News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 11 February 2020

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 47,52 poin atau melemah –0,79% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.937,38 - 5.996,47. Sebanyak 294 saham ditutup melemah, 121 saham menguat dan 124 saham stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor yang diperdagangkan ditutup terkoreksi dan menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Agri dan Aneka Industri masing-masing –3,37% dan –2,46%. Melemahnya IHSG tersebut sejalan dengan pelemahan indeks di bursa Wall Street dan bursa di kawasan regional seiring dengan kekhawatiran terhadap penyebaran wabah virus corona asal Tiongkok. Wabah virus corona telah menyebar setidaknya ke 28 negara dan telah menewaskan sebanyak 908 orang di Tiongkok dengan jumlah kasus terinfeksi sebanyak lebih dari 40.000. Di sisi lain, investor juga mengkhawatirkan potensi perlambatan ekonomi Tiongkok dimana sebuah riset dari lembaga Standard & Poor’s menyebutkan bahwa virus corona berpotensi memangkas pertumbuhan ekonomi Tiongkok sekitar 1,2% atau berpotensi tumbuh di bawah 5%. Aksi jual yang dilakukan investor asing terhadap beberapa saham unggulan juga turut menekan pergerakan IHSG dimana saham-saham tersebut antara lain ASII, BBRI, GGRM, HMSP dan UNVR.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,60%, Indeks Nasdaq menguat 1,13% dan Indeks 0,73%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh sentimen mulai beroperasinya pabrik dan para pekerja di Tiongkok setelah libur panjang tahun baru Imlek dan wabah virus corona dimana pabrik Tesla di Shanghai dan pabrik pembuat iPhone Foxconn sudah memulai kembali produksinya. Sentimen tersebut juga mendorong investor mengabaikan potensi dampak ekonomi dari penyebaran virus corona. Di sisi lain, investor berusaha mencari tahu apakah tingkat penularan dari virus corona stabil bahkan ketika angka kematian telah melampaui 1.000 jiwa. Adapun penelitian dari Imperial College London, mencatat tingkat kematian dari virus corona diperkirakan mencapai 1%, dengan tingkat kematian diperkirakan mencapai 18% untuk pasien dengan gejala berat di provinsi Hubei-Tiongkok.  Seperti dikutip Bloomberg, Neil Fegurson, seorang peneliti penyakit menular di Imperial College London, mengatakan bahwa dampak dari epidemic yang sedang berlangsung mungkin sebanding dengan pandemic influenza utama abad kedua puluh.  Meskipun demikian, kekhawatiran terhadap virus corona membuat para pelaku pasar tetap cemas, dengan jumlah kematian yang terus meningkat menjadi lebih dari 908 kematian. Bahkan WHO memperingatkan bahwa kasus-kasus penyebaran virus corona di luar Tiongkok bisa menjadi percikan api yang bisa menimbulkan api yang lebih besar.
Perhatian investor kemudian beralih ke laporan pendapatan emiten serta juga serangkaian data ekonomi yang positif. Sejumlah emiten dijadwalkan merilis laporan keuangannya pada pekan ini yakni antara lain Alibaba, Credit Suisse dan Nestle.
 
Dari kawasan regional pagi ini, bursa Jepang tidak melakukan aktivitas perdagangan dikarenakan libur National Foundation Day. Sementara indeks di bursa kawasan regional bergerak positif mengikuti penguatan indeks di bursa Wall Street tadi malam dan menyambut mulai beroperasinya pabrik di Tiongkok paska libur panjang Imlek dan penangangan terhadap wabah virus corona.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat seiring dengan pergerakan positif indeks di kawasan regional. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5927/5903 - 5987/6021.

Cermati :
ACES, BBRI, CTRA, INDF, INTP, TBIG, TLKM
     

BERITA EMITEN

CENT :  Melalui anak usahanya yakni PT. Centratama Menara Indonesia (CMI), memenangi tender penjualan sebanyak 1.054 menara telekomunikasi yang digelar oleh PT. XL Axiata Tbk (EXCL). Penandatanganan perjanjian jual beli dilaksanakan pada 7 Februari 2020.
Rekomendasi : Netral
 
EXCL : Membukukan pendapatan sebesar Rp. 25,25 triliun sepanjang tahun 2019 atau tumbuh 9% dibandingkan tahun 2018 yang sebesar Rp. 22,93 triliun. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp. 713 miliar dibanding rugi bersih sebesar Rp. 3,29 triliun di tahun 2018. Peningkatan pendapatan tersebut ditopang oleh pendapatan dari layanan data yang meningkat sebesar 28% secara tahunan.
Rekomendasi : Netral
 
IPCC : Menjalin kerja sama dengan Bank Mandiri dan Bank BNI untuk mengimplementasikan skema keuangan rantai pasok pembiayaan. Selain sebagai pengendalian piutang, skema SCF juga digunakan untuk mempercepat jangka waktu penagihan kepada pelanggan.
Rekomendasi : Netral
 
TINS : Berencana memperluas usahanya di lebih dari satu negara di Afrika. Negara-Negara yang dijajaki antara Nigeria, Tanzania, Rwanda dan Kongo. Saat ini perseroan masih menunggu izin ekspansi membangun pabrik di Nigeria. Sementara di Tanzania, tim perseroan sedang mencari prospek tambang timah atau mineral lainnya.
Perseroan mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp2 triliun, naik sekitar 18,34 persen dari alokasi tahun lalu Rp1,69 triliun. Dana tersebut  akan digunakan untuk mengembangkan dua proyek smelter, yaitu smelter timah berteknologi Ausmelt dan smelter monasit.
Rekomendasi : Netral
 
IRRA : Memproyeksikan bisnis alat suntuik masih tumbuh positif pada tahun 2020 yang disebabkan oleh adanya faktor regulasi baru dari WHO. Regulasi tersebut akan memberikan peluang bagus untuk pasar alat jarum suntik sebab kebutuhan alat suntik nantinya akan semakin tinggi.
Rekomendasi : Netral
 
TOBA : Perseroan akan fokus menggarap proyek pengembangan listrik tenaga uap (PLTU) yang masih dalam pengembangan. Untuk itu, perusahaan mengalokasikan belanja modal US$160 juta. Dana tersebut mayoritas akan digunakan untuk membiayai proyek tersebut.
Rekomendasi : Netral
 
TAMA : Perseroan optimistis mampu memperoleh kontrak baru senilai Rp 110 miliar pada 2020 dari dua proyek. Proyek itu berupa pembangunan depo peti kemas di dekat pelabuhan baru  yang berlokasi di Cakung dengan nilai proyek sebesar  Rp80 miliar sampai dengan Rp90 miliar. Untuk mencapai target tersebut, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp70 miliar sampai dengan Rp80 miliar. Dana itu akan digunakan untuk pembelian bahan material dan membangun gedung di Melawai, Jakarta Selatan.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 13 Juli 202013 Jul 2020 08:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun 21,54 poin atau melemah -0,43% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 262 saham di tutup turun, 142 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Juli 202009 Jul 2020 08:58

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 89,09 poin atau menguat 1,79% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 224 saham di tutup naik, 174 saham di tutup turun [ ... ]

Read more...
Morning Note 1 Juli 202001 Jul 2020 08:59

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 3,57 poin atau menguat 0,07% setelah begrerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 180 saham di tutup naik, 229 saham di tutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF