News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 1 Juli 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 3,57 poin atau menguat 0,07% setelah begrerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 180 saham di tutup naik, 229 saham di tutup turun dan 156 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 5 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Perkebunan di susul oleh sektor Industri Dasar yang menguat masing – masing  1,23% dan 1,13%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang kompak di tutup di zona hijau. Menguatnya bursa asia mengekor penguatan di bursa wall street di perdagangan sebelumnya yang menguat setelah AS merilis data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan dan prospek stimulus serta rebound pertumbuhan ekonomi yang melampaui kekhawatiran atas peningkatan kasus infeksi corona. Hal itu membuat meningkatnya optimisme investor akan pemulihan ekonomi yang menghapus kekhawatiran terhadap pandemi virus corona. Sentimen positif juga datang dari zona Euro. Di mana bank sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan menambah paket stimulus untuk memerangi pandemi Covid-19 yang sempat membuat gaduh di pasar keuangan global. Awal pekan ini ECB menambah dana sebesar 600 miliar euro untuk membeli aset-aset keuangan  melalui Pandemic Emergency Purchase Programme (PEPP). Sehingga secara total ECB menggelontorkan uang senilai 1,35 triliun euro jika ditambah dengan nominal sebelumnya di 750 milia euro. Investor asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler mencapai Rp 467 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di jual yakni TLKM, BBRI, ADRO, ASII, INDF.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya. Indeks Dow ditutup menguat 0,85%, Indeks Nasdaq menguat 1,87% dan Indeks S&P menguat 1,54%. Menguatnya indeks tadi malam ditopang oleh rilis data ekonomi AS yang menunjukkan adanya kenaikan sehingga memperkuat kepercayaan investor akan adanya rebound ekonomi AS yang didukung oleh stimulus di tengah kekhawatiran atas peningkatan infeksi Coroba dan hubungan perdagangan AS-Tiongkok yang memanas. Secara kuartalan, indeks Dow mencatatkan kinerja terbaiknya sejak Q1-1987, Indeks Nasdaq mencatatkan kinerja terbaiknya sejak Q4-1999 dan indeks S&P mencatatkan kinerja terbaiknya sejak tahun 1998. Data ekonomi AS yang dirilis tadi malam yang menjadi katalis positif yakni data kepercayaan konsumen (CB Consumer Confidence) periode Juni 2020 yang tercatat naik dari 85,9 ke 98,1 yang merupakan kenaikan terbesar sejak tahun 2011. Penguatan indeks tersebut dibayangi oleh sedikit memudarnya optimisme pemulihan ekonomi setelah infeksi baru Corona yang semakin cepat sehingga mengancam rencana pembukaan kembali perekonomian. Bahkan menurut pakar penyakit menular, Anthony Fauci, kasus-kasus baru Corona dapat meningkat menjadi 100.000 per hari apabila perilaku masyarakat tidak berubah. Fauci juga mengatakan tidak ada jaminan bahwa AS akan memiliki vaksin Corona yang efektif dan memperingatkan penyebaran virus bisa menjadi sangat buruk dan pemulihan ekonomi bisa menjadi jalan panjang. Sementara itu, ketua The Fed AS, Jerome Powell, menekankan di hadapan Kongres AS kemarin, bahwa mengendalikan virus Corona sangat penting untuk rebound ekonomi AS. Powell juga mengatakan bahwa setelah stimulus moneter dan kebijakan fiskal yang besar, tanda-tanda bahwa krisis mungkin akan bertahan lebih lama, akan meningkatkan tekanan untuk lebih banyak bantuan fiskal. Sedangkan dari sisi hubungan AS-Tiongkok, Komisi Komunikasi Federal AS resmi menyebutkan Huawei Technologies dan ZTE Corp sebagai ancaman keamanan nasional. Di sisi lain, investor juga memantau perkembangan terbaru dari Hong Kong dimana Hong Kong untuk pertama kalinya melarang pawai protes tahunan terbesarnya dengan alasan pengendalian wabah virus Corona. Namun pelarangan tersebut dilakukan setelah anggota parlemen Tiongkok menyetujui Undang-Undang keamanan nasional Hong Kong.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,23% yang mana penguatan tersebut masih didukung oleh pergerakan positif indeks di bursa Wall Street dan nilai tukar Yen yang stabil terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat secara terbatas. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4886/4867—4932/4959 .

Cermati : UNTR, BRPT, GGRM, INTP, PTBA
 


BERITA EMITEN

LPKR :  Perseroan mencatatkan perolehan pendapatan sebanyak Rp3,10 triliun pada kuartal I/2020. Jumlah tersebut  tumbuh 8,5 persen secara tahunan di banding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,85 triliun. Kinerja pendapatan ditopang lini usaha rumah sakit dan properti investasi. Pendapatan dari lini usaha kesehatan naik 9,7 persen menjadi Rp1,87 triliun. Kemudian segmen properti investasi dari pusat perbelanjaan juga menyumbang pendapatan sebanyak Rp126 miliar atau naik 1,7 persen. Adapun segmen pembangunan properti menyumbang Rp678 miliar, naik 12,3 persen.
Rekomendasi : Netral
 
TLKM : Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp34,19 triliun sepanjang kuartal I/2020. Perolehan tersebut menyusut 1,85 persen dibandingkan pendapatan perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp34,84 triliun. Kontribusi terbesar masih datang dari segmen data, internet, dan jasa teknologi informatika yang pendapatan konsolidasi  tercatat sebesar Rp19,20 triliun, naik 3,69 persen dibandingkan Q1/2019.
Rekomendasi : Netral
 
MAPI : Perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 0,61 persen secara tahunan menjadi Rp4,71 triliun sepanjang kuartal I 2020. Namun, kenaikan beban pokok penjualan dan beban langsung disertai dengan beban usaha hingga kerugian kurs mata uang asing membuat laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induknya melorot 94,16 persen menjadi hanya Rp8,08 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
HOKI : Perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp28,63 miliar atau setara 27,61 persen dari total laba bersih tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp103,72 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp 12 per saham.
Rekomendasi : Netral
 
LPPF : Perseroan mencatatkan penurunan pendapatan bersih sebesar 19,62 persen menjadi Rp1,55 triliun pada kuartal pertama tahun ini. Kenaikan beban keuangan disertai dengan rugi laba operasi membuat perseroan akhirnya mencatatkan rugi Rp93,95 miliar di kuartal I 2020. Kinerja tersebut berbanding terbalik dengan posisi untung Rp142,51 miliar pada periode kuartal I 2019. Pertumbuhan penjualan gerai yang sama atau same store sales growth (SSSG) juga tercatat negatif 18,2 persen.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 27 Juli 202027 Jul 2020 09:00

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -62,02 poin atau melemah -1,21% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 299 saham di tutup turun, 136 [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Juli 202017 Jul 2020 09:15

IHSG di perdagangan kemaarin di tutup naik 22,58 poin atau menguuat 0,44% setelah bergerak menguuat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 190 saham di tutup naik, 216 saham di tutuup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Juli 202013 Jul 2020 08:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun 21,54 poin atau melemah -0,43% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 262 saham di tutup turun, 142 [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF