News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 14 February 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -41.12 poin atau melemah -0,70% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 284 saham di tutup turun, 119 saham di tutup naik dan 136 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor perkebunan di susul oleh sektor industri dasar yang di tutup masing - masing -2,73% dan -1,96%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang kompak di tutup melemah. Bursa asia melemah karena investor mempertimbangkan implikasi lonjakan jumlah kasus virus corona di provinsi hubei china setelah merevisi metodologi perhitungan kasus dimana sebelumnya sentimen investor sempat membaik di tengah spekulasi bahwa dampak dari wabah virus corona terhadap pertumbuhan global tidak akan berlangsung lama. Pemerintah kota hubei melaporkan hampir 15.000 kasus baru setelah merevisi datanya untuk memasukkan kasus kasus yang di diagnosis secara klinis dalam pengungkapan hariannya. Sementara itu, investor beli asing tercatat melakukan aksi beli di pasar reguler yang mencapai Rp. 152 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di beli yakni BMRI, PGAS, BBNI, ASII, BBRI.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup melemah. Indeks Dow ditutup melemah –0,43%, Indeks Nasdaq melemah –0,14% dan Indeks S&P melemah –0,16%. Melemahnya indeks tadi malam dikarenakan investor mempertimbangkan perkembangan terbaru dari wabah virus corona dan berita bahwa The Fed AS akan mengurangi suntikan likuiditasnya. Saham Cisco System Inc yang melemah –5,23% menjadi penekan utama terhadap pelemahan indeks Dow yang disusul oleh pelemahan saham Dow Inc sebesar –0,43%.  Di sisi lain, saham Walmart yang menguat 1,37% dan saham Procter & Gamble yang menguat 1,22% menjadi penahan penurunan lebih dalam dari indeks Dow. Dari sisi wabah virus corona, Harapan bahwa epidemic virus corona bisa teratasi, semakin berkurang setelah adanya lonjakan korban jiwa, terutama di Tiongkok. Namun masih ada sedikit optimisme ketika Direktur WHO mengatakan pada sebuah pengumuman bahwa WHO tidak melihat adanya peningkatan dramatis dalam kasus corona di luar Tiongkok. Sedang di sisi lain, dilansir dari Bloomberg, The Fed AS of New York mengatakan akan menyusutkan operasi repo-agreement lebih dari yang diperkirakan analis. Investor menilai langkah The Fed AS untuk menurunakn operasi repo mengingat dukungan bank sentral tersebut telah membantu menenangkan pasar terhadap lonjakan volatilitas sejak September 2019 yang lalu. Sementara itu, emiten terus merevisi estimasi laba di tengah kekhawatiran penyebaran virus corona akan merusak pertumbuhan kinerja. Salah satunya adalah Alibaba yang merevisi proyeksi pertumbuhan tahun 2020 di tengah kekhawatiran bahwa konsumen menurunkan pengeluarannya.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,48% yang turut dpicu oleh kekhawatioran terhadap penyebaran wabah virus corona dan konsekuensinya terhadap ekonomi Jepang dan global.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih rawan akan tekanan, namun juga berpeluang mengalami teknikal rebound. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range : 5845/5818-5914/5956.

Cermati :
BMRI, BBNI, SMGR, TLKM, PTBA
      

BERITA EMITEN

ADHI : Membukukan nilai kontrak baru senilai Rp. 408 miliar pada Januari 2020 dari target Rp. 35 triliun pada tahun ini. Nilai kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek konstruksi gedung. Sementara total kontrak on hand perseroan saat ini sekitar Rp. 32 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
PBRX : Menyiapkan sumber pasokan bahan baku alternative guna mengantisipasi dampak penyebaran virus corona. Hal tersebut dikarenakan Tiongkok menyumbang 15% terhadap pasokan bahan baku secara total. Terdapat beberapa opsi sumber alternatirf seperti domestik, Taiwan, Malaysia, Vietnam dan Thailand yang sudah dijajaki. Tahun ini perseroan memproyeksikan pendapatan tumbuh 10% dibanding proyeksi tahun 2019 yang sebesar US$ 400 juta.
Rekomendasi : Netral
 
PGAS : Bakal menggenjot kinerja operasi dan keuangannya hingga dapat membukukan laba sebesar US$ 1 miliar pada tahun 2024. Peningkatan penjualan gas baik di dalam maupun luar negari menjadi salah satu strategi perseroan untuk merealisasikan target laba tersebut.
Rekomendasi : Netral
 
WSBP : Menandatangani kerja sama kontrak perbaikan dan pembangunan pelabuhan PT. Pertamina Trans Kontinental. Perseroan nantinya berperan sebagai perencana, penyuplai beton precast, readymix dan kontraktor, pembangunan pelabuhan. Untuk tahun ini, perseroan menargetkan nilai kontrak baru sekitar Rp. 11,9 triliun dan penjualan di atas Rp. 10 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
PPRE : Segera mengikuti tender proyek pekerjaan sipil tanah di Sumatera yang digelar oleh PT. Chevron Pacific Indonesia. Potensi nilai kontrak baru tersebut sekitar Rp. 1 triliun. Perseroan akan menggandeng salah satu perusahaan kontraktor swasta dalam mengikuti tender Chevron tersebut dan nantinya perseroan siap berdiskusi dengan mitra untuk kepemilikan saham dalam proyek, jika berhasil menang tender. Pada akhir Januari 2020 yang lalu, pemegang saham perseroan menyetujui rencana untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan alokasi dana sebanyak-banyaknya Rp. 293 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
IKAI : Melalui anak usahanya yakni PT. Internusa Keramik Alamasri (INKA) telah menandatangani perjanjian kemitraan dengan sejumlah distributor untuk mendistribusikan produk Essenza. Kerja sama tersebut guna mendorong pertumbuhan bisnis perseroan tahun ini.
Rekomendasi : Netral
 
MBSS : Perseroan mengalokasikan belanja sebesar US$14,6 juta pada tahun ini yang sebagian besar akan digunakan untuk meremajakan kapal. Perseroan mengalokasikan capex 24,7 persen lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu seiring dengan jadwal docking kapal yang lebih ramai pada tahun ini.
Rekomendasi : Netral
 
SRIL : Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 7 hingga 9 persen tahun ini dengan komposisi penjualan ekspor sebesar 60 persen.Untuk mencapai target tersebut, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar US$40 juta hingga US$45 juta pada tahun ini yang  berasal dari kas internal yang akan di gunakan untuk melakukan pemeliharaan mesin.
Rekomendasi : Netral
 
POLY : Perseroan menargetkan pendapatan pada 2020 mencapai US$440 juta, atau tumbuh 10 persen dari estimasi pendapatan 2019 yang sebesar US$400 juta dengan porsi ekspor mencapai 25 hingga 30 persen dari total penjualan pada tahun 2019, target ekspor perseroan tahun ini meningkat menjadi 30 hingga 35 persen.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 February 202018 Feb 2020 09:00

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik tipis 0,58 poin atau menguat 0,01% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 174 saham di tutup naik, 218 saham di tutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 February 202017 Feb 2020 10:13

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun tipis -5.01 poin atau melemah -0,09% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 207 saham di tutup turun, 163 [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 February 202014 Feb 2020 09:28

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -41.12 poin atau melemah -0,70% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 284 saham di tutup turun, 119 saham di tutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF