News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Notes 9 Juni 2017

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 14,40 poin atau melemah –0,25% setelah bergerak fluktuatif dalam range5.702,92 - 5.725,88. Sebanyak 8 sektor ditutup melemah dengan dipimpin oleh sektor Industri Dasar dan Aneka Industri ; sementara sektor Perdagangan dan Konsumen ditutup menguat. Aksi lepas saham oleh investor asing menjadi salah satu faktor menekan pergerakan IHSG setelah sebelumnya bergerak positif. Investor asing melakukan aksi net sell terhadap pada saham-saham unggulan seperti INDF, BBNI, BMRI, ADHI dan SMGR. Selain itu, minimnya sentimen positif domestik serta sejumlah peristiwa penting eksternal yang akan terjadi, turut dicermati oleh pelaku pasar di bursa domestik.

Indeks saham di bursa AS di perdagangan tadi malam kembali ditutup menguat dan menghantarkan indeks Nasdaq mencatatkan rekor tertinggi barunya. Indeks Dow ditutup menguat 0,04%, Indeks Nasdaq menguat 0,39% dan Indeks S&P menguat 0,03%. Pergerakan indeks tadi malam dipengaruhi oleh sikap investor yang mencerna testimoni mantan Direktur FBI, James Comey, dihadapan senat AS terkait peran Rusia dalam kampanye Donald Trump pada Pilpres AS tahun lalu. Comey dalam testimoninya menegaskan bahwa ada intervensi Rusia dalam Pilpres AS tahun lalu, akan tetapi tidak ada surat suara pemilih yang dimanipulasi. Sejumlah analis menilai testimoni Comey tersebut bukan hal yang mengejutkan dan tidak ada sesuatu yangbaru. Investor berupaya mencari petunjuk langkah-langkah yang akan diambil oleh Trump untuk mengatasi permasalahan hukum tersebut sehingga tetap dapat memproses agenda ekonominya seperti pemangkasan pajak dan deregulasi. Hal yang dikhawatirkan oleh pelaku pasar adalah mundurnya agenda ekonomi Trump. Perdagangan tadi malam juga dipengaruhi oleh pemilihan umum di Inggris dimana PM Inggris, Theresa May, yang kehilangan suara mayoritas, dan kebijakan Bank Sentral Eropa yang memutuskan mempertahankan suku bunganya. Sedangkan harga minyak tadi malam sempat menyentuh harga US$ 45,2 setelah naiknya stok minyak AS dan kembali berproduksinya minyak Nigeria sehingga dikhawatirkan menambah pasokan minyak yang berlimpah.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,22%.  Menguatnya indeks Nikkei pagi ini mengikuti penguatan indeks di bursa AS paska testimoni James Comey yang dinilai tidak mengejutkan. Selain itu, pemilihan umum di Inggris Raya yang mendorong anjloknya nilai tukar Pound Sterling serta nilai tukar Yen yang bergerak melemah terhadap US Dollar, turut mendorong penguatan indeks Nikkei.

Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sidewaysdengan kecenderungan masih rawan akan tekanan. Pelaku pasar di bursa domestik juga diperkirakan mencermati sentimen-sentimen eksternal terkait peristiwa-peristiwa yang berlangsung dikawasan Eropa dan AS. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range5694/5686 - 5717/5732. Cermati :

(UNVR) S : 47225, 46900 R: 47825, 48075 CL jika turun dari 46200

(JSMR) S : 5050, 5000 R: 5150, 5200 CL jika turun dari 4900

(BBCA) S : 17825, 17725 R: 18050, 18150 CL jika turun dari 17050

(BBTN) S : 2450, 2390 R: 2560, 2610 CL jika turun dari 2330

(HMSP) S : 3830, 3790 R: 3900, 3920 CL jika turun dari 3790

(SCMA) S : 2610, 2580 R: 2670, 2700 CL jika turun dari 2500

(BJBR) S : 2240, 21230 R: 2430, 2500 CL jika turun dari 2160

(LPCK) S : 4050, 4020 R: 4150, 4180 CL jika turun dari 3950

(RALS) S : 1235, 1200 R: 1295, 1315 CL jika turun dari 1190

(SSMS) S : 1585, 1540 R: 1655, 1675 CL jika turun dari 1500

 

BERITA EMITEN

 

ADRO: Memperluas bidang usahanya dengan memasuki bisnis penyediaan air bersih yang telah dirintis sejak tahun lalu. Perseroan memutuskan untuk menjalankan bidang water treatment plant, seiring dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan pembangunan di sektor tersebut.

