News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 25 Januari 2018

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi dan mengakhiri relinya selama tujuh hari perdagangan secara berturut-turut. IHSG ditutup turun 19,84 poin atau melemah –0,30% setelah bergerak dalam range 6.588,63 - 6.641,17. Sebanyak 183 saham ditutup menguat, 168 saham melemah dan 125 saham stagnan. Melemahnya IHSG kemarin disebabkan oleh faktor aksi profit taking setelah penguatan IHSG yang signifikan di perdagangan sebelumnya. Selain itu, aksi lepas saham oleh investor asing yang di pasar reguler mencapai Rp. 346 miliar turut berkontribusi mendorong pelemahan IHSG.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup menguat 0,16% dan mencatatkan rekor tertinggi barunya setelah kemarin ditutup terkoreksi. Sementara Indeks Nasdaq dan Indeks S&P ditutup terkoreksi masing-masing –0,61% dan –0,06%. Dalam pergerakan indeks tadi malam, indeks sempat menyentuh level tertingginya sepanjang masa secara intra day yang didukung oleh laporan kinerja keuangan emiten yang secara keseluruhan positif. Namun indeks kemudian mengalami penurunan yang diakhiri dengan melemahnya indeks Nasdaq dan S&P. Melemahnya indeks Nasdaq tertekan oleh turunnya saham Apple sebesar –1,6% setelah analis memperkirakan bahwa pertumbuhan penjualan iPhone bisa melemah pada musim semi ini. Penurunan saham Apple tersebut kemudian diikuti oleh penurunan saham Facebook, Amazon dan Alphabet. Tekanan juga datang dari komentar dari para pejabat pemerintah AS. Salah satunya datang dari Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, yang mengisyaratkan tindakan melawan Tiongkok dalam perang dagang. Ross dalam World Economic Forum di Davos mengatakan bahwa otoritas perdagangan AS sedang menyelidiki apakah akan mengambil tindakan atas pelanggaran kekayaan intelektual oleh Tiongkok. Sementara Presiden Donald Trump dijadwalkan akan berbicara di Davos pada hari ini. Komentar lainnya datang dari Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin yang menyambut baik pelemahan mata uang US Dollar. Kekhawatiran terhadap sikap proteksionisme AStelah menambah tekanan terhadap nilai tukar US Dollar setelah Trump menerapkan kenaikan tarif impor yang tajam terhadap mesin cuci dan panel surya pada awal pekan ini.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,79%. Melemahnya indeks Nikkei tersebut salah satunya didorong oleh menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar yang disebabkan oleh sikap proteksionis dagang AS.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan masih dibayangi oleh tekanan aksi jual serta juga dipengaruhi oleh musim laporan kinerja keuangan emiten. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range   6589/6563 - 6642/6668.

Cermati :

(LPPF) S : 10950, 10675 R: 11450, 11675 CL jika turun dari 10400

(SMGR) S : 10575, 10425 R: 10950, 11150 CL jika turun dari 10000

(UNVR) S : 55100, 54500 R: 55900, 56175 CL jika turun dari 53600

(BBNI) S : 9600, 9500 R: 9800, 9875 CL jika turun dari 9000

(BBTN) S : 3640, 3600 R: 3710, 3740 CL jika turun dari 3500

(BMRI) S : 8175, 8100 R: 8300, 8350 CL jika turun dari 7800

(RALS) S : 1170, 1145 R: 1220, 1240 CL jika turun dari 1100

(INDF) S : 8025, 7975 R: 8125, 8175 CL jika turun dari 7700

(ASII) S : 8525, 8325 R: 8850, 8950 CL jika turun dari 8000

(GGRM) S : 84150, 83025 R: 86000, 86700 CL jika turun dari 82300

BERITA EMITEN

BBRI: Membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp. 29,04 triliun di tahun 2017 atau tumbuh 10,7% dibandingkan tahun 2016 yang sebesar Rp. 26,23 triliun. Perolehan laba didukung oleh pendapatan bunga bersih yang naik 11,6% menjadi Rp. 73 triliun. Pendapatan berbasis komisi tumbuh 13,2% dari Rp. 9,2 triliun menjadi Rp. 10,4 triliun. Penyaluran kredit perseroan tumbuh 11,4% menjadi Rp. 739,3 triliun. Untuk tahun 2018 perseroan menargetkan laba tumbuh 9%-11% secara tahunan.
Rekomendasi : Buy

ANJT: Mempersiapkan belanja modal sebesar Rp. 1,2 triliun untuk tahun 2018 yang akan digunakan untuk melanjutkan pengembangan unit bisnis di Papua. Dana tersebut diantaranya akan digunakan untuk pembangunan pabrik kelapa sawit di Papua Barat, pembangunan infrastruktur di Papua Barat, penanaman kembali di Papua, peremajaan tanaman di kebun Belitung dan pembangunan unit frozen line untuk ekspor edamame yang ditargetkan rampung pada Q3-2018.
Rekomendasi : Netral

PADI: Otoritas Jasa Keuangan memberikan lampu hijau kepada perseroan untuk mengambil alih saham PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk setelah menyetor dana Rp. 1,7 triliun ke rekening escrow yang merupakan rekening sementara yang digunakan penjual dan pembeli untuk menampung dana pembayaran dari pembeli yang sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak. Penyetoran dana tersebut merupakan kelanjutan dari rencana perseroan untuk menjadi pembeli siaga dan menyerap saham baru yang akan diterbitkan PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk dengan menggunakan skema HMETD. Nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp. 4,5 triliun dengan persentase kepemilikan saham Bank Muamalat yang bakal digenggam perseroan mencapai 51%.
Rekomendasi : Netral

TOWR: Menyiapkan belanja modal sebesar Rp. 2 triliun untuk tahun 2018. Sekitar 30% akan digunakan untuk pembangunan menara. Selain itu, perseroan juga mengucurkan belanja modal untuk lini jasa lain seperti penambahan peralatan pada menara dan penambahan infrastruktur baru untuk penguatan jaringan. Perseroan juga membidik kenaikan pendapatan sebesar 5%-9% mengikuti pertumbuhan telekomunikasi nasional.
Rekomendasi : Netral

EXCL: Ingin mendorong pendapatan dari bisnis layanan data. Tahun ini, perseroan memprediksi penjualan data bisa memberikan kontribusi lebih dari 70% terhadap total pendapatan.
Rekomendasi: Netral

WIKA: Penawaran komodo bondperseroan mendapatkan respons yang hasil baik dari investor. Obligasi perseroan mendapat pesanan hingga Rp 13,3 triliun atau hampir 2,5 kali lipat dari target sebesar Rp 5,4 triliun.
Rekomendasi: Netral

SMGR: Mencatat volume penjualan semen sebesar 28,96 juta ton sepanjang 2017, meningkat 10,2% secara tahunan. Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan semen domestik sebesar 5%, dan perseroan ingin mempertahankan pangsa pasar perseroan.
Rekomendasi: Netral

SRTG: Anak usaha perseroan, Delta Investment Horizon International Ltd, membeli kembali sebagian surat utang yang diterbitkan tahun 2015. Buyback dilakukan untuk mengurangi rasio utang perseroan.
Rekomendasi: Netral

KRAS: Membidik pertumbuhan penjualan baja sebesar 40% pada 2018 menjadi 2,8 juta ton seiring dengan proyeksi kenaikan pertumbuhan konsumsi domestik. Untuk itu, perseroan tahun ini menganggarkan belanja modal US$ 390 juta dimana mayoritas dana belanja modal akan digunakan untuk keperluan anak usaha dan melanjutkan pembangunan proyek yang tengah berjalan.
Rekomendasi: Netral

SMSM: Sepanjang tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar maksimal Rp 120 miliar. Dana tersebut digunakan untuk menempuh peremajaan mesin, dimana saat ini utilisasi mesin pabrik perseroan baru menyentuh 80%.
Rekomendasi: Netral

PPRE: Tahun ini perseroan menargetkan pendapatan Rp 4,9 triliun atau hampir tiga kali lipat ketimbang proyeksi pendapatan tahun lalu sekitar Rp 1,8 triliun, dan laba bersih ditargetkan mencapai Rp 434 miliar lebih tinggi 80,83% dibandingkan proyeksi laba bersih tahun lalu yakni Rp 240 miliar. Tahun ini perseroan merencanakan belanja alat berat Rp 1,6 triliun.
Rekomendasi: Netral

KAEF: Meresmikan fasilitas produksi rapid test. Rapid test merupakan alat pendeteksi berbagai macam jenis penyakit, mulai dari HIV, sifilis, hepatitis, malaria dan DBD.
Rekomendasi: Netral

