Morning Note 3 Januari 2020
IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun –15.95 poin atau melemah –0.253% setelah bergerak sideways sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 246 saham ditutup turun, 164 saham di tutup naik dan 157 saham di tutup stagnan. Secara sektoral sebanyak 8 sektor di tutup melemah dimana pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor agri di susul sektor infrastruktur yang mencatatkan penurunan sebesar –2,21% dan—1.03%. Aksi beli asing di pasar regular sebesar Rp 106 miliar turut meredam penurunan lebih dalam dari IHSG dimana saham—saham yang paling banyak di beli BBCA,BBRI,SMGR,BMRI,GGRM. Kinerja IHSG berlawanan dengan bursa utama kawasan asia yang mayoritas di transaksikan di zona hijau. Rilis angka inflasi periode desember 2019 sekaligus angka inflasi untuk keseluruhan tahun 2019 menjadi faktor yang memantik aksi jual di bursa tanah air. Badan Pusat Statistik mengumumkan inflasi bulan desember sebesar 0,34% secara bulanan. Capaian tersebut jauh lebih rendah di bandingkan dengan consensus yang di himpun yang berada di level 0,51%. Rilis angka inflasi yang rendah tersebut membuat kekhawatiran bahwa tingkat konsumsi masyarakat Indonesia sedang berada di level yang rendah. Jika lemahnya konsumsi masyarakat terus berlanjut, bisa di pastikan bahwa lesunya laju pertumbuhan ekonomi akan ikut berlanjut. Pasalnya konsumsi rumah tangga membentuk lebih dari 50% perekonomian Indonesia.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam di tutup kompak menguat. Indeks Dow di tutup menguat 1.16%, Indeks Nasdaq di tutup menguat 1.33% dan Indeks S&P di tutup menguat 0,84%. Sentimen positif muncul dari china setelah bank sentralnya People’s Bank of China menurunkan batasan Giro Wajib minimum. Kebijakan ini di estimasikan membuat dana senilai 800 miliar yuan akan terpompa ke perekonomian china. Dari sisi perang dagang, ekspektasi positif pelaku pasar seputar perdamaian dagang antara AS dan China serta perbaikan ekonomi kedua negara turut mendorong lajunya indeks di bursa Wall Street. Pada selasa, presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya akan meneken kesepakatan fase pertama dengan China pada 15 januari di gedung putih. Donald Trump juga menyatakan akan ke Beijing untuk memulai pembahasan tahap ke dua.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei tidak melakukan aktivitas perdagangan di karenakan libur nasional.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG berpotensi menguat mengikuti indeks di bursa Wall Street dan kawasan utama bursa asia. IHSG di perdagangan akhir pekan ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6259/6235 - 6313/6341.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam di tutup kompak menguat. Indeks Dow di tutup menguat 1.16%, Indeks Nasdaq di tutup menguat 1.33% dan Indeks S&P di tutup menguat 0,84%. Sentimen positif muncul dari china setelah bank sentralnya People’s Bank of China menurunkan batasan Giro Wajib minimum. Kebijakan ini di estimasikan membuat dana senilai 800 miliar yuan akan terpompa ke perekonomian china. Dari sisi perang dagang, ekspektasi positif pelaku pasar seputar perdamaian dagang antara AS dan China serta perbaikan ekonomi kedua negara turut mendorong lajunya indeks di bursa Wall Street. Pada selasa, presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya akan meneken kesepakatan fase pertama dengan China pada 15 januari di gedung putih. Donald Trump juga menyatakan akan ke Beijing untuk memulai pembahasan tahap ke dua.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei tidak melakukan aktivitas perdagangan di karenakan libur nasional.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG berpotensi menguat mengikuti indeks di bursa Wall Street dan kawasan utama bursa asia. IHSG di perdagangan akhir pekan ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6259/6235 - 6313/6341.
Cermati :
INTP, UNVR, WSKT, TLKM, BBNI

Tentang Kami
Tata kelola










