News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 11 Juni 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun 114,37 poin atau melemah -2,27% seteleah bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 343 saham di tutup turun, 112 saham di tutup naik dan 126 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Perkebunan di susul oleh sektor Properti yang di tutup masing - masing -3,51% dan -3,32%. Koreksi yang dialami oleh IHSG masih berkait dengan minimnya data makro ekonomi domestik yang memberikan dampak positif ke pasar. Akibatnya, terjadi aksi profit taking oleh investor setelah IHSG reli beberapa waktu sebelumnya. Sementara itu, pasar juga akan menantikan data consumer price index (CPI) Amerika Serikat yang diprediksikan membaik seiring dengan kebijakan pembatasan lockdown. Selain itu, melemahnya indeks di bursa Wall Street serta sikap wait & see terhadap hasil pertemuan The Fed AS juga berpengaruh menekan pergerakan IHSG. Sentimen negative lainnya datang dari Bank Dunia yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global mengalami kontraksi sebesar 5,2% di tahun ini. Investor asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler mencapai Rp 517 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni TLKM, BMRI, BBRI, BBNI, PTBA.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi setelah melalui sesi perdagangan yang fluktuatif. Indeks Dow dan Indeks S&P ditutup terkoreksi masing-masing -1.04% dan -0,53%. Sementara indeks Nasdaq masih melanjutkan penguatannya dengan ditutup menguat 0,67% dan untuk pertama kalinya ditutup di atas level 10.000. Pergerakan fluktuatif indeks Dow dan indeks S&P sebelum akhirnya diitutup melemah, salah satunya dipengaruhi oleh hasil pertemuan The Fed AS. Dalam pertemuan kebijakannya tersebut, The Fed menghasilkan kebijakan yang tidak jauh berbeda dibanding pertemuan sebelumnya yakni mempertahankan kisaran target bunga acuan 0%-0,25% dan berkomitmen menggunakan seluruh instrumen untuk memulihkan perekonomian AS dari pandemi virus Corona. Selain itu, para pembuat kebijakan The Fed AS juga mengisyaratkan akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 0% kemungkinan untuk beberapa tahun mendatang setidaknya hingga tahun 2022 mendatang. The Fed juga mengatakan akan setidaknya mempertahankan tingkat pembelian obligasi saat ini. Meski demikian, indeks Dow dan Indeks S&P kemudian mengalami tekanan dikarenakan di sisi lain The Fed AS tetap memproyeksikan produk domestik bruto AS terkontraksi 6,5% pada tahun ini dan tingkat pengangguran di AS di akhir 2020 diperkirakan bisa mencapai 9,3%. Pernyataan tersebut juga tampaknya memperdengarkan kesan bahwa pandemi Corona dapat menimbulkan kerusakan ekonomi yang lebih tahan lama. Sementara itu, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan bahwa AS pasti membutuhkan stimulus fiskal tambahan. Sentimen tersebut kemudian mendorong saham sektor perbankan melemah -5,8% dan menjadi penekan terbesar indeks S&P. Sedangkan dari sisi proyeksi ekonomi global, setelah sebelumnya Bank Dunia memproyeksikan ekonomi global akan terkontraksi 5,2% pada tahuh ini, kali ini proyeksi datang dari Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan terkontraksi 6% pada tahun 2020 akibat pandemi Corona. Berbanding terbalik, Indeks Nasdaq ditutup menguat ditopang oleh menguatnya saham Tesla sebesar 8,97% dan saham Apple sebesar 2,57%.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah -1,20% yang dipengaruhi oleh menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar paska pernyataan The Fed AS yang mengatakan akan mempertahankan suku bunga rendah mengingat prospek ekonomi yang lesu.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih berpotensi rawan akan tekanan. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4863/4806 - 5007/5094.

Cermati :
INTP, PTBA, TLKM, AKRA, JSMR

 
   
BERITA EMITEN

 PTBA : Perseroan memutuskan pembagian dividen tahun buku 2019 sebesar Rp 3,65 triliun atau dengan rasio 90% dari total laba bersih tahun lalu sebesar Rp 4,1 triliun. Jumlah itu setara dengan 316 per saham. Payout ratio dividen yang terginggi dipastikan tidak mengganggu ekspansi yang telah direncakan.
Rekomendasi : Netral
 
AUTO : Perseroan menetapkan dividen tahun buku 2019 senilai Rp 249 miliar atau setara dengan 40% dari perolehan laba bersih yang dapat ditaribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2019. Setiap pemegang satu saham berhak mendapatkan Rp 61. Total dividen sebanyak Rp 249 miliar tersebut terdiri atas dividen interim sebanyak Rp 91,57 miliar telah dibagikan kepada pemegang saham pada 23 Oktober 2019 lalu. Sehingga sisa dividen sebanyak Rp 202,42 miliar akan dibayarkan pada 9 Juli 2020 kepada pemegang saham.
Rekomendasi : Netral
 
AALI : Perseroan menetapkan dividen tunai tahun buku 2019 senilai Rp 49 per saham. Dividen yang dibagikan tersebut setara dengan 45% dari perolehan laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitsa induk. Tahun lalu, perseroan meraup laba bersih sebesar Rp 211 miliar. Dengan demikian, sekitar Rp 95 miliar dari laba bersih perseroan akan dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham.
Rekomendasi : Netral
 
CSRA : Perseroan membukukan lonjakan laba bersih sebesar 328,19% menjadi Rp 32,50 miliar hingga kuartal I-2020, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 7,59 miliar. Lonjakan tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan neto sebesar 34,13% menjadi Rp 145,61 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 108,56 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
FASW : Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 1,99 triliun hingga kuartal I-2020 atau turun 16,73% dibanding periode sama tahun lalu Rp 2,39 triliun. Menyusutnya penjualan perseroan disinyalir karena turunnya penjualan dalam negeri. Total penjualan bersih masih ditopang oleh penjualan domestik yang tercatat sebesar Rp 1,48 triliun atau terkoreksi 27,45% dari penjualan domestik pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 2,04 triliun. Penjualan ke wilayah Asia berkontribusi sebesar Rp 513,37 miliar, naik 47,14% dibanding periode kuartal I-2019 sebesar Rp 348,88 miliar.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 13 Juli 202013 Jul 2020 08:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun 21,54 poin atau melemah -0,43% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 262 saham di tutup turun, 142 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Juli 202009 Jul 2020 08:58

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 89,09 poin atau menguat 1,79% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 224 saham di tutup naik, 174 saham di tutup turun [ ... ]

Read more...
Morning Note 1 Juli 202001 Jul 2020 08:59

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 3,57 poin atau menguat 0,07% setelah begrerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 180 saham di tutup naik, 229 saham di tutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF