News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 9 Februari 2018

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 9,77 poin atau menguat 0,15% setelah bergerak sideways dalam range 6.519,09 - 6.549,18. Sebanyak 188 saham ditutup menguat, 136 saham melemah dan 140 saham stagnan. Menguatnya IHSG tersebut didukung oleh aksi beli yang dilakukan oleh investor domestik yang mampu meredam aksi lepas saham yang dilakukan oleh investor asing. Investor asing masih tercatat melakukan aksi sell yang di pasar reguler mencapai Rp. 596 miliar. Saham-saham yang paling banyak dijual investor asing kemarin antara lain BBRI, BBNI, ASII, BMRI dan UNVR. Dan saham-saham yang dilepas investor asing tersebut seperti BBRI, BMRI, TLKM dan BBCA ditutup menguat dikarenakan aksi beli oleh investor domestik. Mulai meredanya aksisell of yang sempat melanda bursa AS dan global menjadi salah satu faktor penopang penguatan IHSG serta sentimen naiknya cadangan devisa domestik.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi signifikan. Indeks Dow ditutup terkoreksi –4,15%, Indeks Nasdaq terkoreksi –3,90% dan Indeks S&P terkoreksi –3,75%. Koreksi indeks tadi malam mendorong indeks Dow turun mencapai level terendahnya sejak 28 November 2017. Dan apabila di sesi perdagangan selanjutnya indeks Dow mengalami penurunan maka indeks Dow berpotensi mencatatkan penurunan mingguan terbesar sejak Oktober 2008. Sedangkan penurunan indeks S&P dalam beberapa sesi terakhir merupakan penurunan terbesar dalam lebih dari enam tahun terakhir. Penurunan indeks tadi malam masih dipengaruhi oleh sentimen kekhawatiran investor terhadap kenaikan imbal hasil obligasi AS dan inflasi yang merangkak naik. Selain itu pelaku pasar mulai menilai bahwa The Fed bersiap untuk menaikkan suku bunga acuannya atau akan menaikkannya dengan lebih agresif. Naiknya imbal hasil obligasi AS juga mendorong investor mengalihkan asetnya di saat valuasi saham sudah berada di level yang mahal. Dan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik ke level 2,884% tadi malam mendekati level tertingginya empat tahun terakhir di level 2,885% setelah Bank of England mengatakan suku bunga mungkin perlu naik lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Sementara itu, indikator utama volatilitas pasar, Cboe Volatility Index, naik 5,73 poin ke level 33,46 atau sekitar tiga kali lebih tinggi dari rata-rata tahun lalu.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –1,75%. Koreksi tersebut didorong oleh penurunan indeks saham di bursa Eropa dan anjloknya indeks di bursa Wall Street tadi malam. Selain itu, tekanan juga datang dari menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, anjloknya indeks di bursa Wall Street tadi malam dan pelemahan bursa global berpotensi menekan pergerakan IHSG hari ini dengan perkiraan akan bergerak dalam range 6525/6495 - 6555/6585.

Cermati :

(GGRM) S : 82950, 82750 R: 83400, 83650 CL jika turun dari 80200

(ICBP) S : 8800, 8675 R: 9025, 9100 CL jika turun dari 8650

(PTPP) S : 2980, 2900 R: 3140, 3210 CL jika turun dari 2870

(INTP) S : 20700, 20275 R: 21375, 21600 CL jika turun dari 19700

(WIKA) S : 1955, 1880 R: 2075, 2115 CL jika turun dari 1815

(JSMR) S : 5675, 5575 R: 5825, 5875 CL jika turun dari 5400

(BBRI) S : 3690, 3660 R: 3740, 3760 CL jika turun dari 3500

(PGAS) S : 2330, 2260 R: 2480, 2550 CL jika turun dari 2200

(WSBP) S : 450, 432 R: 478, 488 CL jika turun dari 414

(BRPT) S : 2370, 2330 R: 2470, 2520 CL jika turun dari 2240

BERITA EMITEN

ADRO: Mengalokasikan belanja modal tahun 2018 sebesar US$ 750 juta - US$ 900 juta atau melonjak tiga kali lipat dibanding tahun 2017. Sebagian besar belanja modal akan digunakan untuk pembelian alat berat dan pengembangan Adaro MetCoal Companies. Untuk tahun 2018, perseroan membidik laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi sebesar US$ 1,5 miliar.
Rekomendasi  : Netral

MABA: Menyiapkan belanja modal sebesar Rp. 200 miliar -  Rp. 300 miliar untuk tahun 2018 yang akan digunakan untuk rencana ekspansi termasuk membuka 10-15 gerai kopi. Perseroan juga berencana membuka lima restoran berukuran medium dan dua restoran premium.
Rekomendasi  : Netral

SMSM: Secara bertahap berkeinginan memperkecil segmen otomotif dan fokus pada segmen heavy equipments yang biasanya digunakan untuk bus, truk dan kendaraan air. Saat ini segmen otomotif masih berkontribusi sebesar 34% terhadap pendapatan perseroan.
Rekomendasi  : Netral

AISA: Hanya memiliki waktu dua bulan untuk mendapatkan cara pelunasan surat utang senilai Rp. 900 miliar yang akan jatuh tempo pada 5 April 2018. Ketidakjelasan metode pelunasan surat utang tersebut membuat peringkat perseroan kembali diturunkan dari idBB+ menjadi idCCC oleh PT. Pemeringkat Efek Indonesia. Pefindo juga mempertahankan predikat credit watch dengan implikasi negatif terhadap perseroan.
Rekomendasi  : Netral

BMRI: Mengucurkan kredit sebesar US$ 100 juta kepada Pertamina Group dalam sindikasi yang melibatkan sejumlah lembaga internasional dari total pembiayaan senilai US$ 600 juta. Perseroan bertindak sebagai mandated lead arranger.
Rekomendasi  : Netral

BBRI: Akan memperbanyak pendapatan operasional non bunga untuk mengantisipasi potensi penurunan  margin bunga bersih dikarenakan tren suku bunga kredit yang terus menurun.
Rekomendasi  : Netral

GMFI: Menandatangani kesepakatan strategis dengan KORR Group perihal kerja sama operasi kedua pihak untuk pengembangan fasilitas perawatan pesawat (maintenance, repair, overhaul / MRO) di Australia. Perseroan juga mendapatkan kontrak perawatan dan perbaikan  pesawat dari 15 maskapai nasional dan asing.
Rekomendasi  : Netral

ADHI: Akan mengantongi dana segar sebesar Rp. 3,88 triliun dari pembayaran tahap pertama pekerjaan proyek kereta cepat ringan atau LRT Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. Dana tersebut diharapkan dapat cair dalam dua pekan ke depan setelah perseroan menandatangani berita acara hasil pemeriksaan proses pengerjaan proyek LRT Jabodebek hingga dengan September 2017 dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Rekomendasi  : Netral

TINS: Tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal Rp 2,65 triliun. Anggaran ini untuk investasi induk perusahaan Rp 2,23 triliun, sedangkan investasi untuk anak usaha mencapai Rp 422 miliar.
Rekomendasi  : Netral

JSMR: Menargetkan pendapatan jalan tol dan usaha lain sebesar Rp 11,6 triliun di tahun ini. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu meski perseroan belum bersedia menyebutkan realisasi kinerja tahun lalu sampai laporan keuangan 2017 nanti dirilis.
Rekomendasi  : Netral

KRAS: Tidak mengagendakan proyek baru tahun ini. Perseroan tahun ini lebih memilih menyelesaikan proyek yang belum selesai, antara lain pembangunan kompleks pabrik blast furnace, pabrik hot strip mill 2dan pabrik cold rolling mill 2.
Rekomendasi  : Netral

DAYA: Sampai akhir tahun 2018 nanti, perseroan berencana membangun 40 gerai baru atau lebih banyak dari realisasi penambahan toko pada tahun lalu yang hanya 23 gerai. Dengan penambahan gerai ini, perseroan berharap pertumbuhan penjualan sebesar 65% pada 2017 lalu bisa terus berlanjut di 2018 ini.
Rekomendasi  : Netral

IPO:PT. Sky Energy Indonesiaberencana melangsungkan penawaran umum perdana saham atau IPO dengan menerbitkan saham baru sebanyak 203,2 juta unit atau setara dengan 20% porsi kepemilikan publik. Perseroan berencana mengalokasikan 100% dana hasil IPO untuk mendukung ekspansi.

PT. Borneo Olah Sarana Suksesmematok harga IPO senilai Rp. 400 per saham sehingga perseroan berpotensi meraih dana hasil IPO mencapai Rp. 160 miliar. Perseroan menawarkan sebanyak 400 juta saham atau setara dengan 28,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

 

Morning Meeting

Morning Note 23 Februari 201823 Feb 2018 10:17

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 50,34 poin atau melemah -0,76% setelah bergerak dalam range 6.586,31 – 6.646,35. Sebanyak 142 [ ... ]

Read more...
Morning Note 22 Februari 201822 Feb 2018 09:33

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya. IHSG ditutup turun 19,48 poin atau melemah -0,29% setelah bergerak dalam kisaran 6.614,23 – 6.665,90. Sebanyak 157 [ ... ]

Read more...
Morning Note 21 Februari 201821 Feb 2018 11:50

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi setelah di sesi perdagangan sebelumnya mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. IHSG ditutup turun 26,41 poin atau melemah -0.39% [ ... ]

Read more...
Morning Note 20 Februari 201820 Feb 2018 10:06

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat dan sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. IHSG ditutup naik 97,70 poin atau menguat 1,48% setelah bergerak positif di [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Februari 201819 Feb 2018 17:43

IHSG di perdagangan Kamis pekan kemarin sebelum libur Imlek ditutup terkoreksi. IHSG ditutup turun 2,82 poin atau melemah -0,04% setelah bergerak sideways dalam range 6.583,19 – [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Februari 201815 Feb 2018 09:35

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 16,22 poin setelah bergerak sideways dalam range 6.572,49 [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Februari 201814 Feb 2018 13:46

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya dengan ditutup naik 54,72 poin atau menguat 0,84% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.544,67 [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Februari 201813 Feb 2018 09:18

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 17,93 poin atau menguat 0,28% setelah bergerak dalam range 6.498,69 - 6.531,56. Sebanyak 264 saham ditutup menguat, 116 saham melemah dan [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Februari 201812 Feb 2018 09:43

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi mengikuti pelemahan bursa global. IHSG ditutup turun 39,11 poin atau melemah –0,60% setelah tidak beranjak dari zona [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Februari 201809 Feb 2018 10:39

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 9,77 poin atau menguat 0,15% setelah bergerak sideways dalam range 6.519,09 - 6.549,18. Sebanyak 188 saham ditutup menguat, 136 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 8 Februari 201808 Feb 2018 09:44

IHSG  di perdagangan kemarin ditutup menguat mengikuti rebound indeks di bursa Wall Street. IHSG ditutup naik 56,33 poin atau menguat 0,87% setelah di sepanjang sesi perdagangan [ ... ]

Read more...
Morning Note 7 Februari 201807 Feb 2018 09:40

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG di tutup turun 111,13 poin atau melemah -1,69% setelah di sepanjang sesi perdagangan tidak beranjak dari zona koreksi [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 Februari 201806 Feb 2018 10:27

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi setelah bergerak negatif di sepanjang sesi perdagangan. IHSG ditutup turun 39,14 poin atau melemah –0,59% setelah bergerak dalam [ ... ]

Read more...
Morning Note 5 Februari 201805 Feb 2018 09:20

IHSG di perdagangan akhir kemarin ditutup menguat setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. IHSG ditutup naik 30,36 poin atau menguat 0,46% setelah bergerak dalam range [ ... ]

Read more...
Morning Note 2 Februari 201802 Feb 2018 14:32

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi meski di sepanjang sesi perdagangan mayoritas bergerak positif. IHSG ditutup turun 7,17 poin atau melemah –0,11% setelah bergerak [ ... ]

Read more...