News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 9 Juli 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 89,09 poin atau menguat 1,79% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 224 saham di tutup naik, 174 saham di tutup turun dan 174 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Keuangan di susukl oleh sektor Industri Dasar yang di tutup masing – masing menguat 3,58% dan 1,71%. Penguatan IHSG di dorong oleh saham – saham perbankan berkapitalisasi besar yang menguat signifikan pada perdagangan kemarin. Menguatnya sektor  keuangan akibat sentimen kesepakatan burden sharing antara pemerintah dan bank sentral. Kebijakan itu akan membuat likuiditas perbankan membaik. Selain itu pasar uga mengapresiasi sentimen rekstrukturisasi kredit yang melandai pada bulan juni. Namun, penguatan IHSG masih di bayangi oleh kekhawatiran coronavirus yang muncul kembali ketika para pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa jumlah kematian akibat pandemi mungkin mulai naik lagi setelah 200 ilmuwan mengingatkan temuan mereka yang menyatakan bahwa virus corona dapat tertular melalui udara kepada lembaga kesehatan dunia itu agar merevisi panduan pengendalian Covid-19. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 218 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di beli yakni BBRI, BBCA, MDKA, UNVR, ASII.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,68%, Indeks Nasdaq menguat 1,44% dan Indeks S&P menguat 0,78%. Menguatnya indeks tadi malam didukung oleh kenaikan saham-saham sektor teknologi yang mendorong indeks Nasdaq mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. Naiknya saham-saham sektor teknologi tersebut kemudian dipandang investor sebagai tanda awal dari rebound. Selain saham sektor teknologi, naiknya saham sektor kesehatan juga menopang indeks yang salah satunya adalah saham Biogen yang naik 4,4% setelah mengajukan aplikasi pemasaran untuk terapi penyakit Alzheimer eksperimental. Faktor tersebut kemudian mampu mengimbangi kekhawatiran pasar tentang penguncian (Lockdown) lebih lanjut akibat lonjakan kasus Corona di AS serta memanasnya hubungan AS-Tiongkok. Naiknya saham Apple sebesar 2,33%, saham Microsoft yang naik 2,20% dan saham Amazon yang naik 2,70% memberikan dorongan terbesar bagi indeks Nasdaq dan indeks S&P. Sentimen positif lainnya yang menopang indeks tadi malam datang dari pernyataan Presiden St. Louis, James Bullard, yang mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa pengangguran di AS kemungkinan akan turun hingga dibawah 8% dan mungkin bahkan di bawah 7% pada akhir tahun 2020.  Namun meskipun ditutup menguat, bursa saham di AS masih dibayang-bayangi oleh lonjakan kasus virus Corona di AS yang dikonfirmasi sudah melampaui 3 juta infeksi. Belum lagi negara-negara bagian AS seperti California, Hawaii, Idaho, Missouri, Montana, Oklahoma dan Texas yang memecahkan rekor tertinggi hariannya untuk kasus infeksi baru Corona. Di sisi lain, pelaku pasar di bursa AS juga bersiap menghadapi musim laporan keuangan emiten yang akan dimulai pada pekan depan dimana bank-bank besar akan merilis laporan kuartalannya. Menurut data IBES dari Refinitiv, pendapatan kuartalan emiten dalam indeks S&P diperkirakan turun hampir 44% secara tahunan, yang merupakan penurunan paling tajam sejak krisis keuangan 2020. Sementara itu, pergerakan indeks tadi malam juga dibayangi oleh ketegangan yang terus meningkat antara AS dan Tiongkok setelah Tiongkok menegaskan kekuatan baru yang luas untuk mengendalikan oposisi di Hong Kong. Menambah ketegangan juga datang dari AS dimana beberapa penasihat Presiden AS, Donald Trump, mengusulkan langkah untuk memberi sanksi pada bank-bank di Hong Kong dan destabilasasi pasar mata uang Hong Kong terhadap US Dollar sebagai cara untuk menekan Tiongkok.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat tipis 0,02% yang turut didukung oleh menguatnya indeks di bursa Wall Street tadi malam dengan dibayangi oleh kekhawatiran peningkatan kasus infeksi Corona dan ketegangan hubungan AS-Tiongkok.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi untuk kembali menguat secara terbatas dengan dibayangi oleh aksi profit taking dan peningkatan kasus infeksi Corona di dalam negeri. IHSG hari ini di perkirakan akan begerak dalam range 5014/4952 – 5109/5142.

Cermati :
TLKM, BSDE, GGRM, ITMG, PTBA
 

 
BERITA EMITEN

BUMI : Perseroan telah melakukan pembayaran bunga ke-10 atas utang Tranche A perseroan sebesar US$ 6,51 juta. Hal ini membuat total pembayaran secara tunai yang telah dilakukan perseroan mencapai US$ 327,82 juta. Adapun total pembayaran tunai US$ 327,82 juta terdiri atas pokok Tranche A sebesar US$ 195,8 juta dan bunga sebesar US$ 132,02 juta, termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar.
Rekomendasi : Netral
 
ELSA : Perseroan menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2019 sebesar Rp 89 miliar atau 25% dari total laba bersih tahun lalu senilai Rp 356 miliar. Angka itu setara dengan Rp 12,211 per saham.  Perseroan juga menyisakan Rp 10,74 miliar dari laba bersih atau setara 3,01% untuk cadangan wajib dan Rp 256,61 miliar atau 71,99% lainnya sebagai laba ditahan.
Rekomendasi : Netral
 
SPTO : Perseroan membukukan penurunan pendapatan sebesar 6,37% menjadi Rp 542,04 miliar hingga Maret 2020, dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 578,91 miliar. Pelemahan penjualan lokal menjadi faktor utama penekan kinerja Januari-Maret tahun ini.  Penurunan penjualan diikuti dengan peningkatan beban perseroan membuat laba neto perseroan turun menjadi Rp 44,27 miliar hingga akhir Maret 2020, dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai Rp 65,92 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
DMAS : Perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp 1,05 triliun hingga semester I-2020. Raihan tersebut setara dengan 53% dari target marketing sales tahun 2020 dengan total Rp 2 triliun.  Secara rinci, raihan marketing sales sebanyak Rp 654 miliar dicetak pada kuartal I-2020 dan sisanya sebesar Rp 398 miliar pada kuartal II-200. Perolehan marketing sales di kuartal II ini terutama berasal dari penjualan lahan industri.
Rekomendasi : Netral
 
DOID : Perseroan berencana melakukan emisi obligasi senilai US$ 750 juta yang akan ditawarkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST).  Obligasi tersebut ditawarkan dengan bunga sebesar 10% per tahun, yang akan dibayarkan setiap enam bulan. Perseroan berencana menggunakan dana hasil penerbitan obligasi setelah dikurangi biaya emisi untuk pembayaran baik seluruh atau sebagian kewajiban beberapa utang perseroan dengan nilai total sebesar US$ 465,61 juta dan sisanya untuk modal kerja.
Rekomendasi : Netral
 

Morning Meeting

Morning Note 27 Juli 202027 Jul 2020 09:00

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -62,02 poin atau melemah -1,21% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 299 saham di tutup turun, 136 [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Juli 202017 Jul 2020 09:15

IHSG di perdagangan kemaarin di tutup naik 22,58 poin atau menguuat 0,44% setelah bergerak menguuat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 190 saham di tutup naik, 216 saham di tutuup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Juli 202013 Jul 2020 08:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun 21,54 poin atau melemah -0,43% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 262 saham di tutup turun, 142 [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF