News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 23 Juli 2018

IHSG di perdagangan akhir kemarin ditutup naik 1,71 poin atau menguat tipis 0,03 setelah bergerak sideways dalam range 5.842,93 - 5.884,63. Sebanyak 156 saham ditutup menguat, 215 saham melamh dan 124 saham stagnan. Pergerakan IHSG tersebut sempat mengalami tekanan dan sempat terkoreksi hingga -0,48% seiring dengan tekanan sentimen eksternal dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar yang menembus level Rp. 14.500/US Dollar. Saham-saham yang paling mengalami tekanan akhir pekan kemarin yakni saham sektor pertambangan akibat pelemhan harga komoditas duni dan aksi profit taking. Namun pelemahan IHSG mampu ditahan oleh saham-saham dari sektor Infrastruktur dan Konsumen seperti saham TLKM, HMSP dan GGRM. Dan IHSG mampu berbalik arah menjadi ditutup menguat seiring aksi beli yang dilakukan oleh investor asing menjelang penutupan perdagangan dimana saham-saham yang paling banyak dibeli investor asing yakni antara lain BBCA, BBRI dan TLKM.
 
Indeks saham di bursa Wall Street akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi terbatas. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,03%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,07% dan Indeks S&P terkoreksi –0,09%. Melemahnya indeks tersebut didorong oleh meningkatnya kekhawatiiran terhadap perang dagang setelah ancaman tarif terbaru dari AS terhadap produk-produk impor yang berasal dari Tiongkok. Sentimen tersebut menahan sentimen positif dari serangkaian laporan kinerja keuangan emiten. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa dirinya bersiap untuk mengenakan tarif terhadap semua impor dari Tiongkok senilai US$ 500 miliar. Hal tersebut merupakan ancaman terbaru dari AS dalam serangkaian langkah proteksionis dagang yang telah mendorong tindakan pembalasan dari mitra dagang AS di seluruh dunia. Presiden Trump juga mengulangi kritiknya terhadap kenaikan suku bunga yang direncanakan oleh The Fed AS. Presiden Trump melalui akun Twitternya mengatakan bahwa pengetatan kebijakan moneter AS akan mengurangi keuntungan perdagangan AS. Di sisi lain, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang mengalami kenaikan dikarenakan kekhawatiran bahwa komentar Presiden Trump akan mendorong The Fed S memperlambat laju kenaikan suku bunganya sehingga dapat meningkatkan tekanan terhadap inflasi. Sementara itu, dari sisi laporan keuangan, saham Microsoft tercatat naik 1,8% setelah melaporkan kinerja laba yang kuat dan mempersempit jarak dengan Apple dan Amazon menuju emiten berkapitaliasi US$ 1 triliun.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –1,04% yang dipicu oleh sentimen perang dagang dan menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar. Penguatan nilai tukar Yen sendiri didorong oleh kecaman Presiden AS, Donald Trump, yang menuduh Tiongkok dan Uni Eropa telah menjaga mata uangnya tetap rendah.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan terkoreksi seiring dengan meningkatnya kembali sentimen perang dagang dan pergerakan melemah nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5848/5824 - 5890/5908.
Cermati :
SMGR, TLKM, ASII, BBRI, CTRA, EXCL, GGRM, INTP, KLBF, LPPF
     
BERITA EMITEN

TPIA :  Perseroan melalui anak usahanya yakni PT.  Petrokimia Butadiene Indonesia, menyelesaikan perluasan pabrik butadiene dengan investasi hingga US$ 42 juta. Peningkatan kapasitas pabrik butadiene tersebut bertujuan untuk menambah nilai dan volume produksi mixed C4 yaitu bahan baku untuk pabrik butadiene, senyawa untuk karet sintetis. Perseroan juga tengah menyelesaikan pabrik polietilena baru dengan kapasitas 400.000 ton per tahun. Setelah groundbreaking pada Februari 2018 yang lalu, kini pembangunan pabrik dengan nilai investasi mencapai US$ 380 juta telah mencapai 50%.
Rekomendasi : Netral
 
ACES : Mencatatkan pertumbuhan penjualan pada semester I-2018 hingga 20% secara tahunan atau sekitar Rp. 3,27 triliun yang didukung oleh pembukaan gerai baru dan penyesuaian pasar. Di semester I-2018, perseroan telah membuka 10 gerai baru dari target pembukaan 15 gerai baru.
Rekomendasi : Buy
 
PNBN : Laba bersih perseroan di semester I-2018 turun 3,57% dibanding semester I-2018 atau turun dari Rp. 1,4 triliun menjadi Rp. 1,35 triliun. Salah satu penyebabnya adalah turunnya tingkat bunga pinjaman. Selain itu disebabkan juga oleh non performing loan gross yang naik dari 2,94% menjadi 3,01%. Meski demikian, pendapatan bunga bersih tyercatat naik 5,46% menjadi Rp. 4,44 triliun dan pendapatan non bunga naik 5,02% menjadi Rp. 967 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
UNSP : Berencana mengurangi utang hingga Rp. 7 triliun di tahun 2018. Perseroan kembali membuka opsi konversi saham kepada para kreditor melalui skema rights issue maupun private placement.
Rekomendasi : Netral
 
SPTO : Kinerja keuangan perseroan diproyeksikan bertumbuh hingga beberapa tahun mendatang. Pertumbuhan tersebut akan didukung oleh ekespansi jangka panjang, pertumbuhan ekonomi nasional, kebijakan pemerintah dan efisiensi biaya logistik. Pertumbuhan kinerja keuangan perseroan juga akan didukung oleh kuatnya penetrasi pasar perseroan di Indonesia.
Rekomendasi : Netral
 
SMBR : Seiring dengan beroperasinya pabrik baru perseroan yakni pabrik Baturaja II, yang berkapasitas terpasang 1,85 juta ton per tahun maka perseroan memproyeksikan penjualan mencapai 2,75 juta ton atau tumbuh 56% dibanding tahun lalu yang sebesar 1,76 juta ton. Perseroan juga berencana mengakuisi tambang batubara untuk menghemat biaya bahan bakar.
Rekomendasi : Netral
 
MYRX : Mengalokasikan dana sebesar Rp. 800 miliar - Rp. 1 triliun untuk akuisisi lahan pada tahun ini. Fokus akuisisi lahan akan berada di sekitar pengembangan proyek milik perseroan dan belum ada rencana untuk tambahan lahan di lokasi baru.
Rekomendasi : Netral
 
TOWR : Menargetkan sebanyak 4.000 penyewa baru di sepanjang tahun 2018. Hingga semester I-2018, perseroan sudah memiliki sebanyak 3.000 penyewa baru. Penyewa baru tersebut bisa berasal dari penambahan baru atau berasal dari kolokasi (pemanfaatan menara yang sudah ada dengan penambahan kapasitas sehingga bisa disewa lebih dari satu penyewa).
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 23 Oktober 201823 Oct 2018 09:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 3,14 poin atau menguat 0,05% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak sideways dalam range 5.827,63 - 5.869,65. Sebanyak 184 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 22 Oktober 201822 Oct 2018 08:44

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 7,95 poin atau tekoreksi –0.14% setelah bergerak sideways dalam range 5.796,78 - 5.861,99. Sebanyak 204 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Oktober 201819 Oct 2018 08:55

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 23,38 poin atau terkoreksi –0,40% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.811,93 - 5.858,79. Melemahnya [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Oktober 201818 Oct 2018 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 67,80 poin atau menguat 1,17% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 5.819,18 - 5.868,62. Sebanyak 278 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Oktober 201817 Oct 2018 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 73,56 poin atau menguat 1,28% setelah mayoritas bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range 5.719,51 - 5.800,82. Sebanyak  [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • yuk nabung saham, IDX
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF