News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 21 Februari 2018

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi setelah di sesi perdagangan sebelumnya mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. IHSG ditutup turun 26,41 poin atau melemah -0.39% setelah bergerak dalam range 6.625,74 – 6.693,47. Sebanyak 160 saham ditutup menguat, 227 saham melemah dan 98 saham stagnan. Saham-saham yang berkontribusi menekan pergerakan IHSG antara lain GGRM, UNTR, SMGR, BBCA dan ASII. Secara intra day IHSG sempat terkoreksi hingga -0,95%. Namun di sesi pre closed, pelemahan IHSG mampu dikurangi hingga akhirnya ditutup melemah -0,39% setelah adanya aksi beli terhadap beberapa saham unggulan seperti BMRI, GGRM, UNVR, INTP dan BBCA. Melemahnya IHSG kemarin didorong oleh maraknya aksi profit taking setelah IHSG mencatatkan rekor tertingginya. Selain itu, minimnya sentimen positif membuat IHSG cenderung tertekan serta liburnya bursa Wall Street dan koreksi yang dialami oleh sejumlah bursa utama di kawasan regional turut menekan pergerakan IHSG.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam paska libur awal pekan, ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –1,01%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,07% dan Indeks S&P terkoreksi –0,58%. Koreksi indeks tadi malam dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) yang tinggi dan penurunan tajam dari saham Wal-Mart. Imbal hasil obligasi pemerintah AS berjangka 10 tahun naik menjadi 2,906% yang memberikan tekanan pada saham. Kenaikan tersebut secara tradisional berdampak buruk bagi emiten khususnya emiten besar yang harus mengeluarkan biaya yang lebih banyak untuk membiayai utang-utangnya. Sementara itu, saham Wal-Mart tadi malam anjlok –10,18% yang merupakan penurunan persentase terbesar sejak Januari 1988 setelah melaporkan kinerja laba yang di bawah ekspektasi serta mencatat penurunan tajam dalam pertumbuhan penjualan online selama masa liburan. Penurunan saham  Wal-Mart tersebut menekan indeks Dow dan menyeret turun sejumlah saham ritel lainnya. Namun penurunan tersebut tidak diikuti oleh saham Amazon yang tercatat naik 1,36% dan menahan penurunan lebih dalam dari indeks Nasdaq.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,08%. Penguatan indeks Nikkei tersebut mengabaikan koreksi yang terjadi di Wall Street tadi malam dikarenakan nilai tukar Yen yang bergerak melemah terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan masih rawan akan tekanan aksi profit taking serta rentan terpengaruh oleh koreksi indeks di bursa Wall Street tadi malam. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6628/6593 – 6696/6728.
Cermati :
(BBNI) S : 9850, 9800 R: 9975, 10025 CL jika turun dari 9500
(TLKM) S : 4040, 4020 R: 4090, 4110 CL jika turun dari 3920
(PGAS) S : 2570, 2510 R: 2680, 2720 CL jika turun dari 2350
(TPIA) S : 6075, 5950 R: 6375, 6525 CL jika turun dari 5600
(ASII) S : 8225, 8175 R: 8375, 8450 CL jika turun dari 8000
(BRPT) S : 2470, 2450 R: 2520, 2550 CL jika turun dari 2300
(AALI) S : 13275, 12950 R: 13800, 14000 CL jika turun dari 12700
(MEDC) S : 1250, 1225 R: 1290, 1305 CL jika turun dari 1125
(WIKA) S : 1940, 1915 R: 2015, 2060 CL jika turun dari 1850
(PTPP) S : 3140, 3100 R: 3210, 3240 CL jika turun dari 2960
BERITA EMITEN

BFIN: Menyalurkan pembiayaan sebesar Rp. 14,3 triliun di sepanjang tahun 2017 atau tumbuh 33,5% secara tahunan. Untuk tahun 2018, perseroan menargetkan pembiayaan tumbuh sekitar 20% atau sekitar Rp. 17 triliun. Komposisi pembiayaan tahun lalu mayoritas berasal dari pembiayaan kendaraan roda empat baik baru maupun bekas yakni sebesar 80%, pembiayaan sepeda motor 7%, pembiayaan alat berat dan mesin 12% dan sisanya berasal dari pembiayaan properti.
Rekomendasi  : Netral

BBCA: Membukukan kenaikan penyaluran kredit di tahun 2017 sebesar 12,33% secara tahunan atau mencapai Rp. 467,62 triliun dibandingkan tahun 2016 yang sebesar Rp. 416,27 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh permintaan pembiayaan korporasi dan consumer. Untuk tahun 2018, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 10%-11%.
Rekomendasi  : Netral

MTLA: Meyakini untuk tahun 2018 permintaan terhadap properti akan terus bertumbuh dan menargetkan sales marketing naik 15%. Pendapatan yang dibidik sebesar Rp. 2 triliun dengan rincian Rp. 1,5 triliun penjualan proyek dan Rp. 500 miliar dari recurring income.
Rekomendasi  : Netral

SCMA: Berpotensi menggalang dana sebesar Rp 3,57 triliun dari penerbitan 1,46 miliar saham baru lewat skema private placement. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis derivative maupun melaksanakan ekspansi anorganik berupa akuisisi perusahaan sasaran yang potensial.
Rekomendasi  : Netral

INDF: Siap mengalokasikan belanja modal senilai Rp 530 miliar untuk menambah dua lini pabrik tepung. Tahun ini perseroan akan menambah dua lini pabrik tepung dengan kapasitas sekitar 750 ton per hari, dan perseroan optimis penambahan lini dua pabrik tepung tersebut akan selesai pada tahun ini.
Rekomendasi  : Netral

ELSA: Pada tahun 2017, pendapatan perseroan tumbuh 37% year on year menjadi Rp 4,98 triliun. Namun demikian, pada tahun lalu, laba bersih perseroan turun 21% menjadi Rp 247,14 miliar.
Rekomendasi  : Netral

KAEF: Demi akuisisi empat perusahaan lokal dibidang farmasi dan kosmetik, perseroan menganggarkan dana investasi sebesar Rp 2 triliun. Sebanyak 70% dari anggaran tersebut diambil dari penerbitan surat utang jangka menengah dan sisanya akan dipenuhi dari kas internal.
Rekomendasi  : Netral

TELE: Berencana menerbitkan surat utang baru senilai maksimum Rp 2 triliun. Dana hasil penerbitan efek itu akan digunakan untuk membayar kembali utang jatuh tempo.
Rekomendasi  : Netral

IPO: Calon emiten, PT Sky Energy Indonesia Tbk, menargetkan pendapatan pada 2018 tumbuh 28,36% year on year menjadi Rp 539 miliar dari estimasi penjualan tahun lalu senilai Rp 419,9 miliar. Perseroan merencanakan perolehan dana hasil IPO senilai Rp 76,22 miliar – Rp 91,47 miliar, dimana seluruhnya akan dialokasikan untuk belanja modal.
 
 

Morning Meeting

Morning Note 23 April 201823 Apr 2018 08:58

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 18,21 poin atau terkoreksi -0,29% setelah bergerak sideways dalam range 6.314,20 – 6.360,32. Sebanyak 188 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 20 April 201820 Apr 2018 09:17

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 35,90 poin atau menguat 0,57%. Sebanyak 208 saham ditutup menguat, 145 saham stagnan dan 145 saham melemah. Menguatnya IHSG kemarin dipengaruhi [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 April 201819 Apr 2018 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 34,24 poin atau menguat 0,55% setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.297,95 – 6.320,00. Sebanyak 174 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 April 201813 Apr 2018 09:03

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi paska penguatan selama tiga hari perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 50,13 poin atau terkoreksi –0,79% setelah di [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 April 201812 Apr 2018 08:59

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 35,11 poin atau menguat 0,56% setelah bergerak positif [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 April 201811 Apr 2018 08:55

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 79.69 poin atau menguat 1,28% setelah bergerak dalam range 6.243 – 6.334,47. Sebanyak 221 saham ditutup menguat, 149 saham melemah dan [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 April 201810 Apr 2018 08:57

IHSG di perdagangan kemarin bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dan mengabaikan koreksi indeks di bursa Wall Street di akhir pekan kemarin sebagai dampak dari meningkatnya [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 April 201809 Apr 2018 08:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 8,18 poin atau terkoreksi -0,13% setelah bergerak sideways dalam range 6.165,21 – 6.192,42. Sebanyak 192 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 April 201806 Apr 2018 08:58

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 26,13 poin atau menguat 0,42% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.176,70 – 6.211,87. Sebanyak 221 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 5 April 201805 Apr 2018 08:55

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 71,92 poin atau terkorkesi -1,15% setelah bergerak sideways dalam range 6.137,16 – 6.250,14. Sebanyak 262 saham ditutup melemah, 113 [ ... ]

Read more...
Morning Note 4 April 201804 Apr 2018 09:06

IHSG di perdagang kemarin di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.202,13 – 6.234,57 hingga akhirnya ditutup turun 11,56 poin atau melemah -0,19%. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 2 April 201802 Apr 2018 09:09

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat setelah bergerak fluktuatif sideways. IHSG ditutup naik 48,15 poin atau menguat 0,78% setelah bergerak dalam range 6.101,76 [ ... ]

Read more...
Morning Note 29 Maret 201829 Mar 2018 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 68,51 poin atau melemah -1,10% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.116,89 – 6.197,01. Sebanyak 252 [ ... ]

Read more...
Morning Note 28 Maret 201828 Mar 2018 09:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 9,18 poin atau menguat 0,15% setelah bergerak sideways dalam range 6.188,61 – 6.274,30. Sebanyak 196 saham ditutup menguat, 167 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 201827 Mar 2018 09:27

IHSG di perdagangan kemarin masih belum beranjak dari pelemahannya. IHSG ditutup turun 10,53 poin atau melemah -0,17% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dan secara [ ... ]

Read more...