News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 2 Desember 2019

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat dan mengakhiri pelemahannya selama enam hari perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 58,77 poin atau menguat 0,99% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak sideways dalam range 5.939,40 - 6.015,70. Sebanyak 209 saham ditutup menguat, 194 saham melemah dan 137 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak sembilan sektor ditutup menguat dan menopang pergerakan IHSG dengan penguatan terbesar ada pada sektor Infrastruktur dan Keuangan masing-masing 2,28% dan 1,53%. Menguatnya IHSG tersebut salah satunya tampaknya didorong oleh aksi investor yang mulai berburu saham-saham murah (bargain hunting) paska koreksi IHSG selama enam hari perdagangan secara beruntun yang telah mendorong IHSG melemah secara total –3,32%. Aksi beli tersebut juga mendorong IHSG menjadi anomali di tengah-tengah negatifnya pergerakan indeks di bursa kawasan regional sebagai dampak ketegangan hubungan AS-Tiongkok yang dipicu oleh campur tangan AS terhadap konflik domestik Hong Kong.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,40%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,46% dan Indeks S&P terkoreksi –0,27%. Melemahnya indeks tersebut dipengaruhi oleh investor memangdang negative meningkatnya ketegangan perang dagang AS-Tiongkok. Meningkatnya ketegangan dagang AS-Tiongkok disebabkan oleh sikap Presiden AS yang meratifikasi RUU dalam mendukung aksi demonstrasi di Hong Kong yang mana hal tersebut memicu kemarahan Tiongkok dan mengancam akan memberikan balasan. Sebagai tanggapannya juga, Tiongkok telah memanggil duta besar AS untuk memprotes dan memperingatkan langkah AS tersebut akan merusak kerja sama dengan Washington. Dan investor khawatir bahwa kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok mungkin dalam masa kritis setelah tindakan AS tersebut. Namun meski demikian, sebuah laporan dari Wall Street Journal, menyebutkan bahwa para pejabat Tiongkok mencari cara untuk memisahkan isu geopolitik dari isu perang dagang dan tidak serta merta melihat bahwa berlakunya RUU Hong Kong tidak serta merta merugikan prospek kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok fase satu.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka  menguat 0,41% yang didukung oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar dan data ekonomi Tiongkok yang menunjukkan aktivitas pabrik di Tiongkok pada November 2019 telah rebound untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir meskipun masih ada ketidakpastian pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok.
 
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat secara terbatas. IHSG awal pekan ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5962/5913 – 6039/6065. Cermati :
ASII, EXCL, JPFA, LPPF, PGAS, SCMA
         
BERITA EMITEN

ZONE : Menambah merek baru setelah mengakuisisi merek Enzoro. Langkah akuisisi tersebut menggunakan dana hasil private placement senilai Rp. 31,76 miliar yang memang ditujukan untuk pendanaan kegiatan pengembangan usaha perseroan melalui akuisisi merek. Dana tersebut juga digunakan untuk modal kerja perseroan berupa pembyaran sewa toko dan pendanaan belanja modal.
Rekomendasi : Netral
 
WIKA : Menyiapkan belanja modal sekitar Rp. 16 triliun untuk tahun depan, yang terutama dialokasikan untuk meningkatkan pendapatan berulang sehingga ke depannya bisa sustain. Hingga akhir Oktober 2019, kontrak baru perseroan mencapai Rp. 31,2 triliun atau 50,53% dari nilai kontrak baru yang ditargetkan hingga akhir tahun ini yang sebesar Rp. 61,74 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
BBNI : Memanfaatkan keberadaan kantor cabang di luar negeri untuk mencari alternatif pendanaan di tengah ketatnya likuditas domestik. Melalui cabang London, misalnya, perseroan bisa mendapatkan pendanaan atau funding dengan bunga murah, untuk modal menyalurkan kredit valas di dalam negeri. Hal serupa juga dilakukan cabang perseroan di New York-AS, dengan pendanaan yang murah, perseroan dapat memperoleh margin yang tinggi.
Rekomendasi : Netral
 
TOWR : Melalui anak usahanya yakni PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), menyelesaikan pembelian 1.000 menara telekomunikasi dari PT. Indosat Tbk senilai Rp. 1,95 triliun. Tahun depan, perseroan yang dikendalikan oleh Grup Djarum tersebut bakal kian ekspansif. Transaksi akuisisi menara Indosat otomatis menambah jumlah aset menara dan penyewa baru menara perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
ATIC : Berencana ekspansi pasar ke Amerika Utara dan Eropa usai menjajaki perluasan pasar di Filipina. Setelah mengekspansi bisnisnya ke Malaysia, Filipina dan Singapura, perseroan juga melirik negara ASEAN lainnya yakni Thailand dan Vietnam.
Rekomendasi : Netral
 
DEAL : Memproyeksikan pertumbuhan pendapatan perseroan pada 2020 sebesar 80%-100% dibandingkan tahun ini. Pertumbuhan tersebut didasari oleh pendapatan yang akan masuk dari lima proyek baru yang telah diterima oleh perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
BBCA : Akan membagikan dividen interim sebesar Rp. 100 per saham. Dividen tersebut akan dibayarkan kepada pemegang saham pada 20 Desember 2019. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 5 Desember 2019.
Rekomendasi : Netral
 
FASW : Perseroan memilih untuk memasang target konservatif pada tahun 2020. Perseroan menargetkan penjualan minimal Rp 8 triliun dengan margin laba bersih sebesar 12% - 13%. Dengan asumsi itu, maka potensi laba bersihnya Rp 960 miliar – Rp 1,04 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
POLY : Perseroan membidik penjualan sebesar US$ 420 juta pada tahun depan. Perseroan juga mengincar EBITDA berkisar US$ 20 juta hingga US$ 22 juta. Target tersevut lebih kecil ketimbang realisasi penjualan tahun lalu yang mencapai US$ 479,18 juta.
Rekomendasi : Netral
 
PANR : Di ahir tahun perseroan menargetkan bisa meraih pendapatan Rp 2,2 triliun atau tumbuh 10% yoy. Sejauh ini perseroan baru tumbuh 5%-8%. Optimisme ini di dorong momentum natal dan tahun baru yang menjadi high season. Hingga Q3-2019, perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp. 1,61 triliun atau turun 6,90% dibanding Q3-2018 yang sebesar Rp. 1,73 triliun.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 13 Desember 201913 Dec 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 40,70 poin atau melemah –0,66% setelah bergerak sideways dalam range 6.139,40 - 6.201,02. Sebanyak 247 saham di tutup melemah, 151 [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Desember 201912 Dec 2019 09:03

IHSG di perdagangan kemarin kembali melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 3,41 poin atau melemah –0,06% setelah bergerak sideways dalam range 6.171,93 - 6.204,60. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Desember 201910 Dec 2019 09:04

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 6,92 poin atau menguat 0,11% setelah bergerak sideways dalam rentang terbatas 6.180,84 - 6.210,78. Sebanyak 206 saham ditutup menguat, 184 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Desember 201909 Dec 2019 08:52

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 34,75 poin atau menguat 0,57% setelah bergerak sideways dalam range 6.145,12 - 6.186,87. Sebanyak 189 saham ditutup menguat, 199 [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 Desember 201906 Dec 2019 08:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 39,24 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.131,59 - 6.157,93. Sebanyak 215 saham ditutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF