News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 24 Januari 2018

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketujuh perdagangan secara berturut-turut dengan rekor penutupan tertinggi baru untuk hari keenam secara beruntun serta untuk pertama kalinya ditutup di atas level. 6.600. IHSG ditutup naik 134,80 poin atau menguat signifikan 2,07% setelah bergerak dalam range 6.537,08 - 6.635,33. Sebanyak 198 saham ditutup menguat, 157 saham melemah dan 118 saham stagnan. Saham-saham yang menopang penguatan IHSG antara lain UNTR, UNVR, HMSP, ASII, BBRI, BBCA dan GGRM. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih di pasar reguler mencapai Rp. 964 miliar. Menguatnya indeks di bursa Wall Street dan kawasan regional yang dipengaruhi oleh tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri US Government Shutdown menjadisalah satu sentimen pendorong menguatnya IHSG.
 
Indeks di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup melemah tipis –0,02%. Sementara indeks Nasdaq dan Indeks S&P ditutup menguat masing-masing 0,71% dan 0,22% serta masih melanjutkan rekor penutupan tertinggi barunya. Menguatnya indeks Nasdaq dan S&P ditopang oleh kinerja keuangan dari emiten yang mana salah satunya adalah Netflix. Saham Netflix ditutup menguat 9,98% setelah melaporkan telah melampaui target pelanggan baru di Q4-2017. Penguatan saham Netflix diikuti oleh saham teknologi lainnya antara lain Facebook, Apple, Amazon, dan Alphabet. Sementara  indeks Dow melemah tertekan oleh melemahnya saham Johnson&Johnson sebesar –4,26% disebabkan oleh pengeluaran senilai US$ 13,6 miliar yang terkait dengan UU pajak AS yang baru dan keputusan pengadilan tentang hak paten penting obat rheumatoid arthritis. Dari sisi kebijakan pemerintah AS, Presiden Donald Trump awal pekan menyetujui kenaikan tarif impor yang signifikan pada mesin cuci dan panel surya, sebuah langkah yang dikritik oleh Tiongkok, Korea Selatan dan Eropa. Namun kebijakan tersebut mampu mengangkat harga saham emiten yang terkait dengan mesin cuci dan panel surya.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,41%. Melemahnya indeks Nikkei tersebut didorong oleh pergerakan nilai tukar Yen yang menguat terhadap US Dollar paska keputusan Bank Of Japan yang mempertahankan suku bunga acuannya sebesar –0,1%.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi rawan terkoreksi akibat tekanan aksi profit taking paska penguatan signfikan IHSG kemarin. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range  6570/6504 - 6668/6701.

Cermati :

(LPPF) S : 10850, 10625 R: 11200, 11300 CL jika turun dari 10200

(GGRM) S : 83150, 81100 R: 86825, 88450 CL jika turun dari 82000

(EXCL) S : 3060, 3010 R: 3140, 3160 CL jika turun dari 2950

(BRPT) S : 2160, 2110 R: 2250, 2280 CL jika turun dari 2040

(INTP) S : 21400, 21100 R: 21850, 22000 CL jika turun dari 20600

(BBNI) S : 9500, 9350 R: 9725, 9800 CL jika turun dari 9200

(BMRI) S : 8100, 8025 R: 8225, 8250 CL jika turun dari 7625

(KLBF) S : 1710, 1685 R: 1750, 1760 CL jika turun dari 1650

(BBTN) S : 3650, 3620 R: 3710, 3730 CL jika turun dari 3500

(CPIN) S : 3450, 3380 R: 3560, 3590 CL jika turun dari 3300

BERITA EMITEN

GIAA: Berencana menerbitkan obligasi domestik dan global bond dengan target dana sebesar US$ 950 juta. Dari dana tersebut, perseroan akan mengalokasikan sebesar US$ 650 juta untuk membiayai kembali utangnya dan sebesar US$ 250 juta untuk membiayai ekspansi. Obligasi domestik yang diterbitkan ditargetkan sebesar US$ 200 juta dan Global bond ditargetkan sebesar US$ 750 juta.
Tahun ini perseroan akan melanjutkan langkah-langkah efisiensi dan menargetkan bisa melakukan efisiensi dibawah US$ 100 juta. Perseroan juga pada tahun ini menargetkan pendapatan secara konsolidasi sebesar US$ 4,9 miliar di tahun ini, dimana kontribusi pendapatan paling besar masih dari penumpang.
Rekomendasi : Netral

MIKA: Akan menggelar buy back saham sebanyak 5% atau maksimum 727.540.000 unit yang diperkirakan akan membutuhkan dana sebesar Rp. 1,4 triliun. Keputusan buy back tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan usaha perseroan ke depannya dikarenakan perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melakukan aksi buy back tersebut.
Rekomendasi : Netral

PGAS: Kementerian BUMN memastikan PT. Pertamina segera menguasai 56,96% saham seri B Pemerintah RI pada perseroan. Sementara itu skema integrasi antara perseroan dengan PT. Pertamina Gas (Pertagas) masih dalam proses pengkajian, dengan target waktu penentuan pada akhir Q1-2018.
Rekomendasi : Buy

MYOH: Realiasi pemindahan batuan penutup (overburden removal) perseroan telah melampaui target yang ditetapkan perseroan. Hal tersebut sejalan dengan peningkatan volume sebesar 7,4% menjadi 51,6 juta bank cubic meter sepanjang tahun 2017.
Rekomendasi : Netral

PPRE: Mengestimasikan pendapatan konsolidasian untuk periode tahun 2017 melonjak 389% menjadi sebesar Rp. 1,8 triliun. Sebelumnya di tahun 2016, perseroan hanya meraih pendapatan sebesar Rp. 371,2 miliar. Pendapatan civil work memberikan kontribusi sebesar 78% dari total pendapatan di tahun 2017. Untuk laba bersih tahun berjalan diestimasikan sebesar Rp. 240,0 miliar.
Rekomendasi : Buy

WIKA: Penawaran awal obligasi global berdenominasi Rupiah milik perseroan mendapatkan respon positif dari investor global. Dari target dana sebesar Rp. 5,4 triliun, perseroan mendapatkan pesanan hingga Rp. 13,3 triliun atau hampir 2,5 kali lipat. Adapun investor yang memesan komodo bond tersebut berasal dari Asia, Eropa, Inggris dan Amerika Serikat. Obligasi tersebut rencananya akan listing pada akhir Januari 2018.
Rekomendasi : Netral

DOID: Menargetkan produksi batu bara tahun 2018 meningkat 24,37% menjadi 50 juta ton dari realisasi tahun sebelumnya sejumlah 40,2 juta ton. Di sepanjang tahun 2017, perseroan merealisasikan produksi sejumlah 40,2 juta ton. Volume tersebut meningkat 14,53% dari tahun sebelumnya sejumlah 35,1 juta. Untuk memacu produksi batubara tahun 2018, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 200 juta US$ 225 juta yang akan digunakan untuk peremajaan alat berat dan ekspansi.
Northstar dikabarkan akan melepas 3,26 miliar atau setara 38,37% saham perseroan yang saat ini dimiliki melalui Northstar Tambang Persada Ltd. Namun manajemen mengaku belum memiliki informasi terkait rumor tersebut.
Rekomendasi : Netral

BFIN: Akan menerbitkan obligasi senilai Rp. 1 triliun pada Q1-2018 untuk memenuhi kebutuhan pendanaan yakni untuk menopang penyaluran pembiayaan pada tahun 2018. Untuk tahun 2018 perseroan menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 20% dari realisasi di tahun 2017 yang sebesar Rp. 14,3 triliun.
Rekomendasi : Netral

BBTN: Membuka peluang mencari pinjaman luar negeri dari lembaga perbankan asing pada tahun ini. Pinjaman tersebut dalam bentuk valuta asing dengan nilai mencapai US$ 100 juta.
Rekomendasi : Netral

BPFI: Akan menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issuemaksimal melepas 222,27 juta saham atau sekitar 12,32% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan dalam rights issuetersebut ditetapkan Rp 450 per saham.
Rekomendasi: Netral

INTP: Akan mengoperasikan terminal semen di Palembang, Sumatera Selatan pada kuartal I tahun ini. Aset baru tersebut akan memperkuat penjualan semen curah perseroan di wilayah Sumatera.
Rekomendasi: Netral

