News:
Perhatian| PT. EQUITY SECURITIES INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Veny |

Morning Notes 15 Maret 2017

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 22,21 poin atau menguat 0.41% setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 6 sektor ditutup menguat dengan dipimpin oleh sektor Infrastruktur dan Pertambangan. Saham-saham seperti GGRM, UNTR, PTBA, BBCA dan BBTN menopang penguatan IHSG, sementara saham-saham seperti UNVR, SMGR, INTP dan ASII mengalami pelemahan. Menguatnya IHSG menjadi anomali di tengah-tengah sentimen wait & see terhadap hasil pertemuan The Fed AS. Investor asing juga masih konsisten melakukan aksi beli bersih di mana kemarin juga didukung juga oleh aksi beli investor domestik.

Indeks saham di bursa AS di perdagangan tadi malam ditutup melemah. Indeks Dow ditutup melemah –0,21%, Indeks Nasdaq melemah –0,32% dan Indeks S&P melemah –0,34%. Tertekannya pergerakan indeks tadi malam datang dari saham-saham sektor energi yang melemah 1,1% seiring anjloknya harga minyak dunia tadi malam dan semakin dekatnya potensi kenaikan Fed Fund Rate. Harga minyak tadi malam mengalami penurunan hingga US$ 47,72 per barel setelah Arab Saudi mengumumkan adanya kenaikan produksi. OPEC juga mengumumkan kenaikan cadangan minyak global dan memperkirakan produksi minyak negara-nagara non OPEC lebih tinggi dari perkiraan awal untuk tahun 2017. Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari kekhawatiran akan naiknya stok minyak mentah AS seiring meningkatnya aktivitas pengeboran minyak di AS. Saham lainnya yang mengalami tekanan yakni saham penerbangan yang merosot akibat adanya badai salju di bagian Timur AS yang berdampak pada banyaknya penundaan penerbangan. Saham-saham kesehatan juga mengalami tekanan seiring dengan adanya riset yang menyebutkan bahwa rencana perubahan kebijakan Obamacare akan berdampak pada hilangnya asuransi kesehatan bagi 14 juta warga AS. Dari sisi pertemuan The Fed, pelaku pasar juga bersikap wait & see. Menurut alat FedWatch CME Group, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini adalah sebesar 93%.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,41%. Melemahnya indeks Nikkei pagi ini dipengaruhi oleh sikap wait & see terhadap hasil pertemuan The Fed AS dan juga hasil pertemuan dari Bank Of Japan. Sementara nilai tukar Yen terhadap US Dollar bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sidewaysdengan kecenderungan rawan akan aksi profit taking. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range5412/5393 - 5450/5468.

Cermati :

(ROTI) S : 1485, 1460 R: 4530, 1545 CL jika turun dari 1400

(UNVR) S : 42075, 41950 R: 42450, 42675 CL jika turun dari 41000

(JSMR) S : 4550, 4470 R: 4680, 4730 CL jika turun dari 4390

(MAPI) S : 5500, 5400 R: 5625, 5725 CL jika turun dari 5150

(EXCL) S : 3020, 2990 R: 3070, 3090 CL jika turun dari 2850

(JPFA) S : 1585, 1570 R: 1625, 1650 CL jika turun dari 1500

(ADHI) S : 2300, 2270 R: 2370, 2400 CL jika turun dari 2200

(LPPF) S : 13050, 12950 R: 13275, 13400 CL jika turun dari 12000

(SCMA) S : 2750, 2730 R: 2800, 2820 CL jika turun dari 2600

(PTPP) S : 3410, 3390 R: 3460, 3490 CL jika turun dari 3290

 

 

BERITA EMITEN

 

SMGR: Mengincar laba bersih Rp 4,63 triliun pada 2017 atau meningkat 3% dibandingkan dengan Rp 4,52 triliun pada 2016. Laba bersih tersebut berasal dari target pendapatan Rp 32,44 triliun pada 2017 atau meningkat 24% dibandingkan dengan Rp 26,13 triliun pada 2016.

Rekomendasi: Netral

 

WSBP: Mengantongi kontrak baru Rp 3,3 triliun atau sekitar 27% dari target kontrak baru Rp 12,3 triliun sepanjang 2017. Kontrak baru itu paling banyak berasal dari proyek jalan tol yang dimiliki oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk., dengan porsi sekitar 80%. Perseroan memperkirakan perolehan kontrak baru sebesar Rp 4,2 triliun pada kuartal I-2017 atau meningkat 520% dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp 677 miliar.

Perseroan juga mengalokasikan dana belanja modal sekitar Rp 1,9 triliun tahun ini. Perseroan akan mencukupi dana belanja modal dari hasil perolehan initial public offering dan pinjaman perbankan. Dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk membiayai penambahan dua pabrik baru,

Rekomendasi: Netral

 

ISSP: Melalui anak usahanya yang berkedudukan di luar negeri, perseroan akan menerbitkan surat utang luar negeri sebesar US$ 250 juta. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk melunasi utang jangka pendek dan ekspansi bisnis. Selain itu, perseroan juga berniat untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback). Perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp 51 miliar untuk membeli sekitar 144 juta saham dalam aksi korporasi ini.

Rekomendasi: Netral

 

WOMF: PT Reliance Capital Management akan menyelesaikan proses akuisisi perseroan pada akhir Maret 2017. Reliance Capital akan membeli 68,55% saham perseroan senilai Rp 673,8 miliar.

Rekomendasi: Netral

 

BSDE: Mendapatkan kembali peringkat AA- dengan outlookstabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Menurut Pefindo, perseroan sebagai obligor dengan peringkat AA- memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen jangka panjang. Peringkat tersebut mencerminkan posisi bisnis perseroan yang sangat kuat di industri properti.

Rekomendasi: Netral

 

SRIL: Mencatatkan kinerja penjualan sebesar US$ 679,93 juta pada tahun lalu, tumbuh 7,69% dibandingkan dengan US$ 631,34  juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga membukukan kenaikan laba bersih sebesar 6,64% dari US$ 55,7 juta menjadi US$ 59,4 juta pada akhir 2016. Kenaikan tersebut antara lain karena penambahan kapasitas produksi perseroan yang selesai dan beroperasi lebih cepat daripada yang dijadwalkan sebelumya khususnya untuk divisi benang, kain mentah, dan pakaian jadi.

Perseroan juga ingin memperluas kontribusi penjualan ekspor, dengan target mencapai 56% pada tahun ini dari tahun lalu sebesar 52%. Perseroan akan mengembangkan pasar ekspor baru dengan menambah portofolio pelanggan global yang didukung oleh program diversifikasi dan pengembangan inovasi produk baru.

Rekomendasi: Netral

 

RELI: Menargetkan tahun ini nilai transaksi margin ditargetkan bisa mencapai Rp 40 miliar per hari, naik dua kali lipat dibandingkan nilai transaksi margin tahun lalu. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya penertiban rekening reguler yang diberlakukan sejak Maret tahun ini.

Rekomendasi: Netral

 

BTEL: Proses restrukturisasi perseroan mulai terlihat dengan PT Huawei Tech Indonesia yang menguasai sebagian saham perseroan per 1 Maret 2017. Huawei merealisasikan kepemilikan saham perseroan melalui penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak 6,19 miliar atau 16,83% saham dengan harga pelaksanaan senilai Rp 200 per saham.

Rekomendasi: Netral

 

EXCL: Menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh 8%-9%. Proyeksi ini sejalan dengan target pendapatan industri telekomunikasi yang tumbuh dibawah 10%. Perseroan juga mengalokasikan dana belanja modal 2017 senilai Rp 7 triliun yang akan digunakan untuk mengembangkan bisnis layanan data. Sumber belanja modal tersebut berasal dari internal kas.

Rekomendasi: Netral

 

ETWA: Kinerja perseroan tahun lalu masih dilanda kerugian akibat rendahnya produktivitas lahan sawit serta permintaan biodiesel yang belum dimaksimalkan. Rata-rata produksi sawit dengan usia pohon 6-8 tahun milik perseroan hanya 0,25 ton per hektare per tahun, lebih rendah dibandingkan rata-rata produksi sawit usia 6-8 tahun lainnya sebesar 12 ton per hektare per tahun.

Rekomendasi: Netral

Morning Meeting

Morning Notes 31 Maret 201731 Mar 2017 09:37

IHSG di perdagangan kemarin meski di sepanjang sesi perdagangan bergerak negatif akibat aksi profit taking dan sempat melemah hingga –0,66%, namun IHSG mampu berbalik arah di [ ... ]

Read more...
Morning Notes 30 Maret 201731 Mar 2017 09:32

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 51,31 poin atau menguat 0,93% dan mencatatkan rekor tertinggi baru setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan. Penguatan IHSG [ ... ]

Read more...
Morning Notes 29 Maret 201731 Mar 2017 09:27

IHSG di perdagangan Senin kemarin ditutup turun 25,93 poin atau melemah –0,47% setelah bergerak sidewaysdalam range5.531,33 - 5.567,43, dimana penurunan IHSG dipimpin oleh sektor [ ... ]

Read more...
Morning Notes 27 Maret 201730 Mar 2017 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 3,38 poin atau menguat 0,06% setelah bergerak fluktuatif sideways dalam range 5.546,83 - 5.581,18. Pergerakan IHSG sempat mencatatkan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 24 Maret 201730 Mar 2017 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 29,66 poin atau menguat 0,54% dan mencetak rekor tertinggi baru. Penguatan IHSG kemarin  dipimpin oleh saham-saham sektor pertambangan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 23 Maret 201730 Mar 2017 08:46

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 9 poin atau melemah –0,16% setelah bergerak melemah di sepanjang sesi perdagangan. IHSG bahkan sempat terkoreksi hingga –1,01% [ ... ]

Read more...
Morning Notes 22 Maret 201730 Mar 2017 08:41

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 9,10 poin atau menguat terbatas 0,16% setelah mayoritas bergerak di zona positif. Meski dibuka menguat, IHSG sempat mengalami tekanan jual [ ... ]

Read more...
Morning Notes 21 Maret 201729 Mar 2017 12:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 6,44 poin atau melemah –0,12% setelah bergerak sideways dalam range5.510,27 - 5.566,93. Aksi profit taking menjadi pendorong melemahnya [ ... ]

Read more...
Morning Notes 20 Maret 201729 Mar 2017 10:24

IHSG di perdangan akhir pekan kemarin ditutup naik 22,19 poin ke level 5.540,43 atau menguat 0,40% dan mencatatkan rekor penutupan tertinggi baru. Sebanyak enam sektor ditutup menguat [ ... ]

Read more...
Other Articles