News:
Perhatian| PT. EQUITY SECURITIES INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Veny |

Morning Notes 6 April 2017

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat dan kembali mencatatkan rekor tertinggi baru untuk hari ketiga perdagangan secara berturut-turut. IHSG ditutup naik 25,16 poin atau menguat 0,45% setelah bergerak dalam range5.644,79 -  5.676,98. Pergerakan IHSG kemarin sempat mengalami tekanan aksi profit takingdan mendorong IHSG ke zona negatif dan sempat terkoreksi –0,12%. Namun IHSG mampu berbalik arah didukung oleh masih maraknya aksi beli baik oleh investor asing maupun domestik. Bahkan aksi beli menjelang penutupan perdagangan terhadap saham-saham seperti  UNVR, INTP, UNTR dan BMRI mampu mendorong IHSG ditutup naik 0,45%. Sektor Industri Dasar memimpin penguatan IHSG, sementara sektor pertambangan ditutup melemah –0,81% sebagai akibat profit taking.

Indeks saham di bursa AS di perdagangan tadi malam ditutup melemah . Indeks Dow ditutup melemah –0,20%, Indeks Nasdaq melemah –0,58% dan Indeks S&P melemah –0,31%. Indeks tadi malam sempat bergerak di teritori positif dimana indeks Dow bahkan sempat menguat 0,96% setelah rilis data ekonomi AS. Namun indeks kemudian bergerak turun dan ditutup melemah dipicu oleh rilis risalah rapat The Fed periode Maret 2017. Dalam risalah rapat tersebut disebutkan bahwa para pejabat The Fed ingin mulai menghapus neraca keuangan bank sentral sebesar US$ 4,5 triliun pada tahun ini dengan mengubah investasi obligasinya dan dapat berdampak pada kenaikan suku bunga acuan.  Para pejabat TheFed juga menegaskan kembali pendekatan untuk menormalisasi kebijakan moneter Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang diumumkan pada September 2014 yang lalu. Pengumuman The Fed tersebut juga seakan memberikan gambaran bahwa valuasi harga saham sekarang sudah relatif tinggi. Dari sisi data ekonomi yang dirilis tadi malam, ADP Employment Changeperiode Maret 2017 tercatat naik dari 245.000 ke 263.000 dan merupakan yang terbanyak sejak tahun 2014 dan melampaui perkiraan yang sebesar 187.000.

Sementara itu data ISM Non Manufacturing PMI periode Maret 2017 tercatat turun dari 57,6 ke 55,2 atau berada di bawah ekspektasi yang sebesar 57. Menjelang akhir pekan ini, pelaku pasar di bursa AS akan mencermati pertemuan Presiden AS, Donald Trump dengan Presiden Tiongkok, XI Jinping serta rilis data utama ketenagakerjaan AS.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,57%. Melemahnya indeks Nikkei pagi ini juga turut dipicu oleh rilis risalah rapat The Fed serta juga didorong oleh nilai tukar Yen yang berbalik menguat terhadap US Dollar.

Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sidewaysdengan kecenderungan rawan akan aksi profit taking. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range5656/5634 - 5688/5698. Cermati :

(UNVR) S : 44225, 43450 R: 45400, 45775 CL jika turun dari 42700

(BMRI) S : 11775, 11650 R: 11975, 12050 CL jika turun dari 11400

(LPPF) S : 13125, 13000 R: 13400, 13525 CL jika turun dari 12600

(BBNI) S : 6525, 6450 R: 6625, 6700 CL jika turun dari 6200

(HMSP) S : 3990, 3950 R: 4050, 4070 CL jika turun dari 3900

(MFIN) S : 1570, 1505 R: 1680, 1720 CL jika turun dari 1400

(CEKA) S : 1905, 1835 R: 2030, 2080 CL jika turun dari 1700

(LTLS) S : 424, 406 R: 452, 464 CL jika turun dari 394

(AISA) S : 2210, 2180 R: 2250, 2280 CL jika turun dari 2130

(DMAS) S : 224, 218 R: 242, 250 CL jika turun dari 210

 

BERITA EMITEN

 

ANJT: Menyiapkan belanja modal sebesar US$ 63,7 juta tahun ini. Sebagian besar dana belanja modal yakni US$ 26 juta akan digunakan untuk melanjutkan program penanaman kelapa sawit di Papua dan Sumatera Selatan dan sisanya untuk pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit berlokasi di Papua.

Rekomendasi: Netral

 

NRCA: Menargetkan kontrak baru sekitar Rp 3,3 triliun di tahun ini, naik 17,4% lebih tinggi ketimbang kontrak baru tahun 2016 yaitu Rp 2,81 triliun. Tahun ini, perseroan berharap bisa meraih pendapatan sekitar Rp 2,9 triliun.

Rekomendasi: Netral

 

BBKP: Mencatat perolehan aset pada 2016 sebesar Rp 105,4 triliun, meningkat 11,7% dibandingkan pencapaian pada periode sama tahun lalu. Pencapaian aset tersebut menunjukkan perseroan bisa menjaga tren pertumbuhan jangka panjang di tengah situasi makroekonomi yang masih belum stabil.

Rekomendasi: Netral

 

BNGA: Memperkenalkan brand promiseterbaru bernama Forward. Dengan brand promisetersebut, perseroan berupaya semakin dekat dengan nasabah dan mengantisipasi setiap kebutuhan sesuai dengan perkembangan disetiap aspek kehidupan.

Rekomendasi: Netral

 

IBFN: Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memutuskan untuk melakukan pembatalan pendaftaran surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes milik perseroan. Surat pembatalan pendaftaran MTN tersebut diperoleh pada 3 April lalu seiring ketidakmampuan perseroan membayar pokok MTN tepat waktu.

Rekomendasi: Netral

TOBA: Menyiapkan belanja modal sebesar US$ 60 juta hingga US$ 65 juta pada tahun ini yang sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan pembangkit listrik di Gorontalo. Perseroan juga akan mencari peluang untuk terus menambah proyek pembangkit listrik baik melalui partisipasi dalam tender produsen listrik swasta maupun melalui akuisisi aset pembangkit listrik yang sudah ada.

Rekomendasi: Netral

 

JPFA: Akan mengalokasikan sebagian laba bersih yang diraih pada tahun 2016 untuk dividen tunai. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan kemarin, pemegang saham sepakat untuk menggunakan sebagian laba bersih perseroan pada tahun 2016 yang sebesar Rp 2,065 triliun untuk dividen atau sebesar Rp 50 per saham.

Menggalang dana hingga Rp 3 triliun melalui penerbitan obligasi. Surat utang tersebut terdiri atas obligasi global sebesar US$ 150 juta (Rp 2 triliun) yang diterbitkan pada 31 Maret 2017 dan obligasi domestik senilai Rp 1 triliun yang akan ditawarkan melalui penawaran umum berkelanjutan II tahap II.

Perseroan menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 10% pada tahun ini dibandingkan dengan pencapaian pada tahun lalu sebesar Rp 27,06 triliun. Untuk itu, perseroan menyiapkan belanja modal Rp 1,5 triliun pada tahun ini, naik 95,56% yoy dari realisasi pada tahun lalu senilai Rp 767 miliar.

Rekomendasi: Netral

 

MSKY: Berencana melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) sebanyak-banyaknya 1,29 miliar lembar saham dengan nominal Rp 100 pada semester kedua tahun ini. Penambahan modal dengan HMETD ini memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Pemegang Saham Luar Biasa yang akan diselenggarakan pada 12 Mei 2017. Seluruh dana yang diperoleh dalam rangka penambahan modal dengan HMETD ini akan dipergunakan untuk modal kerja, sedangkan saham baru yang diterbitkan dalam rangka penambahan modal dengan HMTED sebagian akan dipergunakan untuk konversi uang muka setoran modal menjadi saham perseroan.

Rekomendasi: Netral

 

SSIA: Sudah merealisasikan pembelian lahan sekitar 100 hektar di Subang, Jawa Barat, selama kuartal pertama tahun ini. Perseroan menargetkan tahun ini dapat menuntaskan akuisisi lahan di Subang hingga 1.000 hektar.

Berencana melakukan pembelian kembali atau buybacksaham 10% dari saham beredar perseroan. Dana buybacksaham tersebut akan berasal dari hasil divestasi tol Cikopo-Palimanan dimana untuk divestasi tol tersebut, perseroan telah mengantongi restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa kemarin.

Rekomendasi: Netral

 

PNBN: Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyetujui permohonan perseroan sebagai bank administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) di pasar modal Indonesia. Dengan menjadi Bank RDN, perseroan melengkapi portofolio di industri keuangan sekaligus mewujudkan komitmen dalam memberikan layanan terbaik khususnya dalam membangun kepercayaan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Perseroan menargetkan hingga akhir tahun ini dapat menghimpun dana murah sebesar Rp 300 miliar melalui penempatan rekening dana nasabah dari investor pasar modal. Perseroan juga memberikan hadiah undian seperti 2 mobil Mini Cooper, dan 40 Yamaha NMAX yang diundi setiap dua minggu dann grand prizeRp 8 miliar yang diundi tiap tiga bulan, kepada nasabah yang memiliki tabungan rekening dana nasabah di perseroan.

Rekomendasi: Netral

 

VRNA: Menargetkan aksi rights issue sebesar Rp 177,3 miliar akan selesai pada Mei 2017. Saat ini terdapat dua pembeli siaga atas efek yang diterbitkan perseroan yakni PT Bank Panin Tbk dan investor asal Jerman yaitu DEG.

Rekomendasi: Netral

 

BNBR: Masih sibuk melanjutkan rencana restrukturisasi utang pada tahun ini. Perseroan tengah bernegosiasi dengan beberapa kreditur untuk menentukan skema restrukturisasi utang.

Rekomendasi: Netral

 

HADE: Akan melakukan penyertaan pada PT Optima Daya Kapital. Optima merupakan perusahaan yang menjalankan kegiatan di bidang stasiun pengisian bahan bakar gas.

Rekomendasi: Netral

 

MDKA: Menyelesaikan proyek Tujuh Bukit yang berada di Banyuwangi, Jawa Timur. Total biaya konstruksi proyek ini mencapai US$ 137 juta, sedikit lebih tinggi ketimbang anggaran US% 130 juta.

Rekomendasi: Netral

 

DSSA: Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan antara 25%-30%. Hal ini karena akan beroperasinya PLTU Sumsel V berkapasitas 2 x 150 MW tahun ini, dan tren kenaikan harga batubara.

Rekomendasi: Netral

Morning Meeting

Morning Notes 17 Mei 201716 Jun 2017 09:51

IHSG di perdagangan kemarin, setelah sempat bergerak positif di awal perdagangan, namun akhirnya ditutup turun 41,87 poin atau melemah –0,74%. Sejumlah saham menjadi penekan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 16 Mei 201716 Jun 2017 09:44

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 13,65 poin atau menguat 0,24% setelah bergerak sidewaysdalam range5.649,08 - 5.693,99. IHSG kemarin mayoritas bergerak di zona melemah yang [ ... ]

Read more...
Morning Notes 15 Mei 201716 Jun 2017 09:41

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin berhasil ditutup naik 22,21 poin atau menguat 0,39% setelah di dua sesi perdagangan sebelumnya mengalami koreksi. Penguatan IHSG dipimpin oleh [ ... ]

Read more...
Morning Notes 12 Mei 201716 Jun 2017 09:38

IHSG di perdagangan hari Rabu, 10 Mei 2017, ditutup turun 44,05 poin atau melemah –0,77% setelah dalam range 5.636,20 - 5.718,59. Melemahnya IHSG dipimpin oleh sektor Pertambangan, [ ... ]

Read more...
Morning Notes 10 Mei 201716 Jun 2017 09:35

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 10,81 poin atau melemah –0,19% setelah bergerak sideways dalam range5.693,68 - 5.745,85 dan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang [ ... ]

Read more...
Morning Notes 9 Mei 201709 Jun 2017 09:31

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 24,49 poin atau menguat 0,43% setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak tujuh sektor ditutup menguat dengan dipimpin [ ... ]

Read more...
Morning Notes 8 Mei 201709 Jun 2017 09:25

 IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik meski sempat mengalami tekanan di awal perdagangan. IHSG ditutup naik 13,93 poin atau menguat 0,25% setelah bergerak sidewaysdalam [ ... ]

Read more...
Morning Notes 5 Mei 201709 Jun 2017 09:22

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat dan mengakhiri pelemahannya selama empat hari perdagangan secara berturut-turut. IHSG ditutup naik 22,07 poin atau menguat [ ... ]

Read more...
Morning Notes 4 Mei 201709 Jun 2017 09:20

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 28,44 poin atau melemah –0,50% setelah bergerak sidewaysdalam range5.647,32 - 5.686,83. IHSG sempat bergerak positif di awal perdagangan. [ ... ]

Read more...
Other Articles