonjak 6,5% dan JP Morgan Chase naik 5,5% menjelang laporan keuangannya yang rencananya dirilis pekan depan yang sekaligus menandai dimulainya musim laporan kinerja keuangan Q2-2020. Menurut data IBES dari Refinitiv, pendapatan kuartalan emiten dalam indeks S&P diperkirakan turun hampir 40% secara tahunan, yang merupakan penurunan paling tajam sejak krisis keuangan 2020Sementara itu, kabar terbaru dari Gilead turut menopang penguatan indeks. Obat Remdesivir Gilead dikabarkan secara signifikan meningkatkan pemulihan klinis dan mengurangi risiko kematian pada pasien penderita Covid-19. Saham Gilead kemudian naik 2,2% meskipun temuan tersebut masih membutuhkan konfirmasi lanjutan dalam uji klinis. Sentimen-sentimen tersebut kemudian meredam sentimen negatif terkait infeksi Covid-19 di AS. Hari Kamis pekan kemarin, AS mencatatkan peningkatan satu hari terbesar dalam infeksi baru Covid-19 secara global untuk hari kedua berturut-turut. Dan hal tersebut kemudian memaksa warga aS untuk mengambil tindakan pencegahan baru. Beberapa negara bagian AS bahkan telah membatalkan rencana pembukaan kembali beberapa kegiatan bisnis.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,35% yang turut dipicu oleh menguatnya indeks di bursa Wall Street akhir pekan kemarin dan harapan akan ditemukannya obat untuk virus Corona.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat secara terbatas mengikuti penguatan indeks di bursa Wall Street dan dikawasan regional dengan dibayangi oleh peningkatan infeksi Corona secara global maupun secara domestik. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5010/4929 – 5064/5098.

Cermati :
TLKM, GGRM, ITMG, PTBA
 

   
BERITA EMITEN

MARK : Perseroan telah menyerap belanja modal sebesar Rp28 miliar dari total anggaran sebesar Rp 40 miliar hingga paruh pertama tahun ini. Dana tersebut di gunakan untuk ekspansi perseroan menaikkan kapasitas produksi dan diversifikasi produk agar tetap berjalan meskipun diterpa tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19.
Rekomendasi : Netral
 
STTP : Perseroan mencatatkan penjualan neto bersih Rp1,79 triliun pada semester I/2020 naik 8,63 persen dari tahun lalu sebelumnya yang sebesar Rp1,65 triliun. Strategi perseroan yang telah menaikkan kelas sejumlah produk dan kinerja ekspor menjadi penopang penjualan pada semester I/2020.
Rekomendasi : Netral
 
BSDE : Perseroan mencatatkan angka prapenjualan sebesar Rp1,79 triliun hingga kuartal I/2020. Pencapaian ini mencerminkan sebanyak 25 persen dari marketing sales yang ditargetkan Rp7,2 triliun sepanjang tahun 2020. Hasil ini ditopang oleh penjualan proyek Nava Park dan The Zora di BSD City serta Apartment Southgate di TB Simatupang Jakarta. Sementara dari sisi jenis properti, sebanyak Rp1,05 triliun marketing sales didapat dari residensial, sedangkan Rp734 miliar berasal dari proyek komersial.
Rekomendasi : Netral
 
BBKP : Perseroan akan melakukan right issue pada tahun ini. Komposisi pemegang saham Bank perseroan sebelum rights issue adalah Bosowa sebanyak 23%, KB Kookmin Bank 22%, pemerintah Republik Indonesia 8,9%, Kopelindo 5%, dan publik 40%. Saat ini, PUT V tengah dalam proses penyelesaian, di mana Bosowa melaksanakan haknya, sedangkan Kookmin mengeksekusi hak sekaligus menjadi standby buyer. Karena Bosowa mengeksekusi rights-nya dalam PUT V Bukopin, maka KB Kookmin tidak bisa mengeksekusi langsung sampai 51% kepemilikan saham, tapi sekarang range-nya antara 26-37%. Untuk mencapai 51%, maka akan dilakukan rights issue lanjutan yang juga dilakukan tahun ini, hal itu merupakan komitmen Kookmin terkait rencananya menjadi pemegang saham pengendali,
Rekomendasi : Netral
 
DUTI : Perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 555 miliar atau Rp 300 per lembar saham. Dengan begitu dividend payout ratio yang dibagikan sebesar 50,32% dari laba bersih yang dibukukan pada tahun 2019 yang mencapai Rp 1,10 triliun.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 Oktober 202021 Oct 2020 09:06

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -26,49 poin atau melemah -0,52% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 318 saham di tutup turun, 112 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Oktober 202019 Oct 2020 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun 1,74 poin atau melemah -0,03% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 228 saham di tutup turun, [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Oktober 202015 Oct 2020 08:55

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 43.83 poin atau menguat 0,85% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 213 saham di tutup naik, 217 saham di tutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF