News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 25 April 2018

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi setelah di awal perdagangan bergerak positif. IHSG ditutup turun 78,51 poin atau terkoreksi –1,24% setelah bergerak dalam range 6.225.55 - 6.316,70. Sebanyak 254 saham melemah, 125 saham menguat dan 107 saham stagnan. Melemahnya IHSG kemarin dipicu oleh sentimen eksternal yakni naiknya imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun yang dipicu oleh peningkatan utang AS dan potensi kenaikan inflasi yang diluar perkiraan yang dapat berdampak pada kenaikan suku bunga The Fed AS lebih banyak dari yang diperkirakan. Faktor-faktor tersebut kemudian memberikan tekanan kepada pasar saham dimana investor tampaknya lebih memilih mengalihkan investasinya dari aset-aset yang berisiko. Sentimen tersebut juga berimbas kepada nilai tukar Rupiah yang bergerak melemah dan capital outflow investor asing. Selain itu, rilis sejumlah laporan kinerja emiten yang berada di bawah ekspektasi seperti ASII dan UNVR serta turunnya harga komoditas dunia seperti Nikel dan Batubara, turut membebani pergerakan IHSG.

Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi signifikan. Indeks Dow ditutup terkoreksi –1,74%, Indeks Nasdaq terkoreksi –1,70% dan Indeks S&P terkoreksi –1,34%. Melemahnya indek tadi malam dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap biaya yang lebih tinggi setelah imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun menembus level 3% untuk pertama kalinya dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Indeks S&P dan Dow membukukan penurunan terbesar dalam dua setengah pekan terakhir sedangkan indeks Dow telah melemah untuk perdagangan hari kelima secara beruntun. Imbal hasil obligasi AS bertoner 10 tahun merupakan acuan untuk biaya pinjaman global, mengalami kenaikan lebih tinggi didorong kombinasi kekhawatiran atas inflasi, tumbuhnya pasokan utang serta meningkatnya biaya pinjaman The Fed AS sehingga mendorong biaya pinjaman yang lebih mahal bagi perusahaan. Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi juga dapat mendorong investor untuk mengalihkan modalnya dari pasar saham ke efek-efek pendapatan tetap. Penurunan indeks Dow dipimpin oleh saham 3M Co yang anjlok –6,83% setelah melaporkan in line profit saat pajak dan menurunkan proyeksi laba tahun ini. Selain itu tekanan datang dari saham-saham sektor teknologi yang dipimpin oleh melemahnya saham Facebook –3,7%, Alphabet melemah –4,77% dan Apple melemah –1,39%.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –0,72% yang juga turut dipicu oleh melemahnya indeks di bursa Wall Street tadi malam sebagai akibat kekhawatiran terhadap suku bunga yang lebih tinggi.

Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi terkoreksi seiring melemahnya indeks di bursa Wall Street yang diikuti oleh bursa di kawasan regional dikarenakan melonjaknya imbal hasil obligasi AS. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6197/6165 - 6288/6347.

Cermati :
(UNTR) S : 37200, 36500 R: 38300, 38700 CL jika turun dari 36000
(BRPT) S : 2560, 2530 R: 2620, 2640 CL jika turun dari 2460
(ELSA) S : 472, 458 R: 496, 510 CL jika turun dari 450
(ADHI) S : 2090, 2060 R: 2140, 2160 CL jika turun dari 2000
(BBTN) S : 3630, 3600 R: 3700, 3740 CL jika turun dari 3500
(ADRO) S : 2160, 2120 R: 2260, 2320 CL jika turun dari 2000
(GGRM) S : 71925, 71375 R: 73625, 74750 CL jika turun dari 70000
(TLKM) S : 3790, 3750 R: 3850, 3870 CL jika turun dari 3600
(PGAS) S : 2240, 2210 R: 2300, 2330 CL jika turun dari 2100
(INDY) S : 3620, 3570 R: 3710, 3740 CL jika turun dari 3500


BERITA EMITEN

Rekomendasi  : Netral

WIKA : Siap membangun tol di wilayah Bandung Utara senilai Rp. 9 triliun. Jalan tol tersebut termasuk proyek yang diprakarsai perseroan dan masih ada beberapa ruas tol lainnya yang dalam tahap feasibility study. Perseroan memiliki beberapa rencana proyek jalan tol yang diprakarsai oleh perseroan dimana dua ruas jalan tol tersebut diantaranya proyek di Bandung Utara dan ruas jalan tol di wilayah Pluit-Ancol senilai Rp. 6 triliun. Setelah tertunda beberapa kali, perseroan berharap dana pinjaman untuk proyek kereta cepat Jakarta – Bandung bisa segera cair. Pinjaman yang berasal dari China Development Bank ini diharapkan bisa diterima pada Mei 2018.
Rekomendasi : Netral

KAEF : Akan agresif menambah pabrik di dalam dan luar negeri. Pembangunan beberapa pabrik akan direalisasikan dengan mengundang investor baru melalui pembentukan perusahaan patungan. Beberapa pabrik yang sedang dibangun berlokasi di Cikarang dan Banjaran. Sedangkan rencana pembangunan pabrik baru di luar negeri ditargetkan di Arab Saudi. Perseroan juga membuka peluang untuk pembangunan pabrik biosimilar.
Rekomendasi : Netral

ASII : Membukukan penurunan laba bersih sebesar 1,97% menjadi Rp. 4,98 triliun pada Q1-2018 dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp. 5,08 triliun. Penurunan tersebut disebabkan oleh berkurangnya kontribusi laba dari beberapa segmen bisnis termasuk otomotif. Sementara pendapatan tercatat naik 14,43% dari Rp. 48,78 triliun menjadi Rp. 55,82 triliun.
Rekomendasi : Netral

KOBX : Berhasil membukukan lonjakan laba bersih sebesar 128,1% pada Q1-2018 menjadi US$ 1,2 juta dibandingkan Q1-2017 yang sebesar US$ 524.740. Sementara pendapatan tumbuh 73,7% dari US$ 13,76 juta menjadi US$ 23,9 juta.
Rekomendasi : Netral

NAGA : Industrial Bank of Korea (IBK) akan mengakuisisi 71,68% saham perseroan. Setelah transaksi disetujui dan selesai, investor asal Korea Selatan tersebut masih berkeinginan menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 15,02%. Perseroan perlu untuk meminta persetujuan shareholder terkait rencana IBK masuk sebagai pemegang sagan mayoritas.
Rekomendasi : Netral

BNGA : RUPST perseroan menyetujui pembagian dividen tunai setinggi-tingginya sebesar 20% atau Rp. 595,5 miliar dari laba bersih perseroan tahun buku 2017. Dividen tunai tersebut akan dibayarkan pada 24 Mei 2018.
Rekomendasi : Netral

BNLI : Membukukan penyaluran kredit sebesar Rp. 99,8 triliun di sepanjang Q1-2018 atau tumbuh 4,6% dibandingkan Q1-2017 yang sebesar Rp. 95,4 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut dikontribusikan oleh seluruh segmen meliputi retail banking dan wholesale banking. Rasio kredit bermasalah (NPL) turut membaik dimana rasio NPL gross dan net menjadi masing-masing 4,6% dan 1,7% dibandingkan Q1-2017 yang masing-masing 6,4% dan 2,2%.
Rekomendasi : Netral

BMRI : Berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp. 5,86 triliun di Q1-2018 atau tumbuh 43,62% dibanding Q1-2017 yang sebesar Rp. 4,08 triliun. Perseroan juga mampu menurunkan rasio kredit bermasalah dari 3,98% di Q1-2017 menjadi sebesar 3,32% sehingga memangkas alokasi biaya pencadangan menjadi Rp. 3,8 triliun dari sebelumnya Rp. 5,4 triliun. Pertumbuhan laba bersih tersebut didikung oleh pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp. 13,22 triliun atau naik 3,2% secara tahunan. Sementara pendapatan berbasis komisi naik 14,7% menjadi Rp. 6,03 triliun.
Rekomendasi : Netral

BKSL: Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, perseroan mencatatkan marketing sales sekitar Rp 300 miliar – Rp 400 miliar. Mayoritas marketing sales tersebut berupa penjualan lahan kaveling di proyek Sentul City, Bogor, Jawa Barat.
Rekomendasi  : Netral

SMRU: Melalui anak perusahaan bernama PT Ricobana Abadi meneken perjanjian jasa pertambangan dengan PT Gunung Bara Utama pada 20 April 2018. Masa berlaku perjanjian tersebut lima tahun atau hingga tahun 2023.
Rekomendasi  : Netral

INAF: Memburu sejumlah tender proyek kesehatan dari pemerintah melalui e-katalog. Hingga April 2018, perseroan telah memenangkan tender e-katalog Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan senilai Rp 300 miliar.
Rekomendasi  : Netral

ITMG: Mengejar penjualan 25 juta ton batubara dan produksi 22,5 juta ton batubara sepanjang tahun ini. Dari Januari – Maret kemarin, perseroan telah menjual 0,45 juta ton batubara ke pasar domestik.

IPO : PT. Transcoal Pasific berencana menggelar penawaran umum perdagan (IPO) saham dengan melepas sekitar 27% saham dan membidik dana sekitar Rp. 100 miliar yang seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Morning Meeting

Morning Note 16 Agustus 201816 Aug 2018 09:14

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat dan mengakhiri pelemahan signifikannya di dua hari perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 46,72 poin atau menguat 0,81% setelah [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Agustus 201815 Aug 2018 08:53

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 91,37 poin atau terkoreksi –1,56% setelah bergerak sideways dalam range 5.744,58 - 5.890,99. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Agustus 201814 Aug 2018 08:49

IHSG di perdagangan di perdagangan kemarin ditutup turun 215,93 poin atau terkoreksi signifikan –3,55% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. Sebanyak 366 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Agustus 201810 Aug 2018 08:54

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,57 poin atau terkoreksi –0,49% setelah di sepanjang sesi perdagangan mayoritas bergerak melemah dalam range 6.055,30 - 6.105,92. [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Agustus 201809 Aug 2018 08:45

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 3,58 poin atau menguat tipis 0,06% setelah bergerak sideways dalam range 6.081,63 - 6.117,29. Sebanyak 180 saham ditutup menguat, 206 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 8 Agustus 201808 Aug 2018 08:41

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 9,88 poin atau terkoreksi -0,16% setelah bergerak sideways dalam range 6.079,48 - 6.113,99. Sebanyak 215 saham ditutup melemah, 168 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 7 Agustus 201807 Aug 2018 08:57

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 93,59 poin atau menguat 1,56% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. Sebanyak 231 saham ditutup menguat, 161 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 Agustus 201806 Aug 2018 08:51

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 4,19 atau melemah tipis –0,07% setelah bergerak sideways dalam range yang ketat di level 5.994,04 - 6.023,47. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 3 Agustus 201803 Aug 2018 08:46

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 21,70 poin atau terkoreksi –0,36% setelah bergerak sideways dalam range 6.011,72 - 6.055,07. Sebanyak 230 saham ditutup melemah, 148 [ ... ]

Read more...
Morning Note 2 Agustus 201803 Aug 2018 08:44

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat atau rebound dari koreksi yang cukup signifikan di sesi perdagangan awal pekan. IHSG ditutup naik 96,98 poin atau menguat 1,63% setelah [ ... ]

Read more...
Morning Note 1 Agustus 201801 Aug 2018 08:57

IHSG di perdagangan kemarin mengakhiri relinya selama tujuh hari secara beruntun. IHSG ditutup turun 91,49 poin atau terkoreksi –1,51% setelah disepanjang sesi perdagangan bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 31 Juli 201831 Jul 2018 08:46

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketujuh secara beruntun dan menjadi reli terpanjang IHSG setelah 15-23 Januari 2018. IHSG ditutup naik 38,80 [ ... ]

Read more...
Morning Note 30 Juli 201830 Jul 2018 08:46

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari keenam perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 43 poin atau menguat 0,72% setelah di sepanjang [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Juli 201827 Jul 2018 08:56

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup menguat untuk hari kelima perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 12,25 poin atau menguat 0,21%. Menguatnya IHSG tersebut kemarin [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Juli 201826 Jul 2018 08:58

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 2,05 poin atau menguat 0,03% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...