MEDC: Tengah menuntaskan proses penerbitan obligasi berdenominasi global. Obligasi perseroan kini telah memasuki tahapan penetapan harga dengan kupon sebesar 6,95%.
Rekomendasi: Netral

ISSP: Tahun ini perseroan menargetkan pendapatan bersih bisa tumbuh 20%. Perseroan berharap tahun ini harga bahan baku utama untuk memproduksi pipa yakni baja stabil atau tidak naik terlalu siginifikan.
Rekomendasi: Netral

IPO: PT. Nagasakti Kurnia Textille Mills akan melangsungkan penawaran umum perdana saham pada tahun ini dengan melepas 20%-30% saham ke publik dan mengincar dana hingga sebesar Rp. 100 miliar - Rp. 150 miliar. Dana hasil dari IPO rencananya  sebanyak 20% akan digunakan untuk restrukturisasi utang, 20%-30% untuk belanja modal dan selebihnya akan digunakan untuk rencana akuisisi dua perusahaan.

 

Morning Meeting

Morning Note 23 Februari 201823 Feb 2018 10:17

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 50,34 poin atau melemah -0,76% setelah bergerak dalam range 6.586,31 – 6.646,35. Sebanyak 142 [ ... ]

Read more...
Morning Note 22 Februari 201822 Feb 2018 09:33

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya. IHSG ditutup turun 19,48 poin atau melemah -0,29% setelah bergerak dalam kisaran 6.614,23 – 6.665,90. Sebanyak 157 [ ... ]

Read more...
Morning Note 21 Februari 201821 Feb 2018 11:50

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi setelah di sesi perdagangan sebelumnya mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. IHSG ditutup turun 26,41 poin atau melemah -0.39% [ ... ]

Read more...
Morning Note 20 Februari 201820 Feb 2018 10:06

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat dan sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. IHSG ditutup naik 97,70 poin atau menguat 1,48% setelah bergerak positif di [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Februari 201819 Feb 2018 17:43

IHSG di perdagangan Kamis pekan kemarin sebelum libur Imlek ditutup terkoreksi. IHSG ditutup turun 2,82 poin atau melemah -0,04% setelah bergerak sideways dalam range 6.583,19 – [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Februari 201815 Feb 2018 09:35

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 16,22 poin setelah bergerak sideways dalam range 6.572,49 [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Februari 201814 Feb 2018 13:46

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya dengan ditutup naik 54,72 poin atau menguat 0,84% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.544,67 [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Februari 201813 Feb 2018 09:18

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 17,93 poin atau menguat 0,28% setelah bergerak dalam range 6.498,69 - 6.531,56. Sebanyak 264 saham ditutup menguat, 116 saham melemah dan [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Februari 201812 Feb 2018 09:43

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi mengikuti pelemahan bursa global. IHSG ditutup turun 39,11 poin atau melemah –0,60% setelah tidak beranjak dari zona [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Februari 201809 Feb 2018 10:39

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 9,77 poin atau menguat 0,15% setelah bergerak sideways dalam range 6.519,09 - 6.549,18. Sebanyak 188 saham ditutup menguat, 136 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 8 Februari 201808 Feb 2018 09:44

IHSG  di perdagangan kemarin ditutup menguat mengikuti rebound indeks di bursa Wall Street. IHSG ditutup naik 56,33 poin atau menguat 0,87% setelah di sepanjang sesi perdagangan [ ... ]

Read more...
Morning Note 7 Februari 201807 Feb 2018 09:40

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG di tutup turun 111,13 poin atau melemah -1,69% setelah di sepanjang sesi perdagangan tidak beranjak dari zona koreksi [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 Februari 201806 Feb 2018 10:27

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi setelah bergerak negatif di sepanjang sesi perdagangan. IHSG ditutup turun 39,14 poin atau melemah –0,59% setelah bergerak dalam [ ... ]

Read more...
Morning Note 5 Februari 201805 Feb 2018 09:20

IHSG di perdagangan akhir kemarin ditutup menguat setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. IHSG ditutup naik 30,36 poin atau menguat 0,46% setelah bergerak dalam range [ ... ]

Read more...
Morning Note 2 Februari 201802 Feb 2018 14:32

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi meski di sepanjang sesi perdagangan mayoritas bergerak positif. IHSG ditutup turun 7,17 poin atau melemah –0,11% setelah bergerak [ ... ]

Read more...