News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 20 Mei 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 37,6 poin atau menguat 0,83% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 237 saham di tutup naik, 162 saham di tutup turun dan 157 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 7 sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Properti di susul oleh sektor keuangan yang di tutup masing - masing 2,04% dan 1,95%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang kompak di tutup di zona hijau. Bursa Asia menguat pada perdagangan kemarin didorong oleh lonjakan di bursa Wall Street. Kabar keberhasilan uji coba tahap awal vaksin corona yang diproduksi oleh Moderna Inc. membuat optimisme para pelaku pasar kembali bangkit terutama sektor finansial. Dengan adanya vaksin ini maka peluang untuk pandemi lebih cepat berakhir akan semakin terbuka, yang artinya ekonomi akan pulih lebih cepat. Selain itu, dari domestik  sentimen yang direspons pasar dengan baik yakni penyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait skema penempatan dana pemerintah di perbankan untuk membantu restrukturisasi kredit atau skema bank jangkar. Namun penguatan IHSG tertahan setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4,5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2020. Langkah ini ditempuh dengan mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Asing masih mencatatkan aksi jual di pasar reguer mencapai Rp 112 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBCA, BMRI, TKIM, JSMR, GGRM.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi -1,59%, Indeks Nasdaq terkoreksi -0,54% dan Indeks S&P terkoreksi -1,05%. Melemahnya indeks tadi malam menyusul adanya laporan bahwa studi vaksin Moderna Inc belum menjadi data penting pendukung keberhasilan pengembangan vaksin virus Corona. Indeks sempat bergerak positif yang masih ditopang oleh berita bahwa Moderna Inc mendorong ekspektasi positif mengenai pengembangan vaksin virus Corona, sementara investor berupaya untuk mempertahankan momentum dikarenakan investor terus memantau upaya sejumlah negara menekan penyebaran pandemi Corona sambil memulai kembali aktivitas ekonomi. Namun optimisme investor kemudian memudar dan mendorong indeks bergerak turun hingga akhirnya ditutup terkoreksi setelah adanya laporan dari STAT News mempertanyakan validitas hasil uji coba vaksin virus Corona Moderna dan melaporkan bahwa Moderna menahan informasi penting mengenai uji vaksin virus Corona  perusahaan. Stat mengutip kurangnya siaran pers dari Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular, yang menjadi mitra Moderna dalam pengembangan vaksin dan mengatakan Moderna tidak merilis informasi yang diperlukan untuk menginterprestasikan datanya. Saham Moderna kemudian anjlok -10,41% akibat dari laporan Stat tersebut. Selain anjloknya saham Moderna, saham peritel dan perbankan tadi malam turut menekan pergerakan indeks. Saham Home Depot turun 2,95% setelah melpokrna laba kuartalannya turun 10,7% akibat biaya tambahan terkait pandemi Corona. Melemahnya saham Home Depot tersebut kemudian diikuti oleh pelemahan saham peritel lainnya seperti Walmart, Kohl, Macy dan Nordstorm. Saham sejumlah perbankan utama yang turun juga menekan pergerakan indeks. Saham-saham tersebut antara lain saham Wells Fargo yang turun 5,75%, saham Bank of America yang turun 3,14%, saham Citigroup turun 2,72% dan saham JP Morgan yang turun 1,97%. Sentimen penekan indeks lainnya datang dari terstimoni Ketua The Fed AS, Jerome Powell, di hadapan Kongres AS. Powell mengatakan bahwa prospek ekonomi yang tidak pasti membawa sentimen negatif bagi pasar. Powell juga menegaskan bahwa dukungan fiskal tambahan memang mahal, tapi akan sangat berguna untuk membantu menghindari kerusakan ekonomi jangka panjang dan membuat pemulihan yang lebih kuat. The Fed juga tidak memiliki rencana untuk menurunkan suku bunga acuannya ke teritori negatif, meskipun begitu, The Fed akan menggunakan instrumen lain yang akan dipakai semaksimal mungkin.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,10% yang didukung oleh stabilnya nilai tukar Yen serta juga mengabaikan pergerakan melemah indeks di bursa Wall Street.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan tekanan seiring pelemahan indeks di bursa Wall Street serta aksi profit taking menjelang libur panjang hari raya Idul Fitri. IHSG di perkiarakan akan bergerak dalam range 4509/4470 – 4559/4599.

