News:
Perhatian| PT. EQUITY SECURITIES INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Veny |

Morning Notes 13 Juni 2017

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 15,91 poin atau menguat 0,28% setelah bergerak dalam range5.668,72 - 5.716,54. Menguatnya IHSG tersebut menjadi anomali dimana hampir semua indeks di bursa utama kawasan regional dan global mengalami koreksi yang dipengaruhi oleh sikap pelaku pasar yang wait & see jelang pertemuan The Fed AS. Menguatnya IHSG didorong oleh aksi beli yang dilakukan oleh investor domestik yang mampu menahan tekanan jual yang dilakukan oleh investor asing. Investor asing banyak melakukan aksi jual di saham-saham unggulan seperti BBCA, BMRI, ASII, HMSP dan BBRI.

Indeks saham di bursa AS di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,17%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,52% dan Indeks S&P terkoreksi –0,10%. Melemahnya indeks tadi malam dipicu oleh masih tertekannya saham-saham sektor teknologi di tengah-tengah tidak adanya rilis data utama ekonomi AS. Saham-saham sektor teknologi dalam komponen indeks S&P tadi malam terkoreksi –0,8% setelah sebelumnya di perdagangan akhir pekan kemarin anjlok –2,7%. Saham Apple kembali memimpin penurunan saham-saham sektor teknologi. Saham Apple tadi malam anjlok –2,39% setelah Mizuho Securities memangkas peringkat Apple dari “buy” menjadi “netral”. Turunnya harga saham Apple tersebut diikuti oleh saham-saham teknologi lainnya seperti Amazon, Netflix, Alphabet dan Facebook. Selain itu saham sektor teknologi sudah mencatatkan kenaikan dua digit pada tahun ini sehingga menimbulkan kekhawatiran tingginya valuasi saham-saham teknologi. Sementara itu, perdagangan tadi malam juga masih dipengaruhi oleh sikap wait & see pelaku pasar menjelang pertemuan The Fed AS yang akan dimulai pada hari ini. Menurut alat FedWatch CME Group, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada bulan ini berada pada level 95,8%.

 

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,24%. Melemahnya indeks Nikkei pagi ini turut dipengaruhi oleh koreksi yang terjadi di bursa AS tadi malam. Namun indeks Nikkei berpotensi berbalik arah seiring nilai tukar Yen yang bergerak melemah terhadap US Dollar jelang pertemuan The Fed AS.

 

Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan berpotensi untuk kembali menguat meski rawan akan aksi profit taking serta sikap wait & see jelang pertemuan The Fed AS dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range5667/5643 - 5715/5739. Cermati :

(BMRI) S : 12175, 12075 R: 12300, 12400 CL jika turun dari 11800

(ASII) S : 8650, 8575 R: 8825, 8925 CL jika turun dari 8375

(INTP) S : 17675, 17400 R: 18100, 18225 CL jika turun dari 17000

(BBRI) S : 14250, 13900 R: 14925, 15225 CL jika turun dari 13900

(TOWR) S : 3680, 3570 R: 3900, 4010 CL jika turun dari 3500

(ISAT) S : 6250, 6150 R: 6425, 6500 CL jika turun dari 5900

(BBCA) S : 17600, 17450 R: 17900, 18050 CL jika turun dari 17000

(ADHI) S : 2180, 2160 R: 2230, 2260 CL jika turun dari 2080

(WSKT) S : 2190, 2150 R: 2240, 2280 CL jika turun dari 2110

(JSMR) S : 5100, 5000 R: 5200, 5300 CL jika turun dari 4900

 

BERITA EMITEN

 

WSKT: Akan membuka tender pelepasan kepemilikan di beberapa ruas tol dan 22% saham PT Waskita Toll Road pada 15 Agustus 2017. Hingga saat ini, sedikitnya 14 investor sudah menyatakan tertarik terhadap penawaran tersebut. Perseroan menargetkan perolehan dana sebesar Rp 7-8 triliun dari hasil penjualan sekitar enam hingga tujuh ruas tol beserta saham WTR.

Rekomendasi: Netral

 

INKP:Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin ditunjuk mejadi presiden komisaris perseroan. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar kemarin.

Tahun ini perseroan menyiapkan belanja modal sebesar US$ 150 juta yang akan disiapkan dari dana internal dan pinjaman. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik tisu dan kertas industri di Serang, Banten.

Rekomendasi: Netral

 

MEDC: Melakukan penawaran umum obligasi sebesar Rp 1,271 triliun yang terbagi dalam 3 seri. Untuk seri A dengan jumlah pokok Obligasi sebesar Rp 248,5 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75% per tahun. Dengan berjangka waktu 370 hari yaitu 24 Juni 2018. Seri B dengan jumlah Pokok sebesar Rp269,5 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,8% per tahun. Dengan jangka waktu 3 tahun sejak Tanggal Emisi sampai dengan 14 Juni 2020. Seri C dengan jumlah Pokok Obligasi sebesar Rp753,5 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,3%. Dengan jangka waktu 5 tahun sampai dengan 14 Juni 2022.

Rekomendasi: Netral

 

PBSA: Memangkas anggaran belanja modal Rp85 miliar menjadi Rp17,5 miliar pada 2017. Anggaran belanja modal itu akan digunakan oleh perusahaan untuk pengembangan sistem informasi dan teknologi. Sumber dana itu berasal dari hasil penawaran umum saham perdana (IPO) yang diperoleh perseroan pada September 2016.

Perseroan berencana mengakuisisi salah satu perusahaan penyedia struktur baja. Untuk melancarkan rencana akuisisi tersebut, perseroan telah menyiapkan dana sekitar Rp 100 Miliar. Sumber pendanaan, Perseroan menyisih 30% dari dana hasil Initial Publik Offering (IPO) tahun lalu.

Rekomendasi: Netral

 

ADHI: Mendapatkan kontrak baru senilai Rp 342,6 miliar. Kontrak terdiri dari Rp 218,5 miliar berupa pembangunan kampus Universitas Sam Ratulangi Manado di Sulawesi Utara dan Rp 124,1 miliar kontrak pembangunan jalur kereta api Rantauprapat – Kota Pinang di Sumatera Utara.

Rekomendasi: Netral

 

GIAA: Anak usaha perseroan, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia berencana melepas 20%-30% saham melalui penawaran saham perdana mulai September 2017. Perseroan akan menggunakan laporan keuangan Maret 2017 sebagai dasar valuasi, dan perseroan telah menunjuk empat penjamin emisi yakni Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas dan Danareksa Sekuritas dimana Mandiri Sekuritas rencananya akan menjadi lead underwriter.

Rekomendasi: Netral

 

RDTX: Membagikan dividen sebesar Rp 24,1 miliar kepada pemegang saham atau setara dengan 9,3% dari laba bersih 2016 yang mencapai Rp 260 miliar. Oleh karena itu, setiap pemegang saham akan memperoleh dividen sebesar Rp 90 per lembar saham.

Rekomendasi: Netral

 

PDES: Akan mengalokasikan belanja modal senilai Rp 14,2 miliar tahun ini guna memperkuat kinerja bisnis perseroan. Dana tersebut akan digunakan untuk sejumlah keperluan, yakni menambah lima unit kendaraan wisata, penambahan bus pariwisata ukuran medium, pengembangan ruang kantor dan perbaikan interior, serta pengembangan teknologi informasi dan software dan akan dipenuhi dari kas internal 20% dan selebihnya dari pinjaman perbankan dengan menjaminkan aset armada baru nantinya.

Membagikan dividen senilai Rp 25,2 miliar, atau setara dengan 98% dari laba bersihnya sepanjang 2016 yang senilai Rp 25,8 miliar. Keputusan tersebut telah memperoleh restu pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan yang digelar kemarin.

Perseroan menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 17,8% menjadi Rp 591 miliar tahun ini, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu Rp 501,3 miliar. Peningkatkan pendapatan akan didukung ekspektasi untuk mendatangkan sebanyak 180 ribu wisatawan asing tahun ini atau meningkat sekitar 20% dari realisasi tahun lalu mencapai 150 ribu wisatawan.

Rekomendasi: Netral

 

CTRA: Meluncurkan empat proyek baru lagi sepanjang sisa tahun ini setelah meluncurkan dua proyek pada Mei. Perseroan akan meluncurkan dua jenis produk properti pada tahun ini, yakni landed residensialdan high rise residential.

Rekomendasi: Netral

 

BBTN: Akan mengembangkan anak perusahaan PT Danareksa (Persero) yang bergerak di bidang investasi dan multifinance melalui pemanfaatan sinergi badan usaha milik negara (BUMN). Prosesnya akan perseroan lakukansetelah mendapatkan izin dari Kementerian (BUMN) dengan cara dibarengkan dengan holdingisasi.

Perseroan menargetkan sebanyak 2.500 transaksi nontunai yang sejalan dengan target pendapatan non bunga yang mencapai sebesar Rp100 juta melalui ajang Ramadan Fair 2017. Ajang ini diharapkan memberi hasil yang baik dan nantinya memberikan stimulus positif bagi gerak bisnis di masa mendatang.

Rekomendasi: Netral

 

SHIP: Telah melakukan aksi korporasi berupa penyertaan saham sebesar 52% atau 110.500 lembar saham baru dari portofolio PUL dengan nilai total Rp 65 miliar. Transaksi penyertaan saham ini diyakini perseroan akan memberikan dampak positif karena perseroan dapat mengembangkan dan mengkonsolidasikan bisnisnya di bidang pelayaran melalui entitas anak PUL, PT Eastern Jason, yang bergerak di bidang pelayaran, sehingga berkontribusi positif bagi bisnis dan keuangan perseroan.

Rekomendasi: Netral

 

AGII: Menawarkan obligasi berkelanjutan I Tahap I tahun 2017 dengan jumlah pokok senilai Rp 100 miliar. Dalam kesempatan yang sama perseroan juga menerbitkan dan menawarkan sukuk ijarah berkelanjutan I Tahap I tahun 2017 dengan target sisa imbalan ijarah sebesar Rp300 miliar.

