News:
Perhatian| PT. EQUITY SECURITIES INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Veny |

Morning Notes 10 April 2017

IHSG di perdagangan akhir pekan mengakhiri rekor beruntunnya. IHSG ditutup turun 26,75 poin atau melemah –0,47% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak di zona negatif dalam range5.643,35 - 5.667,72. Pelemahan IHSG dipimpin oleh Sektor Aneka Industri dan Infrastruktur. Melemahnya IHSG didorong oleh aksi profit taking yang didominasi oleh investor domestik. Sementara investor asing masih melakukan aksi beli bersih yang mencapai Rp. 662 miliar.

Indeks saham di bursa AS di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup melemah terbatas. Indeks Dow melemah –0,03%, Indeks Nasdaq melemah –0,02% dan Indeks S&P melemah –0,08%. Pergerakan indeks akhir pekan tersebut dipengaruhi oleh rilis data utama ketenagakerjaan AS dan aksi militer AS terhadap Suriah. Data utama ketenagakerjaan AS untuk periode Maret 2017 tersebut yakni Non Farm Payrolls tercatat naik sebanyak 98.000, jauh di bawah ekspektasi yang sebesar 180.000 ;  Unemployment Rate turun dari 4,7% ke 4,5% (ekspektasi 4,7%) dan Average Hourly Earnings MoMnaik sebesar 0,2% (sesuai dengan ekspektasi) atau meningkat lima sen menjadi US$ 26,14 menyusul kenaikan sebesar tujuh sen Dollar AS pada bulan Februari 2017. Data Non Farm Payrolls tersebut menurut sejumlah analis, dapat memberikan alasan bagi The Fed AS untuk lebih berhati-hati pada kenaikan suku bunga berikutnya. Sementara itu, paska AS melancarkan serangan ke Suriah yang mendorong meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, investor mulai beralih ke aset-aset safe haven.

Dari kawasan regional awal pekan ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,73%. Melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar menjadi sentimen positif bagi pergerakan indeks Nikkei pagi ini dimana pelemahan mata uang tersebut mengangkat harga saham-saham produsen mobil dan saham-saham berbasis ekspor lainnya.

Untuk perdagangan di bursa domestik awal pekan ini, pergerakan IHSG diperkirakan masih berpotensi rawan akan tekanan dengan kecenderungan bergerak dalam rentang konsolidasi. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range5638/5623 - 5673/5693. Cermati :

(JSMR) S : 4640, 4570 R: 4770, 4820 CL jika turun dari 4500

(SMGR) S : 9150, 9100 R: 9200, 9250 CL jika turun dari 8900

(PANR) S : 605, 560 R: 675, 700 CL jika turun dari 500

(MIKA) S : 2520, 2490 R: 2590, 2620 CL jika turun dari 2400

(MEDC) S : 3260, 3070 R: 3560, 3660 CL jika turun dari 3000

(AKRA) S : 6250, 6100 R: 6400, 6550 CL jika turun dari 6000

(UNVR) S : 44850, 44600 R: 45375, 45850 CL jika turun dari 43500

(BBCA) S : 17200, 17050 R: 17500, 17625 CL jika turun dari 16500

(SMRA) S : 1295, 1275 R: 1335, 1350 CL jika turun dari 1200

(PTBA) S : 12875, 12675 R: 13275, 13450 CL jika turun dari 12000

 

BERITA EMITEN

 

MDLN: Berencana menerbitkan obligasi berdenominasi US Dollar sebesar US$ 240 juta pada tahun ini. Obligasi tersebut akan diterbitkan melalui anak usahanya, Modernland Overseas Pte Ltd dan dijamin oleh induknya. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai kembali (refinancing) obligasi sebelumnya yang akan jatuh tempo pada tahun 2019.

Rekomendasi : Netral

 

MPMX: Anak usaha perseroan yakni PT. Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPM-Finance) memperoleh pinjaman sebesar Rp. 700 miliar dari tiga bank yakni Bank BCA, Bank Jawa Barat & Banten serta Bank Jateng. Pinjaman tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk memenuhi modal kerja perusahaan guna mendukung lini bisnis pembiayaan yang dilakukan oleh MPM-Finance serta menjaga pertumbuhan portofolio pembiayaan yang sehat dengan memaksimalkan potensi pasar otomotif di Indonesia yang terus berkembang.

Rekomendasi : Netral

 

WSKT: Mempertimbangkan untuk mencari pinjaman perbankan senilai Rp 15 triliun sebagai salah satu sumber pendanaan pada 2017. Perseroan membutuhkan dana sekitar Rp 35 triliun dimana pemenuhannya akan melalui antara lain penerbitan obligasi Rp 10 triliun dan ekuitas Rp 10 triliun.

Rekomendasi: Netral

 

PGAS: Memproyeksikan laba bersih akan mulai stabil pada 2017 setelah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu dampak penurunan laba bersih itu adalah penurunan dividen yang dibagikan oleh perseroan.

Rekomendasi: Netral

 

IGAR: Membidik pertumbuhan kinerja penjualan pada tahun ini sebesar 15%. Sejauh ini kemasan plastik keluaran perseroan ditopang oleh permintaan sektor farmasi.

Rekomendasi: Netral

 

SSIA: Menargetkan peningkatan pendapatan 10% pada tahun ini, setelah tahun lalu turun 22% menjadi Rp 3,79 triliun. Menurut perseroan, target sebesar itu sudah sangat optimis mengingat sepanjang kuartal pertama tahun ini belum ada tanda-tanda pemulihan bisnis yang cukup berarti.

Rekomendasi: Netral

 

TOBA: Setelah meraih proyek pembangkit listrik Sulbagut-1, perseroan kini menambah portofolio lini bisnis pembangkit listrik dengan ditandatanganinya perjanjian jual beli proyek PLTU Sulut-3. Penambahan portofolio PLTU Sulut-3 dalam lini bisnis pembangkit perseroan diperkirakan meningkatkan pendapatan dalam jangka panjang sehingga bisa memperkuat keuangan.

Rekomendasi: Netral

 

BWPT: Proses akuisisi perseroan oleh FIC Properties Sdn Bhd, yang merupakan anak usaha Federal Land Development Authority memasuki babak baru. Pekan lalu, proses pemindahan kepemilikan dari perseroan ke FIC Properties telah berlangsung.

Rekomendasi: Netral

 

ABBA: Akan mengakuisisi Ramako Group yang membawahi beberapa stasiun radio, seperti Kiss FM, Mustang FM dan Lite FM. Perseroan masih optimis terhadap perkembangan bisnis radio domestik.

Rekomendasi: Netral

 

BKSL: Optimis bisa meraih kinerja positif pada tahun ini. Perseroan pun segera melansir sejumlah proyek properti baru seperti apartemen Saffron dengan kapasitas 728 unit.

Rekomendasi: Netral

 

JPFA: Menyiapkan belanja modal sebesar Rp 1,5 triliun atau setara dengan US$ 112 juta atau naik dua kali lipat ketimbang alokasi tahun lalu Rp 787 miliar. Perseroan mengalokasikan belanja modal dari kas internal karena tahun lalu meraih laba Rp 2,17 triliun.

Rekomendasi: Netral

 

ADHI: Anak usaha perseroan, PT Adhi Persada Properti, menargetkan nilai pra penjualan tahun ini Rp 2,5 triliun, naik 66,6% dari hasil prapenjualan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 1,5 triliun. Untuk bisa mencapai target tersebut, perseroan berharap bisa menjual 6.006 unit produk properti.

Mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp 3,7 triliun selama kuartal I-2017, naik 60% dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 2,3 triliun. Perseroan juga akan melakukan penawaran umum perdana saham PT Adhi Persada Gedung.

Rekomendasi: Netral

 

NOBU: Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 20% hingga 25%. Perseroan akan fokus pada segmen ritel dan komersial, selain membidik segmen industri perdagangan dan pengolahan.

Rekomendasi: Netral

 

PSKT: Menargetkan pertumbuhan pendapatan pada tahun ini sebesar 25% menjadi Rp 89,8 miliar, seiring dengan perbaikan fondasi keuangan perseroan pada awal tahun ini. Perseroan juga telah mengubah pinjaman bank dari pinjaman konstruksi biasa dengan jaminan aset berupa tanah dan bangunan serta jaminan perusahaan menjadi pinjaman back to backdengan jaminan kas setara nilai pinjaman.

Rekomendasi: Netral

 

EXCL: Melakukan penawaran umum obligasi syariah ijarah tahap II senilai Rp 2,18 triliun yang dananya akan digunakan untuk melakukan refinancing. Perseroan berhasil meluncurukan sukuk tahap II sesuai dengan rencana dengan memanfaatkan kondisi sukuk bunga yang rendah saat ini.

Rekomendasi: Netral

Morning Meeting

Morning Notes 17 Mei 201716 Jun 2017 09:51

IHSG di perdagangan kemarin, setelah sempat bergerak positif di awal perdagangan, namun akhirnya ditutup turun 41,87 poin atau melemah –0,74%. Sejumlah saham menjadi penekan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 16 Mei 201716 Jun 2017 09:44

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 13,65 poin atau menguat 0,24% setelah bergerak sidewaysdalam range5.649,08 - 5.693,99. IHSG kemarin mayoritas bergerak di zona melemah yang [ ... ]

Read more...
Morning Notes 15 Mei 201716 Jun 2017 09:41

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin berhasil ditutup naik 22,21 poin atau menguat 0,39% setelah di dua sesi perdagangan sebelumnya mengalami koreksi. Penguatan IHSG dipimpin oleh [ ... ]

Read more...
Morning Notes 12 Mei 201716 Jun 2017 09:38

IHSG di perdagangan hari Rabu, 10 Mei 2017, ditutup turun 44,05 poin atau melemah –0,77% setelah dalam range 5.636,20 - 5.718,59. Melemahnya IHSG dipimpin oleh sektor Pertambangan, [ ... ]

Read more...
Morning Notes 10 Mei 201716 Jun 2017 09:35

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 10,81 poin atau melemah –0,19% setelah bergerak sideways dalam range5.693,68 - 5.745,85 dan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang [ ... ]

Read more...
Morning Notes 9 Mei 201709 Jun 2017 09:31

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 24,49 poin atau menguat 0,43% setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak tujuh sektor ditutup menguat dengan dipimpin [ ... ]

Read more...
Morning Notes 8 Mei 201709 Jun 2017 09:25

 IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik meski sempat mengalami tekanan di awal perdagangan. IHSG ditutup naik 13,93 poin atau menguat 0,25% setelah bergerak sidewaysdalam [ ... ]

Read more...
Morning Notes 5 Mei 201709 Jun 2017 09:22

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat dan mengakhiri pelemahannya selama empat hari perdagangan secara berturut-turut. IHSG ditutup naik 22,07 poin atau menguat [ ... ]

Read more...
Morning Notes 4 Mei 201709 Jun 2017 09:20

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 28,44 poin atau melemah –0,50% setelah bergerak sidewaysdalam range5.647,32 - 5.686,83. IHSG sempat bergerak positif di awal perdagangan. [ ... ]

Read more...
Other Articles