News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 27 November 2019

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 44,57 poin atau melemah –0,73% setelah bergerak sideways dalam range 6.026,19 - 6.096,66. Sebanyak 248 saham ditutup melemah, 150 saham menguat dan 137 saham stagnan. Secara sektoral sebanyak 9 sektor menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Agri dan Industri Dasar masing-masing –1,95% dan –1,85%.. IHSG sempat bergerak positif merespon perkembangan terbaru dari negosiasi dagang AS-Tiongkok yang menunjukkan adanya tanda-tanda kemajuan. Namun masih maraknya tekanan jual baik itu oleh investor domestik maupun investor domestik, mendorong penurunan performa IHSG hingga akhirnya ditutup melemah. Investor asing tercatat melakukan aksi jual mencapai Rp. 1,55 triliun dengan saham-saham yang paling banyak dijual yakni SCMA, TLKM, BMRI, BBRI, BBNI and ASII.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya dan kembali membukukan rekor penutupan tertingginya. Indeks Dow ditutup menguat 0,20%, Indeks Nasdaq menguat 0,18% dan Indeks S&P menguat 0,22%. Menguatnya indeks tersebut didorong komentar optimistis dari Presiden Donald Trump mengenai pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok. Presiden Trump mengatakan bahwa tim perundingan AS-Tiongkok hampir mencapai kesepakatan perdagangan fase satu. Namun Trump juga menekankan dukungan pemerintah AS untuk para pengunjuk rasa di Hong Kong, sebuah persoalan yang juga diperdebatkan antara AS-Tiongkok.  Turut menopang reli indeks tadi malam datang dari komentar bernada dovish dari ketua The Fed AS, Jerome Powell. Powell mengatakan bahwa kebijakan moneter “diposisikan dengan baik” untuk mendukung pasar tenaga kerja yang kuat dan mengembalikan inflasi dengan tegas ke target The Fed sebesar 2,0%.
Investor juga saat ini mengamati tanda-tanda pada kesehatan daya beli konsumen untuk belanja liburan. Tingkat kepercayaan konsumen November 2019 tercatat turun dari 126,1 ke 125,5 yang merupakan penurunan untuk bulan keempat secara beruntun, namun tetap pada level yang cukup untuk mendukung laju pengeluaran konsumen yang stabil. Di sisi lain, sebuah laporan terpisah menunjukkan bahwa penjualan rumah baru secara tak terduga mengalami penurunan sebesar 0,7% di bulan Oktober 2019, meskipun data untuk bulan sebelumnya direvisi naik dengan pembelian mencapai level tertinggi dalam lebih dari 12 tahun terakhir.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,34%. Penguatan tersebut didukung oleh reli indeks di bursa Wall Street tadi malam, optimisme terhadap kesepakatan dagang AS-Tiongkok dan melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi mengalami teknikal rebound paska pelemahan IHSG selama empat hari perdagangan secara beruntun. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6003/5979 - 6073/6120.

Cermati :
ADRO, BBRI, ERAA, KLBF, PTBA, SCMA, WIKA
 

        
BERITA EMITEN

MARK : Mengincar kenaikan penjualan dua digit pada 2020 seiring dengan kapasitas baru yang telah beroperasi penih dan peluang dari perang dagang AS-Tiongkok. Untuk tahun 2020, persroan menargetkan penjualan sebesar Rp. 420 miliar, atau tumbuh 18% dibanding proyeksi tahun 2019 yang sebesar Rp. 357 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
PTPP : Membidik pertumbuhan nilai kontrak baru sebesar 10% pada tahun ini. Hingga akhir tahun ini, realisasi nilai kontrak baru berada di kisaran Rp. 42 triliun hingga Rp. 43 triliun. Angka tersebut di bawah target yang telah direvisi sebelumnya sebesar Rp. 45 triliun. Sebenarnya perseroan masih memiliki cadangan beberapa proyek yang mundur. Namun dikarenakan tahun 2019 segera berakhir, perseroan mengambil target realistis pada angka di bawah Rp. 45 triliun. Untuk mendukung ekspansi bisnis tahun 2020, perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp. 8 triliun hingga Rp. 10 triliun yang akan digunakan untuk membiayai modal kerja dan mendanai sejumlah proyek perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
CPIN : Khazanah Nasional Bhd melepas sejumlah saham perseroan senilai 196 juta ringgit atau setara Rp. 659,8 mniliar. Aksi ini merupakan bagian dari divestasi aset saham di luar negeri dengan nilai jumbo oleh lembaga pengelola sovereign wealth fund asal Malaysia tersebut.
Rekomendasi : Netral
 
