News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Notes 27 September 2017

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 30,65 poin atau melemah –0,52% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. Sebanyak 94 saham ditutup menguat, 244 saham melemah dan 115 saham stagnan. Meski sempat bergerak positif di awal perdagangan, namun tekanan jual baik dari investor domestik maupun asing mendorong IHSG bergerak melemah. Investor asing tercatat melakukan aksi net sell mencapai Rp. 175 miliar dengan porsi terbesar pada saham-saham BBCA, BMRI, GGRM, UNVR dan ASII. Sentimen eksternal menjadi salah satu penekan pergerakan IHSG yakni meningkatnya ketegangan antara AS dengan Korea Utara.

Indeks saham di bursa AS di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi terbatas. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,05%. Sementara indeks Nasdaq dan S&P ditutup menguat masing-masing 0,15% dan 0,01%. Pergerakan Indeks tadi malam salah satunya dipengaruhi oleh pernyataan terbaru dari ketua The Fed AS, Janet Yellen. Dalam pidatonya di Cleveland, Yellen mengatakan bahwa The Fed perlu untuk melanjutkan kenaikan suku bunga secara bertahap dan akan sangat berhati-hati untuk menahan suku bunga hingga inflasi mencapai target 2%. Apabila The Fed terlalu lama dalam menyesuaikan kebijakan moneter, maka stabilitas finansial bisa terganggu. Sementera itu pejabat The Fed lainnya yakni Gubernur The Fed Atlanta, RaphaelBostic, mengatakan bahwa dirinya menginginkan bukti yang jelsa bahwa inflasi telah meningkat sebelum melakukan kenaikan suku bunga lainnya, namun tidak menutup kemungkinan kenaikan suku bunga satu kali lagi di tahun ini. Paska pidato Yellen tersebut, probabilita kenaikan suku bunga pada Desember 2017 mendatang naik menjadi 78%, menurut alat FedWatch CME Group. Sedangkan dari sisi data ekonomi yang dirilis tadi malam, New Home Sales MoM Agustus 2017 tercatat turun sebesar 3,4% dari 580.000 ke 560.000 (ekspektasi naik sebesar 3,3%) dan CB Consumer ConfidenceSeptember 2017 tercatat turun dari 120,4 ke 119,8 (ekspektasi 120,0). Selain itu, investor juga masih mencermati sentimen terkait konflik antara AS dengan Korea Utara.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,30%. Melemahnya indeks Nikkei pagi ini didorong oleh sikap kehati-hatian investor terhadap sejumlah peristiwa penting di Jepang seperti rencana pemilu cepat di Jepang serta konflik di semenanjung Korea. Selain itu, nilai tukar Yen yang bergerak melemah terhadap US Dollar paska pidato ketua The Fed AS, Janet Yellen, belum mampu menjadi sentimen positif bagi indeks Nikkei.

Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih rawan terkoreksi dengan perkiraan investor asing akan melakukan aksi lepas saham paska pernyataan Janet Yellen yang memberikan sinyal akan kenaikan suku bunga The Fed berikutnya. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range5846/5830 - 5891/5920.

Cermati :

(BBRI) S : 15475, 15400 R: 15675, 15800 CL jika turun dari 15100

(TLKM) S : 4650, 4610 R: 4720, 4750 CL jika turun dari 4540

(CPIN) S : 2720, 2640 R: 2860, 2910 CL jika turun dari 2600

(INTP) S : 19025, 18675 R: 19600, 19800 CL jika turun dari 18400

(TKIM) S : 2050, 1985 R: 2190, 2250 CL jika turun dari 1920

(SCMA) S : 2210, 2150 R: 2310, 2350 CL jika turun dari 2140

(BNGA) S : 1285, 1265 R: 1320, 1330 CL jika turun dari 1225

(MAPI) S : 6900, 6725 R: 7175, 7250 CL jika turun dari 6500

(UNVR) S : 49075, 48800 R: 49700, 50050 CL jika turun dari 48300

BERITA EMITEN

 

BBRI : Memastikan rencana pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:5. Alasan perseroan melakukan stock split adalah untuk meningkatkan likuiditas saham perseroan dan upaya untuk menaikkan posisi kapitalisasi pasar saham perseroan. Rencana tersebut akan dibahas pada RUPSLB pada tanggal 10 Oktober 2017 mendatang.

Rekomendasi : Buy

 

PTPP: Akan melakukan penyertaan modal secara bertahap kepada anak usahanya yakni PT. Pembangunan Perumahan Energi senilai Rp. 745 miliar. Dana penyertaan modal tersebut akan digunakan oleh PP Energi untuk investasi di bidang pembangkit listrik dengan mendirikan perusahaan patungan bernama PT. Meulaboh Power Generation. Perusahaan tersebut dibentuk bersama dengan China Datang Overseas Hongkong Co Ltd dan PT. Sumberdaya Sewatama.

Rekomendasi : Netral

 

BAYU: Menargetkan pendapatan sebesar Rp. 1,9 triliun pada tahun ini atau naik 18% dibanding pendapatan tahun 2016 yang sebesar Rp. 1,61 triliun. Hingga tahun depan, perseroan berencana melakukan ekspansi secara bertahap dimulai dengan pembukaan cabang di Bintaro dan satu waralaba di Kalimantan. Sementara enam cabang lagi akan dibuka pada tahun 2018.

Rekomendasi : Netral

 

MEDC: Mengincar perolehan dana sebesar US$ 150 juta dari aksi penerbitan saham baru dengan HMETD atau rights issue yang disertai dengan penerbitan waran. Saham yang diterbitkan sebanyak-banyaknya 4,45 miliar saham dan 4,45 miliar waran. Dana yang diperoleh dari rights issue tersebut akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang dan atau seluruh utang yang akan jatuh tempo.

Rekomendasi : Netral

 

TOPS: Optimis dapat mencapai target kontrak baru sebesar Rp. 3 triliun hingga akhir tahun 2017. Hingga saat ini perseroan telah meraih kontrak baru senilai Rp. 1,95 triliun yang berasal dari sejumlah proyek properti di berbagai daerah di Indonesia.

Rekomendasi : Netral

 

UNTR: Menargetkan pertumbuhan produksi batubara pada tahun ini sebesar 5% dibanding tahun 2016. Anak usaha perseroan yang memproduksi batubara yakni PT. Pamapersada Nusantara mencatatkan kenaikan volume produksi di Agustus 2017 sebesar 6% sehingga secara tahunan volume produksi tersebut meningkat 1%.

Rekomendasi : Netral

 

IPO: PT. Kapuas Prima Coal Tbk akan menawarkan saham perdana di kisaran harga Rp. 120 - Rp. 170 dengan melepas sebanyak-banyaknya 550 juta saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp. 100. IPO tersebut ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan perseroan dimana sekitar 80% dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal dan 20% untuk modal kerja.

 

 

Morning Meeting

Morning Notes 17 November 201717 Nov 2017 10:26

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat setelah selama enam hari perdagangan secara berturut-turut mengalami koreksi. IHSG ditutup naik 65,60 poin atau menguat 1,10% dan secara [ ... ]

Read more...
Morning Notes 16 November 201716 Nov 2017 10:09

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup terkoreksi untuk hari keenam perdagangan secara berturut-turut dan merupakan koreksi terpanjang sejak Januari 2017. IHSG ditutup turun [ ... ]

Read more...
Morning Notes 15 November 201715 Nov 2017 11:36

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup terkoreksi untuk hari kelima perdagangan secara berturut-turut dan meninggalkan level 6.000. IHSG ditutup turun 33,16 poin atau melemah [ ... ]

Read more...
Morning Notes 14 November 201715 Nov 2017 11:36

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup terkoreksi untuk hari keempat perdagangan secara berturut-turut. IHSG ditutup turun 0,37 poin atau melemah tipis –0,01% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Notes 13 November 201713 Nov 2017 09:14

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari ketiga perdagangan secara berturut-turut. IHSG ditutup turun 20,63 poin atau melemah –0,34% [ ... ]

Read more...
Morning Notes 10 November 201710 Nov 2017 09:38

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup terkoreksi meski mayoritas bergerak positif. IHSG ditutup turun 6,89 poin atau melemah –0,11% setelah bergerak sideways  dalam [ ... ]

Read more...
Morning Notes 9 November 201710 Nov 2017 09:28

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 11,07 poin atau melemah –0,18% setelah bergerak dalam range 6.033,55 - 6.069,76, dan bahkan sempat terkoreksi sebesar –0,44% [ ... ]

Read more...
Morning Notes 8 November 201708 Nov 2017 10:01

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya dan kembali mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. IHSG ditutup naik 9,63 poin atau menguat 0,16% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Notes 7 November 201708 Nov 2017 09:55

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat dan kembali mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. IHGS ditutup naik 11,28 poin atau menguat 0,19% setelah bergerak sideways dalam [ ... ]

Read more...
Morning Notes 6 November 201706 Nov 2017 09:36

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat dan mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya meski hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. IHSG ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Notes 3 November 201703 Nov 2017 09:18

IHSG di perdagangan kemarin ditutup terkoreksi setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dan secara intra day sempat mencapai level tertinggi barunya di level [ ... ]

Read more...
Morning Notes 2 November 201702 Nov 2017 09:30

IHSG di perdagangan kemarin di perdagangan kemarin ditutup menguat dan sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertingginya sepanjang masa. IHSG ditutup naik 32,36 poin atau menguat [ ... ]

Read more...
Morning Notes 1 November 201701 Nov 2017 09:32

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 31,71 poin atau menguat 0,53% dan kembali ke atas level 6.000 setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range 5.989,86 [ ... ]

Read more...
Morning Notes 31 Oktober 201701 Nov 2017 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 1,20 poin atau melemah –0,02% setelah bergerak sideways dalam range 5.969,21 - 6.008,63. IHSG bahkan bergerak di zona positif hampir [ ... ]

Read more...
Morning Notes 30 Oktober 201730 Oct 2017 09:10

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 20,57 poin atau melemah –0,34% setelah bergerak sideways dalam range 5.969,78 - 6.020,29. [ ... ]

Read more...