News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 18 Mei 2018

IHSG di perdagangan kemarin hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak positf namun berbalik arah ditutup melemah di akhir perdagangan. IHSG ditutup turun 25,54 poin atau melemah –0,44% setelah bergerak dalam range 5.815,92 - 5.898,29. Sebanyak 150 saham ditutup melemah, 219 saham menguat dan 128 saham stagnan. Di sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak positif dan sempat menguat hingga 0,97% secara intra day. Hal tersebut dipengaruhi menguatnya indeks di bursa Wall Street yang mengabaikan sementara sentimen naiknya imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun dan sikap investor yang menantikan hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Namun IHSG kemudian berbalik arah menjadi ditutup melemah di akhir perdagangan sebagai akibat aksi jual masif terhadap beberapa saham unggulan. Aksi jual di sesi pre closed  tersebut mendorong IHSG yang tadinya menguat 0,45% menjadi ditutup melemah -0,44%. Saham-saham yang menjadi sasaran aksi jual tersebut antara lain GGRM, UNVR, INTP, BMRI, ASII dan TLKM.

Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi terbatas. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,22%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,21% dan Indeks S&P terkoreksi –0,09%. Beberapa faktor menjadi penekan pergerakan indeks tadi malam. Faktor pertama yakni naiknya imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun tadi malam yang ditutup di level 3,1131% untuk pertama kalinya sejak tahun 2011 dan menekan sektor yang sensitif dengan suku bunga seperti telekomunikasi, real estate dan utilitas dikarenakan investor berspekulasi apakah obligasi menawarkan alternatif yang menarik dibandingkan saham yang berisiko. Sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor dua tahun naik di sekitar level tertingginya dalam satu dekade terakhir. Hal tersebut mendorong probabalitas The Fed AS menaikkan suku bunganya sebanyak empat kali tahun ini, menurut alat FedWatch Chicago Mercantile Exchange. Faktor kedua penekan indeks datang dari komentar Presiden Donald Trump yang mengatakan bahwa Tiongkok telah sangat dimanjakan dengan perdagangan. Komentar tersebut meningkatkan keraguan investor terhadap upaya AS untuk menghindari perang dagang dengan Tiongkok. Sentimen-sentimen tersebut diimbangi oleh sentimen naiknya harga minyak mentah dunia dan naiknya saham-saham berkapitalisasi kecil. Harga minyak naik ke level tertingginya dalam 3,5 tahun terakhir setelah ketegangan di Timur Tengah berdampak pada berkurangnya pasokan minyak. Hal tersebut mendorong saham sektor energi naik 1,3% dalam indeks S&P. Saham-saham berkapitalisasi kecil mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan saham emiten besar khususnya dengan eksposur global yang tertekan oleh kenaikan harga minyak dan penguatan nilai tukar US Dollar. Dari sisi data ekonomi, sebuah laporan menunjukkan angka pengangguran AS turun ke level terendahnya sejak tahun 1973. Dan kondisi pasar tenaga kerja AS yang semakin ketat serta menguatnya inflasi memperbesar kemungkinan naiknya suku bunga The Fed pada bulan depan.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,30%. Menguatnya indeks Nikkei tersebut ditopang oleh saham-saham emiten berbasis ekspor yang didukung oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.

Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, pergerakan IHSG diperkirakan berfluktuasi dengan berpotensi menguat dengan dipengaruhi oleh kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan BI 7-Days Reverse Repo Rate dari 4,25% menjadi 4,50% dan dibayangi oleh sentimen eksternal terkait naiknya imbal hasil obligasi AS dan kekhawatiran terhadap potensi perang dagang antara AS dengan Tiongkok. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5787/5759 - 5870/5925.
Cermati :
(GGRM) S : 67500, 66900 R: 69300, 70500 CL jika turun dari 65000
(WSKT) S : 2050, 1960 R: 2200, 2260 CL jika turun dari 1900
(PTPP) S : 2270, 2200 R: 2400, 2450 CL jika turun dari 2100
(INTP) S : 16525, 15975 R: 18225, 19350 CL jika turun dari 15500
(INKP) S : 14175, 14000 R: 14550, 14750 CL jika turun dari 13000
(BMRI) S : 6600, 6500 R: 6900, 7100 CL jika turun dari 6200
(PTBA) S : 3510, 3470 R: 3590, 3640 CL jika turun dari 3300
(TLKM) S : 3450, 3410 R: 3570, 3650 CL jika turun dari 3250
(UNVR) S : 45200, 44925 R: 46075, 46650 CL jika turun dari 43000
(BRPT) S : 2200, 2150 R: 2300, 2340 CL jika turun dari 2000

BERITA EMITEN

KREN : Membidik pendapatan Rp. 5 triliun pada tahun 2018. Sebanyak 90% pendapatan perseroan diproyeksikan berasal dari bisnis digital. Untuk Q1-2018 perseroan membukukan lonjakan kenaikan pendapana dari Rp. 109,97 miliar menjadi Rp. 950,35 miliar dimana segmen digital berkontribusi hingga 84,3% atau sekitar Rp. 801,5 miliar. Tahun ini perseroan telah menyiapkan dana belanja modal senilai Rp. 350 miliar - Rp. 400 miliar. Sekitar Rp. 50 miliar akan dikucurkan sebagai penyertaan modal dalam PT. Kresna Sekuritas sehingga modal perusahaan efek tersebut menjadi Rp. 155 miliar.
Rekomendasi : Netral

KIJA : Untuk mendukung target marketing sales tahun 2018 yang sebesar Rp. 2,25 triliun, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp. 400 miliar. Hingga Q1-2018, perseroan telah menyerap belanja modal sebesar Rp. 65 miliar yang mayoritas digunakan untuk penambahan land bank.
Rekomendasi : Netral

WIKA : Meraih kontrak baru senilai Rp. 2,49 triliun dari PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero). Kontrak tersebut adalah sebagai kontraktor pembangunan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, kabupaten Mempawah Kalimantan Barat.
Rekomendasi : Netral

KLBF : Menambah anak usaha di Myanmar yakni Kalbe Myanmar Co Ltd yang akan memproduksi obat bebas sejalan dengan ekspansi ke luar negeri. Perseroan telah melakukan pembelian tanah untuk pembangunan pabrik dan mengantongi izin penanaman modal asing. Dana investasi yang disiapkan sekitar US$ 15 juta - US$ 18 juta, yang merupakan bagian dari alokasi belanja modal tahun ini yang sebesar Rp. 1,5 triliun. Perseroan juga membidik pembukaan pabrik baru di Vietnam dan masih mencari mitra pengusaha lokal di Vietnam.
Rekomendasi : Netral

EKAD : Menyiapkan belanja modal tahun ini sebesar Rp. 30 miliar yang akan digunakan untuk mendanai perluasan jaringan distribusi dan diversifikasi produk. Untuk tahun 2018 perseroan membidik penjualan tumbuh 13,5% menjadi Rp. 730 miliar dan laba bersih diharapkan mencapai Rp. 80 miliar atau tumbuh 6,7%. Tahun ini perseroan berencana menambah lima cabang lagi. Dengan penambahan kantor cabang ini, perseroan berharap dapat meningkatkan jumlah pelanggan.
Rekomendasi : Netral

DLTA: Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melepas seluruh sahamnya di perseroan semakin mendekati kenyataan. Pemerintah DKI akan melepas 26,25% saham perseroan ke produsen bir asal Filipina, yaitu San Miguel.
Rekomendasi : Netral

DOID: Sejak awal tahun hingga April 2018, pengupasan tanah atau overburden removal anak usaha perseroan, PT Bukit Makmur Mandiri, tercatat mencapai 108,9 juta bank cubic metres. Jumlah tersebut turun 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 111,2 juta bank cubic metres.
Rekomendasi : Netral

SMCB: Tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal Rp 200 miliar. Anggaran pembangunan gudang Palembang sekitar Rp 100 miliar, sisanya untuk keperluan lain seperti meningkatkan utilitas pemanfaatan limbah.
Rekomendasi : Netral

CLEO: Penambahan produk baru akan menjadi agenda perseroan pada tahun ini dimana hal ini tercermin dengan rilisnya air mineral dalam kemasan 220 mililiter. Tahun ini perseroan menyiapkan pengoperasian pabrik baru di Ngoro, Mojokerto, jawa Timur dan Kendari di Sulawesi Tenggara, dan perluasan pabrik d Pandaan, Jawa Timur.
Rekomendasi : Netral

KRAS: Anak usaha perseroan, PT Krakatau Bandar Samudera, pengelola Pelabuhan Cigading, Banten siap melepas sahamnya ke publik di semester II-2018. Saat ini proses persiapan IPO masih terus berjalan.
Rekomendasi : Netral

PUDP: Masih menahan diri melakukan ekspansi tahun ini karena penjualan properti biasanya di tahun politik lebih lesu mengingat pasar masih cenderung wait and see. Perseroan masih akan memilih fokus menyelesaikan sisa stok di proyek-proyek eksisting dan tahun depan akan mulai memasarkan proyek baru.
Rekomendasi : Netral

IPO: PT Eka Bogainti, pengelola gerai Hoka-Hoka Bento, juga merancang agenda serupa dengan pengelola gerai makanan lainnya untuk masuk bursa. Perolehan dana dari IPO diharapkan bisa mendukung ekspansi gerai secara lebih masif.

Morning Meeting

Morning Note 8 Juni 201808 Jun 2018 08:44

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 36,99 poin atau menguat 0,61% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.077,86 - 6.116,43. Sebanyak 234 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 7 Juni 201807 Jun 2018 09:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 19,08 poin atau terkoreksi –0,31% setelah di sepanjang sesi perdagangan mayoritas bergerak melemah dalam range 6.063,34 - 6.096,72. [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 Juni 201806 Jun 2018 09:54

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatanya setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. IHSG ditutup naik 73,97 poin atau menguat 1,23% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 5 Juni 201805 Jun 2018 08:35

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 31,23 poin atau menguat 0,52% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. Sebanyak 181 saham ditutup menguat, 223 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 4 Juni 201804 Jun 2018 08:48

IHSG di perdagangan Kamis akhir pekan kemarin sebelum libur kembali melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 27,47 poin atau terkoreksi –0,46% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 31 Mei 201831 May 2018 08:49

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 57,27 poin atau terkoreksi –0,94% setelah bergerak fluktuatif sideways dalam range 6.001,80 - 6.095,83. Sebanyak 226 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 28 Mei 201828 May 2018 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG di tutup naik 29,20 poin atau menguat 0,49% setelah di [ ... ]

Read more...
Morning Note 25 Mei 201825 May 2018 08:50

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 154,54 poin atau menguat signifikan 2,67% di sepanjang [ ... ]

Read more...
Morning Note 24 Mei 201824 May 2018 08:45

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. IHSG ditutup naik 40,88 poin atau menguat 0,71% dan secara intra [ ... ]

Read more...
Morning Note 23 Mei 201823 May 2018 08:41

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat setelah di tiga sesi perdagangan sebelumnya mengalami pelemahan. IHSG ditutup naik 17,26 poin atau menguat 0,30% setelah di sepanjang sesi [ ... ]

Read more...
Morning Note 22 Mei 201822 May 2018 08:40

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 49,46 poin atau terkoreksi -0,86% setelah di sepanjang [ ... ]

Read more...
Morning Note 21 Mei 201821 May 2018 08:44

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin kembali tidak mampu bertahan di zona positif dan akhirnya ditutup melemah. IHSG ditutup turun 32,61 poin atau melemah –0,56% setelah [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Mei 201818 May 2018 08:57

IHSG di perdagangan kemarin hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak positf namun berbalik arah ditutup melemah di akhir perdagangan. IHSG ditutup turun 25,54 poin atau melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Mei 201817 May 2018 08:38

IHSG di perdagangan kemarin ditutup berbalik arah atau menguat setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. IHSG ditutup naik 3,35 poin atau menguat 0,06% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Mei 201816 May 2018 08:54

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 109,04 poin atau terkoreksi signifikan –1,83% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. Sebanyak 218 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...