News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Notes 29 September 2017

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari keempat perdagangan secara berturut-turut. IHSG ditutup turun 21,98 poin atau melemah –0,38% setelah bergerak dalam range 5.839,59 - 5.866,61. Sebanyak 145 saham ditutup menguat, 149 saham melemah dan 121 saham stagnan. Pelemahan IHSG dipimpin oleh sektor Aneka Industri yang terbebani oleh melemahnya saham ASII, serta melemahnya enam sektor lainnya. Sementara saham-saham sektor Pertambangan ditutup menguat dimana sehari sebelumnya mengalami pelemahan signifikan sebagai akibat wacana harga khusus domestik untuk komoditas batubara. Sektor pertambangan menguat ditopang oleh naiknya harga batubara dan minyak serta sikap menteri ESDM yang menolak harga khusus batubara domestik. Melemahnya IHSG kemarin juga didorong oleh aksi lepas saham investor asing yang mencapai Rp. 567 miliar yang didominasi oleh saham-saham BBRI, ASII dan BBCA. Aksi lepas saham investor asing tersebut dipengaruhi oleh sinyal kenaikan suku bunga The Fed untuk ketiga kalinya pada tahun ini serta rencana reformasi pajak oleh pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.

Indeks saham di bursa AS di perdagangan tadi malam ditutup menguat terbatas. Indeks Dow ditutup menguat 0,18%, Indeks Nasdaq menguat 0,003% dan Indeks S&P menguat 0,12%. Menguatnya indeks tadi malam didorong sikap investor yang mempertimbangkan kerangka kerja reformasi perpajakan pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, yang baru dirilis.  Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan bahwa proposal Trump untuk memotong tarif pajak penghasilan badan menjadi 20% “tidak dapat dinegosiasikan”. Rencana tersebut yang juga memotong pajak untuk kebanyakan warga AS, juga mendapat kritik karena mendukung bisnis dan warga berpenghasilan tinggi serta berpotensi menambah defisit anggaran AS dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana cara rencana tersebut akan diberlakukan. Dari sisi data ekonomi yang dirilis tadi malam, GDP Growth Rate QoQ Final untuk Q2-2017 tercatat naik sebesar 3,1% atau setara dengan konsensus pasar dan diperkirakan akan mengalami perlambatan pada Q3-2017 dikarenakan efek badai Harvey dan Irma. Sedangkan data lainnya yakni Perdagangan Internasional AS, mengalami defisit sebesar US$ 62,9 miliar pada Agustus 2017, lebih rendah dari angka di bulan Juli 2017 yang sebesar US$ 63,9 miliar. Sementara data lainnya yakni Initial Jobless Claims tercatat naik dari 260.000 ke 272.000 (ekspektasi 270.000).

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,23%. Melemahnya indeks Nikkei pagi ini terbebani oleh turunnya harga saham-saham emiten berbasis ekspor sebagai dampak menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.

Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam range 5831/5821 - 5858/5875 dengan kecenderungan kembali rawan terkoreksi khususnya dari aksi lepas saham investor asing serta minimnya sentimen positif.

Cermati :

(MYOR) S : 1900, 1885 R: 1915, 1930 CL jika turun dari 1850

(RALS) S : 855, 820 R: 915, 935 CL jika turun dari 800

(UNTR) S : 30575, 29750 R: 32075, 32725 CL jika turun dari 29500

(TLKM) S : 4700, 4670 R: 4730, 4760 CL jika turun dari 4600

(CTRA) S : 1170, 1150 R: 1210, 1225 CL jika turun dari 1100

(BBCA) S : 19700, 19575 R: 19900, 19975 CL jika turun dari 19200

(TOPS) S : 2210, 2170 R: 2280, 2300 CL jika turun dari 2060

(MEDC) S : 765, 715 R: 845, 870 CL jika turun dari 700

(SSMS) S : 1490, 1465 R: 1540, 1560 CL jika turun dari 1445

(APLN) S : 270, 260 R: 286, 292 CL jika turun dari 260

 

BERITA EMITEN

 

BTPN: Akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 1,5 triliun melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) III tahap II tahun 2017. Surat utang tersebut mendapat peringkat AAA oleh PT Fitch Ratings Indonesia.

Rekomendasi: Netral 

 

PTBA: Merealisasikan investasi sebesar Rp 800 miliar sampai dengan terakhir September 2017, atau sekitar 40% dari target Rp 2 triliun sepanjang 2017. Sebagian besar dana untuk keperluan elektrifikasi dan infrastruktur coal handling facilities.

Rekomendasi: Netral 

 

ACST: Berencana membagikan dividen interim kepada pemegang saham sebesar Rp 30 per saham dari kinerja tahun buku 2017 dengan jumlah saham beredar sebanyak 700 juta lembar. Dengan demikian, dividen interim yang akan dibagikan sekitar Rp 21 miliar pada Oktober 2017.

Rekomendasi: Netral 

 

RIMO: Siap mengakuisisi 225 hektare lahan untuk melancarkan rencana pembangunan proyek baru dengan rencana nilai investasi Rp 200 miliar – Rp 300 miliar. Aksi akuisisi ini berpotensi selesai pada tahun depan.

Rekomendasi: Netral 

 

BRPT: Untuk melancarkan akuisisi aset panas bumi, perseroan mengambil alih saham PT Austindo Nusantara Jaya di Darajat dan Suoh Sekincau. Perseroan telah membeli saham PT Darajat Geothermal Indonesia dan PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau pada 27 September 2017.

Rekomendasi: Netral 

 

BMRI: Siap menandatangani perjanjian kredit sindikasi dua proyek jalan tol, yakni ruas tol Pandaan – Malang dan Manado – Bitung dalam jangka dekat. Dalam kredit sindikasi pada proyek tol Pandaan – Malang, perseroan menjadi joint mandated arranger kredit sindikasi bersama beberapa anggota sindikasi lainnya.

Rekomendasi: Netral 

 

BUMI: Telah menuntaskan proses penjualan saham hasil pembelian kembali kepada investor strategis, Wyoming International Limited sebanyak 473,21 juta saham, pada level harga Rp 350 per saham. Perseroan belum bersedia memberikan komentar terkait rencana penggunaan dana hasil penjualan saham simpanan tersebut.

Rekomendasi: Netral 

 

ISAT: Berharap pertumbuhan penjualan dari pasar korporasi. Skema business to businessdinilai akan memberi kontribusi yang lebih stabil, jika dibandingkan dengan bisnis ritel atau konsumer dengan pelanggan per user.

Rekomendasi: Netral 

 

IPO: PT Trisula Textile Industries dan PT Kioson Komersial Indonesia telah menyelesaikan masa penawaran awal saham perdana. Harga penawaran umum perdana Trisula Textile sebesar Rp 150 per saham, sedangkan Kioson sebesar Rp 300 per saham.

 

 

Morning Meeting

Morning Notes 15 Desember 201715 Dec 2017 10:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat dan sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya serta untuk pertama kalinya menembus level 6.100. IHSG ditutup naik 59,05 poin [ ... ]

Read more...
Morning Notes 14 Desember 201714 Dec 2017 11:37

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 22,23 poin atau menguat 0,37% setelah bergerak sideways dalam range 6.020,11 - 6.054,60. Sebanyak 197 saham ditutup menguat, 145 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Notes 13 Desember 201713 Dec 2017 09:57

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 5,74 poin atau menguat 0,10% setelah bergerak sideways dalam range 6.012,98 - 6.042,00. Sebanyak 141 saham ditutup menguat, 197 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Notes 12 Desember 201712 Dec 2017 15:50

IHSG di perdagangan kemarin akhirnya ditutup terkoreksi meski hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. IHSG ditutup turun 4,32 poin atau melemah –0,07% setelah [ ... ]

Read more...
Morning Notes 8 Desember 201708 Dec 2017 09:53

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 28,67 poin atau melemah –0,48% setelah bergerak dalam range 6.006,84 - 6.039,29. Sebanyak 139 saham ditutup menguat, 186 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Notes 7 Desember 201707 Dec 2017 09:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 35,03 poin atau menguat 0,58% untuk hari ketiga perdagangan secara berturut-turut setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam [ ... ]

Read more...
Morning Notes 6 Desember 201707 Dec 2017 09:22

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 2,28 poin atau menguat tipis 0,04% setelah bergerak fluktuatif dalam range 5.979,48 - 6.026,41. Sebanyak 98 saham ditutup menguat, 252 saham [ ... ]

Read more...
Morning Notes 5 Desember 201705 Dec 2017 08:58

IHSG di perdagangan kemarin ditutup rebound setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. IHSG ditutup naik 46,06 poin atau menguat 0,77% setelah bergerak dalam range 5.994.35 [ ... ]

Read more...
Morning Notes 4 Desember 201704 Dec 2017 10:00

IHSG di perdagangan hari kamis pekan kemarin ditutup melemah signifikan. IHSG di tutup turun 109,23 poin atau melemah –1,80% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah [ ... ]

Read more...
Morning Notes 30 November 201730 Nov 2017 10:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun dari rekor tertingginya. IHSG ditutup turun 9,35 poin atau melemah –0,15% setelah bergerak sideways dalam range 6.045,38 - 6.073,90. [ ... ]

Read more...
Morning Notes 29 November 201729 Nov 2017 18:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 6,13 poin atau menguat 0,10% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak negatif dalam range 6.015,91 - 6.070,72. Penguatan IHSG [ ... ]

Read more...
Morning Notes 28 November 201728 Nov 2017 10:15

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 2,55 poin atau melemah –0,04% setelah bergerak sideways dalam range 6.035,92 - 6.072,49. Sebanyak 151 saham ditutup menguat, 214 saham [ ... ]

Read more...
Morning Notes 27 November 201727 Nov 2017 09:42

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 3,90 poin atau menguat secara terbatas 0,06% setelah bergerak sideways dalam range 6.035,25 - 6.069,85. IHSG meski dibuka menguat [ ... ]

Read more...
Morning Notes 24 November 201727 Nov 2017 09:09

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 6,54 poin atau melemah –0,11% setelah bergerak sideways dalam range 6.056,13 - 6.090,64. Sebanyak 133 saham ditutup menguat, 195 saham [ ... ]

Read more...
Morning Notes 20 November 201727 Nov 2017 09:04

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan penguatannya meski gagal memperbaharui rekor penutupan tertingginya. IHSG ditutup naik 13,82 poin atau menguat 0,23% setelah [ ... ]

Read more...