News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 4 Mei 2018

IHSG di perdagangan kemarin terkoreksi signifikan dan meninggalkan level 6.000 setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. IHSG ditutup turun 153,51 poin atau terkoreksi -2,55% setelah bergerak melemah dalam range 5.858,73 - 5.996,49. Sebanyak 334 saham ditutup melemah, 69 saham menguat dan 84 saham stagnan. Melemahnya IHSG kemarin selain oleh aksi profit taking, juga dipengaruhi oleh sejumlah sentimen eksternal dan domestik. Sentimen eksternal antara lain sikap Presiden AS, Donald Trump, yang kembali menyulut potensi perang dagang antara AS dengan Tiongkok setelah berencana akan membatasi ruang gerak perusahaan telekomunikasi asal Tiongkok di AS. Sentimen lainnya datang dari keputusan The Fed AS yang tidak menaikkan suku bunga acuannya namun optimis terhadap prospek ekonomi AS dan menyatakan laju inflasi di AS telah mendekati target 2% sehingga diperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan Juni mendatang. Sedangkan sentimen domestik datang dari melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar serta Bank Indonesia yang belum memberikan sikapnya terkait dengan BI-7 Days Reverse Repo Rate.

Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi terbatas setelah melalui sesi perdagangan yang fluktuatif. Indeks Dow ditutup menguat 0,02%. Sementara indeks Nasdaq dan indeks S&P ditutup terkoreksi masing-masing –0,18% dan –0,23%. Secara intra day, ketiga indeks tersebut sempat mengalami pelemahan hingga >-1,3% sebelum akhirnya ditutup bervariasi terbatas. Pergerakan indeks yang fluktuatif tadi malam diakibatkan oleh laporan keuangan sejumlah emiten yang mengecewakan, mengimbangi data ekonomi yang kuat. Emiten yang melaporkan kinerja keuangannya tadi malam yang menekan pergerakan indeks khususnya indeks S&P antara lain AIG Inc yang anjlok –5,3% dan Cardinal Health yang turun –21,4% setelah melaporkan kinerja yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Saham lainnya yang menekan indeks antara lain Tesla Inc yang turun –5,5% dan Spotify Tecnology yang melemah –5,7%.  Selain itu, meskipun musim laporan kinerja keuangan Q1-2018 tergolong kuat secara keseluruhan, namun para investor tampaknya telah menangkap petunjuk bahwa laba emiten mungkin telah mencapai puncaknya. Dari sisi data ekonomi tadi malam, Initial Jobles Claims tercatat turun dari 211.000 ke 209.000 yang merupakan titik terendah sejak tahun 1973. Sedangkan data lainnya yakni Neraca Perdagangan periode Maret 2018 tercatat defisit sebesar US$ 49 miliar dari sebelumnya US$ 57,5 miliar yang menyempit untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir. Semenatra itu Factory Orders MoM tercatat naik sebesar 1,6%. Namun sejumlah investor menyatakan keprihatinannya bahwa pertumbuhan ekonomi AS telah moderat dan kenaikan suku bunga selanjutnya oleh The Fed AS dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi AS.

Dari kawasan regional pagi ini, minus bursa Jepang yang masih libur, pergerakan indeks cenderung terkoreksi seiring pergerakan indeks di bursa Wall Street yang masih belum lepas dari tekanan dan sikap investor yang menantikan rilis data utama ketenagakerjaan AS.

Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi rawan akan tekanan seiring masih tertekannya indeks di bursa Wall Street tadi malam dan pergerakan melemah bursa regional serta juga dibayangi oleh aksi lepas saham oleh investor asing dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5812/5766 - 5950/6042.

Cermati :
(UNTR) S : 32000, 30500 R: 34650, 35775 CL jika turun dari 30000
(RALS) S : 1370, 1330 R: 1450, 1485 CL jika turun dari 1300
(ICBP) S : 8025, 7850 R: 8525, 8825 CL jika turun dari 7500
(INDY) S : 3590, 3480 R: 3810, 3910 CL jika turun dari 3400
(PTBA) S : 3210, 3150 R: 3390, 3500 CL jika turun dari 3050
(BRPT) S : 2300, 2260 R: 2420, 2490 CL jika turun dari 2200
(BBRI) S : 3120, 3100 R: 3190, 3230 CL jika turun dari 3000


BERITA EMITEN

AKRA : Membidik dana sebesar Rp. 3,3 triliun - Rp. 3,5 triliun dari hasil divestasi asset pada tahun ini. Dana tersebut merupakan pembayaran lanjutan dari asset yang sudah dijual dan asset lain yang disiapkan untuk dilepas. Perseroan baru saja menerima 50% pembayaran atas divestasi asset Khalista (Liuzhou) Chemical Industries Ltd berupa tanah dengan kisaran 99.267,7 m2 senilai Rp. 664 miliar. Perseroan juga akan melepas asset terkait bisnis batubara yakni akan menjual konsesi jalan dan pelabuhan dan tengah mencari calon pembeli lokasi intermediate stock pile batubara.
Rekomendasi : Netral

IPOL : Malukan langkah-langkah reformasi internal dan menyusun bisnis model baru, yang dapat menawarkan solusi kemasan secara total kepada pelanggan dimana hal tersebut dilakukan untuk menjamin pertumbuhan perseroan di tengah persaingan pasar yang ketat. Perseroan juga focus melakukan inovasi secara berkelanjutan untuk produk film yang lebih ramah lingkungan serta mengembangkan dan menciptakan produk high end guna memenuhi atau menciptakan kebutuhan pelanggan.
Rekomendasi : Netral

GIAA : Mengkaji opsi pendanaan melalui skema sekuritisasi berupa pendapatan dari rute penerbangan. Opsi tersebut merupakan pilihan pendanaan eksternal selain obligasi global dan sindikasi perbankan.Langkah tersebut juga untuk mendukung rencana perseroan merestrukturisasi profil utang perseroan.
Rekomendasi : Netral

DNAR : Apro Financial Co Ltd dipastikan merampungkan akuisisi mayoritas saham perseroan. Usai aksi tersebut, perseroan akan demerger dengan PT. Bank Oke Indonesia (dahulu PT. Bank Andara). Jika merger tersebut rampung maka ekspansi bisnis perseroan dipastikan lebih luas dan naik kelas ke BUKU II dengan modal minimum Rp. 1 triliun dan dapat berkembang menjadi bank devisa dengan berbagai peningkatan.
Rekomendasi : Netral

BMRI : Hingga akhir Q1-2018, perseroan telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp. 40,45 triliun atau tumbuh 11,11% dibandingkan Q1-2017.
Rekomendasi : Netral

BBRI : Mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 7,42 triliun di Q1-2018 atau tubuh 11,4% secara tahunan. Peningkatan tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang tumbuh double digit, di atas rata-rata industri perbankan nasional. Perseroan menyalurkan kredit sebesar Rp. 757,68 triliun atau naik 11,2% dibanding Q1-2017 yang sebesar Rp. 681,27 triliun.
Rekomendasi : Netral

KREN : Cucu usaha perseroan yakni PT. NFC Indonesia yang bergerak di bidang penyedia platform pertukaran digital segera melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan target dana sebesar Rp. 300 miliar dan melepas sebanyak 25% saham.
Rekomendasi : Netral

UNTR: Terus memperkuat segmen bisnisnya. Dalam beberapa tahun kedepan, perseroan menargetkan pembangunan dua pembangkit listrik, salah satunya PLTU PAMA-1 yang berkapasitas 2x15 megawatt, berlokasi di Barunang, Kalimantan Tengah.
Rekomendasi : Netral

NRCA: Tahun ini perseroan menargetkan pendapatan senilai Rp 2,7 triliun, meningkat 28,5% dibandingkan tahun 2017. Sementara kontrak baru diproyeksikan Rp 3,8 triliun.
Rekomendasi : Netral

HRTA: Tahun ini penjualan perhiasan di segmen ritel bisa meningkat, mengingat pada tahun lalu sebesar 90% penjualan perhiasan perseroan didominasi segmen grosir. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal senilai sekitar Rp 300 miliar, dimana sebagian dana tersebut untuk membangun toko perhiasan sesuai dengan target perseroan.
Rekomendasi : Netral

WEHA: Menganggarkan belanja modal sebesar Rp 49 miliar pada tahun ini. Anggaran tersebut akan digunakan untuk peremajaan armada.
Rekomendasi : Netral

HERO: Hingga kuartal I-2018, perseroan membukukan penurunan penjualan 2% atau menjadi Rp 3,04 triliun. Perseroan mencatatkan rugi bersih Rp 4 miliar, turun ketimbang rugi bersih sebesar Rp 6 miliar pada periode sama tahun lalu.
Rekomendasi : Netral

DMAS: Berhasil menjual lahan seluas 20 hektare sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Jumlah tersebut setara separuh dari total target perseroan yaitu 40 hektare sepanjang 2018.
Rekomendasi : Netral

IPO : PT. Wahan Vinyl Nusantara memutuskan tidak melanjutkkan proses permohonan pencatatan saham sehubungan dengan rencana penawaran umum perdana (IPO) saham perseroan setelah perseroan mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar modal belakangan ini.

Morning Meeting

Morning Note 25 Mei 201825 May 2018 08:50

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 154,54 poin atau menguat signifikan 2,67% di sepanjang [ ... ]

Read more...
Morning Note 24 Mei 201824 May 2018 08:45

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. IHSG ditutup naik 40,88 poin atau menguat 0,71% dan secara intra [ ... ]

Read more...
Morning Note 23 Mei 201823 May 2018 08:41

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat setelah di tiga sesi perdagangan sebelumnya mengalami pelemahan. IHSG ditutup naik 17,26 poin atau menguat 0,30% setelah di sepanjang sesi [ ... ]

Read more...
Morning Note 22 Mei 201822 May 2018 08:40

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 49,46 poin atau terkoreksi -0,86% setelah di sepanjang [ ... ]

Read more...
Morning Note 21 Mei 201821 May 2018 08:44

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin kembali tidak mampu bertahan di zona positif dan akhirnya ditutup melemah. IHSG ditutup turun 32,61 poin atau melemah –0,56% setelah [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Mei 201818 May 2018 08:57

IHSG di perdagangan kemarin hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak positf namun berbalik arah ditutup melemah di akhir perdagangan. IHSG ditutup turun 25,54 poin atau melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Mei 201817 May 2018 08:38

IHSG di perdagangan kemarin ditutup berbalik arah atau menguat setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. IHSG ditutup naik 3,35 poin atau menguat 0,06% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Mei 201816 May 2018 08:54

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 109,04 poin atau terkoreksi signifikan –1,83% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. Sebanyak 218 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Mei 201816 May 2018 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 9,68 poin atau terkoreksi –0,16% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. Bahkan secara intra day IHSG sempat terkoreksi [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Mei 201814 May 2018 09:11

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 48,89 poin atau menguat 0,83% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. Bahkan secara intra day, IHSG sempat menguat [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Mei 201811 May 2018 09:07

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat 133,22 poin atau 2,3% menjadi 5.907,93. Sebanyak 239 saham mengalami kenaikan harga sedangkan 186 saham mengalami penurunan harga serta [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Mei 201809 May 2018 08:51


IHSG di perdagangan kemarin mengalami koreksi signfikan dan menjadi anomali di tengah-tengah-tengah positifnya pergerakan indeks di bursa Wall Street dan di bursa kawasan regional. [ ... ]

Read more...
Morning Note 8 Mei 201808 May 2018 09:02

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 92,75 poin atau menguat 1,60% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 5.808,19 – 5.885,09. Sebanyak 216 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 7 Mei 201807 May 2018 08:42

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin kembali ditutup 66,39 poin atau terkoreksi -1,13% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.768,38 – 5.855,11. [ ... ]

Read more...
Morning Note 4 Mei 201804 May 2018 08:52

IHSG di perdagangan kemarin terkoreksi signifikan dan meninggalkan level 6.000 setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. IHSG ditutup turun 153,51 poin atau terkoreksi [ ... ]

Read more...