News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 17 Juli 2020

IHSG di perdagangan kemaarin di tutup naik 22,58 poin atau menguuat 0,44% setelah bergerak menguuat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 190 saham di tutup naik, 216 saham di tutuup tuurun dan 176 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 5 sektor di tutup meguat dengan penguuatan terbesar di pimpin oleh sektor Konsumer di susul oleh sektor Manufaktur yang di tutup masing – masing menguat 2,52% dan 1,63%. Apresiasi IHSG merespons data pertumbuhan ekonomi China pada kuartal kedua tahun ini yang mampu tumbuh 3,2% (yoy) ketika mayoritas negara lain di dunia berada di ambang resesi. Angka tersebut berada di atas konsensus pasar yang memperkirakan ekonomi China hanya akan tumbuh 2,5% pada kuartal kedua tahun ini. Hal ini menandakan ekonomi China pulih dari kontraksi terburuknya yang terkontraksi 6,8%, di kuartal I 2020 dan merupakan kontraksi pertama sejak 1992 silam. Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 15-16 Juli 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4%.Namun bayang – bayang resesi masih menghantui perekonomian dalam negeri dimana Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi bakal kontraksi cukup dalam hingga minus 4% di kuartal II-2020. Namun Gubernur Bank Indonesia, Perry memberikan catatan, di mana kemungkinan perbaikan ekonomi akan terjadi pada kuartal III-2020. Terutama, ditopang oleh kecepatan stimulus yang diberikan pemerintah. Investor asing mrncatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 184 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di beli yakni ASII, BBCA, ICBP, TLKM, CPIN.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi -0,50%, Indeks Nasdaq terkoreksi -0,73% dan Indeks S&P terkoreksi -0,34%. Melemahnya indeks tersebut tertekan oleh aksi profit taking serta tekanan terhadap saham sektor teknologi. Saham Microsoft yang melemah -1,98% dan saham Apple yang melemah -1,23% memimpin penurunan indeks tadi malam. Di sisi lain, rilis data ekonomi AS juga turut menekan pergerakan indeks tadi malam. Data Retail Sales AS periode Juni 2020 tercatat naik 7,5%, melampaui ekspektasi 5%, namun jauh lebih rendah dibanding periode Mei 2020 yang tercatat naik 18,2%. Sementara data lainnya yakni Initial Jobless Claims (tunjangan klaim pengganguran) pada pekan lalu tercatat sebesar 1,3 juta orang, lebih besar dari perkiraan yakni 1,25 juta orang. Data klaim pengangguran tersebut menunjukkan bahwa pandemi Corona termasuk kasus-kasus infeksi barunya membebani pemulihan ekonomi dan telah membuat sebanyak lebih dari 51 juta orang AS mengajukan tunjangan klaim pengangguran dikarenakan pandemi Corona terus membebani pasar tenaga kerja. Lonjakan kasus baru Corona telah memaksa California dan beberapa negara bagian lainnya mengambil kembali kebijakan lockdown yang memicu kekhawatiran lebih banyak kerusakan bisnis. Menurut Universitas Johns Hopkins, lebih dari 3,5 juta kasus Covid-19 terkonfirmasi di AS dengan lebih dari 138.000 kematian.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,13% yang didukung oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar. Namun pergerakan indeks di bursa Jepang maupun bursa di kawasan regional cenderung terbatas dikarenakan minimnya sentimen positif dan melonjaknya kasus infeksi baru Corona.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih berpotensi untuk menguat secara terbatas. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5080/5062 – 5112/5125.

Cermati :  UNVR, INDF, ITMG, INTP, PTBA, TLKM
 


BERITA EMITEN

PWON : Sepanjang semester I 2020 perseroan membukukan pendapatan marketing sales sekitar Rp 500 miliar. Jumlah tersebut sudah 50%  dari target pra penjualan tahun ini yang sebesar Rp 1 triliun.  Target pra penjualan tersebut merupakan revisi target sebelumnya yang ditargetkan sebesar Rp 1,7 triliun. Marketing sales di enam bulan pertama tahun ini didominasi oleh proyek di Surabaya, yakni penjualan high rise 62% dan rumah tapak (landed house) 38%.  
Rekomendasi : Netral
 
LTLS : Perseroan berencana untuk menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan III Lautan Luas Tahap I Tahun 2020 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya sebesar Rp 300 miliar. Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan melalui Obligasi Berkelanjutan III Lautan Luas ini yang memiliki target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 1 triliun. Dalam obligasi tahap I Tahun 2020 LTLS akan menawarkan 2 seri. Pertama, Seri A mempunyai jumlah pokok obligasi sebesar Rp 131,05 miliar dengan tingkat bunga tetap 10,25% dan tenor selama 3 tahun dan Seri B dengan jumlah pokok sebesar Rp 80,20 miliar dengan kupon bunga 10,50% dengan tenor 5 tahun.
Rekomendasi : Netral
 
TPIA : Perseroan berencana mengemisi obligasi dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp1 triliun untuk mendanai rencana ekspansi perseroan. Dana bersih yang diperoleh perseroan dari hasil obligasi berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemcical Tahap I Tahun 2020 setelah dikurangi komisi, biaya, dan pengeluaran akan digunakan seluruhnya untuk keperluan modal kerja.
Rekomendasi : Netral
 
JKON : Perseroan telah mengantongi nilai kontrak baru senilai Rp650 miliar hingga Maret 2020. Nilai tersebut baru mencapai 14,4 persen dari target kontrak baru perusahaan pada 2020 sebesar Rp4,5 triliun. Perseroan juga memiliki nilai kontrak bawaan senilai Rp6,65 triliun. Dengan demikian, total kontrak yang dihadapi atau orderbook perseroan sampai dengan Maret 2020 ada di kisaran Rp7,3 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
CAKK : Perseroan memangkas target pendapatan sebesar 20% menjadi Rp 233 miliar pada akhir 2020. Pemangkasan tersebut dipicu penyebaran pandemi Covid-19 yang berimbas terhadap pelemahan ekonomi Indonesia. Target penjualan tersebut akan dicapai dengan menerapkan sejumlah strategi, seperti efisiensi dan peningkatan kualitas keramik. Perseroan juga akan mengembangkan desain keramik yang dapat diterima pada segmen menengah dan bawah, termasuk membidik segmen pasar baru.
Rekomendasi : Netral
 

Morning Meeting

Morning Note 27 Juli 202027 Jul 2020 09:00

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -62,02 poin atau melemah -1,21% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 299 saham di tutup turun, 136 [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Juli 202017 Jul 2020 09:15

IHSG di perdagangan kemaarin di tutup naik 22,58 poin atau menguuat 0,44% setelah bergerak menguuat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 190 saham di tutup naik, 216 saham di tutuup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Juli 202013 Jul 2020 08:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun 21,54 poin atau melemah -0,43% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 262 saham di tutup turun, 142 [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF