News:
Perhatian| PT. EQUITY SECURITIES INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Veny |

Morning Notes 5 Juli 2017

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 44,87 atau terkoreksi –0,76% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.858,61 - 5.896,37. Sektor Infrastruktur dan Konsumen memimpin pelemahan IHSG, sementara sektor Properti dan Aneka Industri ditutup menguat. Melemahnya IHSG didorong oleh aksi lepas saham yang dilakukan oleh investor asing paska rekor tertinggi IHSG di perdagangan sebelumnya. Aksi net sell investor asing kemarin mencapai Rp. 720 miliar. Sejumlah saham unggulan menjadi sasaran jual investor asing yakni antara lain BBRI, TLKM, BBNI, ASII, INDF dan SMGR. Selain itu, pergerakan negatif indeks di bursa global juga turut menjadi penekan pergerakan IHSG.

Bursa Wall Street tidak melakukan aktivitas perdagangan tadi malam dikarenakan libur nasional hari kemerdekaan AS. Untuk perdagangan nanti malam, pelaku pasar di bursa Wall Street diperkirakan akan mencermati rilis risalah rapat The Fed periode Juni 2017 untuk mencari petunjuk mengenai rencana The Fed untuk kenaikan suku bunga acuan berikutnya serta pandangan-pandangan The Fed AS terhadap perkembangan ekonomi AS dan global dan arah kebijakan-kebijakan moneter lainnya dari The Fed. Selain itu pelaku pasar juga diperkirakan akan mencermati pergerakan harga minyak dunia.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah tipis –0,09%. Melemahnya indeks Nikkei pagi ini dipicu oleh pergerakan nilai tukar Yen yang cenderung menguat terhadap US Dollar serta kekhawatiran investor terhadap ketegangan geopolitik di kawasan Asia Timur paska uji coba peluncuran rudal antar benua yang dilakukan oleh Korea Utara.

Untuk perdagangan di bursa domestik, IHSG diperkirakan masih berpotensi rawan akan tekanan jual serta berpotensi dipengaruhi oleh sentimen eksternal seperti ketegangan geopolitik di kawasan Asia Timur. Sentimen positif berpotensi datang dari pergerakan positif sejumlah harga komoditas. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range5851/5836 - 5888/5911.

Cermati :

(ADHI) S : 2140, 2120 R: 2190, 2210 CL jika turun dari 2000

(JSMR) S : 5400, 5325 R: 5525, 5575 CL jika turun dari 5150

(BBTN) S : 2600, 2560 R: 2670, 2690 CL jika turun dari 2470

(BJBR) S : 2180, 2130 R: 2300, 2360 CL jika turun dari 2100

(INDF) S : 8700, 8625 R: 8775, 8850 CL jika turun dari 8400

(MAIN) S : 1110, 1085 R: 1135, 1160 CL jika turun dari 1060

(UNVR) S : 48600, 48475 R: 49000, 49250 CL jika turun dari 47700

(ACES) S : 1020, 990 R: 1065, 1080 CL jika turun dari 965

(AKRA) S : 6200, 6125 R: 6475, 6650 CL jika turun dari 6000

(INKP) S : 2380, 2350 R: 2470, 2520 CL jika turun dari 2250

 

BERITA EMITEN

 

ELTY: Mengantongi perolehan yang positif dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,68 triliun di tahun 2016 yang lalu. Pendapatan perseroan naik sebesar 20,9% jika dibandingkan dengan pendapatan emiten di tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp 1,39 triliun. Di tahun 2016 perseroan masih mengalami kerugian sebesar Rp 547 miliar. Kerugian ini menurun jika dibandingkan dengan kerugian perseroan di tahun 2015 yakni sebesar Rp 724 miliar.

Rekomendasi: Netral

 

PPRO: Hingga pertengahan tahun ini perseroan mampu meraih pendapatan pra penjualan Rp 1,4 triliun. Dengan pendapatan pra penjualan ini, maka perseroan telah mengantongi 45% dari target yang dibidik tahun ini yang sebesar Rp 3,1 triliun. Target tersebut tumbuh 20% dari pra penjualan tahun lalu. 

Pada semester pertama yang lalu, perseroan baru menggunakan belanja modal sebesar Rp 500 miliar. Oleh karena itu, belanja modal akan banyak digunakan oleh perseroan ini di semester kedua yang akan datang. Di tahun ini, perusahaan mengalokasikan belanja modal sebanyak Rp 1,9 triliun sampai Rp 2 triliun. 

Rekomendasi: Netral

 

MABA: Telah menandangani perjanjian pendahuluan pada 22 Juni 2017 untuk melaksanakan jual beli saham maksimal 98,33% dari seluruh saham yang dikeluarkan dalam PT Anugerah Berkah Madani. Rencana pengambilalihan saham tersebut agar perseroan bisa melaksanakan kegiatan usaha antara lain usaha pembangunan dengan demikian bertindak selaku pengembang yang meliputi perencana, pelaksana dan pemborong pada umumnya.

Rekomendasi: Netral

 

TAMU: Alami penurunan pendapatan menjadi US$12,76 juta hingga periode 31 Desember 2016 dibandingkan pendapatan US$25,10 juta yang diraih periode sama tahun sebelumnya. Rugi sebelum pajak tercatat sebesar US$7,33 juta usai meraih laba sebelum pajak US$4,54 juta di periode tahun sebelumnya. Rugi tahun berjalan tercatat sebesar US$6,80 juta usai meraih laba sebesar US$4,70 juta di periode hingga 31 Desember 2015.

Rekomendasi: Netral

 

DKFT: Menandatangani perjanjian jual beli feronikel. Perjanjian jual beli produk smelter tersebut terjadi pada 23 Juni 2017, dimana PT COR Industri Indonesia (CORII) bertindak sebagai pihak penjual.

Rekomendasi: Netral

 

SMBR: Menargetkan peningkatkan produksi pada semester II/2017 sebanyak 550.000 ton dari pabrik baru Baturaja II yang telah beroperasi pada Mei 2017. Pabrik yang menghabiskan investasi sebesar Rp3,4 triliun tersebut akan mengerek kapasitas produksi Semen Baturaja menjadi 3,85 juta ton atau naik 92,5% dari saat ini sebesar 2 juta ton semen per tahun. Dengan beroperasinya pabrik baru ini, artinya peluang merajai pasar Sumatera Bagian Selatan semakin terbuka yakni meliputi Sumsel, Bangka Belitung, Lampung, Jambi dan Bengkulu.

Rekomendasi: Netral

 

TLKM: Tengah memproses untuk mengakuisisi sekitar lima perusahaan tahun ini. Sejumlah perusahaan yang dibidik berasal dari sektor information and communication technologytermasuk bisnis digital.

Rekomendasi: Netral

 

GOLL: Berencana menjaminkan aset guna pengembangan bisnis perseroan tahun ini. Meski demikian,perseroan belum menentukan jumlah pinjaman dan penjajakan bank.

Belanja modal perseroan tahun ini diperkirakan sekitar Rp 150 miliar, yang terdiri atas pengembangan tanaman sebesar Rp 115 miliar dan pengembangan non-tanaman seperti pembangunan infrastruktur sebesar Rp 35 miliar. Dana investasi akan didapat dari kas internal dan juga pinjaman perbankan.

Rekomendasi: Netral

 

JSMR: Akan meluncurkan kontrak investasi kolektif berbasis pendapatan masa mendatang senilai Rp 2 triliun bulan ini. Surat berharga ini akan dilepas dengan perkiraan tingkat pengembalian investasi sekitar 8-9% per tahun.

Rekomendasi: Netral

 

DUTA: Berencana ekspansi 20-30 gerai baru hingga akhir tahun ini. Perseroan menyiapkan dana mencapai Rp 30 miliar untuk ekspansi tersebut sekaligus renovasi gerai yang sudah ada.

Rekomendasi: Netral

 

ACST: Mendapatkan pinjaman senilai Rp 600 miliar dari induk usahanya, PT United Tractors Tbk. Perseroan membutuhkan tambahan dana untuk mendukung pelaksanaan proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur.

Rekomendasi: Netral

 

UNTR: Dua anak usaha perseroan, yakni PT Unitra Persada Energia dan PT Bhumi Jati Power, menandatangani dokumen pengambilan saham senilai US$ 210 juta. Hal ini untuk membantu pengembangan dan pengoperasian ultra supercritical power generating unitsberkapasitas 2 x 1.000 MW dengan skema Build Operate Transfer.

Rekomendasi: Netral

 

BALI: Menjaminkan aset anak usahanya, PT Paramitra Intimega dengan nilai total mencapai Rp 53,25 miliar. Dana hasil penerbitan surat utang berjangka waktu menengah tersebut untuk memenuhi kebutuhan belanja modal dan modal kerja.

Rekomendasi: Netral

Morning Meeting

Morning Notes 12 Juli 201709 Aug 2017 11:23

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 1,82 poin atau menguat terbatas 0,03% setelah bergerak sidewaysterbatas dalam range5.765,36 - 5.784,08. Penguatan IHSG ditopang oleh empat [ ... ]

Read more...
Morning Notes 11 Juli 201708 Aug 2017 14:20

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 43,29 poin atau melemah –0,74%. Sebanyak sembilan sektor yang dipimpin oleh sektor Properti, ditutup melemah. Masih kuatnya tekanan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 10 Juli 201708 Aug 2017 14:17

 IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 34,78 poin atau melemah –0,60% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. Sebanyak sembilan sektor [ ... ]

Read more...
Morning Notes 7 Juli 201708 Aug 2017 14:12

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 24,52 poin atau menguat 0,42% setelah bergerak sidewaysdalam range5.817,39—5.852,34. Sebanyak 8 sektor menopang penguatan IHSG yang [ ... ]

Read more...
Morning Notes 6 Juli 201708 Aug 2017 14:08

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup melemah yakni sebesar 40,31 poin atau –0,69%. IHSG sempat bergerak positif di awal perdagangan dan selanjutnya bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Notes 5 Juli 201708 Aug 2017 13:59

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 44,87 atau terkoreksi –0,76% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.858,61 - 5.896,37. Sektor Infrastruktur [ ... ]

Read more...
Morning Notes 4 Juli 201707 Aug 2017 11:31

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 80,53 poin atau menguat 1,38% dan sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya, setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Notes 3 Juli 201707 Aug 2017 10:12

IHSG di perdagangan hari Kamis, 22 Juli 2017 sebelum libur Lebaran, kembali ditutup menguat. IHSG ditutup naik 11,16 poin atau menguat terbatas 0,19% dan sekaligus kembali mencatatkan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 22 Juni 201707 Aug 2017 10:05

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 26,65 poin atau menguat 0,46% dan sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya sepanjang masa. IHSG sempat mengalami tekanan di [ ... ]

Read more...
Other Articles