BSDE : Membukukan lonjakan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 120% menjadi Rp. 2,31 triliun hingga Q3-2019 dibanding Q3-2018 yang sebesar Rp. 1,05 triliun. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang atas pencatatan penghasilan lain sebesar Rp. 520,78 miliar dan kenaikan pertumbuhan pendapatan sebesar 9,41% dari Rp. 4,78 triliun menjadi Rp. 5,23 triliun. Perseroan juga membukukan marketing sales sebesar Rp. 5,3 triliun atau 85% dari total target marketing sales tahun 2019 yang sebesar Rp. 6,2 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
PTBA : Menandatangani kontrak penjualan batu bara kalori tinggi sebanyak 2 juta ton atau senilai Rp. 2 triliun pada tahun 2020 ke Formosa Plastics Group, salah satu perusahaan petrochemical terbesar di dunia yang berbasis di Taiwan.
Rekomendasi : Netral
 
HITS : Menjual satu unit kapal milik perseroan yakni MT Catur Samudera. Penjualan kapal tersebut tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional perseroan dan kondisi keuangan. Perseroan juga berencana menerbitkan obligasi melalui penawaran umum berkelanjutan senilai total Rp. 1 triliun pada tahun 2019-2020 yang akan menjadi salah satu sumber pendanaan belanja modal sebesar US$ 82 juta.
Rekomendasi : Netral
 
WSBP : Menganggarkan belanja modal sekitar Rp. 948 miliar pada tahun depan atau meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2019 yang sebesar Rp. 429 miliar. Langkah tersebut merupakan upaya perseroan meningkatkan kapasitas produksi beton pracetak (precast) menjadi tahun 2020 dari proyeksi tahun 2019 yang sebanyak 3,8 juta ton.
Rekomendasi : Netral
 
BMRI : Menargetkan pertumbuhan laba bersih tahun 2020 antara 6%-7% secara tahunan. Sementara target laba bersih tahun ini sebesar 5%-6% secara tahunan. Perseroan etap mempertahankan profitabilitas dengan rasio margin bunga bersih akan mengalami penurunan pada tahun depan menjadi 5,2%-5,5%.
Rekomendasi : Netral
 
TKIM : Perseroan mengubah fungsi mesin kertas putih menjadi mesin kertas coklat. Perubahan fungsi tersebut sejalan dengan tren pasar. Permintaan kertas putih di negara maju seperti eropa dan jepang turun dan berganti dengan kertas coklat. Untuk peluang pasar ekspor perseroan menunjuk pasar india dan china , sementara potensi pasar lokal terbuka di wilayah indonesia bagian timur. Ekspor ke wilayah asia menyumbang separuh penjualan ekspor.
Rekomendasi : Netral
 
WTON : Perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja minimal 20% yoy. Perseroan berencana membeli lahan seluas 10 hektare untuk proyek rumah di kawasan tol cikopo – palimanan. Perseroan juga memacu sejumlah proyek perumahan lain seperti proyek di cibinong, palu, dan lombok. Sejalan dengan rencana ekspansi tahun depan, perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp 948 miliar.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 13 Desember 201913 Dec 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 40,70 poin atau melemah –0,66% setelah bergerak sideways dalam range 6.139,40 - 6.201,02. Sebanyak 247 saham di tutup melemah, 151 [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Desember 201912 Dec 2019 09:03

IHSG di perdagangan kemarin kembali melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 3,41 poin atau melemah –0,06% setelah bergerak sideways dalam range 6.171,93 - 6.204,60. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Desember 201910 Dec 2019 09:04

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 6,92 poin atau menguat 0,11% setelah bergerak sideways dalam rentang terbatas 6.180,84 - 6.210,78. Sebanyak 206 saham ditutup menguat, 184 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Desember 201909 Dec 2019 08:52

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 34,75 poin atau menguat 0,57% setelah bergerak sideways dalam range 6.145,12 - 6.186,87. Sebanyak 189 saham ditutup menguat, 199 [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 Desember 201906 Dec 2019 08:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 39,24 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.131,59 - 6.157,93. Sebanyak 215 saham ditutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF