News:
Perhatian| PT. EQUITY SECURITIES INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Veny |

Morning Notes 16 Maret 2017

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat tipis 0,01% setelah bergerak sidewaysdalam rangeyang ketat di level  5.424,52—5.447,49. Menguatnya saham-saham seperti INTP, PTBA, BBRI, ICBP dan LPPF, mampu menahan tekanan dari melemahnya saham-saham unggulan seperti UNTR, SMGR, AALI, PGAS dan SCMA. Sementara investor asing masih melakukan aksi beli bersih untuk 10 hari perdagangan secara berturut-turut. Di perdagangan kemarin pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh sentimen wait & see terhadap hasil pertemuan The Fed AS yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin.

Indeks saham di bursa AS di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,54%, Indeks Nasdaq menguat 0,74% dan Indeks S&P menguat 0,84%. Sentimen yang mendorong penguatan indeks tadi malam datang dari kebijakan The Fed AS yang memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, dari 0,75% ke 1,00%, setelah mengakhiri pertemuannya selama dua hari. Kebijakan The Fed tersebut sebelumnya telah diprediksi, dimana sebanyak 90% pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed. Dari 11 sektor dalam komponen indeks S&P, hanya sektor finansial yang mengalami pelemahan paska pengumuman The Fed. The Fed memutuskan menaikkan suku bunga acuannya didasarkan pada pertumbuhan ekonomiyang stabil, pasar tenaga kerja yang semakin menguat dan keyakinan bahwa inflasi akan naik menuju target yang ditetapkan The Fed.The Fed juga menyiratkan bahwa masih ada peluang untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya secara bertahap yakni sebanyak dua kali pada tahun ini dan sebanyak tiga kali pada tahun 2018. Dari sisi data ekonomi yang dirilis tadi malam untuk periode Februari 2017, Inflation Rate MoM naik sebesar 0,1% dan secara YoYsebesar 2,7% ; Core Inflation Rate MoM sebesar 0,2% dan secara YoYsebesar 2,2% : Retail Sales MoMnaik sebesar 0,1%. Sementara stok minyak mentah AS pada pekan lalu secara tak terduga turun sebanyak 0,24 juta barel yang mana penurunan stok tersebut turut berkontribusi terhadap naiknya harga minyak mentah dunia.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,61%. Melemahnya indeks Nikkei pagi ini didorong oleh menguatnya nilai tukar Yen yang menguat terhadap US Dollar paska kebijakan The Fed AS yang menaikkan suku bunga acuannya dan mengisyaratkan kenaikan suku bunga secara bertahap.

Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan berpotensi merespon positif kebijakan The Fed AS yang menaikkan suku bunga acuannya, sembari menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range5421/5398 - 5445/5468. Cermati :

(MEDC) S : 2710, 2480 R: 3080, 3220 CL jika turun dari 2300

(INDF) S : 7900, 7825 R: 8075, 8150 CL jika turun dari 7700

(ITMG) S : 16800, 16625 R: 17150, 17300 CL jika turun dari 16000

(INAF) S : 2500, 2390 R: 2730, 2840 CL jika turun dari 2200

(PNBN) S : 870, 860 R: 900, 915 CL jika turun dari 800

(RAJA) S : 224, 220 R: 234, 238 CL jika turun dari 200

(SIDO) S : 545, 540 R: 555, 560 CL jika turun dari 500

(MPPA) S : 1120,1090  R: 1150, 1170 CL jika turun dari 1000

(BEST) S : 290, 280 R: 300, 310 CL jika turun dari 270

(JPFA) S : 1550, 1530 R: 1605, 1635 CL jika turun dari 1400

 

 

BERITA EMITEN

 

PTBA: Menyiapkan belanja modal sebesar Rp 5 triliun pada tahun ini yang sebagian besar ditujukan untuk memperbesar sayap di bisnis ketenagalistrikan dan akuisisi tambang batubara. Berkaitan dengan akuisisi tambang batubara, perseroan tengah melakukan uji tuntas terhadap sejumlah tambang baik yang berada di domestik maupun tambang yang berada di luar negeri.

Perseroan tengah mengikuti tender pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di sejumlah lokasi dengan total kapasitas 800 megawatt. Dari jumlah tersebut, perseroan optimis memenanginya sekitar 50% atau 400 MW.

Rekomendasi: Netral

 

BSSR: Menyiapkan belanja modal sebesar US$ 13,4 juta pada 2017. Sebagian besar belanja modal akan digunakan untuk eksplorasi dan membuka blok-blok baru penambangan batubara.

Rekomendasi: Netral

 

INTA: Berniat untuk merambah ke bisnis pembangkit listrik. Perseraon akan mengakuisisi 100% saham PT Petra Unggul Sejahtera dengan nilai akuisisi Rp 337,5 miliar. Petra Unggul merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan perseroan.

Rekomendasi: Netral

 

JSMR: Mematangkan rencana pencarian utang dari dua instrumen pasar modal yakni penerbitan obligasi dan penyelenggaraan sekuritisasi aset pada 2017. Nilai obligasi yang akan diterbitkan oleh perseroan mencapai Rp 7 triliun. Untuk sekuritisasi aset, perseroan belum dapat memastikan berapa nilai dana yang dapat diperoleh.

Menargetkan peningkatan laba bersih sekitar 20% menjadi Rp 2,3 triliun pada 2017, dibandingkan dengan realisasi tahun lalu senilai Rp 1,89 triliun. Pertumbuhan tersebut akan didukung atas penambahan ruas tol baru tahun ini.

Perseroan menganggarkan dana belanja modal Rp 31,5 triliun pada tahun ini, naik tiga kali lipat ketimbang tahun lalu Rp 9,58 triliun. Sumber dana belanja modal berasal dari pinjaman dan kas internal.

Rekomendasi: Netral

 

HADE: Membatalkan rencana merger dengan PT Sugih Bara Selaras. Sampai saat ini, perseroan belum menentukan bidang usaha yang akan dilakukan setelah melakukan divestasi anak perusahaan yang bergerak di bidang sekuritas.

Rekomendasi: Netral

 

BBRI: Membagikan dividen sebesar Rp 10,47 triliun atau sebesar 40% dari total laba bersih pada 2016. Meskipun, persentase pembagian dividen pada tahun ini menjadi yang terbesar sejak 2008, hal tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap ekspansi maupun permodalan perseroan pada tahun ini.

Rekomendasi: Netral

 

WIKA: Perseroan mendapat pinjaman sebesar Rp 5 triliun dari sindikasi delapan institusi keuangan. Pinjaman tersebut bertenor tiga tahun berbunga 7,8%. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk modal kerja pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda, serta pembangunan tol Soreang – Pasir Koja.

Rekomendasi: Netral

 

ISAT: Berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun sepanjang tahun lalu atau meningkat 184,4% dibandingkan tahun 2015 yang membukukan rugi bersih sebesar Rp 1,3 triliun. Adapun pendapatan perseroan naik 9% dari Rp 26,76 triliun menjadi Rp 29,18 triliun.

Rekomendasi: Netral

 

AISA: Mengalokasikan belanja modal Rp 560 miliar pada tahun ini. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk sejumlah ekspansi seperti penambahan mesin dan infrastruktur pabrik di bisnis beras.

Rekomendasi: Netral

 

MTDL: Tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal Rp 210 miliar. Sebagian besar dana belanja modal atau Rp 200 miliar akan digunakan untuk pengadaan peralatan,sisanya untuk upgradepengadaan IT internal.

Rekomendasi: Netral

 

BMRI: Mengalokasikan anggaran ekspansi sebesar Rp 2,5 triliun – Rp 4 triliun dalam rencana bisnis bank tahun 2017. Selain menyuntik modal anak usaha, dana tersebut juga untuk ekspansi bisnis ke Malaysia dan Filipina.

Rekomendasi: Netral

 

PSAB: Meskipun sudah memiliki persetujuan analisisi dampak lingkungan, perseroan belum bisa memproduksi maupun membangun pusat pengolahan mineral mentah emas di Blok Pani, Gorontalo. Perseroan masih harus mengurus izin konstruksi pabrik pengolahan atau smelter.

Rekomendasi: Netral

 

KICI: Menargetkan pertumbuhan penjualan 10% tahun ini. Strategi perseroan adalah meningkatkan penjualan ekspor hingga 15%.

Rekomendasi: Netral

 

META: Makin serius untuk menggarap bisnis pengelolaan air bersih. Perseroan berencana menggelar ekspansi di bidang tersebut lewat proyek yang ditawarkan pemerintah. Perseroan menilai potensi bisnis pengolahan air bersih semakin prospektif, setelah pemerintah mulai mengembangkan infrastruktur di sektor air.

Rekomendasi: Netral

Morning Meeting

Morning Notes 13 April 201719 May 2017 10:36

IHSG di perdagangan kemarin bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan hingga akhirnya ditutup naik 16,22 poin atau menguat 0,29%. Penguatan IHSG dipimpin oleh sektor Properti [ ... ]

Read more...
Morning Notes 12 April 201716 May 2017 11:08

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup melemah untuk hari ketiga perdagangan secara berturut-turut. IHSG ditutup turun 16,37 poin atau melemah –0,29% setelah bergerak sidewaysdalam [ ... ]

Read more...
Morning Notes 11 April 201716 May 2017 11:05

Meski sempat melaju positif di awal perdagangan, namun IHGS di perdagangan kemarin akhirnya ditutup melemah. IHSG ditutup turun 9,19 poin atau melemah –0,16% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Notes 10 April 201716 May 2017 11:02

IHSG di perdagangan akhir pekan mengakhiri rekor beruntunnya. IHSG ditutup turun 26,75 poin atau melemah –0,47% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak di zona negatif [ ... ]

Read more...
Morning Notes 7 April 201716 May 2017 10:49

Meski di sepanjang perdagangan kemarin bergerak di zona melemah, namun IHSG mampu di tutup menguat di penutupan perdagangan sehingga mencatatkan rekor penutupan tertinggi untuk hari [ ... ]

Read more...
Morning Notes 6 April 201716 May 2017 10:46

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat dan kembali mencatatkan rekor tertinggi baru untuk hari ketiga perdagangan secara berturut-turut. IHSG ditutup naik 25,16 poin atau menguat [ ... ]

Read more...
Morning Notes 5 April 201709 May 2017 15:21

IHSG di perdagangan kemarin masih mencatatkan hasil yang positif dan kembali mencetak rekor tertinggi barunya. IHSG ditutup naik 45,03 poin atau menguat 0,80% setelah bergerak di [ ... ]

Read more...
Morning Notes 4 April 201709 May 2017 15:17

IHSG di perdagangan kemarin berhasil membukukan hasil positif dengan ditutup naik 38,68 poin atau menguat 0,69% dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru setelah bergerak di zona [ ... ]

Read more...
Morning Notes 3 April 201709 May 2017 12:03

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 24,85 poin atau melemah –0,44% setelah bergerak sidewaysdalam range5.568,11 - 5.606,03. Pergerakan IHSG mayoritas di zona [ ... ]

Read more...
Other Articles