News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 25 Juli 2018

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 16,05 poin atau menguat 0,27% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 5.925,05 - 5.945,85. Sebanyak 203 saham ditutup menguat, 155 saham melemah dan 137 saham stagnan. Optimisme investor terhadap laporan keuangan emiten Q2-2018 masih menjadi salah satu faktor pendorong menguatnya IHSG yang juga sekaligus mendorong investor asing masih marak melakukan aksi beli yang kemarin di pasar reguler mencapai Rp. 395,03 miliar, di tengah-tengah sentimen negatif yakni sentimen perang dagang dan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow dan Indeks S&P ditutup menguat masing-masing 0,79% dan 0,48%. Sementara indeks Nasdaq ditutup terkoreksi –0,01%. Perdagangan tadi malam juga ditandai dengan Indeks S&P yang menyentuh level tertingginya sejak 1 Februari 2018 yang didorong oleh naiknya harga saham induk Google, Alphabet yang naik 3,9% setelah kinerja keuangannya melampaui perkiraan. Selain itu, saham teknologi lainnya seperti Facebook dan Amazon juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1,8% dan 1,5%. Namun indeks Nasdaq berbalik arah dan ditutup terkoreksi akibat aksi profit taking setelah sempat menyentuh rekor tertingginya di awal sesi perdagangan. Dari sisi laporan keuangan, emiten dalam komponen indeks S&P yang telah melaporkan kinerja keuangannya, sebanyak 83,9% melaporkan laba di atas perkiraan dan sebanyak 73,6% melaporkan pendapatan di atas ekspektasi. Meski sebagian indeks menguat, perdagangan tadi malam masih dibayangi oleh kekhawatiran terhadap perang dagang setelah Presiden Trump melalui akun Twitter-nya memuji soal tarif impor yang diberlakukan oleh pemerintahannya.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,37%. Menguatnya indeks tersebut mengikuti penguatan indeks di bursa Wall Street tadi malam dan juga didukung oleh pergerakan nilai tukar Yen yang berbalik melemah terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatannya dengan katalis pendorong diperkirakan akan berasal dari rilis kinerja keuangan emiten, meski juga berpotensi dibayangi oleh aksi profit taking. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5922/5913 - 5942/5953.
Cermati :
ASII, BBTN, BDMN, BSDE, CTRA, KLBF, EXCL, GGRM, INDF, INTP, ITMG, UNVR.
 
       
BERITA EMITEN

SMDR : Mengincar kepemilikan 25% saham konsosium operator Pelabuhan Patimban-Subang-Jawa Barat. Persroan telah menyampaikan Letter of Intent (LoI) terkait minatnya menjadi operator Pelabuhan Patimban dan tengah menunggu detail dokumen lelang dari Kementerian Perhubungan. Selain sudah menyampaikan LoI, perseroan telah mengadakan komunikasi dengan sejumlah calon mitra operator Pelabuhan Patimban.
Rekomendasi : Buy
 
WSKT : Mencetak laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp. 2,99 triliun selama semester I-2018. Laba bersih tersebut melonjak 133,59% dibanding semester I-2017 yang sebesar Rp. 1,28 triliun. Pencapaian laba bersih tersebut ditopang oleh kontribusi anak usaha sebesar 30% dan 70% sisanya berasal dari operasional perseroan. Sementara total pendapatan naik 47,27% dari Rp. 15,55 triliun menjadi Rp. 22,9 triliun. Perseroan juga tengah fokus menyelesaikan proyek infrastruktur yang tengah dikerjakan dengan nilai proyek mencapai Rp. 97,64 triliun dimana salah satunya adalah pembangunan ruas tol Trans Jawa dan Trans Sumatera.
Rekomendasi : Buy
 
ASII : Berupaya menjaga kinerja anak usahanya di bidang keuangan dalam kondisi baik dan sehat sehingga total kontribusi dari seluruh anak usaha di bidang jasa keuangan akan meningkat. Saat ini posisi total rasio pembiayaan bermasalah (non performing fincaning) bersih dari seluruh anak usaha di bidang perusahaan pembiayaan berkisar 0,6%. Sementara untuk PT. Bank Permata Tbk, NPL gross berkisar 4,3%. Sementara itu perseroan melalui Astra Infra, membidik tambahan konsesi ruas tol sepanjang 150 km hingga tahun 2020. Astra Infra bakal fokus menambah portofolio melalui akuisisi ruas tol yang sudah beroperasi ketimbang memulai prakarsa ruas tol baru. Saat ini Astra Infra sudah mengelola enam ruas tol sepanjang 353 km.
Rekomendasi : Buy
 
SRTG : Menganggarkan dana untuk kebutuhan investasi pada tahun ini sebesar US$ 50 juta - US$ 100 juta. Hingga akhir semester I-2018 perseroan belum mengeksekusi keputusan investasi baru maupun divestasi. Saat ini perseroan masih mengkaji sekitar 100 kesempatan investasi. Perseroan juga tengah membidik perusahaan consumer goods yang memiliki prospek untuk terus berkembang.
Rekomendasi : Netral
 
ACST : Mengincar pekerjaan infrastruktur yang masuk ke dalam proyek strategis nasional untuk memperbanyak kontrak dan memacu kinerja perseroan di tahun 2018. Di sepanjang semester I-2018, perseroan mengantongi pendapatan sebesar Rp. 1,66 triliun atau tumbuh 62,21%  dan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 14,48% dari Rp. 64,16 miliar menjadi Rp. 73,44 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
BMRI : Akan menerbitkan obligasi senilai Rp. 3,5 triliun pada Q3-2018 untuk kebutuhan pendanaan perseroan. Sebanyak Rp. 500 miliar berupaka obligasi subordinasi yang dapat dikonversi sebagai modal guna memenuhi peraturan OJK terkait surat utang. Sementara itu, senilai Rp. 3 triliun merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Tahap III yang akan digunakan untuk memperkuat profil pendanaan dalam rangka pembiayaan kredit jangka panjang termasuk proyek infrastruktur dan energii.
Rekomendasi : Netral
 
FAST : Memperoleh peringkat AA dari PT. Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat yang sama juga disematkan pada Obligasi Fast Food Indonesia II tahun 2016. Prospek perseroan ditetapkan stabil namun juga dibatasi oleh ketatnya persaingan di industri restoran.
Rekomendasi : Netral
 
PDES : Melalui Panorama Destination (S) Pte Ltd melakukan ekspansi usaha ke Malaysia dengan mendirikan Panorama Destination (M) Sdn Bhd. Kepemilkan Panorama Destination di perusahaan patungan tersebut mencapai 70%.
Rekomendasi : Netral
 
RISE : Menyiapkan proyek baru berupa kawasan superblock Tanrise City di Jember-Jawa Timur dengan nilai Rp. 600 miliar di atas lahan seluas 12 ha dimana 7 ha diperuntukkan untuk zona residensial dan 5 ha untuk zona komersial.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 Desember 201818 Dec 2018 09:41

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 80,54 poin atau terkoreksi –1,31% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.089,31 - 6.174,22. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Desember 201817 Dec 2018 08:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 7,88 poin atau terkoreksi –0,13% setelah bergerak sideways dalam range 6.160,35 - 6.185,48. Sebanyak 221 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Desember 201814 Dec 2018 08:51

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 62,14 poin atau menguat 1,02% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.139,33 - 6.186,05. Sebanyak 255 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Desember 201813 Dec 2018 09:12

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 38,99 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.084,34 - 6.118,23. Sebanyak 236 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Desember 201812 Dec 2018 09:18

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 34,77 poin atau melemah –0,57% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.069,16 - 6.106,99. Sebanyak tujuh [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF