News:
Perhatian| PT. EQUITY SECURITIES INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Veny |

Morning Notes 4 April 2017

IHSG di perdagangan kemarin berhasil membukukan hasil positif dengan ditutup naik 38,68 poin atau menguat 0,69% dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru setelah bergerak di zona positif dalam range5.581,31 - 5.616,94. Sebanyak empat sektor ditutup menguat >1% yang dipimpin oleh sektor Consumer. Sementara sektor Properti dan Agri ditutup melemah. Sejumlah saham-saham yang mengalami tekanan di perdagangan akhir pekan kemarin, bergerak positif dan menopang penguatan IHSG, yakni saham-saham UNTR, GGRM, UNVR, LPPF dan ICBP. Investor asing kemarin mencatatkan aksi beli bersih mencapai Rp. 432 miliar.

Indeks saham di bursa AS di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi terbatas. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,06%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,29% dan Indeks S&P terkoreksi –0,16%. Pergerakan koreksi indeks tadi malam dipengaruhi oleh sejumlah data ekonomi AS yang menunjukkan penurunan yang bervariasi. Data-data ekonomi untuk periode Maret 2017 tersebut yakni ISM Manufacturing PMI yang tercatat turun dari 57,7 ke 57,2 namun masih berada di atas perkiraan yang sebesar 57 ; ISM Manufacturing New Orders tercatat turun dari 65,1 ke 64,5. Sedangkan Construction Spending MoM untuk periode Feb 2017 tercatat naik sebesar 0,8% menjadi US$ 1.192,8 miliar, namun berada di bawah perkiraan yang sebesar 1%. Sementara data Total Vehicle Sales untuk periode Mar 2017 tercatat turun dari 17,58 juta unit ke 16,62 juta unit yang kemudian mendorong anjloknya saham-saham yang berkaitan dengan mobil. Selain data ekonomi tersebut, pergerakan indeks juga tampaknya juga dipengaruhi oleh adanya peningkatan kekhawatiran terhadap kebijakan-kebijakan Trump akan membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan untuk disetujui oleh parlemen AS. Untuk pekan ini, pelaku pasar diperkirakan akan memantau rilis dari risalah pertemuan The Fed bulan lalu dan rilis data utama ketenagakerjaan AS. Pelaku pasar juga diperkirakan akan mencermati pernyataan-pernyataan dari para pejabat The Fed serta menantikan hasil pertemuan dari Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Tiongkok, XI Jinping, yang dijadwalkan pada pertengahan pekan ini.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,26%. Melemahnya indeks Nikkei pagi ini didorong oleh menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar serta koreksi indeks di bursa AS.

Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatannya meski rawan akan tekanan aksi profit taking. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range5586/5566 - 5622/5637.

Cermati :

(LPPF) S : 13250, 13000 R: 13675, 13850 CL jika turun dari 12500

(ICBP) S : 8250, 8100 R: 8525, 8625 CL jika turun dari 7900

(WSKT) S : 2370, 2350 R: 2400, 2420 CL jika turun dari 2250

(TLKM) S : 4130, 4090 R: 4210, 4240 CL jika turun dari 4000

(EXCL) S : 2990, 2960 R: 3100, 3170 CL jika turun dari 2850

(HMSP) S : 3940, 3890 R: 4020, 4040 CL jika turun dari 3850

(GJTL) S : 1130, 1110 R: 1170, 1190 CL jika turun dari 1050

(RALS) S : 1115, 1100 R: 1135, 1150 CL jika turun dari 1050

(BBRI) S : 12925, 12825 R: 13150, 13250 CL jika turun dari 12500

(UNVR) S : 43525, 43175 R: 44100, 44325 CL jika turun dari 42500

 

BERITA EMITEN

 

SMGR: Memastikan polemik atas keberadaan pabrik Rembang tak akan membuat operasional pabrik itu terhenti sepenuhnya. Polemik atas pabrik baru itu Cuma menunda sumber pemasukan baru bagi perseroan sambil menunggu hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis.

Berencana menggelar penawaran umum berkelanjutan obligasi sebesar Rp 8 triliun. Penerbitan tahap I senilai Rp 3 triliun  ditargetkan terealisasi pada semester I-2017.Penerbitan obligasi bertujuan untuk mengoptimalkan funding cost, sehingga berdampak terhadap kenaikan laba bersih kedepan. 

Rekomendasi: Netral

 

EXCL: Tahun ini akan fokus meningkatkan pendapatan dari layanan data menjadi 65% dari total pendapatan. Hal ini karena adanya perubahan perilaku pelanggan dalam berkomunikasi, dari penggunaan telepon dan pesan singkat menjadi layanan data.

Berencana menerbitkan sukuk ijarah senilai Rp 3,5 triliun tahun ini. Obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan Sukuk Ijarah dengan total Rp 5 triliun yang dilakukan pada tahun 2015.

Rekomendasi: Netral

 

INDY: Berencana menerbitkan obligasi dengan denominasi dollar Amerika Serikat. Perseroan akan menggunakan hasil penerbitan obligasi global tersebut untuk keperluan pembiayaan kembali utang perseroan atau refinancing.

Rekomendasi: Netral

 

INTA: Terus memperkuat bisnisnya dengan tidak hanya di bisnis kelistrikan, akan tetapi juga di bisnis manufaktur. Pengembangan infrastruktur dan kelistrikan menjadi salah satu pilar perseroan di masa mendatang, meski bisnis alat berat konstruksi dan jasa pertambangan serta pembiayaan juga masih menjadi andalan perseroan.

Rekomendasi: Netral

 

DSNG: Menyiapkan belanja modal tahun ini antara Rp 600 miliar hingga Rp 700 miliar. Perseroan akan menggunakan belanja modal untuk keperluan operasional bisnis dan jika memungkinkan untuk akuisisi.

Rekomendasi: Netral

 

BYAN: Tahun lalu perseroan mencatatkab laba US$ 28,76 juta setelah terakhir kali meraih laba pada tahun 2011. Raihan laba perseroan seiring dengan pertumbuhan pendapatan perseroan 19,45% menjadi US$ 555,48 juta.

Rekomendasi: Netral

 

CKRA: Perseroan belum bisa merealisasikan pembangunan smelter feronikel di Konawe, Sulawesi Tenggara. Perseroan masih menunggu sejumlah perizinan, salah satunya adalah analisis dampak lingkungan.

Rekomendasi: Netral

 

MLIA: Tahun ini perseroan menargetkan penjualan Rp 6 triliun. Dari sisi pendapatan ini, produk perseroan yang mendominasi berasal dari penjualan kaca lembaran dan botol.

Rekomendasi: Netral

 

GIAA: Siap melayani penerbangan internasional melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, mulai 1 Mei 2017. Persiapan perseroan sudah mencapai 95%.

Rekomendasi: Netral

 

TBIG: Meraih fasilitas kredit revolvingdari bank senilai US$ 500 juta. Pinjaman ini didapatkan dengan tingkat bunga mengacu London International Offered Rate ditambang 175 basis poin.

Rekomendasi: Netral

 

MEGA: Menargetkan penyaluran kredit tahun 2017 mencapai Rp 33 triliun atau tumbuh 17% dibandingkan tahun lalu Rp 28,28 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut akan ditopang oleh sektor korporasi, ritel dan konsumsi.

Rekomendasi: Netral

 

SDRA: Sepakat untuk membagikan dividen tahun buku 2016 sebesar Rp 53,259 miliar atau Rp 10,5 per lembar saham. Pembagian dividen itu telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan perseroan.

Rekomendasi: Netral

 

NISP:   Secara konsisten tidak membagikan dividen kepada pemegang saham sejak 2004. Hal ini dilakukan untuk memperkuat permodalan sebagai antisipasi ketentuan Basel III dan lainnya.

Rekomendasi: Netral

 

PANR: Berpeluang menambah kepemilikan hotel melalui akuisisi di dalam Panorama Group atau membangun hotel baru dengan mitra strategis. Saat ini, induk usaha perseroan, PT Panorama Tirta Anugrah, tengah mengkaji rencana penambahan hotel bintang tiga, empat dan lima.

Rekomendasi: Netral

 

PPRO: Telah mendapat pernyataan efektif dari bursa terkait penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Perseroan siap menawarkan sebanyak 5,5 miliar saham senilai Rp 1,54 triliun. Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 20% menjadi Rp 438 miliar.

Rekomendasi: Netral

 

LEAD: Tengah mengikuti tender kontrak baru senilai US$ 88 juta. Saat ini perseroan telah memiliki contract on handsebesar US$ 61 juta, termasuk kontrak pekerjaan yang telah diperoleh sejak awal tahun hingga saat ini sebesar US$ 5,6 juta.

Rekomendasi: Netral

 

MAMI: Fokus menyelesaikan proyek renovasi dan peningkatan fasilitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di kompleks Garden Palace Hotel Surabaya dengan investasi sebesar Rp 80 miliar. Proyek tersebut disiapkan untuk menangkap peluang pasar MICE yang diperkirakan tetap tumbuh baik di masa mendatang.

Rekomendasi: Netral

 

FPNI: Akan tetap fokus  menjual produknya di  pasar domestik tahun ini. Hal itu ditopang oleh  harga  jual produk polietilena di dalam negeri yang  lebih baik dibandingkan ekspor. 

Rekomendasi: Netral

 

ISAT: Untuk memangkas beban perseroan, perseroan berencana untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas. Perseroan sementara masih mencari underwriter, dan belum sepenuhnya menjelaskan detailnya.

Perseroan menyiapkan belanja modal sekitar Rp 7-7,5 triliun tahun ini. Perseroan akan menggunakan 75%-80% dana belanja modal untuk investasi jaringan, sedangkan sisanya untuk penambahan teknologi informasi. Perseroan akan memanfaatkan kas internal untuk membiayai belanja modal.

Rekomendasi: Netral

 

DMAS: Mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 757,2 miliar selama 2016, ditengah melambatnya perekonomian nasional dan permintaan lahan industri. Adapun pendapatan perseroan mencapai Rp 1,6 triliun, dimana segmen penjualan lahan industri masih berkontribusi besar terhadap pencapaian tersebut.

Rekomendasi: Netral

 

ASSA: Menyiapkan belanja modal sebesar Rp 1 triliun pada 2017. Dana belanja modal akan digunakan untuk mengembangkan bisnis dan meraih kenaikan pendapatan sesuai target.

Rekomendasi: Netral

 

META: Berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp 220,02 miliar, meningkat 4,26% dibandingkan perolehan 2015 senilai Rp 131,1 miliar. Peningkatan laba didorong oleh kenaikan pendapatan dan penjualan tahun lalu yang tumbuh 60% menjadi Rp 986,8 miliar.

Perseroan akan terus berekspansi bisnis tahun ini. Salah satu cara perseroan adalah dengan bermitra dengan pihak ketiga baik lokal maupun asing.

Rekomendasi: Netral

Morning Meeting

Morning Notes 8 Juni 201726 Jul 2017 14:50

IHSG di perdagangan kemarin bergerak fluktuatif di area positif sebelum akhirnya ditutup naik 9,49 poin atau menguat 0,17%. Menguatnya IHSG kemarin ditopang oleh aksi beli yang mayoritas [ ... ]

Read more...
Morning Notes 7 Juni 201705 Jul 2017 09:54

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 40,40 poin atau melemah –0,70% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. Sebanyak 8 sektor yang dipimpin oleh [ ... ]

Read more...
Morning Notes 6 Juni 201705 Jul 2017 09:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 5,79 poin atau menguat 0,10% setelah di sepanjang sesi perdagangan mayoritas bergerak positif. Menguatnya sektor Keuangan, Pertambangan dan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 5 Juni 201705 Jul 2017 09:43

IHSG di perdagangan akhir kemarin ditutup menguat tipis 0,07% atau naik 4,29 poin setelah bergerak sidewaysdalam range5.726,01 - 5.752,66. Menguatnya lima sektor yang dipimpin oleh [ ... ]

Read more...
Morning Notes 2 Juni 201705 Jul 2017 09:26

Setelah melemah dua hari berturut-turut pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 44 poin (+0.78%) ke level 5,738.155 pada perdagangan dua hari lalu, menjelang libur kemarin [ ... ]

Read more...
Morning Notes 31 Mei 201705 Jul 2017 09:20

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup turun 18,94 poin atau melemah –0,33% setelah bergerak sidewaysdalam kisaran 5.693,39 - 5.730,06. Meski dibuka melemah, IHSG sempat [ ... ]

Read more...
Morning Notes 30 Mei 201705 Jul 2017 09:15

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 4,48 poin atau melemah tipis –0,08% setelah bergerak sidewaysdalam range5.703,46 - 5.730,84. Sebanyak tujuh sektor ditutup terkoreksi [ ... ]

Read more...
Morning Notes 29 Mei 201704 Jul 2017 09:35

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 13,38 poin atau menguat 0,24% setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range5.703,89 - 5.728,61, di tengah-tengah [ ... ]

Read more...
Morning Notes 26 Mei 201704 Jul 2017 09:27

IHSG di perdagangan hari Rabu kemarin sebelum libur ditutup turun 27,18 poin atau melemah –0,47% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. Melemahnya IHSG tersebut [ ... ]

Read more...
Other Articles