Rekomendasi: Netral

 

FAST: Lewat Rapat Umum Pemegang Saham yang diselenggarakan kemarin, menyetujui untuk membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2016 dengan total sebesar Rp 49,88 kepada 1,99 miliar lembar saham atau sebesar Rp 25 per saham.  Sementara itu, untuk membiayai tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal Rp 300 miliar - Rp 350 miliar, yang berasal dari kas internal, yang akan digunakan untuk ekspansi 30 gerai hingga 35 gerai KFC dan 20 KFC Box sepanjang tahun ini.

Rekomendasi: Netral

 

APII: Memutuskan pembagian dividen tahun buku 2016 senilai Rp 3,22 miliar, atau 15% dari total raihan laba sebesar Rp 21,24 miliar. Kedepannya, perseroan akan berupaya untuk mempertahankan pertumbuhan laba dengan sejumlah ekspansi usaha melalui diversifikasi produk, pembangunan pabrik manufaktur dan efisiensi operasi.

Rekomendasi: Netral

 

BBNI: Berniat menerbitkan obligasi berkelanjutan I BNI Tahap I tahun 2017 dengan total dana yang ditargetkan melalui penerbitan obligasi sebanyak-banyaknya adalah Rp 3 triliun, indikasi kupon sebesar 7,7% hingga 8,2% dan telah memiliki rating triple A dari Pefindo. Dana hasil aksi korporasi ini direncanakan akan digunakan oleh perseroan dalam rangka ekspansi kredit.

Rekomendasi: Netral

 

AISA: Untuk merambah sektor minyak goreng, perseroan berencana untuk membentuk joint venture. Perseroan tengah menjajaki partner yang memiliki kemampuan memproduksi minyak goreng yang diperkirakan terealisasi Desember 2017.

Perseroan sepanjang tahun ini mengalokasikan belanja modal senilai Rp 460 miliar untuk kebutuhan modal kerja. Adapun alokasi belanja modal tahun ini paling banyak akan dialokasikan pada segmen makanan dan gabah.

Rekomendasi: Netral

 

MTRA: Menargetkan kontrak baru di 2017 sebesar Rp 400 miliar yang diharapkan terjadi peningkatan porsi kontrak dengan swasta asing dari sebelumnya yang didominasi oleh porsi kontrak BUMN sebesar 60%. Pada tahun ini porsi kontrak diharapkan ada peningkatan porsi kontrak dari swasta lokal dan asing, sehingga menjadi 50%-50%.

Perseroan berencana menerbitkan surat utang dalam bentuk medium term notes senilai Rp 100 miliar. Penggunaan dana hasil penerbitan surat utang tersebut akan ditentukan kemudian.

Rekomendasi: Netral

 

GIAA: Akan mengambil alih sebagian calon penumpang Qatar Airways yang memiliki rute Jakarta menuju Saudi Arabia, seperti untuk tujuan umroh. Hal ini bisa menjadi kesempatan bagi perseroan untuk mengenalkan kepada pelanggan adanya rute pasar umroh yang masih memiliki potensi besar kedepannya. 

Rekomendasi: Netral

 

SMGR: Meski belum melakukan penambangan, namun pabrik perseroan yang berada di Rembang, Jawa Tengah, saat ini sudah mulai berproduksi. Pada tahun ini perseroan berharap pabrik perseroan di Rembang dapat menyumbang produksi sebesar 1-1,2 juta ton semen, sehingga seiring telah berproduksinya pabrik tersebut, diharapkan dapat menggerakan roda perekonomian di daerah sekitar pabrik.

Rekomendasi: Netral

 

BJTM: Akan mengalihkan saham hasil buyback untuk program Long Term Insentive (LTI). Perseroan telah melaksanakan buyback saham dari 1 Februari hingga 1 Juni 2017 dengan total jumlah saham 1.278.900 lembar saham, dengan harga rata-rata  Rp671,67 per lembar.

Rekomendasi: Netral

 

CITA: Mengaku optimis akan meraih kinerja positif pada 2017 setelah dua tahun berturut-turut catat pendapatan nihil akibat dampak UU Minerba yang melarang ekspor mineral mentah. Pada kuartal pertama tahun 2017, perseroan telah cetak pendapatan sebesar Rp 130,3 miliar ditopang beroperasinya tambang bauksit seiring berjalannya pabrik pemurnian bauksit atau smelter grade alumina (SGA) sejak pertengahan 2016.

Berencana membangun pabrik pemurnian bauksit atau smelter great alumina (SGA) tahap II dibawah entitas PT Well Harvest Winning Alumina Refinery . Nilai investasi diperkirakan mencapai US$ 360 – 400 juta.

Rekomendasi: Netral

 

SIMA: Akan mengganti fokus bisnisnya ke sektor properti dan pertambangan batubara. Sebelumnya perseroan merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai kemasan flexible bag bagi industri yang membutuhkan.

Rekomendasi: Netral

 

BEST: Akan segera menutup penjualan lahan industri seluas 7 hektar pada bulan ini. Perseroan tengah dalam proses penjualan lahan baru lagi kepada perusahaan Jepang lainnya di bidang industri eletronik.

Rekomendasi: Netral

 

BRPT: Perseroan akhirnya memperoleh persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan pemecahan nilai saham perseroan dengan rasio 1: 2. Dalam rapat umum pemegang saham yang diselegarakan kemarin, para pemegang saham menyetujui rencana persereroan untuk melakukan pemecahan nilai saham (stock split) untuk meningatkan likuiditas dari perdagangan saham perseroan.

Rekomendasi: Netral

 

MTDL: Menyiapkan belanja modal sebesar Rp 363,5 miliar tahun ini. Sebagian besar belanja modal akan digunakan untuk investasi peranti keras sebesar Rp 200 miliar dan juga pembangunan gudang senilai Rp 133,5 miliar, serta Rp 30 miliar untuk perluasan kantor dan kebutuhan teknik informatika.

Rekomendasi: Netral

 

TIRA: Menganggarkan belanja modal senilai Rp 30 miliar tahun ini, yang diharapkan bisa menopang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan. Anggaran belanja modal tersebut akan dimanfaatkan untuk mendanai pembangunan manufaktur exotic alloy di Bogor dan pengembangan bisnis ke sejumlah daerah.

Rekomendasi: Netral

 

MDKA: Mengincar pendapatan sebesar US$ 130 juta pada tahun ini seiring dengan telah berproduksinya tambang dan smelter emas di Tujuh Bukit, Banyuwangi Jawa Timur. Tahun ini perseroan juga akan melakukan kajian yang lebih detail untuk tambang tembaga yang berada sekitar 400 meter di bawah lokasi tambang emas perseroan.

Rekomendasi: Netral

 

INDF: Akan memperbesar kapasitas produksi tepung anak usahanya, PT Bogasari Flour Mills, untuk mempertahankan penguasaan pangsa pasarnya di bisnis tepung terigu. Perseroan akan menambah kapasitas lini produksi di pabrik Bogasari masing-masing sebesar 400 ton per hari, sehingga nantinya kapasitas produksinya menjadi 1.200 ton per hari.

Rekomendasi: Netral

 

SSMS: Berencana menerbitkan surat utang berdenominasi dollar Amerika Serikat atau global bond, dengan nilai emisi mencapai US$ 300 juta atau Rp 3,99 triliun dan kupon 6,35%-8% per tahun, dan tenor lima sampai tujuh tahun. Perolehan dana dari penerbitan surat utang tersebut akan dipakai untuk refinancing atau ekspansi.

Rekomendasi: Netral

Morning Meeting

Morning Notes 15 Desember 201715 Dec 2017 10:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat dan sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya serta untuk pertama kalinya menembus level 6.100. IHSG ditutup naik 59,05 poin [ ... ]

Read more...
Morning Notes 14 Desember 201714 Dec 2017 11:37

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 22,23 poin atau menguat 0,37% setelah bergerak sideways dalam range 6.020,11 - 6.054,60. Sebanyak 197 saham ditutup menguat, 145 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Notes 13 Desember 201713 Dec 2017 09:57

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 5,74 poin atau menguat 0,10% setelah bergerak sideways dalam range 6.012,98 - 6.042,00. Sebanyak 141 saham ditutup menguat, 197 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Notes 12 Desember 201712 Dec 2017 15:50

IHSG di perdagangan kemarin akhirnya ditutup terkoreksi meski hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. IHSG ditutup turun 4,32 poin atau melemah –0,07% setelah [ ... ]

Read more...
Morning Notes 8 Desember 201708 Dec 2017 09:53

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 28,67 poin atau melemah –0,48% setelah bergerak dalam range 6.006,84 - 6.039,29. Sebanyak 139 saham ditutup menguat, 186 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Notes 7 Desember 201707 Dec 2017 09:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 35,03 poin atau menguat 0,58% untuk hari ketiga perdagangan secara berturut-turut setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam [ ... ]

Read more...
Morning Notes 6 Desember 201707 Dec 2017 09:22

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 2,28 poin atau menguat tipis 0,04% setelah bergerak fluktuatif dalam range 5.979,48 - 6.026,41. Sebanyak 98 saham ditutup menguat, 252 saham [ ... ]

Read more...
Morning Notes 5 Desember 201705 Dec 2017 08:58

IHSG di perdagangan kemarin ditutup rebound setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. IHSG ditutup naik 46,06 poin atau menguat 0,77% setelah bergerak dalam range 5.994.35 [ ... ]

Read more...
Morning Notes 4 Desember 201704 Dec 2017 10:00

IHSG di perdagangan hari kamis pekan kemarin ditutup melemah signifikan. IHSG di tutup turun 109,23 poin atau melemah –1,80% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah [ ... ]

Read more...
Morning Notes 30 November 201730 Nov 2017 10:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun dari rekor tertingginya. IHSG ditutup turun 9,35 poin atau melemah –0,15% setelah bergerak sideways dalam range 6.045,38 - 6.073,90. [ ... ]

Read more...
Morning Notes 29 November 201729 Nov 2017 18:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 6,13 poin atau menguat 0,10% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak negatif dalam range 6.015,91 - 6.070,72. Penguatan IHSG [ ... ]

Read more...
Morning Notes 28 November 201728 Nov 2017 10:15

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 2,55 poin atau melemah –0,04% setelah bergerak sideways dalam range 6.035,92 - 6.072,49. Sebanyak 151 saham ditutup menguat, 214 saham [ ... ]

Read more...
Morning Notes 27 November 201727 Nov 2017 09:42

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 3,90 poin atau menguat secara terbatas 0,06% setelah bergerak sideways dalam range 6.035,25 - 6.069,85. IHSG meski dibuka menguat [ ... ]

Read more...
Morning Notes 24 November 201727 Nov 2017 09:09

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 6,54 poin atau melemah –0,11% setelah bergerak sideways dalam range 6.056,13 - 6.090,64. Sebanyak 133 saham ditutup menguat, 195 saham [ ... ]

Read more...
Morning Notes 20 November 201727 Nov 2017 09:04

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan penguatannya meski gagal memperbaharui rekor penutupan tertingginya. IHSG ditutup naik 13,82 poin atau menguat 0,23% setelah [ ... ]

Read more...