News:
Perhatian| PT. EQUITY SECURITIES INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Veny |

Morning Notes 8 Maret 2017

IHSG di perdagangan kemarin ditutuP turun 7,20 poin atau melemah –0,13% setelah bergerak sidewaysdalam range5.386,21 - 5.427,91. Melemahnya IHSG kemarin didorong oleh aksi profit taking baik yang dilakukan oleh investor domestik dan asing, di tengah-tengah sentimen eksternal terkait ketegangan geopolitik di kawasan Asia Timur dan sinyal kuat dari The Fed AS untuk kenaikan suku bunga acuan. IHSG secara intra day sempat melemah hingga –0,43%. Namun aksi beli yang dilakukan oleh investor asing menjelang penutupan perdagangan, mampu menipiskan pelemahan IHSG.

Indeks saham di bursa AS di perdagangan tadi malam kembali ditutup melemah untuk hari kedua perdagangan secara berturut-turut. Indeks Dow ditutup melemah –0,14%, Indeks Nasdaq melemah –0,26% dan Indeks S&P melemah –0,29%. Melemahnya indeks tadi malam dipimpin oleh saham-saham sektor kesehatan dan sektor finansial. Saham-saham kesehatan khususnya farmasi berada di bawah tekanan setelah ‘kicauan’ Presiden AS, Donald Trump, di akun twitternya untuk mengurangi harga obat di industri tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Trump juga mendukung RUU Partai Republik pada Senin yang lalu untuk mencabut dan menggantikan kebijakan Obamacare, namun juga mengatakan bahwa RUU tersebut terbuka untuk negosiasi. Pelaku pasar juga mulai mengkhawatirkan kemampuan Trump untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan ekonominya. Sementara saham-saham finansial mengalami pelemahan sebesar -0,3% menyusul melemahnya saham Wells Fargo dan JP Morgan. Pergerakan indeks tadi malam juga tertekan oleh melemahnya saham-saham sektor energi setelah harga minyak mengalami penurunan jelang rilis data stok minyak AS yang diperkirakan akan mengalami kenaikan sebagai dampak dari meningkatnya jumlah rig pengeboran minyak di AS. Para pelaku pasar di bursa AS juga bersiap terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan The Fed AS pada pertemuan The Fed pekan depan. Sejumlah pejabat penting, termasuk ketua The Fed AS, Janet Yellen, telah memberikan pernyataan yang menunjukkan kenaikan suku bunga mungkin terjadi pada pertemuan pekan depan jika perekonomian AS sejalan dengan target yang ditetapkan The Fed.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,18%. Melemahnya indeks Nikkei pagi ini didorong oleh menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar. Selain itu rilis data GDPJepang untuk Q4-2016 yang berada di bawah ekspektasi juga turut menekan pergerakan indeks Nikkei. GDP Growth Rate Jepang QoQ Final untuk Q4-2016 adalah sebesar 0,3% (ekspektasi 0,4%) dan secara Annualizedsebesar 1,2% (ekspektasi 1,6%).

Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih akan bergerak sidewaysdengan kisaran terbatas seiring kecenderungan sikap pelaku pasar yang menantikan data utama ketenagakerjaan AS sebagai acuan terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed AS serta tidak adanya sentimen positif domestik. Pelaku pasar juga diperkirakan menantikan rilis kinerja keuangan emiten untuk tahun buku 2016. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range5383/5364 - 5424/5447. Cermati :

(AKRA) S : 6075, 5875 R: 6325, 6475 CL jika turun dari 5500

(JSMR) S : 4460, 4410 R: 4600, 4690 CL jika turun dari 4300

(CPIN) S : 3020, 2990 R: 3130, 3200 CL jika turun dari 2800

(WIKA) S : 2430, 2410 R: 2490, 2530 CL jika turun dari 2300

(EXCL) S : 2820, 2770 R: 2910, 2950 CL jika turun dari 2700

(LPPF) S : 12875, 12550 R: 13400, 13600 CL jika turun dari 11500

(PTBA) S : 10800, 10650 R: 11100, 11250 CL jika turun dari 10300

(UNVR) S : 42225, 41975 R: 42625, 42750 CL jika turun dari 41500

(TLKM) S : 3910, 3870 R: 3970, 3990 CL jika turun dari 3800

(SCMA) S : 2740, 2710 R: 2810, 2840 CL jika turun dari 2600

 

BERITA EMITEN

ADRO: Membukukan pertumbuhan laba inti sebesar 35% menjadi US$ 398 juta pada tahun lalu dibandingkan dengan raihan pada 2015 senilai US$ 294 juta. Adapun laba tahun berjalan perseroan pada 2016 mencapai US$ 341 juta, atau meningkat 126% secara tahunan. Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$ 2,5 miliar pada 2016 atau turun 6% dibandingkan 2015 yang senilai US$ 2,6 miliar.

Rekomendasi: Netral

 

EMDE: Dalam rangka memperbesar porsi pendapatan berulang, perseroan menggarap proyek komersial seperti Galleria Mall Vivo Sentul di Sentul, Bogor. Untuk merealisasikan proyek tersebut, perseroan sudah menyiapkan dana sekitar Rp 750 miliar.

Rekomendasi: Netral

 

GIAA: Semakin ekspansif di rute luar negeri dengan akan menambah frekuensi penerbangan ke Australia selama periode liburan Mei hingga Oktober tahun ini. Tambahan frekuensi penerbangan sektor penerbangan Australia tersebut sejalan dengan tingginya permintaan pasar ke Australia.

Rekomendasi: Netral

 

KRAS: Mengincar penjualan baja sebanyak 2,7 juta ton pada 2017 atau meningkat sekitar 20% dibandingkan dengan 2,23 juta ton pada 2016. Baja yang diproduksi perseroan tidak hanya dipasarkan di pasar lama tapi juga pasar baru seperti untuk pembangunan jalan tol.

Perseroan menyiapkan belanja modal sekitar US$ 200 juta tahun ini. Dana belanja modal akan digunakan untuk meningkatkan kinerja, dan menyambung laba operasional sebesar US$ 4,39 juta dari sebelumnya merugi US$ 183,55 juta.

Rekomendasi: Netral

 

ADMF: Menerbitkan obligasi sebesar Rp 2,01 triliun melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) II tahap V tahun 2017. Obligasi tersebut terbagi dalam tiga seri dengan kupon 7,5%-8,9%,

Rekomendasi: Netral

 

MTFN: Mengakuisisi PT Indo Kilang Prima senilai Rp 11 miliar. Hal tersebut merupakan bagian dari ekspansi perseroan, yang kegiatan utamanya di bidang investasi.

Rekomendasi: Netral

 

GREN: Berencana menerbitkan 50 miliar saham baru terkait penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu. Rights issuetersebut diperkirakan efektif pada Mei 2017. Perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham pada hari ini untuk membahas rencana tersebut.

Rekomendasi: Netral

 

APOL: Berupaya memperbaiki kinerjanya dengan mulai melihat jasa transportasi kapal roll-on roll-off. Perseroan sudah mengkaji peluang kapal Roro Jakarta-Surabaya. Selain mampu menopang kinerja perseroan kedepan, layanan ini juga bisa meningkatkan efisiensi transportasi dan logistik dalam negeri, terutama di jalur Pantura.

Rekomendasi: Netral

 

AGRO: Kembali menghimpun dana melalui pasar modal, dengan berniat menawarkan maksimal 7,69 miliar saham melalui skema penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Perseroan menargetkan perolehan dana sebesar Rp 1 triliun. Perseroan akan menggunakan dana hasil rights issueuntuk memperkuat struktur modal, yang selanjutnya digunakan untuk ekspansi kredit. Perseroan juga berniat untuk naik kelas ke Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III.

Rekomendasi: Netral

 

INVS: Menargetkan suspense sahamnya bisa dibuka maksimal pada kuartal IV tahun ini. Perseroan akan menuntaskan audit laporan keuangan yang sudah tertunda selama dua tahun. Usai suspense saham dibuka, perseroan menargetkan fokus di bisnis migas dan mulai masuk ke sektor upstream.

Rekomendasi: Netral

 

LTLS: Pasca menggabungkan tiga anak usahanya, perseroan mampu menekan beban usahanya, sehingga pengeluaran lebih efisien. Perseroan juga dapat memaksimalkan sumber daya manusia yang dimiliki. Selain itu, perseroan juga lebih leluasa menetapkan harga jual produk.

Rekomendasi: Netral

 

PWON: Memproyeksikan kontribusi pendapatan berulang dari lini bisnis penyewaan ritel atau mal pada tahun ini mencapai 45%, atau lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 40%. Peningkatkan ini didorong oleh beroperasinya dua mal baru.

Rekomendasi: Netral

Morning Meeting

Morning Notes 31 Maret 201731 Mar 2017 09:37

IHSG di perdagangan kemarin meski di sepanjang sesi perdagangan bergerak negatif akibat aksi profit taking dan sempat melemah hingga –0,66%, namun IHSG mampu berbalik arah di [ ... ]

Read more...
Morning Notes 30 Maret 201731 Mar 2017 09:32

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 51,31 poin atau menguat 0,93% dan mencatatkan rekor tertinggi baru setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan. Penguatan IHSG [ ... ]

Read more...
Morning Notes 29 Maret 201731 Mar 2017 09:27

IHSG di perdagangan Senin kemarin ditutup turun 25,93 poin atau melemah –0,47% setelah bergerak sidewaysdalam range5.531,33 - 5.567,43, dimana penurunan IHSG dipimpin oleh sektor [ ... ]

Read more...
Morning Notes 27 Maret 201730 Mar 2017 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 3,38 poin atau menguat 0,06% setelah bergerak fluktuatif sideways dalam range 5.546,83 - 5.581,18. Pergerakan IHSG sempat mencatatkan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 24 Maret 201730 Mar 2017 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 29,66 poin atau menguat 0,54% dan mencetak rekor tertinggi baru. Penguatan IHSG kemarin  dipimpin oleh saham-saham sektor pertambangan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 23 Maret 201730 Mar 2017 08:46

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 9 poin atau melemah –0,16% setelah bergerak melemah di sepanjang sesi perdagangan. IHSG bahkan sempat terkoreksi hingga –1,01% [ ... ]

Read more...
Morning Notes 22 Maret 201730 Mar 2017 08:41

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 9,10 poin atau menguat terbatas 0,16% setelah mayoritas bergerak di zona positif. Meski dibuka menguat, IHSG sempat mengalami tekanan jual [ ... ]

Read more...
Morning Notes 21 Maret 201729 Mar 2017 12:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 6,44 poin atau melemah –0,12% setelah bergerak sideways dalam range5.510,27 - 5.566,93. Aksi profit taking menjadi pendorong melemahnya [ ... ]

Read more...
Morning Notes 20 Maret 201729 Mar 2017 10:24

IHSG di perdangan akhir pekan kemarin ditutup naik 22,19 poin ke level 5.540,43 atau menguat 0,40% dan mencatatkan rekor penutupan tertinggi baru. Sebanyak enam sektor ditutup menguat [ ... ]

Read more...
Other Articles