News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 5 Februari 2018

IHSG di perdagangan akhir kemarin ditutup menguat setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. IHSG ditutup naik 30,36 poin atau menguat 0,46% setelah bergerak dalam range 6.621,44 - 6.655,61. Meski ditutup menguat, namun secara keseluruhan investor asing tercatat melakukan aksi jual di pasar reguler mencapai Rp. 671 miliar. Sehingga menguatnya IHSG akhir pekan kemarin lebih ditopang oleh aksi beli investor domestik di tengah-tengah kehati-hatian investor terhadap rencana kenaikan suku bunga The Fed pada Maret 2018 serta belum tuntasnya rilis laporan kinerja keuangan emiten untuk tahun buku 2017.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi signifikan. Indeks Dow ditutup terkoreksi –2,54%, Indeks Nasdaq terkoreksi –1,96% dan Indeks S&P terkoreksi –2,12%. Koreksi indeks Dow tersebut merupakan penurunan yang terburuk sejak Juni 2016. Sementara dalam komponen indeks S&P, saham sektor energi dan teknologi mencatatkan performa yang terburuk. Sedangkan koreksi indeks Nasdaq tertekan oleh penurunan saham Apple dan Alphabet yang meredam kenaikan saham Amazon. Saham Apple anjlok 4,4% setelah memprediksi margin labanya akan berada di kisaran 38%-38,5% lebih rendah dari prediksi awal sebesar 38,9%. Sedangkan saham Alphabet anjlok 5,3% setelah melaporkan laba per saham yang tidak sesuai ekspektasi. Salah satu faktor penyebab anjloknya indeks di bursa Wall Street datang dari rilis data ketenagakerjaan AS periode Jan 2018 yang lebih baik dari perkiraan sehingga menyebabkan prediksi bahwa The Fed akan segera menaikkan suku bunga acuannya. Unemployment Rate tetap di level 4,1% ; NonFarm Payrolls tercatat sebesar 200.000 (ekspektasi 180.000) dan Average Hourly Earnings MoM tercatat naik sebesar 0,3% (sesuai dengan ekspektasi) yang merupakan kenaikan terbesar dalam kurun waktu 8,5 tahun. Kenaikan upah tersebut juga memicu ekspektasi bahwa inflasi sedang meningkat dan dapat memacu The Fed untuk mengambil pendekatan yang lebih agresif dalam hal kenaikan suku bunga acuan tahun ini. Tekanan terhadap pasar saham juga datang dari naiknya imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun yang naik menjadi 2,8450%, yang tertinggi sejak Januari 2014. hal tersebut turut menimbulkan kekhawatiran terhadap suku bunga yang meningkat terlalu cepat
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –1,52% yang mengikuti koreksi signifikan indeks di bursa Wall Street serta tekanan dari menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik awal pekan ini, IHSG diperkirakan akan rawan terkoreksi seiring anjloknya indeks di bursa Wall Street yang turut mempengaruhi pergerakan indeks di bursa Regional dan Global. Selain itu, pelaku pasar juga diperkirakan akan mencermati rilis data GDP Indonesia untuk tahun 2017. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6614/6580 - 6648/6682.

Cermati :

(UNTR) S : 38925, 38650 R: 39550, 39900 CL jika turun dari 38000

(BBTN) S : 3630, 3600 R: 3690, 3710 CL jika turun dari 3500

(INDF) S : 7725, 7675 R: 7850, 7925 CL jika turun dari 7300

(BBRI) S : 3710, 3690 R: 3760, 3780 CL jika turun dari 3580

(EXCL) S : 2950, 2900 R: 3040, 3070 CL jika turun dari 2800

(JPFA) S : 1475, 1410 R: 1590, 1635 CL jika turun dari 1340

(KAEF) S : 2570, 2500 R: 2700, 2760 CL jika turun dari 2400

(MCAS) S : 2320, 2240 R: 2440, 2480 CL jika turun dari 2200

(MYOR) S : 2310, 2280 R: 2360, 2380 CL jika turun dari 2200

BERITA EMITEN

KREN : Berniat menggelar penawaran umum perdagan saham anak usahanya yakni PT. Asuransi Jiwa Kresna. Saat ini perseroan tengah memfokuskan peningkatan asset premi anak usahanya tersebut sebelum aksi pelepasan saham direalisasikan.
Rekomendasi  : Netral

WSBP: Kembali memperoleh penerimaan termin kedua sebesar Rp. 1,55 triliun pada Januari 2018 setelah pada Desember 2017 yang lalu menerima pembayaran sebesar Rp. 429 miliar. Penerimaan tersebut berasal dari proyek turnkey Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu seksi 1b dan 1c.
Perseroan menargetkan nilai kontrak baru Rp 11,52 triliun pada 2018 atau meningkat dibandingkan dengan tahun lalu Rp 11,03 triliun.
Rekomendasi  : Netral

PSSI: Meraih kontrak lima tahun dari PT. Jembayan Muarabara, perusahaan terafiliasi dengan Sakari Resources Group, unit usaha tambang batubara yang merupakan bagian dari kelompok usaha PTT Thailand. Kontrak tersebut bernilai US$ 39 juta melalui tender terkait dengan pengangkutan batubara dari Terminal Separi Mahakam Kalimantan Timur ke PT. Paiton Energy di Probolinggo Jawa Timur.
Rekomendasi  : Netral

TPIA: Telah melaksanakan peletakan batu pertama (ground breaking) fasilitas pabrik polyethylene yang baru yang berkapasitas 400 kiloton per tahun. Proyek tersebut diperkirakan bernilai US$ 350 juta dengan target penyelesaian pada akhir 2019 dan diharapkan mulai beroperasi pada awal tahun 2020.
Rekomendasi  : Netral

ADHI: Kian agresif menggarap proyek properti berbasis transportasi massal (TOD) pada tahun 2018. Untuk itu perseroan menyiapkan anak usaha baru yang ditargetkan rampung pada April 2018 dengan modal anak usaha disiapkan sebesar Rp. 2 triliun. Anak usaha baru tersebut merupakan spin off dari divisi TOD yang kini menggarap sejumlah proyek properti di dekat kawasan stasiun LRT.
Masih menunggu pembayaran dari pekerjaan kereta cepat ringan yang saat ini tengah memasuki proses penyusunan tagihan. Saat ini Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan masih melakukan penilaian terhadap perkembangan proyek light rail transit(LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Rekomendasi  : Netral

BBTN: Perseroan mencatat total kebutuhan pendanaan nonkonvensional mencapai Rp. 18 triliun untuk mendukung ekspansi kredit. Nilai tersebut akan didapatkan melalui berbagai cara mulai dari sekuritisasi asset, obligasi subordinasi hingga pinjaman bilateral. TAhun ini perseroan menargetkan pertumbuhan kredit di atas 20% dan akan kembali menyalurkan KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan setelah sebelumnya menggunakan skema Subsidi Selisih Bunga.

EXCL: Berencana melakukan pendanaan kembali utang perseroan sebesar Rp 3 triliun yang akan jatuh tempo pada tahun ini. Perseroan memiliki total utang sebesar Rp 13 triliun sedangkan yang akan di refinance tahun ini kurang lebih Rp 3 triliun.
Rekomendasi  : Netral

MCOR: Berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu dengan mengincar dana senilai Rp 2,7 triliun – Rp 3 triliun untuk menambah modal. Perseroan menargetkan modal inti pada tahun 2019 adalah Rp 5 triliun agar menaikkan kelas bank umum kelompok usaha menjadi BUKU III.
Rekomendasi  : Netral

TINS: Berpeluang stagnan tahun ini. Perseroan menargetkan produksi 35.500 ton bijih timah tahun ini, dimana tahun lalu perseroan memasang target produksi 35.000 ton bijih timah.
Rekomendasi  : Netral

ASRI: Tahun ini perseroan membidik marketing sales atau penjualan pemasaran sebesar Rp 4 triliun, meningkat 81,8% ketimbang pencapaian perseroan tahun 2017 yang hanya Rp 2,2 triliun. Sementara, di sisi pendapatan, perseroan menargetkan dapat membukukan sebesar Rp 3,5 triliun sampai Rp 4 triliun, dan laba bersih mencapai 35% dari pendapatan.
Rekomendasi  : Netral

PSAB: Tahun ini perseroan menargetkan belanja modal sebesar US$ 300 juta. Belanja modal tersebut untuk menyelesaikan pengembangan dua wilayah pertambangan emas, yakni Doup di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi dan Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Rekomendasi  : Netral

FAST: Tahun ini perseroan berencana membuka 50 gerai baru. Perseroan kini sudah memiliki 608 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.
Rekomendasi  : Netral

GJTL: Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan antara 5%-10%. Perseroan akan melakukan berbagai strategi selain dengan meningkatkan penjualan, efisiensi bisnis juga akan terus dilakukan.
Rekomendasi  : Netral


 

Morning Meeting

Morning Note 23 Februari 201823 Feb 2018 10:17

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 50,34 poin atau melemah -0,76% setelah bergerak dalam range 6.586,31 – 6.646,35. Sebanyak 142 [ ... ]

Read more...
Morning Note 22 Februari 201822 Feb 2018 09:33

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya. IHSG ditutup turun 19,48 poin atau melemah -0,29% setelah bergerak dalam kisaran 6.614,23 – 6.665,90. Sebanyak 157 [ ... ]

Read more...
Morning Note 21 Februari 201821 Feb 2018 11:50

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi setelah di sesi perdagangan sebelumnya mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. IHSG ditutup turun 26,41 poin atau melemah -0.39% [ ... ]

Read more...
Morning Note 20 Februari 201820 Feb 2018 10:06

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat dan sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. IHSG ditutup naik 97,70 poin atau menguat 1,48% setelah bergerak positif di [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Februari 201819 Feb 2018 17:43

IHSG di perdagangan Kamis pekan kemarin sebelum libur Imlek ditutup terkoreksi. IHSG ditutup turun 2,82 poin atau melemah -0,04% setelah bergerak sideways dalam range 6.583,19 – [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Februari 201815 Feb 2018 09:35

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 16,22 poin setelah bergerak sideways dalam range 6.572,49 [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Februari 201814 Feb 2018 13:46

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya dengan ditutup naik 54,72 poin atau menguat 0,84% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.544,67 [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Februari 201813 Feb 2018 09:18

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 17,93 poin atau menguat 0,28% setelah bergerak dalam range 6.498,69 - 6.531,56. Sebanyak 264 saham ditutup menguat, 116 saham melemah dan [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Februari 201812 Feb 2018 09:43

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi mengikuti pelemahan bursa global. IHSG ditutup turun 39,11 poin atau melemah –0,60% setelah tidak beranjak dari zona [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Februari 201809 Feb 2018 10:39

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 9,77 poin atau menguat 0,15% setelah bergerak sideways dalam range 6.519,09 - 6.549,18. Sebanyak 188 saham ditutup menguat, 136 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 8 Februari 201808 Feb 2018 09:44

IHSG  di perdagangan kemarin ditutup menguat mengikuti rebound indeks di bursa Wall Street. IHSG ditutup naik 56,33 poin atau menguat 0,87% setelah di sepanjang sesi perdagangan [ ... ]

Read more...
Morning Note 7 Februari 201807 Feb 2018 09:40

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG di tutup turun 111,13 poin atau melemah -1,69% setelah di sepanjang sesi perdagangan tidak beranjak dari zona koreksi [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 Februari 201806 Feb 2018 10:27

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi setelah bergerak negatif di sepanjang sesi perdagangan. IHSG ditutup turun 39,14 poin atau melemah –0,59% setelah bergerak dalam [ ... ]

Read more...
Morning Note 5 Februari 201805 Feb 2018 09:20

IHSG di perdagangan akhir kemarin ditutup menguat setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. IHSG ditutup naik 30,36 poin atau menguat 0,46% setelah bergerak dalam range [ ... ]

Read more...
Morning Note 2 Februari 201802 Feb 2018 14:32

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi meski di sepanjang sesi perdagangan mayoritas bergerak positif. IHSG ditutup turun 7,17 poin atau melemah –0,11% setelah bergerak [ ... ]

Read more...