News:
Perhatian| PT. EQUITY SECURITIES INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Veny |

Morning Notes 7 Maret 2017

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 18,60 poin atau menguat 0,35% setelah bergerak sidewaysdalam range5.386 - 5.409,82. Penguatan IHSG kemarin dipimpin oleh sektor Aneka Industri dan Perdagangan, sementara sektor Agri, Pertambangan dan Consumer ditutup melemah. Menguatnya IHSG kemarin ditopang oleh aksi beli investor asing yang mencapai Rp. 645 miliar. Sentimen yang mempengaruhi IHSG kemarin datang dari eksternal terkait pernyataan ketua The Fed AS, Janet Yellen, yang memberikan sinyal akan kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan pertengahan bulan ini.

Indeks saham di bursa AS di perdagangan tadi malam ditutup melemah. Indeks Dow ditutup melemah –0,24%, Indeks Nasdaq melemah –0,37% dan Indeks S&P melemah –0,33%. Melemahnya indeks tadi malam didorong oleh aksi jual yang dilandaskan pada kekhawatiran investor terhadap pemerintahan Donald Trump dan ketegangan geopolitik di kawasan Korea - Jepang. Dari sisi pemerintahan Donald Trump, meski pekan lalu Trump menyatakan akan melakukan peningkatan belanja infrastruktur, pemotongan pajak dan deregulasi, namun investor masih menunggu realisasi dari rencana tersebut. Selain itu pelaku pasar juga menganggap bahwa rencana Trump tersebut belum dipaparkan secara detail serta mengkhawatirkan sikap proteksionis Trump. Di tengah-tengah sikap kehati-hatian investor tersebut, muncul ketegangan baru geopolitik di kawasan Asia Timur setelah kemarin Korea Utara meluncurkan empat rudal balistik ke arah laut dimana tiga diantaranya jatuh di laut lepas Jepang. Para pelaku pasar di bursa AS juga mencermati kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed AS paska Janet Yellen memberikan sinyal bahwa The Fed akan segera menaikkan suku bunga acuannya. Pada saat ini, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini adalah mencapai 86,4% atau melonjak jauh jika dibandingkan pada awal pekan lalu dimana probabilitasnya masih sekitar 30%. Salah satu data acuan The Fed untuk menaikkan suku bunga adalah data ketenagakerjaan yang akan dirilis pada akhir pekan ini.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,22%. Melemahnya indeks Nikkei di awal perdagangan dipengaruhi oleh sikap kehati-hatian investor terhadap kondisi politik global dan kawasan setelah munculnya ketegangan geopolitik di kawasan Asia Timur antara Jepang dan Korea Utara. Selain itu pelaku pasar di bursa Jepang juga turut mencermati dinamika ekonomi di AS jelang rilis data utama ketenagakerjaan AS. Namun indeks Nikkei juga berpeluang bergerak positif seiring melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.

Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sidewaysdengan kecenderungan masih berpotensi untuk menguat secara terbatas. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range5393/5378 - 5417/5425.

Cermati :

(UNVR) S : 42100, 41800 R: 42800, 43300 CL jika turun dari 41000

(MAPI) S : 5200, 5100 R: 5400, 5450 CL jika turun dari 5000

(AKRA) S : 6200, 6100 R: 6450, 6550 CL jika turun dari 6000

(BDMN) S : 4730, 4680 R: 4850, 4900 CL jika turun dari 4600

(ICBP) S : 8200, 8100 R: 8400, 8500 CL jika turun dari 8000

(MEDC) S : 2670, 2640 R: 2790, 2820 CL jika turun dari 2600

(KLBF)S : 1500, 1485 R: 1550, 1570 CL jika turun dari 1450

(WSKT) S : 2400, 2370 R: 2470, 2500 CL jika turun dari 2300

(ISAT) S : 6850, 6750 R: 7150, 7250 jika turun dari 6650

(JGLE)S : 230, 226 R: 246, 250 jika turun dari 220

 

BERITA EMITEN

 

TLKM: Mencetak laba bersih sebesar Rp 19,35 triliun pada tahun lalu, atau naik 24,94% secara tahunan. Pada tahun lalu, perseroan meraih pendapatan sebesar Rp 116,33 triliun, atau naik 13,52% dibandingkan dengan raihan pada tahun sebelumnya senilai Rp 102,47 triliun.

Rekomendasi: Netral

 

AKRA: Menargetkan pembentukan anak usaha patungan bersama BP bisa direalisasikan pada tahun ini guna mendukung rencana ekspansi di bisnis ritel bahan bakar minyak. Perseroan menargetkan target kepemilikan SPBU untuk mendukung bisnis ritel bahan bakar minyak mencapai 144 unit.

Sepanjang 2016, perseroan mencatatkan pendapatan Rp 15,21 triliun, turun 23% dibandingkan pendapatan 2015 yang mencapai Rp 19,76 triliun. Laba perseroan turun 1,1% YoY menjadi Rp 1,04 triliun pada 2016. Menurunnya harga minyak pada tahun lalu menjadi penyebab utama penurunan pendapatan perseroan.

Rekomendasi: Netral

 

WSBP: Tahun ini, perseroan siap membangun dua pabrik baru di Kalimantan dan Sumatera Utara. Untuk pembangunan pabrik tersebut, perseroan mengalokasikan dana investasi senilai Rp 1,1 triliun yang bersumber dari kas internal.

Rekomendasi: Netral

 

LPCK: Mencatatkan pendapatan pada 2016 sebesar Rp 1,54 triliun, turun 27% dibandingkan dengan pendapatan 2015 senilai Rp 2,12 triliun. Penurunan pendapatan dipicu oleh lesunya penjualan di segmen properti hunian dan komersial, dimana pendapatan properti turun 32% year on year.

Rekomendasi: Netral

 

APLN: Penjualan apartemen perseroan masih tinggi, termasuk pemasaran salah satu proyek perseroan yakni Podomoro Golf View. Perseroan menawarkan tiga tower dengan total jumlah unit mencapai 4.000 apartemen. Dari tiga tower yang dipasarkan, sebanyak 85% dari total unit sudah terjual saat peluncurannya beberapa waktu lalu.

Rekomendasi: Netral

 

ASII: PT Astratel Nusantara, bagian dari Grup perseroan, berharap bisnis jalan tol tahun ini bisa mendatangkan pendapatan berulang lebih banyak. Astratel berharap jumlah kendaraan melintas atau traffic di jalan tol yang perseroan kelola, meningkat 5%-15%.

Rekomendasi: Netral

 

ITMG: Menargetkan bisa mengantongi penghasilan dari bisnis listrik sebesar 15% - 30% dari total pendapatan dalam tiga tahun kedepan. Untuk mewujudkan target itu, perseroan menargetkan proyek listrik skala besar seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap PLTU Jawa 5 berkapasitas 2 x 1.000 megawatt.

Rekomendasi: Netral

 

SRIL: Selama ini , perseroan sudah mengekspor produknya ke Arab Saudi tetap nilainya masih kecil. Untuk itu, perseroan berharap ekspor tersebut bisa diperbesar karena kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia.

Rekomendasi: Netral

 

LPKR: Pendapatan perseroan pada tahun lalu tumbuh 18,2% menjadi Rp 10,53 triliun dari tahun 2015 yakni Rp 8,91 triliun. Perseroan optimis tahun ini bisnis properti akan positif, dan perseroan akan mengoptimalkan cadangan tanah untuk bangun unit properti yang efektif.

Rekomendasi: Netral

 

WSKT: Memberikan pinjaman kepada anak usahanya, PT Waskita Toll Road sebesar Rp 275 miliar. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki bunga sebesar 17% dari jumlah pinjaman per tahun. Fasilitas pinjaman tersebut berlaku selama 12 bulan sejak tanggal perjanjian.

Rekomendasi: Netral

 

BPFI: Tengah menjajaki pinjaman bilateral dari PT Sarana Multigriya Financial. Dana pinjaman tersebut rencananya akan digunakan untuk menunjang ekspansi pembiayaan rumah perseroan.

Rekomendasi: Netral

 

 

IPO:

Usaha Kecil Menengah (UKM) akhirnya akan masuk Bursa Efek Indonesia. Dua UKM di bidang properti, yaitu PT Nayana dan PT Sanurhasta Mitra, akan melangsungkan penawaran umum perdana saham pada semester I-2017. Nayana dan Sanurhasta menunjuk PT Jasa Utama Capital sebagai penjamin emisi efek dalam aksi korporasi tersebut. Nayana menargetkan perolehan dana sebesar Rp 200 miliar – Rp 300 miliar, sedangkan Sanurhasta sebesar Rp 27 miliar.

Morning Meeting

Morning Notes 31 Maret 201731 Mar 2017 09:37

IHSG di perdagangan kemarin meski di sepanjang sesi perdagangan bergerak negatif akibat aksi profit taking dan sempat melemah hingga –0,66%, namun IHSG mampu berbalik arah di [ ... ]

Read more...
Morning Notes 30 Maret 201731 Mar 2017 09:32

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 51,31 poin atau menguat 0,93% dan mencatatkan rekor tertinggi baru setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan. Penguatan IHSG [ ... ]

Read more...
Morning Notes 29 Maret 201731 Mar 2017 09:27

IHSG di perdagangan Senin kemarin ditutup turun 25,93 poin atau melemah –0,47% setelah bergerak sidewaysdalam range5.531,33 - 5.567,43, dimana penurunan IHSG dipimpin oleh sektor [ ... ]

Read more...
Morning Notes 27 Maret 201730 Mar 2017 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 3,38 poin atau menguat 0,06% setelah bergerak fluktuatif sideways dalam range 5.546,83 - 5.581,18. Pergerakan IHSG sempat mencatatkan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 24 Maret 201730 Mar 2017 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 29,66 poin atau menguat 0,54% dan mencetak rekor tertinggi baru. Penguatan IHSG kemarin  dipimpin oleh saham-saham sektor pertambangan [ ... ]

Read more...
Morning Notes 23 Maret 201730 Mar 2017 08:46

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 9 poin atau melemah –0,16% setelah bergerak melemah di sepanjang sesi perdagangan. IHSG bahkan sempat terkoreksi hingga –1,01% [ ... ]

Read more...
Morning Notes 22 Maret 201730 Mar 2017 08:41

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 9,10 poin atau menguat terbatas 0,16% setelah mayoritas bergerak di zona positif. Meski dibuka menguat, IHSG sempat mengalami tekanan jual [ ... ]

Read more...
Morning Notes 21 Maret 201729 Mar 2017 12:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 6,44 poin atau melemah –0,12% setelah bergerak sideways dalam range5.510,27 - 5.566,93. Aksi profit taking menjadi pendorong melemahnya [ ... ]

Read more...
Morning Notes 20 Maret 201729 Mar 2017 10:24

IHSG di perdangan akhir pekan kemarin ditutup naik 22,19 poin ke level 5.540,43 atau menguat 0,40% dan mencatatkan rekor penutupan tertinggi baru. Sebanyak enam sektor ditutup menguat [ ... ]

Read more...
Other Articles