Rekomendasi: Netral

 

TBMS: Membidik pertumbuhan 22% pada penjualan tahun ini. Perseroan tengah membidik kenaikan pangsa pasar kawat tembaga dan alumunium di dalam negeri, seiring dengan proyek besar dari pemerintah terkait pembangunan tenga listrik.

Perseroan berencana meningkatkan kapasitas mesin produksi berupa copper drawing machinedari 2.500 ton per bulan menjadi 3.300 ton per bulan. Kebutuhan dana sekitar US$ 1,5 juta dimana US$ 500.000 diantaranya untuk belanja mesin dan sisanya untuk instalasai gedung dan kebutuhan lainnya.

Rekomendasi: Netral

 

ELSA: Hingga menjelang selesainya semester I-2017, perseroan mengantongi kontrak baru senilai Rp 1 triliun. Kapal seismik perseroan bernama Elsa Regent, menjadi andalan perseroan mencari kontrak baru dimana kapal tersebut mampu menghasilkan gambar 3D seismic bawah laut berkualitas dan juga bisa mendukung efisiensi biaya eksplorasi perusahaan minyak dan gas.

Rekomendasi: Netral

 

CTTH: Mengalokasikan dana sebesar US$ 2 juta untuk berinvestasi di tambang baru yang berlokasi di Kefamenamu, Nusa Tenggara Timur.Dengan pembangunan tambang baru di Nusa Tenggara Timur ini nantinya akan menambah kapasitas produksi perseroan.

Tahun ini perseroan membidik pendapatan bisa tumbuh 25% ketimbang tahun sebelumnya yang hanya Rp 276,1 miliar. Perseroan optimis mampu mencapai target tersebut dengan menggenjot pasar ekspor yang diharapkan bisa menyumbang penjualan sebesar 17%.

Rekomendasi: Netral

 

MASA: Akan meningkatkan kapasitas produksi khususnya ban sepeda motor pada tahun ini. kapasitas produksi ban motor perusahaan akan diperbesar hingga 30% menjadi 8 juta unit per tahunnya. Adapun kapasitas saat ini baru sebesar 6 juta unit ban per tahun.

Rekomendasi: Netral

 

IPO:

PT Hartadinata Abadi dan PT Totalindo Eka Persada mengurangi porsi saham publik yang dilepas melalui penawaran umum perdana.

Hartadinata yang akan menggunakan kode saham HRTA, menetapkan harga IPO sebesar Rp 300 per saham, dengan total saham yang ditawarkan ke publik sebanyak 1,1 miliar saham. Semula Perseroan berencana menerbitkan 1,5 miliar saham.

Totalindo menetapkan harga IPO sebesar Rp 310 per saham, dan juga mengurangi jumlah saham perdana yang dilepas ke publik dari 2,5 miliar menjadi 1,67 miliar saham. 

Morning Meeting

Morning Notes 12 Juli 201709 Aug 2017 11:23

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 1,82 poin atau menguat terbatas 0,03% setelah bergerak sidewaysterbatas dalam range5.765,36 - 5.784,08. Penguatan IHSG ditopang oleh empat [ ... ]

Read more...
Morning Notes 11 Juli 201708 Aug 2017 14:20

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 43,29 poin atau melemah –0,74%. Sebanyak sembilan sektor yang dipimpin oleh sektor Properti, ditutup melemah. Masih kuatnya tekanan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 10 Juli 201708 Aug 2017 14:17

 IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 34,78 poin atau melemah –0,60% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. Sebanyak sembilan sektor [ ... ]

Read more...
Morning Notes 7 Juli 201708 Aug 2017 14:12

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 24,52 poin atau menguat 0,42% setelah bergerak sidewaysdalam range5.817,39—5.852,34. Sebanyak 8 sektor menopang penguatan IHSG yang [ ... ]

Read more...
Morning Notes 6 Juli 201708 Aug 2017 14:08

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup melemah yakni sebesar 40,31 poin atau –0,69%. IHSG sempat bergerak positif di awal perdagangan dan selanjutnya bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Notes 5 Juli 201708 Aug 2017 13:59

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 44,87 atau terkoreksi –0,76% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.858,61 - 5.896,37. Sektor Infrastruktur [ ... ]

Read more...
Morning Notes 4 Juli 201707 Aug 2017 11:31

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 80,53 poin atau menguat 1,38% dan sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya, setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Notes 3 Juli 201707 Aug 2017 10:12

IHSG di perdagangan hari Kamis, 22 Juli 2017 sebelum libur Lebaran, kembali ditutup menguat. IHSG ditutup naik 11,16 poin atau menguat terbatas 0,19% dan sekaligus kembali mencatatkan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 22 Juni 201707 Aug 2017 10:05

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 26,65 poin atau menguat 0,46% dan sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya sepanjang masa. IHSG sempat mengalami tekanan di [ ... ]

Read more...
Other Articles