News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Notes 14 Juni 2017

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup menguat. IHSG ditutup naik 16,21 poin atau menguat 0,28% setelah di sepanjang perdagangan bergerak di zona positif. Menguatnya beberapa saham unggulan UNVR, UNTR, BBCA dan ASII, berkontribusi terhadap penguatan IHSG. Investor asing tercatat banyak melakukan aksi beli pada saham-saham seperti TLKM, CPIN, ASII, BBTN, UNTR dan UNVR. Sementara saham-saham yang mengalami aksi jual investor asing antara lain saham BBRI, HMSP, BBNI, INDF dan ICBP. Pergerakan IHSG kemarin cenderung flat yang dipengaruhi oleh sikap wait & see terhadap pertemuan The Fed AS. Secara keseluruhan, investor asing melakukan aksi jual bersih mencapai Rp. 116,88 Miliar.

Indeks saham di bursa AS di perdagangan tadi malam ditutup menguat dengan indeks Dow dan indeks S&P mencatatkan rekor tertinggi barunya di saat The Fed AS memulai pertemuan dua harinya untuk membahas kebijakan-kebijakannya. Indeks Dow ditutup menguat 0,44%, Indeks Nasdaq menguat 0,73% dan Indeks S&P menguat 0,45%. Menguatnya indeks tadi malam terbantu oleh pulihnya saham-saham teknologi dari tekanan jual selama dua hari perdagangan secara berturut-turut. Sentimen lainnya datang dari  ekspektasi pasar terhadap rencana kenaikan suku bunga The Fed AS, turut menopang penguatan indeks. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada bulan ini mencapai 99,6% menurut alat FedWatch CME Group. Pelaku pasar juga diperkirakan akan mencermati dengan seksama petunjuk tentang bagaimana The Fed berencana untuk melepaskan neracanya yang sebesar US$ 4,5 triliun. Selain itu, saham sektor finansial yang diuntungkan oleh kenaikan suku bunga juga menopang penguatan indeks setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana untuk memperbaiki kerangka peraturan keuangan negara. Sementara itu data ekonomi AS yang dirilis tadi malam menghasilkan data yang sesuai dengan ekspektasi. Indeks Harga Produsen (PPI) untuk permintaan akhir di bulan Mei secara MoMberada di level 0% atau tidak berubah dan secara YoYberada di level 2,4%.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,38%. Menguatnya indeks di bursa AS di perdagangan tadi malam menjadi sentimen positif bagi indeks Nikkei pagi ini di tengah-tengah nilai tukar Yen yang bergerak menguat terhadap US Dollar.

 

Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi untuk kembali menguat dimana berpotensi dipengaruhi oleh menguatnya indeks di bursa AS dan kawasan regional serta sentimen domestik terkait lembaga Moody’s Investors Serviceyang menaikkan outlook perbankan domestik dari stabil menjadi positif. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range5695/5683 - 5717/5727.

Cermati :

(WSKT) S : 2210, 2180 R: 2250, 2280 CL jika turun dari 2120

(BBCA) S : 17750, 17625 R: 17975, 18075 CL jika turun dari 13200

(LPPF) S : 14525, 14375 R: 14750, 14825 CL jika turun dari 139000

(ASII) S : 8725, 8625 R: 8850, 8950CL jika turun dari 8300

(SSMS) S : 1620, 1595 R: 1675, 1700 CL jika turun dari 1560

(TLKM) S : 4340, 4310 R: 4370, 4400 CL jika turun dari 4150

(SMRA) S : 1245, 1215 R: 1275, 1305 CL jika turun dari 1140

(MIKA) S : 1970, 1945 R: 2030, 2060 CL jika turun dari 1820

(INKP) S : 2400, 2320 R: 2530, 2570 CL jika turun dari 2270

(CEKA) S : 1525, 1500 R: 1580, 1605 CL jika turun dari 1380

 

BERITA EMITEN

 

JPFA: Kembali menerbitkan obligasi global senilai US$100 juta dengan kupon 5,5%. Perseroan telah menandatangani perjanjian dengan Credit Suisse (Singapore) Limited dalam penjualan surat utang perusahaan tersebut senilai US$ 100 juta. 

Rekomendasi: Netral

 

PTPP: Ikut andil dalam pembagian bingkisan sebanyak 200.000 paket untuk didistribusikan di 100 masjid di Jabodetabek.Pembagian bingkisan ramadhan ini dilaksanakan oleh 14 BUMN,dimana lokasi pembagian bingkisan tersebut berada di wilayah Jabodetabek melalui masjid-masjid yang telah disurvey dan ditentukan oleh Kementerian BUMN bersama dengan 14 BUMN.

Rekomendasi: Netral

 

BBTN: Telah menyelesaikan persiapan integrasi Automatic Teller Machine (ATM) milik Bank Himbara (Himpunan Bank-Bank Milik Negara), yaitu Bank BTN, Mandiri, BRI dan BNI.Implementasi secara meluas dari ATM Himbara ini nantinya akan dapat dirasakan oleh masyarakat di awal tahun 2018 mengingat pihak Himbara sudah meminta perijinan Bank Indonesia (BI).

Rekomendasi: Netral

 

APEX: Meraih pendapatan sebesar US$ 105,17 juta hingga periode 31 Desember 2016 turun tajam dibandingkan pendapatan US$ 246,28 juta di periode sama tahun sebelumnya. Rugi yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$ 19,04 juta usai meraih laba US$ 20,15 juta di tahun sebelumnya.

Rekomendasi: Netral

 

BOGA: Kinerja perseroan pada kuartal dua tahun ini diperkirakan mencapai target 15%-20%. Meski selama kuartal pertama tahun ini, kinerja perseroan kurang meyakinkan, perbaikan sudah terlihat sejak memasuki kuartal kedua, karena terbantu momentum Ramadan.

Rekomendasi: Netral

 

JSMR: Sebagian besar utang senilai Rp1 triliun dari Bank Syariah Mandiri (BSM) untuk menambah belanja modal. Kedepannya, perseroan akan menggunakan sebagian dana tersebut untuk dimanfaatkan untuk  pembebasan tanah, investasi ke anak perusahaan sampai untuk keperluan pengeluaran lainnya.

Rekomendasi: Netral

 

MYOH: Menargetkan bisa menghasilkan volume batuan penutup sebesar 50,7 juta bank cubic meter, atau meningkat 2,7 juta bank cubic meterpada tahun ini. Peningkatan volume tersebut merupakan hasil kontrak baru perseroan dengan salah satu anak usaha PT Bayan Resources Tbk.

Rekomendasi: Netral

 

ITMG: Perseroan masih berhati-hati dalam ekspansi meski  harga batubara mulai pulih dengan baru menyerap 9% dari total belanja modal tahun ini yang mencapai US$ 60,3 juta, atau sekitar Rp 800 miliar. Perseroan baru menggunakan belanja modal tersebut untuk membeli peralatan dan mesin.

Rekomendasi: Netral

 

ANJT: Hingga akhir April 2017, produksi crude palm oil perseroan meningkat 25%. Perseroan optimis bisnis tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu yang dikarenakan meredanya efek El Nino yang sempat menghantam kinerja perseroan.

Rekomendasi: Netral

 

ADRO: Membuka peluang ke PT Perusahaan Listrik Negara untuk mengakuisisi lahan tambang batubara mulut tambang miliknya di Kalimantan Timur. Langkah ini sebagai bentuk kerjasama kedua perusahaan dalam proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap mulut tambang.

Rekomendasi: Netral

 

ULTJ: Akan meminta persetujuan pemegang saham pada 22 Juni 2017 mendatang di kantor perseroan di Bandung untuk melakukan pemecahan nominal saham atau stock split. Perseroan berniat mengusulkan rasio 1:4 untuk pemecahan nominal saham dalam RUPS Luar Biasa tersebut dimana perseroan belum mempunyai rencana tindakan korporasi lainnya setelah dilaksanakannya tindakan stock split.

Rekomendasi: Netral

 

MDRN: Untuk periode kuartal pertama tahun ini, pendapatan perseroan menyusut 37% year on year(yoy) jadi Rp 138,62 miliar dari sebelumnya Rp 220,66 miliar. Hal tersebut menyebabkan perseroan harus menanggung kerugian hingga Rp 447,93 miliar dimana kuartal I 2016 masih mencatat laba bersih Rp 21,31 miliar.

Rekomendasi: Netral

 

BUMI: Tenggat waktu yang dimiliki perseroan untuk bisa mengeksekusi rencana penerbitan saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) tersisa 17 hari lagi. Hal ini apabila hingga akhir bulan ini perseroan belum mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan, perseroan harus mengajukan izin baru mengingat laporan keuangan yang dijadikan acuan adalah Desember 2016.

Rekomendasi: Netral

 

PSAB: Melalui anak usahanya,  PT J Resources Nusantara, menerbitkan surat utang jangka menengah senilai Rp 500 miliar. Surat utang baru tersebut memiliki jangka waktu selama 36 bulan.

Rekomendasi: Netral

 

IPO:

Penawaran umum perdana saham PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan kelebihan permintaan kepada investor institusi hingga 1,15 kali. PT Hartadinata Abadi Tbk tengah menarik minat investor asing untuk membeli saham perseroan saat pelaksanaan penawaran umum perdana saham. Investor asing tersebut berasal dari perusahaan institusi di sektor jasa keuangan, termasuk asuransi dan dana pensiun yang berada di Malaysia dan Singapura.

PT Kirana Megatara telah menyelesaikan penawaran awal dalam rangka penawaran umum perdana saham. Perseroan menetapkan harga IPO sebesar Rp 458 per saham, dengan melepas 1,15 miliar saham.  Setelah pelaksanaan IPO selesai, perseroan berencana melaksanakan private placement dengan menjual 37,5% saham Kirana Megatara kepada HSF (S) Pte Ltd melalui mekanisme crossingdi BEI dengan harga pelaksanaan sama dengan harga IPO.

Sejumlah anak usaha BUMN disiapkan untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia pada semester II/2017 setelah sepanjang 6 bulan pertama 2017 tidak ada satupun entitas anak BUMN yang masuk ke pasar. Salah satu perusahaan yang akan IPO adalah PT Jasa Armada Indonesia, yang merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Morning Meeting

Morning Notes 23 Oktober 201723 Oct 2017 09:33

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 19,02 poin atau menguat 0,32% setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range 5.918,53 - 5.959,58. Bahkan secara [ ... ]

Read more...
Morning Notes 20 Oktober 201720 Oct 2017 09:45

IHSG di perdagangan kemarin masih belum lepas dari koreksi. IHSG ditutup turun 18,67 poin atau melemah –0,31 % setelah bergerak sideways dalam range 5.903,86 - 5.934,68. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Notes 19 Oktober 201719 Oct 2017 09:05

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup melemah. IHSG ditutup turun 18,13 poin atau melemah –0,30% setelah bergerak sidewaysdalam range5.903,62 - 5.958,00. Sebanyak 202 [ ... ]

Read more...
Morning Notes 18 Oktober 201718 Oct 2017 09:19

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 2,37 poin atau melemah tipis –0.04% setelah bergerak sidewaysdalam range 5.922,07 - 5.961,51. Sebanyak 160 saham ditutup menguat, 183 [ ... ]

Read more...
Morning Notes 17 Oktober 201718 Oct 2017 08:16

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 25,58 poin atau menguat 0,43% setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range5.927,99—5.956,95. Sebanyak 181 saham [ ... ]

Read more...
Morning Notes 16 Oktober 201716 Oct 2017 17:39

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 2,08 poin atau melemah terbatas -0,04% setelah bergerak sideways dalam range5.915,14 - 5.947,86. Sebanyak 157 saham ditutup menguat, [ ... ]

Read more...
Morning Notes 13 Oktober 201716 Oct 2017 17:36

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik43,42 poin atau menguat 0,74% setelah bergerak positf di sepanjang sesi perdagangan dalam range5.883,49 - 5.932,01. Sebanyak 172 saham menguat, [ ... ]

Read more...
Morning Notes 12 Oktober 201716 Oct 2017 17:32

IHSG di perdagangan kembali ditutup terkoreksi. IHSG ditutup turun 22,98 poin atau terkoreksi –0,39% setelah bergerak dalam range 5.860,76 - 5.906,13. Sebanyak 147 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Notes 11 Oktober 201711 Oct 2017 09:27

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 9,17 poin atau melemah –0,16% setelah bergerak sideways dalam range 5.896,46 - 5.927,68. Pergerakan IHSG sempat menguat di sesi I perdagangan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 10 Oktober 201710 Oct 2017 17:02

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 9,56 poin atau menguat terbatas 0,16% setelah bergerak sidewaysdalam range5.902,47 - 5.926,38. Sebanyak 148 saham ditutup menguat, 165 saham [ ... ]

Read more...
Morning Notes 9 Oktober 201709 Oct 2017 10:19

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 3,47 poin atau menguat terbatas setelah bergerak sidewaysdalam range5.894,23 - 5.922,75. Sebanyak 149 saham ditutup menguat 0,06%, [ ... ]

Read more...
Morning Notes 6 Oktober 201706 Oct 2017 10:19

IHSG di perdagangan kemarin meski dibuka menguat, namun diakhir perdagangan ditutup turun 49,57 poin atau melemah –0,83%. Sebanyak 129 saham ditutup menguat, 217 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Notes 5 Oktober 201705 Oct 2017 09:34

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup menguat untuk hari keempat perdagangan secara berturut-turut dan mencatatkan rekor tertinggi barunya di level 5.951,48. IHSG kemarin ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Notes 4 Oktober 201704 Oct 2017 09:30

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup menguat untuk hari ketiga perdagangan secara berturut-turut dan mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. Meski sempat bergerak melemah [ ... ]

Read more...
Morning Notes 3 Oktober 201704 Oct 2017 09:23

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 13,18 poin atau menguat 0,22% setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dan secara intra day sempat mencatatkan rekor tertinggi [ ... ]

Read more...