Cermati :
WIKA, INTP, JPFA, PTBA, TLKM, SCMA

BERITA EMITEN

CPIN : Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp13,88 triliun. Jumlah tersebut turun 3,94 persen dibandingkan dengan Rp14,45 triliun pada kuartal I/2019. Dua segmen penjualan utama yakni pakan ternak dan ayam pedaging menyumbang Rp6,56 triliun dan Rp3,96 triliun. Sementara itu, ayam usia sehari Rp1,50 triliun, ayam olahan Rp1,39 triliun dan lain-lain Rp462,07 miliar. Penurunan penjualan disebabkan segmen pakan ternak terkoreksi  6,90 persen. Bersamaan dengan itu, beban pokok penjualan perseroan turun secara year on year.  Dengan demikian, perseroan mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Rp922,25 miliar pada kuartal I/2020, naik 13,68 persen dibandingkan dengan Rp811,53 miliar per kuartal I/2019.
Rekomendasi : Netral
 
TAMA : Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp41,43 miliar, turun 27,59 persen terhadap perolehan pada 2018. Sejalan dengan itu, beban pokok juga mengalami penurunan sebesar 38,62 persen secara tahunan menjadi Rp23,72 miliar. Alhasil, laba kotor yang dihasilkan perseroan sepanjang 2019 adalah Rp17,70 miliar, turun 4,64 persen. Meski begitu perolehan laba bersih perseroan harus turun lebih dalam, yakni 54,87 persen menjadi Rp1,58 miliar. Penurunan itu disebabkan oleh kenaikan beberapa pos beban secara signifikan.
Rekomendasi : Netral
 
 
BRMS : Perseroan berencana menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement dengan target dana Rp 729,56 miliar. Aksi ini sebagai upaya perseroan untuk melunasi utang kepada kepada Wexler Capital Pte Ltd. Perseroan memiliki kewajiban utang jatuh tempo senilai US$ 111,64 juta atau setara Rp 1,55 triliun per 31 Desember 2019. Dari nilai tersebut, sebanyak US$ 53,99 juta atau setara Rp 750,58 miliar merupakan porsi utang kepada Wexler. Harga pelaksanaan transaksi private placement sebesar Rp 50 per saham. Sementara saham baru yang akan dikeluarkan sebanyak 14,59 miliar. Setelah transaksi penukaran utang menjadi saham ini, Wexler akan kembali mengantongi saham perseroan sebanyak 18,97% saham. Sebelumnya, Wexler tercatat telah menguasai 9,79% saham perseroan yang juga berasal dari konversi utang pada 2017. Alhasil, total saham yang akan dikuasai Wexler setelah konversi ini meningkat menjadi 26,9%.
Rekomendasi : Netral
 
HRTA : Perseroan akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tahap II senilai Rp 400 miliar. Surat utang tersebut bagian dari obligasi berkelanjutan I Hartadinata Abadi dengan total target Rp 1 triliun. Obligasi tersebut  ditawarkan dengan jangka waktu 3 tahun dan kupon tetap sebesar 10,5% per tahun. Dana hasil emisi obligasi tersebut digunakan untuk membayar sebagian utang pokok pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencapai Rp 220 miliar dan sisanyakan sebagai modal kerja anak usaha perseroan, yakni PT Gadai Cahaya Dana Abadi dalam bentuk pinjaman dengan tingkat bunga yang besarnya minimum sama dengan tingkat bunga obligasi dan jatuh tempo yang sama dengan obligasi.
Rekomendasi : Netral
 
 
CTRA : Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 1,5 triliun pada kuartal I-2020 atau turun 8,53% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,64 triliun. Terkoreksinya pendapatan perseroan berimbas pada laba bersih yang turun 37,3% menjadi Rp 177,5 miliar dari sebelumnya Rp 283,1 miliar. Total pendapatan perseroan masih ditopang oleh penjualan neto dari rumah hunian dan ruko yang tercatat sebesar Rp 779,75 miliar, penjualan kantor Rp 220,12 miliar, penjualan kavling sebesar Rp 41,24 miliar,  dan penjualan apartemen Rp 15,44 miliar.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 20 Mei 202020 May 2020 08:46

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 37,6 poin atau menguat 0,83% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 237 saham di tutup naik, 162 saham di tutup turun [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Mei 202014 May 2020 08:51

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -34.38 poin atau melemah -0,75% setelah bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 246 saham di tutup turun, 142 saham di tutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 Mei 202006 May 2020 08:51

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 24.65 poin atau menguat 0,54% setelah bergerak positif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak  221 sahm di tutup naik, 177 saham di tutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF