News:
Perhatian| PT. EQUITY SECURITIES INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Veny |

Morning Notes 15 Juni 2017

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat untuk hari ketiga perdagangan secara berturut-turut setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan. IHSG ditutup naik 85,25 poin atau menguat 1,49% dan mencatatkan rekor penutupan tertinggi baru sepanjang masa. Sektor Aneka Industri, Properti dan Pertambangan memimpin penguatan IHSG. Saham-saham unggulan seperti GGRM, UNVR, UNTR, BBRI dan ASII, memimpin penguatan IHSG. Namun meski IHSG ditutup menguat, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih mencapai Rp. 207 miliar. Saham-saham unggulan yang terkena aksi jual asing antara lain INDF, BBRI, LPPF dan UNTR. Sementara saham-saham yang marak dibeli oleh investor asing yakni GGRM, TLKM, SMGR, UNVR dan ASII. Meredanya tekanan jual di bursa AS yang mendorong indeksnya menguat, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed AS serta sentimen rating Moody’s terhadap perbankan domestik, menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG kemarin.

Indeks saham di bursa AS diperdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup menguat 0,22%. Sementara indeks Nasdaq dan S&P ditutup terkoreksi masing-masing –0,41% dan –0,10%. Penutupan bervariasi indeks tadi malam dipengaruhi oleh naiknya suku bunga acuan The Fed AS dan kekhawatiran investor terhadap laju pertumbuhan ekonomi AS. The Fed AS memutuskan menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 25 bps dari 1% ke 1,25% seraya mengacu pada berlanjutnya pertumbuhan ekonomi dan kekuatan pasar AS. The Fed juga menyatakan akan mulai mengurangi kepemilikan obligasi dan surat berharga lainnya pada tahun ini. The Fed memaparkan garis besar awal mengenai rencananya untuk mengurangi portofolio obligasi senilai US$ 4,2 triliun yang sebagian besar dibeli paska krisis keuangan tahun 2007 - 2009. Namun pelaku pasar mengkhawatirkan akan laju pertumbuhan ekonomi menyusul data inflasi AS yang lebih lemah dari ekspektasi. Dan kekhawatiran tersebut tercermin dari anjloknya saham-saham sektor teknologi yang sempat mendorong indeks Nasdaq terkoreksi hampir –1% secara intra day. Sementara indeks Dow mampu menguat ditopang oleh saham sektor keuangan yang diuntungkan oleh naiknya suku bunga. Selain saham teknologi, saham energi juga turut menekan indeks setelah melemahnya harga minyak paska International Energy Agency (IEA) mengumumkan data pasokan minyak yang melimpah. Dari sisi data ekonomi periode Mei 2017 yang dirils tadi malam menghasilkan data yang lebih lemah dari ekspektasi. Inflation Rate MoM tercatat sebesar 1,9% (ekspektasi 2%) ; Core Inflation Rate secara YoYsebesar 1,7% (ekspektasi 1,9%) dan Retail Sales MoM tercatat turun sebesar 0,3% (ekspektasi naik 0,1%).

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,34%. Melemahnya indeks Nikkei pagi ini didorong oleh menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar paska naiknya suku bunga acuan The Fed AS. Selain itu juga turut dipengaruhi oleh melemahnya harga minyak dunia dan kekhawatiran investor di bursa AS terhadap laju pertumbuhan ekonomi AS paska naiknya suku bunga The Fed serta lemahnya data inflasi AS.

Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sidewaysdengan kecenderungan rawan akan aksi profit taking. Naiknya suku bunga The Fed serta lemahnya harga minyak diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan IHSG. Selain itu, pelaku pasar juga diperkirakan menunggu data Neraca Perdagangan Indonesia dan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range5735/5678 - 5820/5848. Cermati :

(BBRI) S : 14600, 14350 R: 14975, 15100 CL jika turun dari 14000

(PTBA) S : 11275, 11000 R: 11775, 12000 CL jika turun dari 10900

(WIKA) S : 2210, 2160 R: 2300, 2340 CL jika turun dari 2100

(BMRI) S : 12350, 12200 R: 12600, 12700 CL jika turun dari 11850

(INDF) S : 8450, 8375 R: 8600, 8650 CL jika turun dari 8000

(INTP) S : 17900, 17675 R: 18275, 18400 CL jika turun dari 17200

(ADHI) S : 2200, 2150 R: 2290, 2320 CL jika turun dari 2100

(BBNI) S : 6450, 6400 R: 6525, 6550 CL jika turun dari 6100

(BSDE) S : 1810, 1780 R: 1855, 1870 CL jika turun dari 1700

(UNVR) S : 48050, 47625 R: 48725, 48950 CL jika turun dari 46000

 

BERITA EMITEN

 

KLBF: Menjajaki akuisisi perusahaan pemilik brand atau pembentukan perusahaan patungan dengan calon mitra strategis di sejumlah negara kawasan Asean. Negara yang menjadi incaran perseroan terkait rencana ekspansi itu antara lain Filipina, Vietnam, dan Myanmar.

Tahun ini perseroan memperkirakan pertumbuhan penjualan pada kuartal kedua tahun ini mendekati target 8%-10%. Optimisme itu tumbuh akibat momentum Ramadan yang mengerek volume dan nilai penjualan.

Rekomendasi: Netral

 

SOCI: Perseroan dikabarkan menunda penerbitan obligasi global US$ 300 juta. Kondisi pasar global yang masih bergejolak menjadi alasan penundaan tersebut.

Rekomendasi: Netral

 

FREN: Menyatakan akan melunasi  obligasi perseroan senilai Rp 600 miliar yang akan jatuh tempo pada bulan ini dengan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi wajib konversi. Perseroan mengalokasikan tahun ini untuk belanja modal sebesar US$ 150 juta yang akan digunakan untuk migrasi jaringan, menambah kapasitas dan memperbaiki kualitas jaringan.

Rekomendasi: Netral

 

ADMG: Tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal sebesar US$ 15 juta pada tahun ini untuk ekspansi pabrik, seperti penambahan kapasitas terpasang pabrik yang sudah ada. Selain itu, belanja modal tersebut juga akan digunakan untuk meningkatkan efisiensi pabrik antara lain pemasangan absorption chillers.

Rekomendasi: Netral

 

GPRA: Akan menambah dua proyek baru pada tahun ini dan menyelesaikan negosiasi penambahan cadangan lahan di area Sentul, Bogor. Kedua proyek baru tersebut yakni proyek mix used The Crown di Cengkareng, Jakarta Barat, dan proyek Bukit Cimanggu City di Bogor, Jawa Barat.

Rekomendasi: Netral

 

MYOR: Menargetkan laba bersih sebesar Rp 1,53 triliun pada akhir 2017 atau naik 10% dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 1,39 triliun. Adapun penjualan ditargetkan naik 9,59% menjadi Rp 20,11 triliun dari Rp 18,35 triliun.

Tahun ini menganggarkan belanja modal senilai Rp 700 miliar hingga Rp 1 triliun. Sumber dana belanja modal berasal dari kas internal dan utang bank, dimana dipergunakan paling besar untuk pengembangan pabrik.

Rekomendasi: Netral

 

META: Tengah menjajaki kemitraan dengan satu sampai dua perusahaan asing untuk menggarap proyek pengolahan air bersih. Perseroan dan mitra strategis tersebut membidik lelang sejumlah proyek pemerintah.

Rekomendasi: Netral

 

OKAS: Berencana mengkaji strategi untuk menambah modal, antara lain tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Dalam kajian saat ini, perseroan memproyeksikan rencana penambahan modal akan dilakukan pada 2018.

Rekomendasi: Netral

 

EMDE: Menyiapkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 500 miliar untuk mendanai dua proyek yang akan selesai tahun depan. Sebesar Rp 275 – 300 miliar atau setara 55%-60% berasal dari pinjaman PT Bank Tabungan Negara Tbk.

Rekomendasi: Netral

 

KBLI: Akan mengakuisisi 60% saham PT Langgeng Bajapratama dari PT Gajah Tunggal Prakarsa. Melalui akuisisi ini, perseroan berniat memperkuat bisnis kabel.

Rekomendasi: Netral

 

KPIG: Perseroan berencana menambah modal tanpa memesan efek terlebih dahulu atau private placement.Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 516,84 juta saham, atau setara 7,5% dari saham yang telah ditempatkan per 31 Desember 2016.

Rekomendasi: Netral

Morning Meeting

Morning Notes 12 Juli 201709 Aug 2017 11:23

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 1,82 poin atau menguat terbatas 0,03% setelah bergerak sidewaysterbatas dalam range5.765,36 - 5.784,08. Penguatan IHSG ditopang oleh empat [ ... ]

Read more...
Morning Notes 11 Juli 201708 Aug 2017 14:20

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 43,29 poin atau melemah –0,74%. Sebanyak sembilan sektor yang dipimpin oleh sektor Properti, ditutup melemah. Masih kuatnya tekanan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 10 Juli 201708 Aug 2017 14:17

 IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 34,78 poin atau melemah –0,60% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. Sebanyak sembilan sektor [ ... ]

Read more...
Morning Notes 7 Juli 201708 Aug 2017 14:12

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 24,52 poin atau menguat 0,42% setelah bergerak sidewaysdalam range5.817,39—5.852,34. Sebanyak 8 sektor menopang penguatan IHSG yang [ ... ]

Read more...
Morning Notes 6 Juli 201708 Aug 2017 14:08

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup melemah yakni sebesar 40,31 poin atau –0,69%. IHSG sempat bergerak positif di awal perdagangan dan selanjutnya bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Notes 5 Juli 201708 Aug 2017 13:59

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 44,87 atau terkoreksi –0,76% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.858,61 - 5.896,37. Sektor Infrastruktur [ ... ]

Read more...
Morning Notes 4 Juli 201707 Aug 2017 11:31

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 80,53 poin atau menguat 1,38% dan sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya, setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Notes 3 Juli 201707 Aug 2017 10:12

IHSG di perdagangan hari Kamis, 22 Juli 2017 sebelum libur Lebaran, kembali ditutup menguat. IHSG ditutup naik 11,16 poin atau menguat terbatas 0,19% dan sekaligus kembali mencatatkan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 22 Juni 201707 Aug 2017 10:05

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 26,65 poin atau menguat 0,46% dan sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya sepanjang masa. IHSG sempat mengalami tekanan di [ ... ]

Read more...
Other Articles