News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 14 Mei 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -34.38 poin atau melemah -0,75% setelah bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 246 saham di tutup turun, 142 saham di tutup naik dan 149 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Industri Dasar di susul oleh sektor Aneka Industri yang di tutup masing - masing -2,95% dan -1,41%. Sentimen utama yang menekan IHSG adalah kekhawatiran pelaku pasar terkait rencana pemerintah untuk mulai melonggarkan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dimana perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia yang masih dalam tren naik namun pemerintah sudah berwacana melonggarkan aturan PSBB sehingga dikhawatirkan Covid-19 jadi lebih lama selesai. Di sisi lain, dari global sentimen tak jauh berbeda juga turut menekan pasar yang mana kabar kemunculan kasus-kasus baru di negara yang sudah melonggarkan lockdown seperti China dan Korea membuat investor khawatir akan potensi pandemi gelombang kedua. Selain itu, pengumuman konstituen baru indeks MSCI Indonesia oleh Morgan Stanley menunjukan banyaknya saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI yang mengisyaratkan semakin sedikit saham Indonesia yang masuk dalam standar investasi investor asing. Investor asing masih mencatatkan aksi jual di pasar reguler mencapai Rp796 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBRI, BBCA, BMRI, JSMR, ASII.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan pelemahannya. Indeks Dow ditutup melemah -2,17%, Indeks Nasdaq melemah -1,55% dan Indeks S&P melemah -1,75%. Melemahnya indeks tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor dimana salah satunya datang dari pernyataan ketua The Fed AS, Jerome Powell. Powell memperingatkan pelemahan ekonomi yang lebih dalam akibat pandemi virus Corona dapat terjadi di AS apabila Kongres AS tidak menyetujui dukungan fiskal tambahan. Powell juga menyampaikan bahwa The Fed AS sudah melakukan segala upaya guna mendukung perekonomian AS. Namun Powell juga menegaskan hal tersebut mungkin tidak cukup untuk menghindari kerusakan ekonomi yang lebih dalam tanpa dukungan fiskal yang lebih besar untuk menghindari kerusakan ekonomi jangka panjang dan membawa ke pemulihan yang lebih kuat. Powell juga mengindikasikan bahwa The Fed tidak akan mendorong suku bunga di bawah nol. Akan tetapi adanya ketegangan baru antara Partai Republik AS dan Partai Demokrat AS, tampaknya telah meredupkan prospek untuk dukungan fiskal tambahan dari Kongres AS. Faktor negatif penekan indeks lainnya datang dari keputusan oleh dewan independen yang mengawasi dana miliaran Dollar AS untuk menunda rencana investasi di beberapa perusahaan Tiongkok dimana hal tersebut berpotensi menambah ketegangan menjelang pengumuman yang dikatakan Presiden Trump yang akan datang minggu ini terkait kesepakatan dagang AS-Tiongkok fase I. Di sisi lain, sejumalh negara dunia dan beberapa negara bagian AS mulai melonggarkan aturan lockdown dengan tujuan memulai kembali aktivitas ekonomi, telah memunculkan kekhawatiran akan terjadinya gelombang kedua infeksi virus Corona. Dari sisi perdagangan saham, saham sektor energi turun 4,4%. Sementara saham sektor perbankan juga turun 4,4% mengikuti penurunan dalam imbal hasil obligasi AS.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah -0,62% yang turut dipengaruhi oleh koreksi di bursa Wall Street serta juga sikap investor yang mencermati perkiraan bahwa pemerintah Jepang akan melonggarkan status darurat di sejumlah bagian negara Jepang.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi rawan akan tekanan seiring dengan maraknya sentimen negatif eksternal seperti kekhawatiran gelombang kedua infeksi virus Corona dan pernyataan ketua The Fed AS yang memperingatkan pelemahan ekonomi yang dalam dan memerlukan pemulihan yang lama apabila tidak ada dukungan fiskal yang lebih besar. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4521/4487 - 4587/4620.

Cermati :
ASII, EXCL, GGRM, INDF, MNCN
 

                 
BERITA EMITEN

ITMG : Sepanjang kuartal I/2020 perseroan mencatatkan penurunan pendapatan hingga 19,23 persen menjadi sebesar US$365,9 juta dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar US$453,02 juta. Penjualan batu bara untuk pihak ketiga masih menjadi kontributor utama penjualan perseroan, yakni US$324,16 juta sepanjang Januari - Maret 2020. Realisasi itu turun 19,7 persen dari US$403,76 juta pada kuartal I/2019. Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan juga menurun 16,56 persen secara year on year  pada kuartal I/2020 menjadi US$299,8 juta. Dengan demikian, perseroan mencetak penurunan laba bruto 29,4 persen menjadi US$66,02 juta per 31 Maret 2020.
Rekomendasi : Netral
 
BSDE : Perseroan mencatatkan penurunan laba bersih hingga 58 persen menjadi Rp259,64 pada kuartal I/2020. Kenaikan beban bunga dan kinerja entitas perusahaan patungan menjadi penyebab penurunan laba perseroan. Penurunan laba bersih membuat laba per saham juga menyusut, dari Rp32,56 menjadi Rp13,67. Secara umum, pendapatan perseroan turun 8,23 persen menjadi Rp1,49 triliun per kuartal I/2020 dimana pendapatan berasal dari penjualan tanah dan bangunan (Rp1,14 triliun), pendapatan sewa (Rp227,27 miliar), pengelolaan gedung (Rp99,38 miliar), dan lain-lain.
Rekomendasi : Netral
 
CENT : Perseroan akan menggalang dana melalui instrumen global bonds senilai US$500 juta untuk refinancing utang dan menambah modal kerja.  Penerbitan surat utang itu akan dilakukan melalui anak usahanya yakni PT Centratama Menara Indonesia. Emisi obligasi tersebut akan ditawarkan di luar Indonesia dan Amerika Serikat. Setelah penerbitan, surat utang ini akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura atau SGX-ST. Pokok obligasi yang ditawarkan adalah sebanyak-banyaknya US$500 juta dengan tenor 7 tahun dengan bunga sebesar 10 persen per tahun yang akan dibayarkan setiap 6 bulan.
Rekomendasi : Netral
 
MIKA : Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp874,71 miliar naik 8,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp804,63 miliar. Segmen rawat inap menyumbang sekitar Rp550,56 miliar naik dari posisi Rp502,33 miliar. Adapun segmen rawat jalan ikut tumbuh dari posisi Rp302,29 miliar menjadi Rp324,15 miliar. Total penjualan obat dan perlengkapan medis dari kedua segmen itu menyentuh Rp403,38 miliar. Dengan begitu laba bersih perseroan naik 8,62 persen menjadi Rp198,77 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
BWPT : Perseroan memproduksi crude palm oil (CPO) sebesar 73.879 ton pada kuartal I/2020. Jumlah itu turun tipis dibandingkan dengan realisasi kuartal I/2019 sebesar 74.717 ton. Perseroan juga memproduksi palm kernel oil (PKO) sebesar 12.025 ton dengan rerata produksi mencapai 4.008 ton. Bila dibandingkan dengan realisasi tahun lalu terjadi peningkatan 8,05 persen dari posisi 11.129 ton dengan rerata 3.710 ton. Adapun produksi tandan buah segar (TBS) selama triwulan pertama mencapai 331.552 ton dengan rerata 110.507 ton per bulan.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 20 Mei 202020 May 2020 08:46

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 37,6 poin atau menguat 0,83% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 237 saham di tutup naik, 162 saham di tutup turun [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Mei 202014 May 2020 08:51

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -34.38 poin atau melemah -0,75% setelah bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 246 saham di tutup turun, 142 saham di tutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 Mei 202006 May 2020 08:51

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 24.65 poin atau menguat 0,54% setelah bergerak positif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak  221 sahm di tutup naik, 177 saham di tutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF