News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 7 Mei 2018

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin kembali ditutup 66,39 poin atau terkoreksi -1,13% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.768,38 – 5.855,11. Sebanyak 257 saham ditutup melemah, 118 saham  menguat dan 113 saham stagnan. Secara sektoral, 9 sektor ditutup melemah yang dipimpin oleh sektor Finance dan sektor Aneka Industri menjadi satu-satunya sektor yang ditutup menguat. Investor asing tercatat melakukan aksi net sell di pasar reguler mencapai Rp. 734,66 miliar dengan saham-saham yang paling banyak di jual antara lain BBRI, ADRO, TLKM, ASII, BBNI. Selain aksi lepas saham oleh investor asing, melemahnya IHSG masih dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar yang mendekati Rp. 14.000/US$. Selain itu pergerakan IHSG juga masih tertekan oleh sentimen eksternal seperti rencana kenaikan suku bunga The Fed AS dan munculnya kembali potensi perang dagang antara AS dengan Tiongkok. Selain itu, melemahnya indeks di bursa Wall Street dan kawasan regional juga turut menekan pergerakan IHSG.

Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat setelah melalui sesi perdagangan yang fluktuatif. Indeks Dow ditutup menguat 1,39%, Indeks Nasdaq menguat 1,71% dan Indeks S&P menguat 1,28%. Menguatnya indeks tersebut didorong oleh rilis laporan utama ketenagakerjaan AS, laporan keuangan emiten dan naiknya saham sektor teknologi. Saham sektor terknologi mengalami kenaikan yang dipimpin oleh saham Apple yang naik 3,92% setelah adanya laporan bahwa Berkshire Hathaway telah membeli sebanyak 75 juta lembar saham Apple di Q1-2018. Dari sisi data ketenagakerjaan AS, meski tidak sesuai dengan ekspektasi, namun data masih menunjukkan hasil yang positif. Data periode April 2018 tersebut yakni Average Hourly Earnings MoM yang tercatat naik 0,1% (ekspektasi 0,2%), Unemployment Rate tercatat turun dari 4,1% ke 3,9% (ekspektasi 4%) dan Non Farm Payrolls yang tercatat naik dari 135.000 ke 164.000 (ekspektasi 194.000). Dengan data tersebut, pelaku pasar meyakini akan menjadi pertimbangan bagi The Fed AS untuk mempertimbangkan besaran suku bunga pada pertemuannya mendatang. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati pertemuan antara delegasi AS dengan para pejabat Tiongkok di Beijing yang memberikan sinyal bahwa kedua negara tersebut sedang membuat kemajuan dalam kesepakatan perdagangan. Dalam pertemuan tersebut, para pejabat AS juga meminta Tiongkok untuk menurunkan surplus perdagangannya. Sementara itu, dari sisi laporan keuangan emiten, dari 409 emiten dalam komponen indeks S&P yang telah melaporkan kinerja labanya, sebanyak 79,2% berada di atas ekspektasi.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,18% yang dipengaruhi oleh sentimen bervariasinya data ketenagakerjaan AS yang dipandang berpotensi mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed AS yang lebih cepat. Namun Indeks Nikkei rawan terkoreksi seiring pergerakan nilai tukar Yen yang menguat terhadap US Dollar.

Untuk perdagangan di bursa domestik awal pekan ini, IHSG diperkirakan masih rawan akan tekanan seiring masih melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar dan aksi lepas saham oleh investor asing. Katalis positif yang diharapkan dapat meredam tekanan terhadap IHSG diperkirakan akan datang dari rebound-nya indeks di bursa Wall Street akhir pekan kemarin. Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati data PDB Indonesia Q1-2018 yang rencananya akan dirilis pada hari ini. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5755/5718 - 5842/5892.

Cermati :
(PTBA) S : 3250, 3160 R: 3420, 3490 CL jika turun dari 3090
(SMSM) S : 1425, 1400 R: 1475, 1495 CL jika turun dari 1350
(GJTL) S : 810, 765 R: 890, 925 CL jika turun dari 710
(ICBP) S : 8050, 7925 R: 8325, 8450 CL jika turun dari 7700
(UNTR) S : 32975, 32325 R: 34125, 34600 CL jika turun dari 31600
(ACES) S : 1250, 1200 R: 1335, 1365 CL jika turun dari 1170
(CPIN) S : 3590, 3560 R: 3690, 3750 CL jika turun dari 3500
(BBCA) S : 21900, 21775 R: 22250, 22450 CL jika turun dari 21000
(TLKM) S : 3670, 3610 R: 3770, 3810 CL jika turun dari 3500
(HMSP) S : 3230, 3180 R: 3330, 3370 CL jika turun dari 3100


 
BERITA EMITEN

ADRO : Perseroan berpotensi membukukan lonjakan kinerja apabila merampungkan akuisisi tambang batubara kokas (coking coal) Kestrel Australia, milik Rio Tinto. Sejauh ini perseroan bersama dengan EMR Capital masih memproses aksi korporasi tersebut.
Pada tahun 2018, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 200 juta – US$ 300 juta untuk pengembangan Adaro MetCoal Companies, dengan membidik produksi kokas menembus 1 juta ton pada tahun ini. Keputusan perseroan untuk mengembangkan produksi kokas itu berdasarkan atas prospek cerak komoditas batubara, dan sangat dibutuhkannya cooking coal oleh industri baja dalam proyek infrastruktur.
Rekomendasi : Netral

BBKP : Mencatatkan rasio kecukupan modal (CAR) di Q1-2018 sebesar 11,1% atau meningkat dibanding CAR per Desember 2017. Untuk meningkatkan CAR menjadi di atas 14%, perseroan telah menyiapkan rencana aksi korporasi yaitu melaksanakan rights issue sebesar 30% dari jumlah saham beredar, revaluasi asset dan divestasi saham perseroan pada Bank Syariah Bukupon. Perseroan optimistis aksi korporasi tersebut akan berjalan sesuai dengan rencana mengingat saat ini sudah terdapat dua potensial investor yang telah dan akan melakukan proses due diligence.
Rekomendasi : Netral

SRAJ: Memproyeksikan kontribusi dari Bogor Medical Center terhadap total pendapatan perseroan dapat mencapai 20%-25% pada tahun ini. Perseroan menyatakan, selain mendapat tambahan pendapatan dari BMC, merger dengan BMC membuat ongkos operasional perseroan terpangkas.
Rekomendasi : Netral

IPO : PT. Surya Pertiwi menetapkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp. 1.160 per saham dengan melepas sebanyak 700 juta saham baru dan mengincar target dana sebesar Rp. 812 miliar.

PT. BRI Syariah menetapkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp. 510 per saham dengan melepas sebanyak 2.623.350.600 unit saham dengan target dana mencapai Rp. 1,34 triliun.

Morning Meeting

Morning Note 25 Mei 201825 May 2018 08:50

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 154,54 poin atau menguat signifikan 2,67% di sepanjang [ ... ]

Read more...
Morning Note 24 Mei 201824 May 2018 08:45

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. IHSG ditutup naik 40,88 poin atau menguat 0,71% dan secara intra [ ... ]

Read more...
Morning Note 23 Mei 201823 May 2018 08:41

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat setelah di tiga sesi perdagangan sebelumnya mengalami pelemahan. IHSG ditutup naik 17,26 poin atau menguat 0,30% setelah di sepanjang sesi [ ... ]

Read more...
Morning Note 22 Mei 201822 May 2018 08:40

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 49,46 poin atau terkoreksi -0,86% setelah di sepanjang [ ... ]

Read more...
Morning Note 21 Mei 201821 May 2018 08:44

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin kembali tidak mampu bertahan di zona positif dan akhirnya ditutup melemah. IHSG ditutup turun 32,61 poin atau melemah –0,56% setelah [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Mei 201818 May 2018 08:57

IHSG di perdagangan kemarin hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak positf namun berbalik arah ditutup melemah di akhir perdagangan. IHSG ditutup turun 25,54 poin atau melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Mei 201817 May 2018 08:38

IHSG di perdagangan kemarin ditutup berbalik arah atau menguat setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. IHSG ditutup naik 3,35 poin atau menguat 0,06% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Mei 201816 May 2018 08:54

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 109,04 poin atau terkoreksi signifikan –1,83% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. Sebanyak 218 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Mei 201816 May 2018 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 9,68 poin atau terkoreksi –0,16% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. Bahkan secara intra day IHSG sempat terkoreksi [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Mei 201814 May 2018 09:11

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 48,89 poin atau menguat 0,83% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. Bahkan secara intra day, IHSG sempat menguat [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Mei 201811 May 2018 09:07

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat 133,22 poin atau 2,3% menjadi 5.907,93. Sebanyak 239 saham mengalami kenaikan harga sedangkan 186 saham mengalami penurunan harga serta [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Mei 201809 May 2018 08:51


IHSG di perdagangan kemarin mengalami koreksi signfikan dan menjadi anomali di tengah-tengah-tengah positifnya pergerakan indeks di bursa Wall Street dan di bursa kawasan regional. [ ... ]

Read more...
Morning Note 8 Mei 201808 May 2018 09:02

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 92,75 poin atau menguat 1,60% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 5.808,19 – 5.885,09. Sebanyak 216 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 7 Mei 201807 May 2018 08:42

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin kembali ditutup 66,39 poin atau terkoreksi -1,13% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.768,38 – 5.855,11. [ ... ]

Read more...
Morning Note 4 Mei 201804 May 2018 08:52

IHSG di perdagangan kemarin terkoreksi signifikan dan meninggalkan level 6.000 setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. IHSG ditutup turun 153,51 poin atau terkoreksi [ ... ]

Read more...