News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 19 Juni 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun 62,53 poin atau melemah -1,25% setelah bergerak fluktuatif sepanjan sesi perdagangan. Sebanyak 243 saham di tutup turun, 175 saham di tutup naik dan 154 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Industri Dasar di susul oleh sektor Aneka Industri yang masing – massing di tutup -3,63% dan -2,4%. Pelemahan IHSG masih di warnai oleh kekhawatiran investor terhadap risiko penyebaran kembali virus corona (strain terbaru) setelah Beijing menyatakan sekolah libur menyusul kenaikan lagi jumlah penderita Covid. Dari dalam negeri,  Hasil Rapat Dewan Gubernur, Bank Indonesia  kemarin memutuskan untuk menurunkan suku bunga BI Seven Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin  dari 4,5% ke level 4,25%. Dengan penurunan suku bunga ini tentu menjadi stimulus positif tersendiri bagi pasar modal domestik, karena dengan turunnya suka bunga ini akan menyebabkan jumlah uang beredar meningkat dan tentunya akan meningkatkan dana yang masuk ke pasar modal pula. Namun keputusan itu nampaknya tidak mampu membendung ketakutan pasar terhadap potensi gelombang kedua pandemi corona. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler mencapai Rp 26 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di beli yakni TLKM, UNTR, BMRI, BBRI, BTPS.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi terbatas. Indeks Dow ditutup terkoreksi -0,15%. Sementara indeks Nasdaq dan indeks S&P ditutup menguat masing-masing 0,33% dan 0,06%. Bervariasinya penutupan indeks tadi malam dipengaruhi oleh melonjaknya kasus infeksi virus Corona serta data ekonomi terbaru AS yang menggambarkan bahwa ekonomi AS mungkin tidak bangkit kembali dengan pemulihan cepat. Data klaim pengangguran yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS tadi malam menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal untuk program-program negara reguler mencapai 1,51 juta pada pekan lalu, turun sedikit dibanding pekan sebelumnya yang sebanyak 1,57 juta. Sementara klaim lanjutan yang merupakan total warga AS yang masih berhak mengklaim tunjangan pengangguran yang tengah berlangsung, turun menjadi 20,54 juta pada pekan yang berakhir tanggal 6 Juni 2020, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi yang sebesar 19,9 juta. Hal tersebut menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja memiliki jalan panjang menuju pemulihan. Di sisi lain, terkait penyebaran wabah Corona, investor juga mencermati perkembangan terbaru Corona di Tiongkok, melonjaknya kasus rawat inap Corona di Texas dan Israel yang kembali memberlakukan lockdown setelah adanya kenaikan kasus Corona. Dan terkait dengan beberapa negara bagian AS yang telah melaporkan lonjakan kasus baru Corona setelah membuka kembali perekonomiannya, Presiden Donald Trump kembali menegaskan bahwa AS tidak akan mengambil kebijakan lockdown kembali untuk membatasi penyebaran Covid-19.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,72%. Menguatnya indeks Nikkei tersebut dipengaruhi oleh paket ekonomi yang dikeluarkan oleh Bank Sentral Jepang dan Pemerintah Jepang, yang mengimbangi kekhawatiran terhadap gelombang kedua pandemic Corona.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan rawan akan tekanan. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 4902/4880 – 4971/5016.

Cermati :
ASII, UNVR, HMSP, ICBP, ITMG
 

 
BERITA EMITEN

ABMM : Perseroan akan membagikan dividen sebesar  Rp36,25 miliar dari laba bersih tahun 2019 atau setara dengan Rp13,16 per saham. Adapun, jumlah dividen yang ditebar perseroan kali ini lebih rendah dibandingkan dengan dividen tahun buku 2018 yang sebesar Rp100 miliar atau setara dengan Rp36,32 per saham. Penurunan dividen tersebut pun sejalan dengan kinerja keuangan perseroan yang tidak begitu impresif pada 2019.
Rekomendasi : Netral
 
JPFA : Perseroan akan membagikan dividen Rp20 per saham untuk kinerja tahun buku 2019. Total dividen tunai yang dibagikan perseroan sekitar Rp234,53. Perseroan juga akan melakukan rights issue dan pembelian kembali atau buyback saham perseroan. Langkah itu diyakini dapat memberikan fleksibilitas perusahaan jika situasi internal dan pasar memungkinkan.
Rekomendasi : Netral
 
BALI : Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan obligasi senilai Rp554 miliar. Obligasi itu merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Bali Tower dengan target dana Rp1,6 triliun. Obligasi tersebut memiliki kupon tetap 10,25 persen per tahun dengan frekuensi pembayaran bunga setiap tiga bulan dan akan jatuh tempo pada 24 Juni 2023.
Rekomendasi : Netral
 
PZZA : Perseroan menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp90,02 miliar dari total laba bersih komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham untuk tahun buku 2019. Dividen tersebut setara dengan Rp29,79 per lembar saham dengan rasio pembayaran dividen sebesar 45 persen. Sebagian dari laba bersih komprehensif yang dapat diatribusikan kepada para pemegang saham sebesar Rp109.299.048.482 atau setara dengan 54,64 persen dari laba bersih komprehensif yang dapat diatribusikan kepada para pemegang saham untuk dibukukan sebagai laba ditahan.
Rekomendasi : Netral
 
BSDE : Dua pemegang saham pengendali perseroan yakni PT Paraga Artamida (PAM) dan PT Ekacentra Usahamaju (ECUM) akan menambah kepemilikannya melalui skema private placement. PAM dan ECUM masing-masing akan mengambil 1,35 miliar saham dan 577,4 juta saham. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp640 per lembar saham sehingga total dana yang akan diterima perseroan adalah Rp1,23 triliun. Dana hasil penerbitan saham baru akan gunakan untuk memperkuat struktur modal, pengembangan proyek dan infrastruktur, serta cadangan dana operasional.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 13 Juli 202013 Jul 2020 08:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun 21,54 poin atau melemah -0,43% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 262 saham di tutup turun, 142 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Juli 202009 Jul 2020 08:58

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 89,09 poin atau menguat 1,79% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 224 saham di tutup naik, 174 saham di tutup turun [ ... ]

Read more...
Morning Note 1 Juli 202001 Jul 2020 08:59

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 3,57 poin atau menguat 0,07% setelah begrerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 180 saham di tutup naik, 229 saham di tutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF