News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 26 Februari 2018

IHSG di perdagangan akhir kemarin ditutup menguat dan mengakhiri koreksinya yang terjadi selama tiga hari perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 26,74 poin atau menguat 0,41% setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.608,53 - 6.659.26. Sebanyak 207 saham ditutup menguat, 154 saham melemah dan 114 saham stagnan. Saham-saham unggulan yang menopang penguatan IHSG akhir pekan kemarin antara lain GGRM, UNTR, UNVR, BBCA dan ASII. Menguatnya IHSG kemarin ditopang oleh aksi beli terhadap saham-saham yang telah mengalami penurunan sebagai akibat koreksi di sesi perdagangan sebelumnya. Selain itu, positifnya pergerakan indeks di bursa regional turut menjadi sentimen positif bagi IHSG.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 1,39%, Indeks Nasdaq menguat 1,77% dan Indeks S&P menguat 1,60%. Menguatnya indeks tersebut dipengaruhi oleh rilis laporan kebijakan moneter The Fed AS sekaligus meredakan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed lebih cepat dari perkiraan. Dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa The Fed AS optimis terhadap pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi AS yang membaik. The Fed melihat bahwa perekonomian AS mengalami full employment kendati kenaikan upah tampak moderat. Laporan tersebut juga disajikan untuk testimoni ketua The Fed AS yang baru yakni Jerome Powell pada pekan ini. Investor juga mencermati pidato dari dua anggota voting komite The Fed. Presiden The Fed Cleveland, Loretta Mester, mengatakan bahwa inflasi harus dan akan mencapai level 2% dalam beberapa tahun ke depan. Sedangkan Presiden The Fed New York, William Dudley, mengatakan bahwa normalisasi neraca The Fed akan berjalan dengan lancar. Seperti diketahui, neraca The Fed menggelembung hingga lebih dari US$ 4 triliun menyusul krisis finansial tahun 2008 yang lalu. Saham Intel menjadi performa terbaik yang menopang indeks Dow. Sementara sektor utiliti dan energi merupakan sektor penopang indeks S&P. Sedangkan dalam komponen indeks Nasdaq, saham Facebook, Amazon, Netflix dan Alphabet menjadi saham dengan performa terbaik.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,10%. Menguatnya indeks Nikkei tersebut mengikuti penguatan indeks di Wall Street akhir pekan kemarin paska rilis laporan kebijakan moneter The Fed dan mengabaikan pergerakan nilai tukar Yen yang cenderung menguat terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik awal pekan ini, IHSG diperkirakan berpotensi untuk melanjutkan penguatannya dengan perkiraan akan bergerak dalam range 6599/6578 - 6680/6599.

Cermati :

(UNTR) S : 36275, 35550 R: 37450, 37900 CL jika turun dari 35000

(GGRM) S : 80500, 79600 R: 81950, 82500 CL jika turun dari 78600

(BBCA) S : 23975, 23700 R: 24500, 24750 CL jika turun dari 23500

(BBNI) S : 9775, 9650 R: 9925, 10050 CL jika turun dari 9300

(BRPT) S : 2580, 2550 R: 2640, 2660 CL jika turun dari 2460

(EXCL) S : 2920, 2870 R: 3030, 3080 CL jika turun dari 2800

(PTBA) S : 3370, 3340 R: 3430, 3450 CL jika turun dari 3200

(BBRI) S : 3760, 3730 R: 3820, 3840 CL jika turun dari 3650

(TLKM) S : 4010, 3980 R: 4050, 4080 CL jika turun dari 3900

(TKIM) S : 4650, 4620 R: 4710, 4740 CL jika turun dari 4440

BERITA EMITEN

BIRD: Memastikan tetap berekspansi bisnis sekalipun kondisi pasar dinamis. Oleh karena itu, perseroan mengkaji menggarap wilayah baru di Pulau Jawa dan Sumatera. Dan ekspansi ke wilayah baru tersebut akan masuk ke dalam belanja modal perseroan tahun ini.
Rekomendasi : Netral

WSKT: Melalui anak usahanya yakni PT. Waskita Toll Road (WTR) akan menaikkan modal PT. Trans Jabar sebesar Rp. 112 miliar. Penambahan modal tersebut bertujuan untuk mendukung operasional perusahaan. PT. Trans Jabar Tol adalah pengembang proyek jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi sepanjang 54 km dimana WTR merupakan pemegang 99,99% sahamnya.
Rekomendasi : Netral

BFIN: Mencatatkan pendapatan sebesar Rp. 4,04 triliun sepanjang tahun 2017, bertumbuh dibandingkan tahun 2016 yang sebesar Rp. 3,22 triliun. Laba bersih juga tercatat naik dari Rp. 798,36 miliar menjadi Rp. 1,18 triliun.
Rekomendasi : Netral

WTON: Membidik pertumbuhan laba tahun berjalan sebesar 36,56% dari realisasi tahun 2017 sebesar Rp. 340,45 miliar seiring dengan meningkatnya anggaran pemerintah untuk proyek infrastruktur. Sementara pendapatan usaha ditargetkan naik sebesar 29,52%. Sedangkan kontrak baru perseroan membidik sebesar Rp. 7,8 triliun pada tahun 2018 atau naik 23,80% dari target tahun lalu sebesar Rp. 6,3 triliun.
Rekomendasi : Netral

TOBA: Meraih peringkat B3 dari Moody’s Investors Service yang menyematkan Corporate Rating Family B3 dengan outlook stabil terkait rencana perseroan menerbitkan obligasi global senilai US$ 250 juta. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang, pendanaan dua proyek pembangkit listrik serta akuisisi pertambangan batu bara dan pembangkit listrik. Selain itu perseroan juga akan melakukan akuisisi di sektor batu bara dan listrik.
Rekomendasi : Netral

ARNA: Berencana meningkatkan kapasitas pabrik perseroan yang terletak di Ogan Komering Ilir - Sumatera Selatan untuk menangkap pertumbuhan permintaan di Sumatera. Hal tersebut didasarkan pada pertumbuhan permintaan keramik di Sumatera melampaui pertumbuhan permintaan di pulau-pulau lain yang dipicu oleh pembangunan jalan Trans-Sumatera dalam beberapa tahun terakhir. Perseroan menggelontorkan Rp. 150 miliar pada tahun ini untuk menambah line produksi plant 4 perseroan yang sudah terbangun di Sumatera Selatan.
Rekomendasi : Netral

BJTM: Akan menambah modal unit usaha syariahnya pada tahun ini untuk memenuhi syarat izin prinsip pemisahan unit usaha. Sebelumnya perseroan telah menyetorkan modal untuk unit usaha syariah sebesar Rp. 502 miliar.
Rekomendasi : Netral
IPO: PT. MNC Studio Internasional membidik dana penawaran umum perdana (IPO) di atas Rp. 1 triliun pada Q2-2018. Perseroan berencana akan melepas sekitar 30% saham dari modal disetor dan ditempatkan penuh.

 

 

Morning Meeting

Morning Note 17 Juli 201817 Jul 2018 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 38,92 poin atau terkoreksi 0,65% setelah di sepanjang sesi perdagangan hampir tidak beranjak dari pelemahannya. Bahkan secara intra day IHSG [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Juli 201816 Jul 2018 08:49

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari kelima perdagangan secara beruntun.. IHSG ditutup naik 36,20 poin atau menguat 0,61% setelah di sepanjang [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Juli 201813 Jul 2018 08:49

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya  untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 14,51 poin atau menguat 0,25% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Juli 201812 Jul 2018 08:55

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 11,60 poin  atau menguat 0,20% dan sekaligus melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga secara beruntun. IHSG ditutup menguat setelah [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Juli 201811 Jul 2018 08:43

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. IHSG ditutup naik 74,39 poin atau menguat 1,28% setelah di sepanjang [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Juli 201810 Jul 2018 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik112,46 poin atau menguat 1,97% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. Sebanyak 281 saham ditutup menguat, 114 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Juli 201809 Jul 2018 09:04

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi di tengah-tengah pergerakn mixed indeks di bursa regional. IHSG ditutup turun 44,42 poin atau terkoreksi –0,77% setelah [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 Juli 201806 Jul 2018 09:04

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 5,69 poin atau menguat tipis 0,10% setelah bergerak sideways dalam range 5.685,75 - 5.739,33. Sebanyak 185 saham ditutup menguat, 211 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 5 Juli 201805 Jul 2018 08:49

IHSG di perdagangan kemarin mampu ditutup menguat setelah di awal perdagangan mengalami tekanan. IHSG ditutup naik 99,70 poin atau menguat 1,77% setelah bergerak sideways dalam range [ ... ]

Read more...
Morning Note 4 Juli 201804 Jul 2018 08:55

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 112,83 poin atau terkoreksi signifikan –1,96%. Sebanyak 343 saham ditutup melemah, 65 saham menguat [ ... ]

Read more...
Morning Note 3 Juli 201803 Jul 2018 08:53

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 52,47 poin atau terkoreksi –0,90% setelah bergerak sideways dalam range 5.746,77 - 5.832,22. Sebanyak 255 saham ditutup melemah, 141 [ ... ]

Read more...
Morning Note 2 Juli 201802 Jul 2018 09:01

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 131,92 poin atau menguat 2,33%. Sebanyak 219 saham ditutup menguat, 181 saham melemah dan 103 saham stagnan. Menguat IHSG tersebut [ ... ]

Read more...
Morning Note 28 Juni 201828 Jun 2018 09:04

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 38,10 poin atau terkoreksi  -0,65% setelah bergerak sideways dalam range 5.787,55 -  5.859,60. Sebanyak 206 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Juni 201827 Jun 2018 08:49

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi setelah bergerak fluktuatif sideways. IHSG ditutup turun 33,43 poin atau terkoreksi –0,57% setelah bergerak dalam range 5.820,75 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Juni 201826 Jun 2018 08:46

HSG di perdagangan kemarin ditutup menguat setelah di empat sesi perdagangan sebelumnya mengalami koreksi. IHSG ditutup naik 37,27 poin atau menguat 0,64% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...