RALS: Tahun ini perseroan mengincar pendapatan Rp 8,23 triliun, naik 1%-2% ketimbang proyeksi capaian tahun lalu. Tahun ini perseroan memasang target konservatif karena ingin realistis dengan kondisi pasar.
Rekomendasi: Netral


IPO: PT. Kelola Mina Laut menargetkan pendapatan dua digit usai merampungkan penawaran umum perdana saham pada tahun ini. Masuknya dana IPO diharapkan memperbesar kapasitas produksi perseroan ke depannya. Perseroan menargetkan perolehan dana dari IPO hingga Rp. 1 triliun.

PT. Borneo Olah Sarana Sukses menargetkan perolehan dana dari IPO berkisar Rp. 140 miliar - Rp. 240 miliar. Perseroan akan melepas sebanyak 400 juta saham pada harga pelaksanaan di Rp. 350 - Rp. 600 per sahamnya. Sekitar 60%-70% dana hasil IPO akan digunakan untuk membiayai investasi dan sisanya untuk merestrukturisasi utang perseroan kepada Bank Victoria.

 

Morning Meeting

Morning Note 17 Juli 201817 Jul 2018 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 38,92 poin atau terkoreksi 0,65% setelah di sepanjang sesi perdagangan hampir tidak beranjak dari pelemahannya. Bahkan secara intra day IHSG [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Juli 201816 Jul 2018 08:49

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari kelima perdagangan secara beruntun.. IHSG ditutup naik 36,20 poin atau menguat 0,61% setelah di sepanjang [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Juli 201813 Jul 2018 08:49

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya  untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 14,51 poin atau menguat 0,25% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Juli 201812 Jul 2018 08:55

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 11,60 poin  atau menguat 0,20% dan sekaligus melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga secara beruntun. IHSG ditutup menguat setelah [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Juli 201811 Jul 2018 08:43

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. IHSG ditutup naik 74,39 poin atau menguat 1,28% setelah di sepanjang [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Juli 201810 Jul 2018 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik112,46 poin atau menguat 1,97% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. Sebanyak 281 saham ditutup menguat, 114 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Juli 201809 Jul 2018 09:04

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi di tengah-tengah pergerakn mixed indeks di bursa regional. IHSG ditutup turun 44,42 poin atau terkoreksi –0,77% setelah [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 Juli 201806 Jul 2018 09:04

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 5,69 poin atau menguat tipis 0,10% setelah bergerak sideways dalam range 5.685,75 - 5.739,33. Sebanyak 185 saham ditutup menguat, 211 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 5 Juli 201805 Jul 2018 08:49

IHSG di perdagangan kemarin mampu ditutup menguat setelah di awal perdagangan mengalami tekanan. IHSG ditutup naik 99,70 poin atau menguat 1,77% setelah bergerak sideways dalam range [ ... ]

Read more...
Morning Note 4 Juli 201804 Jul 2018 08:55

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 112,83 poin atau terkoreksi signifikan –1,96%. Sebanyak 343 saham ditutup melemah, 65 saham menguat [ ... ]

Read more...
Morning Note 3 Juli 201803 Jul 2018 08:53

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 52,47 poin atau terkoreksi –0,90% setelah bergerak sideways dalam range 5.746,77 - 5.832,22. Sebanyak 255 saham ditutup melemah, 141 [ ... ]

Read more...
Morning Note 2 Juli 201802 Jul 2018 09:01

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 131,92 poin atau menguat 2,33%. Sebanyak 219 saham ditutup menguat, 181 saham melemah dan 103 saham stagnan. Menguat IHSG tersebut [ ... ]

Read more...
Morning Note 28 Juni 201828 Jun 2018 09:04

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 38,10 poin atau terkoreksi  -0,65% setelah bergerak sideways dalam range 5.787,55 -  5.859,60. Sebanyak 206 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Juni 201827 Jun 2018 08:49

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi setelah bergerak fluktuatif sideways. IHSG ditutup turun 33,43 poin atau terkoreksi –0,57% setelah bergerak dalam range 5.820,75 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Juni 201826 Jun 2018 08:46

HSG di perdagangan kemarin ditutup menguat setelah di empat sesi perdagangan sebelumnya mengalami koreksi. IHSG ditutup naik 37,27 poin atau menguat 0,64% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...