News:
Perhatian| PT. EQUITY SECURITIES INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Veny |

Morning Notes 29 Maret 2017

IHSG di perdagangan Senin kemarin ditutup turun 25,93 poin atau melemah –0,47% setelah bergerak sidewaysdalam range5.531,33 - 5.567,43, dimana penurunan IHSG dipimpin oleh sektor Keuangan. Aksi profit taking menjadi salah satu faktor penekan pergerakan IHSG. Selain itu, minimnya sentimen domestik serta tekanan jual yang juga dialami oleh bursa-bursa di kawasan regional dan global, juga turut mempengaruhi pergerakan IHSG. Namun meski demikian, secara keseluruhan, investor asing masih melakukan aksi beli bersih. Aksi beli bersih asing terbesar yakni pada saham-saham seperti ASII, BBCA, BBNI, UNVR dan HMSP.

Indeks saham di bursa AS di perdagangan tadi malam ditutup menguat setelah selama empat hari perdagangan berturut-turut mengalami penutupan yang bervariasi. Indeks Dow ditutup menguat 0,73%, Indeks Nasdaq menguat 0,60% dan Indeks S&P menguat 0,73%. Sektor finansial, energi dan bahan baku memimpin penguatan indeks tadi malam. Sektor finansial ditutup menguat 1,4%. Sedangkan sektor energi dan bahan baku menguat lebih dari 1,1% setelah naiknya harga minyak WTI yang tadi malam sempat menguat 1,3%. Menguatnya indeks tadi malam ditopang oleh rilis data ekonomi AS serta sejumlah pernyataan dari pejabat The Fed. Data ekonomi yang dirilis tadi malam yakni Consumer Confidence periode Maret 2017 yang tercatat naik dari 116,1 ke 125,6. Kenaikan tersebut merupakan level tertinggi dalam 16 tahun terakhir yang didorong oleh optimisme akan lapangan pekerjaan. Sedangkan nilai tukar US Dollar berbalik menguat setelah mencatatkan titik terendahnya dalam empat bulan terakhir. Pejabat The Fed yang memberikan pernyataan antara lain Presiden The Fed Chicago, Charles Evans, yang mengatakan bahwa akan ada dua kali lagi kenaikan suku bunga acuan The Fed tahun ini mengingat ketidakpastian seputar prospek inflasi dan pengeluaran pemerintah ; serta pernyataan Presiden The Fed Dallas, Robert Kaplan, yang mengatakan bahwa bank sentral membuat kemajuan yang lambat dan bertahap menuju target inflasinya.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat tipis 0,07%. Pergerakan nilai tukar Yen terhadap US Dollar yang fluktuatif menjadi penghambat pergerakan indeks Nikkei di tengah-tengah reboundnya indeks di bursa AS dan naiknya harga minyak.

Untuk perdagangan di bursa domestik untuk hari ini setelah libur Nyepi kemarin, IHSG diperkirakan akan bergerak sidewaysdengan kecenderungan masih berpotensi rawan akan tekanan meski tidak menutup kemungkinan menguat secara terbatas. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range5525/5510 - 5562/5584.

Cermati :

(CPIN) S : 3220, 3160 R: 3320, 3350 CL jika turun dari 3030

(JSMR) S : 4510, 4460 R: 4600, 4630 CL jika turun dari 4340

(LSIP) S : 1390, 1370 R: 1450, 1490 CL jika turun dari 1300

(ROTI) S : 1475, 1460 R: 1505, 1520 CL jika turun dari 1375

(MYOR) S : 2060, 2020 R: 2150, 2190 CL jika turun dari 1940

(ASII) S : 8475, 8400 R: 8550, 8625 CL jika turun dari 7875

(UNVR) S : 43125, 42900 R: 43550, 43725 CL jika turun dari 41175

(TLKM) S : 4070, 4060 R: 4090, 4100 CL jika turun dari 3870

(HMSP) S : 3990, 3970 R: 4020, 4030 CL jika turun dari 3810

(AKRA) S : 6150, 5950 R: 6650, 6950 CL jika turun dari 5850

 

BERITA EMITEN

 

BNBR: Tahun 2016, Rugi bersih perseroan meningkat 105% menjadi Rp 3,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan beban yang tidak sebanding dengan penurunan pendapatan membuat perseroan membukukan rugi usaha Rp 443,9 miliar.

Rekomendasi: Netral

 

KKGI: Memantapkan penjualan ekspor, terutama untuk pasar Asia Tenggara. Salah satu pasar baru ekspor perseroan adalah Kamboja. Penjualan batubara ke Kamboja tahun ini perseroan targetkan 300.000 ton sampai 400.000 ton per tahun.

Melirik peluang akuisisi enam tambang yang tersebar di Kalimantan untuk menambah cadangan batu bara yang dimiliki perseroan pada masa mendatang. Perseroan telah membayar uang muka untuk akuisisi enam izin usaha pertambangan (IUP) yang tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Rekomendasi: Netral

 

UNTR: Kembali melihat peluang untuk meningkatkan ekspansi bisnis tambang batubara setelah harga batubara mulai membaik. Untuk mendorong ekspansi pertambangan, perseroan melalui PT Pamapersada Nusantara menyuntik pinjaman US$ 110 juta untuk Turangga Agung.

Rekomendasi: Netral

 

UNVR: Pada tahun 2016, perseroan meraih kenaikan laba bersih sebesar 9% year on year menjadi Rp 6,39 triliun. Adapun pendapatan perseroan tumbuh 10% menjadi Rp 40,05 triliun pada 2016.

Rekomendasi: Netral

 

BBNI: Menargetkan kredit korporasi meningkat 30% di tahun ini. Target tersebut lebih tinggi dari realisasi kredit korporasi tahun 2016 lalu yang tumbuh 24%.

Rekomendasi: Netral

 

TPMA: Menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tahun ini antara 10%-20%. Perseroan melihat permintaan batubara di pasar regional lebih besar ketimbang suplai.

Rekomendasi: Netral

 

MEDC: Menguasai mayoritas saham Blok B Laut Natuna Selatan. Hal ini karena perseroan membeli 35% saham Inpex Corporation di Blok B. Nilai akuisisi tersebut mencapai US$ 167 juta.

Rekomendasi: Netral

 

INCO: Menyesalkan keluarnya kebijakan pelonggaran ekspor bijih nikel yang menyebabkan harga nikel yang menyebabkan harga nikel jatuh dari sebelumnya US$ 9.526 per ton, menjadi US$ 7.396 per ton. Dengan penurunan harga nikel ini, akan membuat ketidakpastian investor yang menaruh dananya.

Menyiapkan belanja modal pada tahun ini sebesar US$90  juta untuk mengoptimalkan produksi nickel matte di tambang Sorowako, Sulawesi Selatan. Besarnya belanja Modal di sorowako itu salah satunya karena fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nickel menjadi nickel matte milik perseroan sudah berproduksi sekitar 40 tahun sehingga perlu peremajaan. Sumber capex berasal dari arus kas internal. Oleh karena itu, perseroan tahun ini tidak membagikan dividen kepada pemegang saham.

Rekomendasi: Netral

 

SIDO: Tahun ini perseroan ingin merambah pasar Jepang dan Filipina. Ekspansi pasar Asia untuk memperbesar ekspor yang baru berkontribusi sekitar 5% dari penjualan, sementara sisanya 95% penjualan lain berasal dari dalam negeri.

Rekomendasi: Netral

 

MPPA: Pendapatan perseroan di tahun 2016 turun 2% dari Rp 13,8 triliun pada 2015 menjadi Rp 13,52 triliun tahun lalu. Kinerja perseroan menurun karena pendapatan di sejumlah daerah menurun akibat daya beli konsumen melemah.

Rekomendasi: Netral

 

MMLP: Saat ini perseroan tengah membangun gudang distribusi tahap pertama bagi Lazada di Depok, Jawa Barat dengan luas areal 30.000 meter persegi. Selain itu, perseroan berencana menggalang dana untuk ekspansi lewat rights issue sebanyak 3,07 miliar saham.

Rekomendasi: Netral

 

WIKA: Melihat ada proyek infrastruktur yang mengarah ke kota Bandung, seperti proyek kereta cepat Jakarta-Bandung serta proyek metro kapsul di kota kembang, anak usaha perseroan, PT Wika Realty akan menggarap apartemen bernama Tamansari Kencana Apartment Bandung. Perseroan akan merilis proyek ini pada April 2017 nanti lewat skema prapenjualan.

Rekomendasi: Netral

 

BBRI: Menyalurkan Kredit Usaha Rakyat kepada petani di Jember. Selama periode Januari hingga pertengahan Maret 2017, perseroan telah menyalurkan KUR di Jember senilai Rp 88 miliar kepada sekitar 6.500 debitor. Melalui penyaluran program KUR, perseroan berkontribusi terhadap pemerataan dan kemudahan akses bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk memperoleh pembiayaan.

Rekomendasi: Netral

 

BBNI: Bertindak sebagai mandated lead arranger dan bookrunner dalam proyek kredit sindikasi, untuk pembangunan proyek Jaringan Serat Optik Palapa Ring Paket Timur senilai Rp 4 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada PT Palapa Timur Telematika bersama empat bank lainnya yakni PT Bank ICBC Indonesia, PT Bank Papua, PT Bank Malukumalut dan PT Bank Sulselbar.

Rekomendasi: Netral

 

SOBI:  Dalam Keterbukaan Informasi pada 27 Maret 2107, PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk melakukan pengumuman rencana go private sejak 12 Agustus 2016. Keputusan terkait delisting ini rencananya akan ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada 30 Maret 2017. Perseroan Menetapkan harga Rp 4.250 per saham untuk membeli sahamnya yang beredar di publik. Alasan perseroan melaukan go public adalah jumlah saham yang dipegang publik relatif kecil, yakni 1,33% dari 321 pemegang saham publik.

Rekomendasi: Netral

 

INDF: Membukukan kenaikan laba yang bisa diatribusikan kepada pemilik entitas sebesar 39,6% menjadi 4,14 triliun pada 2016, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 2,97 triliun. Pertumbuhan ini didukung atas peningkatan penjualan dan margin keuntungan perseroan. Divisi mi instan masih menjadi contributor terbesar bagi perseroan, yakni sekitar 64% terhadap penjualan konsolidasi.

Rekomendasi: Netral

 

GIAA: Diproyrksikan mampu untuk mempertahankan kinerja keuangan tetap positif hingga tahun ini. Pertumbuhan diharapkan datang dari penambahan jumlah pesawat, pertumbuhan jumlah penumpang, dan adanya dukungan pemerintah untuk memperbesar kunjungan jumlah wisatawan ke Indonesia. Tahun lalu, perseroan menguasai sebesar 41,7% pangsa pasar penerbangan basional. Sedangkan tingkat keterisian (SLF) diproyeksikan turun sekitar 340 bps dari 77,2% menjadi 73,8%.

Rekomendasi: Netral

 

BBTN: Menggandeng Bapan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) guna membiayai perumahan sekaligus mendukung Program Sejuta Rumah. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Rekomendasi: Netral

 

PPRO: Mulai membangung Pro Hotel, Surabaya, pekan lalu. Bisnis hotel dilakukan melalui anak usaha, yakni PT Gitanusa Sarana Niaga. Pembagunan hotel ini diharapkan dapat meningkatkan recurring income bagi perusahaan. 

Rekomendasi: Netral

Morning Meeting

Morning Notes 31 Maret 201731 Mar 2017 09:37

IHSG di perdagangan kemarin meski di sepanjang sesi perdagangan bergerak negatif akibat aksi profit taking dan sempat melemah hingga –0,66%, namun IHSG mampu berbalik arah di [ ... ]

Read more...
Morning Notes 30 Maret 201731 Mar 2017 09:32

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 51,31 poin atau menguat 0,93% dan mencatatkan rekor tertinggi baru setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan. Penguatan IHSG [ ... ]

Read more...
Morning Notes 29 Maret 201731 Mar 2017 09:27

IHSG di perdagangan Senin kemarin ditutup turun 25,93 poin atau melemah –0,47% setelah bergerak sidewaysdalam range5.531,33 - 5.567,43, dimana penurunan IHSG dipimpin oleh sektor [ ... ]

Read more...
Morning Notes 27 Maret 201730 Mar 2017 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 3,38 poin atau menguat 0,06% setelah bergerak fluktuatif sideways dalam range 5.546,83 - 5.581,18. Pergerakan IHSG sempat mencatatkan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 24 Maret 201730 Mar 2017 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 29,66 poin atau menguat 0,54% dan mencetak rekor tertinggi baru. Penguatan IHSG kemarin  dipimpin oleh saham-saham sektor pertambangan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 23 Maret 201730 Mar 2017 08:46

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 9 poin atau melemah –0,16% setelah bergerak melemah di sepanjang sesi perdagangan. IHSG bahkan sempat terkoreksi hingga –1,01% [ ... ]

Read more...
Morning Notes 22 Maret 201730 Mar 2017 08:41

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 9,10 poin atau menguat terbatas 0,16% setelah mayoritas bergerak di zona positif. Meski dibuka menguat, IHSG sempat mengalami tekanan jual [ ... ]

Read more...
Morning Notes 21 Maret 201729 Mar 2017 12:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 6,44 poin atau melemah –0,12% setelah bergerak sideways dalam range5.510,27 - 5.566,93. Aksi profit taking menjadi pendorong melemahnya [ ... ]

Read more...
Morning Notes 20 Maret 201729 Mar 2017 10:24

IHSG di perdangan akhir pekan kemarin ditutup naik 22,19 poin ke level 5.540,43 atau menguat 0,40% dan mencatatkan rekor penutupan tertinggi baru. Sebanyak enam sektor ditutup menguat [ ... ]

Read more...
Other Articles