News:
Perhatian| PT. EQUITY SECURITIES INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Veny |

Morning Notes 7 April 2017

Meski di sepanjang perdagangan kemarin bergerak di zona melemah, namun IHSG mampu di tutup menguat di penutupan perdagangan sehingga mencatatkan rekor penutupan tertinggi untuk hari keempat perdagangan secara berturut-turut. IHSG ditutup naik 3,26 poin atau menguat terbatas 0,06% setelah bergerak dalam range5.645,31 - 5.680,24. Aksi beli terhadap beberapa saham unggulan seperti UNVR, UNTR, LPPF, ASII dah GGRM di sesi pre closed, mampu membalikkan IHSG dari semula terkoreksi –0,17% menjadi ditutup menguat tipis 0,06%. Sebelum ditutup, IHSG bergerak di zona melemah dan sempat terkoreksi hingga –0,56%. Pergerakan melemah IHSG tersebut sebagai akibat dari aksi profit taking, minimnya sentimen positif domestik serta juga dipengaruhi oleh pergerakan mayoritas bursa regional dan global yang melemah paska rilis risalah rapat The Fed periode Maret 2017.

Indeks saham di bursa AS di perdagangan tadi malam ditutup menguat terbatas setelah bergerak fluktuatif dalam kisaran yang ketat. Indeks Dow ditutup menguat 0,07%, Indeks Nasdaq menguat 0,25% dan Indeks S&P menguat 0,19%. Menguatnya indeks tadi malam dipicu oleh naiknya harga minyak dan positifnya data ketenagakerjaan AS. Data tersebut yakni Initial Jobless Claims yang tercatat turun dari 259.000 ke 234.000 atau lebih baik dari perkiraan yang sebesar 250.000. Sebelumnya data ketenagakerjaan AS yakni ADP Employment Change juga juga menunjukkan hasil yang positif sehingga menggambarkan kekuatan pasar tenaga kerja AS menjelang rilis data utama ketenagakerjaan AS. Pergerakan indeks tadi malam juga masih dipengaruhi oleh sikap investor yang mencermati risalah rapat The Fed bulan lalu yang menunjukkan para pejabat The Fed ingin memulai menghapus neraca  bank sentral sebesar US$ 4,5 triliun pada tahun ini dan hal tersebut bisa berdampak pada kenaikan suku bunga acuan. Selain itu, pergerakan indeks tadi malam juga dibatasi oleh sikap pelaku pasar yang menantikan data utama ketenagakerjaan AS dan hasil pertemuan Presiden AS, Donald Trump dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Florida yang dikhawatirkan lebihkepada konfrontasi ketimbang pembicaraan mengenai hubungan yang harmonis antara AS dan Tiongkok setelah Menlu AS, Rex Tillierson mengatakan pertemuan tersebut akan ditujukan mencari komitmen dari Tiongkok dalam memprioritaskan kepentingan AS baik dari sisi politik maupun ekonomi. Tekanan lain juga datang dari ketua DPR AS, Paul Ryan, yang mengatakan bahwa tidak ada konsensus atas reformasi pajak dan rencana reformasi pajak akan memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan rencana  mengganti program Obamacare.

Dari kawasan regional, indeks Nikkei dibuka menguat 0,63%. Menguatnya indeks Nikkei pagi ini dipengaruhi oleh nilai tukar Yen yang berbalik melemah terhadap US Dollar serta juga dipengaruhi oleh naiknya harga minyak.

Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang konsolidasi dengan kecenderungan masih berpotensi rawan akan aksi profit taking. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range5657/5634 - 5692/5704.

Cermati :

(BBNI) S : 6575, 6450 R: 6775, 6850 CL jika turun dari 6300

(SMGR) S : 9100, 9000 R: 9225, 9325 CL jika turun dari 8850

(LPPF) S : 13175, 12975 R: 13600, 13775 CL jika turun dari 12500

(SMRA) S : 1355, 1340 R: 1385, 1395 CL jika turun dari 1300

(BBRI) S : 13000, 12825 R: 13275, 13375 CL jika turun dari 12500

(MNCN) S : 1855, 1835 R: 1895, 1910 CL jika turun dari 1750

(BBTN) S : 2260, 2220 R: 2240, 2270 CL jika turun dari 2150

(ADHI) S : 2240, 2200 R: 2320, 2250 CL jika turun dari 2130

(MCOR) S : 270, 260 R: 292, 304 CL jika turun dari 240

(KAEF) S : 1695, 1630 R: 1830, 1900 CL jika turun dari 1550

 

BERITA EMITEN

 

TBIG: Memberikan jaminan untuk kelompok entitas anak usaha terhadap pinjaman senilai US$300 juta.Pemberian jaminan kepada konsorsium bank tersebut karena fasilitas pinjaman unsecured revolving credit facilityB yang semula sampai dengan Juni 2018 menjadi hingga bulan Juni 2022.

Rekomendasi: Netral

 

BBCA: Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp4,9 triliun atau sebesar Rp200 per saham. Pembayaran dividen tersebut merupakan 23,7% dari perolehan laba bersih tahun 2016 yang sebesar Rp20,6 triliun.

Perseroan sebagai salah satu bank persepsi menerima sekitar 47 % atau Rp58 triliun dari total Rp122 triliun dana repatriasi program amnesti pajak yang sudah masuk ke Indonesia. Total dana repatriasi yang bertahan di produk Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA hingga berakhirnya amnesti pajak hanya sebesar Rp12 triliun.

Memperkirakan pertumbuhan  kredit sekitar 7% pada kuartal I 2017. Salah satu penopang pertumbuhan kredit pada kuartal I antara lain dari beberapa kredit ke proyek infrastruktur.

Masih menunggu penilaian Otoritas Jasa Keuangan untuk perlu atau tidaknya menerbitkan surat utang Obligasi yang dapat dikonversi menjadi tambahan modal sebagai rencana aksi bank sistemik dalam mencegah krisis perbankan. Saat ini rasio kecukupan modal inti perseroan sudah sebesar 21,9% atau jauh di atas ketentuan CAR bank sistemik sebesar 18%.

Rekomendasi: Netral

 

KKGI: Mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar US$ 1,33 juta sampai bulan Maret 2017. Aktivitas eksplorasi dilakukan oleh anak usaha perseroan yakni PT Insani Baraperkasa dimana kegiatan eksplorasi pengembangan dilakukan di area Sub Blok Handil Bakti.

Rekomendasi: Netral

 

AKRA: Bersama dengan BP, perusahaan energi internasional, mengumumkan penandatanganan joint venture ritel di Indonesia. Joint Venture ini akan membentuk perusahaan bernama PT Aneka Petroindo Raya, yang akan beroperasi di bawah nama BP AKR Fuels Retail.

Rekomendasi: Netral

 

PPRO: Membentuk perusahaan patungan dengan PT Gunungsari Saktijaya. Proporsi kepemilikan PPRO sebesar 80% atau senilai Rp76,80 miliar dari PT Gunung Sakti Jaya sebesar 20% atau Rp19,20 miliar. Tujuan dari pembentukan perusahaan patungan ini guna memperluas bisnis perseroan di wilayah Surabaya.

Rekomendasi: Netral

 

EMDE: Menggelar pameran properti produk terbaru bertempat di atrium pusat perbelanjaan Cinere Bellevue Mall di Cinere, Jakarta pada 6 April sampai dengan 14 Mei 2017. Dalam pameran kali ini, perseroan menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) untuk memberikan solusi pembiayaan dengan bunga terjangkau, serta persetujuan kredit kepemilikan unit properti yang lebih singkat.

Rekomendasi: Netral

 

WTON: Mengincar total nilai kontrak baru sepanjang tahun ini mencapai Rp5,4 triliun. Perseroan memproyeksikan proyek-proyek infrastruktur masih akan mendominasi yakni 40%. Selain proyek infrastruktur, nilai kontrak yang tengah pihaknya incar juga berasal dari berbagai proyek energi 25%, industri 20% dan properti.

Mengejar pembangunan proyek jalan layang kereta api Medan-Kualanamu. Perseroan menargetkan proyek akan selesai pada akhir 2018 mendatang. Perseroan telah mengantongi nilai kontrak sebesar Rp 750 miliar pada proyek ini.

Rekomendasi: Netral

 

GIAA: Menargetkan pendapatan dari sektor angkutan kargo sepanjang 2017 tumbuh 26% dibandingkan realisasi tahun lalu. Hal tersebut didorong dengan upaya penguatan pelayanan pintu ke pintu serta peningkatan pasar dangerous goodsdan produk-produk e-commerce.

Rekomendasi: Netral

 

INCF: Menargetkan kenaikan pendapatan menjadi Rp 700 miliar tahun 2017, dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai Rp 400 miliar. Peningkatan penjualan diharapkan didukung pertumbuhan anorganik.

Rekomendasi: Netral

 

PSAB: Akan melangsungkan penambahan modal dengan rights issue, dengan menerbitkan sebanyaknya 20,13 miliar saham baru, dengan target dana US$ 300 juta. Aksi korporasi ini baru disetujui oleh pemegang saham dan akan diajukan secepatnya ke Otoritas Jasa Keuangan.

Melalui anak usahanya, J Resources International, berencana menerbitkan surat utang. Pemegang saham perseroan sudah menyetujui pemberian jaminan perusahaan yang dilakukan anak usaha perseroan, PT J Resources Nusantara.

Rekomendasi: Netral

 

BABP: Menargetkan realisasi penyaluran kredit tahun ini dapat tumbuh 12,58% menjadi Rp 9 triliun dari perolehan 2016 sebesar Rp 7,99 triliun. Dari target tersebut porsi penyaluran kredit untuk segmen konsumer diproyeksikan sebesar 55%, komersial 35% dan korporasi 10%.

Bersama dengan PT Prioritas Land Indonesia menjalin kerjasama pendanaan sebagai strategi perusahaan menyelesaikan proyek Apartemen Majestic Point Serpong di Gading Serpong, Tangerang. Kerja sama keduanya berdasarkan pertimbangan kinerja dan portfolio proyek.

Rekomendasi: Netral

 

BBNI: Menargetkan pertumbuhan nasabah prioritas atau BNI Emerald sebesar 40% di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Persentase tersebut selaras dengan pertumbuhan di tataran nasional.

Rekomendasi: Netral

 

APLN: Melalui anak usahanya, PT Sinar Menara Deli melalui proyek kawasan terintegrasi Podomoro City Deli Medan atau PCDM seluas 5,20 hektare tengah memasarkan ruang perkantoran premium. PCDM akan terdiri atas 2 menara Tribeca Condominium, 2 menara apartemen premium, 3 menara apartemen eksklusif.

Rekomendasi: Netral

 

TGKA: Tahun ini akan menambah prinsipal baru sehingga akan melengkapi prinsipal perseroan menjadi 15 prinsipal. Perseroan juga akan menambah produk baru dan memacu penjualan secara online.

Rekomendasi: Netral

 

RUIS: Ingin mencatatkan pertumbuhan pendapatan antara 15%-20% tahun ini. Adapun untuk target pertumbuhan laba bersih lebih tinggi, yakni sebesar 25%. Perseroan akan memburu kontrak baru senilai Rp 3 triliun untuk mencapai target tersebut.

Rekomendasi: Netral

 

PBRX: Berupaya menambah produksi tahun ini. Perseroan berencana menambah kapasitas produksi 6 juta potong garmen tahun ini. Peningkatan produksi dilakukan untuk meningkatkan kinerja penjualan.

Rekomendasi: Netral

 

DSFI: Masih mengandalkan ekspor sebagai sumber pendapatan terbesar. Kontribusi pasar luar negeri terhadap omset perseroan tetap dipertahankan 95%.

Rekomendasi: Netral

 

TBLA: Akan menerbitkan obligasi dolar atau bondsmaksimal US$ 200 juta. Dana hasil penerbitan tersebut akan didistribusikan kepada entitas anak dalam bentuk setoran modal atau pinjaman antar perusahaan. Penerbitan tersebut untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan dalam industri minyak goreng sawit, minyak sawit atau CPO, dan sabun.

Rekomendasi: Netral

 

IPO:

PT Bursa Efek Indonesia memastikan jumlah emiten baru yang tercatat di pasar modal akan terus bertambah. BEI memperkirakan, hingga Juni 2017, jumlah perusahaan yang akan melangsungkan penawaran umum perdana saham sebanyak 14-16 perusahaan.

Morning Meeting

Morning Notes 8 Juni 201726 Jul 2017 14:50

IHSG di perdagangan kemarin bergerak fluktuatif di area positif sebelum akhirnya ditutup naik 9,49 poin atau menguat 0,17%. Menguatnya IHSG kemarin ditopang oleh aksi beli yang mayoritas [ ... ]

Read more...
Morning Notes 7 Juni 201705 Jul 2017 09:54

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 40,40 poin atau melemah –0,70% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. Sebanyak 8 sektor yang dipimpin oleh [ ... ]

Read more...
Morning Notes 6 Juni 201705 Jul 2017 09:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 5,79 poin atau menguat 0,10% setelah di sepanjang sesi perdagangan mayoritas bergerak positif. Menguatnya sektor Keuangan, Pertambangan dan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 5 Juni 201705 Jul 2017 09:43

IHSG di perdagangan akhir kemarin ditutup menguat tipis 0,07% atau naik 4,29 poin setelah bergerak sidewaysdalam range5.726,01 - 5.752,66. Menguatnya lima sektor yang dipimpin oleh [ ... ]

Read more...
Morning Notes 2 Juni 201705 Jul 2017 09:26

Setelah melemah dua hari berturut-turut pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 44 poin (+0.78%) ke level 5,738.155 pada perdagangan dua hari lalu, menjelang libur kemarin [ ... ]

Read more...
Morning Notes 31 Mei 201705 Jul 2017 09:20

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup turun 18,94 poin atau melemah –0,33% setelah bergerak sidewaysdalam kisaran 5.693,39 - 5.730,06. Meski dibuka melemah, IHSG sempat [ ... ]

Read more...
Morning Notes 30 Mei 201705 Jul 2017 09:15

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 4,48 poin atau melemah tipis –0,08% setelah bergerak sidewaysdalam range5.703,46 - 5.730,84. Sebanyak tujuh sektor ditutup terkoreksi [ ... ]

Read more...
Morning Notes 29 Mei 201704 Jul 2017 09:35

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 13,38 poin atau menguat 0,24% setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range5.703,89 - 5.728,61, di tengah-tengah [ ... ]

Read more...
Morning Notes 26 Mei 201704 Jul 2017 09:27

IHSG di perdagangan hari Rabu kemarin sebelum libur ditutup turun 27,18 poin atau melemah –0,47% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. Melemahnya IHSG tersebut [ ... ]

Read more...
Other Articles