News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 24 Juli 2018

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 43,01 poin atau menguat 0,73% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 5.884,98 - 5.928,08. Sebanyak 194 saham ditutup menguat, 184 saham melemah dan 122 saham stagnan. Menguatnya IHSG kemarin juga menjadi anomali di tengah-tengah mayoritas pergerakan negatif indeks di kawasan regional seiring dengan kembali memanasnya konflik dagang antara AS dengan Tiongkok setelah AS berencana mengenakan tarif impor untuk semua produk yang berasal dari Tiongkok serta tuduhan AS terhadap Tiongkok yang dianggap ‘menjaga’ mata uangnya tetap rendah. Dan menguatnya IHSG kemarin salah satunya ditopang oleh aksi beli yang dilakukan investor asing yang dipasar reguler mencapai Rp. 450,50 miliar dengan saham yang dibeli paling banyak antara lain BBCA, BBRI, TLKM dan PTBA. Selain itu optimisme terhadap musim laporan keuangan emiten Q2-2018 tampaknya menjadi salah satu faktor pendorong menguatnya IHSG.
 
Imdeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi terbatas. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,06%. Sementara Indeks Nasdaq dan indeks S&P ditutup menguat masing-masing 0,28% dan 0,18%. Menguatnya indeks tadi malam salah satunya ditopang oleh saham sektor keuangan yang naik 1,3% setelah imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam lima pekan terakhir yang mana kenaikan tersebut berpotensi mendorong The Fed AS kemungkinan akan menaikkan suku bunga acuannya meskpun ada kritik dari Presiden Trump. Selain sentimen lainnya datang dari rencana perundingan perdagangan dimana Presiden Meksiko terpilih, Andres Manuel, mengirim surat kepada Presiden Trump untuk mendesak negosiasi perdagangan NAFTA. Pejabat perdagangan AS dan Meksiko dijadwalkan akan bertemu pada akhir pekan ini. Sementara itu, Presiden Komisi Eropa, Jean Claude Juncker, dijadwalkan bertemu dengan Presiden Trump pada Rabu pekan ini untuk membahas pengenaan tarif impor. Dan akibat ketegangan perdagangan tersebut, sejumlah investor khawatir terhadap US Dollar yang telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir sehingga mendorong sejumlah perusahaan multinasional AS mengevaluasi kembali strategi lindung nilai mata uang mereka. Di sisi lain, investor juga sedang menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi AS pada akhir pekan ini serta rilis kinerja keuangan emiten Q2-2018.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,71% yang dipicu oleh sikap investor yang mengalihkan fokusnya pada musim laporan kinerja keuangan emiten. Namun meski demikian, indeks Nikkei masih berpotensi rawan tekanan seiring nilai tukar Yen yang masih menguat terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi melanjutkan penguatannya yang ditopang oleh naiknya harga sejumlah komoditas dunia dan laporan kinerja keuangan emiten, yang dibayangi oleh sentimen perang dagang dan pergerakan melemah nilai tukar Rupiah. IHSG hari ini  diperkirakan akan bergerak dalam range 5890/5865 - 5934/5953.
Cermati :
ANTM, ASII, BBNI, CTRA, EXCL, GGRM, INDF, MNCN, SMGR, TPIA, UNVR.
   
   
BERITA EMITEN

LINK : Membukukan laba bersih sebesar Rp. 546,8 miliar pada semester I-2018 atau tumbuh 11,5% secara tahunan dibanding semester I-2017. Pendapatan tercatat tumbuh 11,8% atau sebesar Rp. 1,84 triliun dan laba usaha tercatat tumbuh 11,5% atau sebesar Rp. 737,8 miliar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh keberhasilan perseroan menambah jaringan rumah terkoneksi (home pass) dan jumlah pelanggan pada Q2-2018.
Rekomendasi : Netral
 
GIAA : Tengah memproses penawaran kontrak investasi kolektif-efek beragun aset (KIK_EBA) yang merupakan struktur produk sekuritisasi pendapatan dari rute penerbangan Jakarta-Jeddah dan Jakarta-Madinah. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan mengincar dana maksimum sebesar Rp. 4 triliun. Aksi korporasi tersebut merupakan salah satu langkah untuk memenuhi kebutuhan pendanaan sebesar US$ 750 juta yang diperlukan untuk memenuhi keperluan refinancing utang perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
WSBP : Membukukan kenaikan laba bersih sebesar 58% dari Rp. 436,45 miliar menjadi Rp. 690,68 miliar di semester I-2018. Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha sekitar 44% dari Rp. 2,66 triliun menjadi Rp. 3,84 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
PTBA : Membukukan kenaikan laba bersih 50% menjadi Rp. 2,58 triliun pada semester I-2018 dibanding semester I-2017 yang sebesar Rp. 1,72 triliun. Adapun pendapatan perseroan tumbuh 17,28% dari Rp. 8,97 triliun menjadi Rp. 10,58 triliun yang mana sekitar 51% berasal dari aktivitas penjualan batubara ekspor. Volume penjualan batubara tercatat naik 7,57% dari 11,36 juta ton menjadi 12,22 juta ton.
Rekomendasi : Netral
 
DILD : Membukukan kenaikan total marketing sales sebesar 41% menjadi Rp. 1,3 triliun di semester I-2018 dibanding Rp. 919 miliar di semester I-2017. Adapun segmen properti mixed use dan high rise menjadi penyumbang utama marketing sales perseroan dengan kontribusi sebesar Rp. 969 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
CTRA : Membukukan nilai marketing sales sebesar Rp. 3,3 triliun di semester I-2018 atau tumbuh 12% secara tahunan. Pencapaian tersebut masih sejalan dengan estimasi perseroan yakni sebesar 43% dari target tahun ini Rp. 7,72 triliun. Pencapaian tersebut diperoleh dari sejumlah proyek perseroan di Jakarta, Tangerang, Maja, Surabaya dan Makassar. Untuk semester II-2018, marketing sales perseroan akan ditopang oleh tiga proyek baru yang berlokasi di Jakarta dan Sentul.
Rekomendasi : Netral
 
PWON : Merealisasikan marketing sales sebesar Rp. 1,09 triliun di semester I-2018 atau 41,7% dari target tahun 2018 yang sebesar Rp. 2,6 triliun, namun turun 9,6% dibanding semester I-2017. Pemasaran properti perseroan di semester I-2018 berasal dari penjualan unit secara ritel tanpa penjualan besar atau bulk sales. Meski mengalami penurunan, perseroan belum berniat melakukan revisi target tahun 2018.\
Rekomendasi : Netral
 
SMGR : Akan menggenjot ekspor guna mengerek kinerja di sepanjang semester II-2018. Strategi ekspor tersebut didasari oleh lesunya penjualan perseroan di semester I-2018 dan pasar semen di dalam negeri yang masih mengalami kelebihan pasokan.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 23 Oktober 201823 Oct 2018 09:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 3,14 poin atau menguat 0,05% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak sideways dalam range 5.827,63 - 5.869,65. Sebanyak 184 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 22 Oktober 201822 Oct 2018 08:44

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 7,95 poin atau tekoreksi –0.14% setelah bergerak sideways dalam range 5.796,78 - 5.861,99. Sebanyak 204 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Oktober 201819 Oct 2018 08:55

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 23,38 poin atau terkoreksi –0,40% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.811,93 - 5.858,79. Melemahnya [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Oktober 201818 Oct 2018 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 67,80 poin atau menguat 1,17% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 5.819,18 - 5.868,62. Sebanyak 278 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Oktober 201817 Oct 2018 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 73,56 poin atau menguat 1,28% setelah mayoritas bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range 5.719,51 - 5.800,82. Sebanyak  [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • yuk nabung saham, IDX
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF