News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 3 Januari 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun –15.95 poin atau melemah –0.253% setelah bergerak sideways sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 246 saham ditutup turun, 164 saham di tutup naik dan 157 saham di tutup stagnan.  Secara sektoral sebanyak 8 sektor di tutup melemah dimana pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor agri di susul sektor infrastruktur yang mencatatkan penurunan sebesar –2,21% dan—1.03%. Aksi beli asing di pasar regular sebesar Rp 106 miliar turut meredam penurunan lebih dalam dari IHSG dimana saham—saham yang paling banyak di beli BBCA,BBRI,SMGR,BMRI,GGRM. Kinerja IHSG berlawanan dengan bursa utama kawasan asia yang mayoritas di transaksikan di zona hijau. Rilis angka inflasi periode desember 2019 sekaligus angka inflasi untuk keseluruhan tahun 2019 menjadi faktor yang memantik aksi jual di bursa tanah air.  Badan Pusat Statistik mengumumkan inflasi bulan desember sebesar 0,34%  secara bulanan. Capaian tersebut jauh lebih rendah di bandingkan dengan consensus yang di himpun yang berada di level 0,51%. Rilis angka inflasi yang rendah tersebut membuat kekhawatiran bahwa tingkat konsumsi masyarakat Indonesia sedang berada di level yang rendah. Jika lemahnya konsumsi masyarakat terus berlanjut, bisa di pastikan bahwa lesunya laju pertumbuhan ekonomi akan ikut berlanjut. Pasalnya konsumsi rumah tangga membentuk lebih dari 50% perekonomian Indonesia.

Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam di tutup kompak menguat. Indeks Dow di tutup menguat 1.16%, Indeks Nasdaq di tutup menguat 1.33% dan Indeks S&P di tutup menguat 0,84%. Sentimen positif muncul dari china setelah bank sentralnya People’s Bank of China menurunkan batasan Giro Wajib minimum. Kebijakan ini di estimasikan membuat dana senilai 800 miliar yuan akan terpompa ke perekonomian china. Dari sisi perang dagang, ekspektasi positif pelaku pasar seputar perdamaian dagang antara AS dan China serta perbaikan ekonomi kedua negara turut mendorong lajunya indeks di bursa  Wall Street. Pada selasa, presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya akan meneken kesepakatan fase pertama dengan China pada 15 januari di gedung putih. Donald Trump juga menyatakan akan ke Beijing untuk memulai pembahasan tahap ke dua.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei tidak melakukan aktivitas perdagangan di karenakan libur nasional.

Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG berpotensi menguat mengikuti indeks di bursa Wall Street dan kawasan utama  bursa asia. IHSG di perdagangan akhir pekan ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6259/6235 - 6313/6341.

Cermati :
INTP, UNVR, WSKT, TLKM, BBNI

Morning Note 6 Januari 2020

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup menguat 39.88 poin atau naik 0.63% setelah bergerak di zona hijau sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 204 saham di tutuo naik, 186 saham di tutup turun dan 154 saham di tutup stagnan. Secara sektoral  sebanyak 9 sektor menopang penguatan IHSG dimana kenaikan terbesar di pimpin oleh sektor industry dasar di susul sektor infrastruktur dimana masing masing di tutup menguat 1,31% dan 1,23%. Aksi beli asing di pasar regular yang mencapai Rp 680 miliar tutur menopang penguatan IHSG dimana saham saham yang paling banyak di beli BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, MDKA. Kinerja IHSG pada perdagangan kemarin berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang justru bergerak di zona merah.Bursa asia melemah selepas pasar AS alias Wall Street mencetak rekor di level tertinggi sepanjang masa. Tinggi nya ekspektasi bahwa AS dan China akan segera meneken kesepakatan dagang tahap satu menjadi faktor yang memantik aksi beli di bursa saham AS.Hal tersebut di ungkapkan oleh presiden AS Donald Trump bahwa kesepakatan dagang tahap satu dengan china akan di teken di gedung putih pada tanggal 15 januari mendatang. Donald trump juga mengungkapkan bahwa dirinya akan bertandang ke beijing untuk memulai negosiasi terkait kesepakatan dagang tahap dua.
 
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,81%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,79% dan Indeks S&P terkoreksi –0,71%. Melemahnya indeks tersebut dipengaruhi oleh sentimen negative terbaru terkait ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah antara AS dan Iran paska serangan udara AS ke wilayah Irak, yang menewaskan Mayor Jendral Qassem Soleimani, Kepala Pasukan Elit Iran Quds. Tindakan AS tersebut memicu kemarahan Iran yang berjanji akan membalasnya. Dan sentimen tersebut kemudian mendorong meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, sentimen negative datang dari kontraksi yang lebih besar dari perkiraan di sektor manufaktur AS yang meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi.  Data tersebut yakni ISM Manufacturing PMI periode Desember 2019 yang tercatat turun dari 48,1 ke 47,2 (di bawah ekspektasi yang sebesar 49,0). Dalam komponen indeks S&P, saham perbankan mengalami penurunan sebesar 1,6% dan menjadi penekan terbesar indeks setelah yield US Treasury berada di level terendahnya sejak 12 Desember 2019. Saham maskapai penerbangan juga mengalami tekanan paska melonjaknya harga minyak sebesar 3%.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –1,42% setelah libur Tahun Baru selama  dua hari. Ketegangan geo politik di kawasan Timur Tengah antara AS-Iran yang penekan utama. Selain bursa Jepang, bursa di kawasan regional juga turut mengalami pelemahan.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi rawan akan tekanan khususnya tekanan eksternal yakni ketegangan di Timur Tengah yang juga menekan pergerakan indeks di bursa kawasan regional. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6300/6276 - 6335/6347.

Cermati :
ELSA, ANTM, PGAS, TLKM, WSKT
 

Morning Note 7 Januari 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun –66.06 poin atau melemah –1.04%setelah bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 282 saham di tutup turun, 132 saham di tutup naik dan 153 saham di tutup stagnan. Secara sektoral sebanyak 9 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor industry dasar disusul oleh sektor pertanian dimana masing masing di tutup –2,87% & -2,85%. Aksi jual investor asing di pasar reguler yang mencapai Rp 150 miliar turut menekan IHSG, dimana saham saham yang paling banyak di jual BBCA, LPPF, ASII, PWON, WIKA. Kinerja IHSG senada dengan kinerja bursa saham utama kawasan asia yang di transaksikan di zona merah di tengah meningkatnya ketegangan di timur tengah pasca serangan udara amerika serikat di irak yang menewaskan seorang jendral iran pada jumat lalu. Disisi lain Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS telah mengindetifikasi 52 situs vital Iran yang akan di hantamnya jika pemerintah iran melakukan pembalasan atas kematian jendralnya. Donald Trump juga mengancam akan melakukan pembalasan besar jika Iran melakukan pembalasan dan bersumpah akan menjatuhkan sanksi terhadap Irak jika pasukan AS di usir dari negara itu.
 
Indeks di bursa Wall Street tadi malah di tutup kompak menguat. Indeks Dow di tutup menguat 0.24%, Indkes Nasdaq di tutup menguat 0.56% dan Indeks S&P di tutup menguat 0.35%. Menguatnya indeks tadi malam ditopang oleh kenaikan saham-saham teknologi dan internet di tengah-tengah adanya eskalasi tensi di Timur Tengah antara AS dan Iran paska serangan udara AS yang menewaskan petinggi militer Iran. Kekhawatiran terhadap geopolitik tersebut sempat mendorong indeks bergerak melemah dimana indeks Dow secara intra day sempat melemah –0,76%, Indeks Nasdaq sempat melemah –0,86% dan Indeks S&P sempat melemah –0,62%. Namun indeks kemudian berhasil rebound dan ditutup menguat yang tampaknya dipengaruhi oleh sikap investor yang memperkirakan bahwa konflik AS-Iran hanyalah konflik geopolitik yang biasanya terjadi dalam waktu singkat dan meyakini bahwa konflik tersebut akan berumur pendek. Menguatnya indeks di bursa Wall Street tadi malam menjadi anomali di tengah-tengah penurunan di bursa saham global akibat ketegangan geo politik AS dan Iran tersebut.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,50%. Menguatnya indeks Nikkei tersebut turut didorong oleh reboundnya indeks di bursa Wall Street tadi malam yang mengesampingkan ketegangan geopolitik AS-Iran, serta juga didukung oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar. Senada dengan bursa Jepang, indeks di bursa kawasan regional juga turut bergerak positif.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat mengikuti reboundnya indeks di bursa Wall Street tadi malam. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range  6240/6222—6288/6318.

Cermati :
ASII, TLKM, BBRI, ITMG, PTBA, HMSP
   

Morning Note 8 Januari 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 21.94 poin atau menguat 0.35% setelah bergerak sideways sepanjang sesi perdagangan dalam range 6246.12/6284.89. Sebanyak 189 saham di tutup naik, 210 saham di tutup turun dan 155 saham di tutup stagnan. Seacara sektoral sebanyak 7 sektor mendorong penguatan IHSG di mana penguatan terbesar di pimpin oleh sektor konsumer di susul sektor industri dasar yang menguat masing - masing 1,31% & 1,24%. IHSG berhasil rebound dan mengakhiri perdaganganya di zona hijau setelah di buka di zona merah sejalan dengan menguatnya bursa asia. Saham HMSP dan CPIN yang masing masing naik 4,65% dan 6,93% menjadi pendongkrak utama penguatan IHSG. Di sisi lain optimisme investor bahwa konflik AS dan Iran tidak akan berlangsung lama menjadi salah satu katalis positif.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,42%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,03% dan Indeks S&P terkoreksi –0,28%. Melemahnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh munculnya kembali kekhawatiran tentang eskalasi tensi ketegangan geo politik AS-Iran. Kekhawatiran tersebut muncul setelah kantor berita Iran, Fars, mengabarkan bahwa Iran tengah mencermati scenario merespons serangan AS yang menyebabkan kematian Jenderal Qasem Soleimani. Fars, yang mengutip perkataan Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran, yang dilansir oleh Bloomberg, mengabarkan bahwa Iran tengah mencermati 13 scenario potensial untuk pembalasan atas kematian Soleimani. Dan saat ini, pelaku pasar tengah menantikan bagaimana Iran mewujudkan ancamannya terhadap AS. Sementara itu dari sisi data ekonomi terbaru AS, Institute for Supply Management (ISM) mengungkapkan bahwa indeks aktivitas non manufaktur naik ke level 55 pada bulan Desember 2019 dari level 53,9 di bulan November 2019. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi di sektor jasa dimana sektor jasa mengontribusi dua pertiga aktivitas ekonomi AS. Laporan tersebut muncul setelah survey ISM pada pekan lalu menunjukkan baha aktivitas pabrik di AS di bulan Desember 2019 turun ke level terendahnya sejak Juni 2009 dan berkontraksi dalam lima bulan berturut-turut.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –1,52% yang turut dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap meningkatnya ketegangan geo politik AS-Iran dan menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar. Pergerakan indeks di bursa Jepang dan bursa kawasan regional berpotensi semakin tertekan seiring dengan adanya kabar terbaru bahwa Iran sudah memulai aksi balasannya terhadap AS dengan menyerang fasiltas militer AS di Irak.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi mengalami tekanan seiring denga meningkatnya ketegangan geopolitik AS-Iran dan adanya aksi balasan Iran terhadap AS. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 6255/6231—6294/6309.

Cermati :
HMSP, PTBA, INTP, UNVR, WSKT

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF