News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 9 April 2018

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 8,18 poin atau terkoreksi -0,13% setelah bergerak sideways dalam range 6.165,21 – 6.192,42. Sebanyak 192 saham ditutup melemah, 151 saham menguat dan 123 saham stagnan. Pergerakan IHSG tersebut sejalan dengan pergerakan indeks di bursa regional yang bervariasi dimana pelaku pasar bersikap wait & see terhadap konflik perdagangan antara AS dengan Tiongkok. Sikap tersebut berbeda dengan investor di bursa Wall Street yang cenderung mengabaikan untuk sementara konflik tersebut dan memilih fokus pada musim laporan keuangan emiten. Selain sentimen tersebut, pergerakan IHSG juga tertahan oleh aksi profit taking serta investor asing yang masih konsisten melakukan aksi jual.

Indeks saham dibursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi signifikan. Indeks Dow ditutup terkoreksi –2,34%, Indeks Nasdaq terkoreksi –2,28% dan Indeks S&P terkoreksi –2,19%. Melemahnya indeks tersebut dipicu kembali meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dengan Tiongkok. Hal tersebut disebabkan oleh pernyataan Presiden Trump pada Kamis (5 April 2018) yang mengancam akan mengenakan tarif di atas US$ 100 miliar. Pernyataan tersebut kembali meningkatkan ketegangan perdagangan dan menjerumuskan pertumbuhan ekonomi ke dalam ketidakpastian. Dan pihak pemerintah Tiongkok melalui juru bicara Departemen Perdagangan Tiongkok menyatakan bahwa Tiongkok akan melawan ‘dengan biaya berapa pun’ dan mengambil ‘tindakan pencegahan komprehensif’ jika AS melakukan praktik-praktik proteksionis secara sepihak. Sentimen ketegangan perdagangan juga turut mendorong turunnya harga minyak dunia. Selain itu, investor juga mencermati pidato terbaru ketua The Fed AS, Jerome Powell yang mengatakan bahwa The Fed kemungkinan akan terus menaikkan suku bunganya untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Dari sisi data utama ketenagakerjaan periode Maret 2018 yang dirilis akhir pekan kemarin, Unemployment Rate tetap di level 4,1% dan Non Farm Payrolls tercatat turun dari 326.000 ke 103.000. Sementara Average Hourly Earnings MoM tercatat naik dari 0,1% ke 0,3%.

Dari kawasan regional awal pekan ini, indeks Nikkei dibuka melemah –0,15% yang turut dipengaruhi oleh melemahnya Indeks di bursa Wall Street akibat meingkatnya kembali ketegangan perdagangan di Tiongkok dan AS.

Untuk perdagangan di bursa domestik awal pekan ini, IHSG diperkirakan rawan akan tekanan seiring kembali meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dengan Tiongkok. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6162/6150 - 6189/6204.

Cermati :
(GGRM) S : 73250, 72625 R: 74475, 75050 CL jika turun dari 71200
(UNVR) S : 49950, 49150 R: 51200, 51625 CL jika turun dari 48900
(INTP) S : 17200, 16900 R: 17850, 18200 CL jika turun dari 16200
(WIKA) S : 1725, 1695 R: 1785, 1815 CL jika turun dari 1640
(TPIA) S : 6050, 6000 R: 6150, 6200 CL jika turun dari 5500
(MAPI) S : 7250, 7075 R: 7825, 8200 CL jika turun dari 6900
(PTPP) S : 2720, 2670 R: 2800, 2830 CL jika turun dari 2600
(WSKT) S : 2510, 2470 R: 2630, 2700 CL jika turun dari 2400
(RALS) S : 1300, 1265 R: 1340, 1375 CL jika turun dari 1210
(CPIN) S : 3440, 3380 R: 3540, 3580 CL jika turun dari 3200


BERITA EMITEN

GIAA : Akan menggelar deal roadshow penerbitan obligasi pada Mei 2018. Hal tersebut menyusul telah diraihnya persetujuan dari pemegang saham dalam RUPSLB untuk penerbitan global bond maksimal US$ 750 juta. Perseroan mulai memfokuskan persiapan penerbitan global bond tersebut dengan terlebih dahulu mengkaji kondisi pasar dan harga yang sesuai untuk dilepaskan.
Rekomendasi : Netral

BBRI : Memastikan realisasi penerbitan obligasi konversi dengan nilai maksimal Rp. 500 miliar sebelum akhir 2018. Selain itu perseroan berniat untuk menaikkan kepemilikan sahamnya di PT. Bahana Artha Ventura dari 35% menjadi 65%. Penerbitan obligasi konversi tersebut bertujuan untuk memenuhi permodalan basel 3 dan nantinya obligasi tersebut dikonversi menjadi tier dua tanpa harus terdelusi pasar.
Rekomendasi : Netral

BBTN : Perseroan menyatakan bahwa permintaan kredit selama Q1-2018 menunjukkan pertumbuhan yang positif dan sejalan dengan ekspektasi perseroan. Di Q1-2018 proyeksi pencapaian kredit perseroan masih sesuai dengan target yakni di atas 21% dengan rincian pencapaian target konvensional diperkirakan tercapai di atas 18% dan pembiayaan syariah diperkirakan lebih dari 23%. Untuk tahun ini, perseroan menargetkan pembiayaan perumahan sebanyak 750.000 unit.
Rekomendasi : Netral

AKRA : Pemerintah akan mewajibkan PT. Pertamina (Persero) dan perseroan untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menaikkan harga semua produk BBM. Konsultasi tersebut dimaksudkan agar pemerintah dapat lebih dini melakukan penilaian apakah rencana kenaikan harga BBM sudah sesuai dengan ketentuan atau belum serta mengukur dampaknya terhadap inflasi.
Rekomendasi : Netral

INTA : Hingga akhir Februari 2018, perseroan sudah menjual sebanyak 163 unit alat berat. Jumlah tersebut melonjak 136% dibandingkan Februari 2017 yang sebanyak 69 unit. Sehingga dalam dua bulan pertama di tahun 2018 perseroan sudah mencatatkan penjualan alat berat mencapai Rp. 330,1 miliar atau tumbuh 164% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp. 125,2 miliar. Kenaikan harga sejumlah komoditas membuka peluang perseroan menaikkan penjualannya.
Rekomendasi : Netral

MEDC: Berencana menerbitkan saham baru melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau private placement. Perseroan akan meminta restu rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 14 Mei 2018.
Rekomendasi  : Netral

KRAS: Anak usaha perseroan, PT KHI Pipe Industries mengincar proyek pipa gas bumi nasional. Perseroan berharap pada realisasi komitmen pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada pabrik pipa dalam negeri.
Rekomendasi  : Netral

BALI: Optimis meraih pertumbuhan pendapatan antara 40%-50% pada tahun ini. Perseroan juga akan melakukan ekspansi dengan membangun 1.000 sampai 1.200 menara mikro seluler lagi pada tahun ini.
Rekomendasi  : Netral

BISI: Penjualan perseroan tahun 2017 naik 24,7% menjadi Rp 2,3 triliun dari tahunu 2016 yang sebesar Rp 1,85 triliun. Peningkatan penjualan itu berasal dari kenaikan penjualan pihak ketiga dan pihak berelasi.
Rekomendasi  : Netral

Morning Meeting

Morning Note 23 April 201823 Apr 2018 08:58

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 18,21 poin atau terkoreksi -0,29% setelah bergerak sideways dalam range 6.314,20 – 6.360,32. Sebanyak 188 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 20 April 201820 Apr 2018 09:17

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 35,90 poin atau menguat 0,57%. Sebanyak 208 saham ditutup menguat, 145 saham stagnan dan 145 saham melemah. Menguatnya IHSG kemarin dipengaruhi [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 April 201819 Apr 2018 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 34,24 poin atau menguat 0,55% setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.297,95 – 6.320,00. Sebanyak 174 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 April 201813 Apr 2018 09:03

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi paska penguatan selama tiga hari perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 50,13 poin atau terkoreksi –0,79% setelah di [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 April 201812 Apr 2018 08:59

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 35,11 poin atau menguat 0,56% setelah bergerak positif [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 April 201811 Apr 2018 08:55

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 79.69 poin atau menguat 1,28% setelah bergerak dalam range 6.243 – 6.334,47. Sebanyak 221 saham ditutup menguat, 149 saham melemah dan [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 April 201810 Apr 2018 08:57

IHSG di perdagangan kemarin bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dan mengabaikan koreksi indeks di bursa Wall Street di akhir pekan kemarin sebagai dampak dari meningkatnya [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 April 201809 Apr 2018 08:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 8,18 poin atau terkoreksi -0,13% setelah bergerak sideways dalam range 6.165,21 – 6.192,42. Sebanyak 192 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 April 201806 Apr 2018 08:58

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 26,13 poin atau menguat 0,42% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.176,70 – 6.211,87. Sebanyak 221 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 5 April 201805 Apr 2018 08:55

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 71,92 poin atau terkorkesi -1,15% setelah bergerak sideways dalam range 6.137,16 – 6.250,14. Sebanyak 262 saham ditutup melemah, 113 [ ... ]

Read more...
Morning Note 4 April 201804 Apr 2018 09:06

IHSG di perdagang kemarin di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.202,13 – 6.234,57 hingga akhirnya ditutup turun 11,56 poin atau melemah -0,19%. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 2 April 201802 Apr 2018 09:09

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat setelah bergerak fluktuatif sideways. IHSG ditutup naik 48,15 poin atau menguat 0,78% setelah bergerak dalam range 6.101,76 [ ... ]

Read more...
Morning Note 29 Maret 201829 Mar 2018 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 68,51 poin atau melemah -1,10% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.116,89 – 6.197,01. Sebanyak 252 [ ... ]

Read more...
Morning Note 28 Maret 201828 Mar 2018 09:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 9,18 poin atau menguat 0,15% setelah bergerak sideways dalam range 6.188,61 – 6.274,30. Sebanyak 196 saham ditutup menguat, 167 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 201827 Mar 2018 09:27

IHSG di perdagangan kemarin masih belum beranjak dari pelemahannya. IHSG ditutup turun 10,53 poin atau melemah -0,17% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dan secara [ ... ]

Read more...